Malam sudah melewati sepertiganya, suasana malam ini begitu sunyi. Jangkrik pun enggan bernyanyi seperti takut untuk menunjukkan talenta nya.
Bulan di tanggal tiga belas biasanya akan terlihat terang bila sudah hampir fajar. Namun kali ini awan hitam menutupi cahayanya dengan sempurna, sehingga malam semakin kelam.
Bayangan hitam mulai bermunculan, meringsek masuk melalui celah bekas lubang galian tali pocong.
Cuaca terasa panas sekali, padahal di dalam kamar yang ditempati tidur oleh Pak Komar dan Bu Nurul sudah dilengkapi dengan AC kwalitas premium.
" Uh panas sekali " Pak Komar bangun ia mengambil remote AC untuk menambah daya dingin untuk mesin tersebut.
Tapi tetap saja, malah tubuh Pak Komar banjir oleh keringat.
Tiba-tiba angin kencang berhasil membuka jendela kamar Pak Komar yang terkunci. Sehingga tirai jendela berterbangan kemana-mana.
Pak Komar tercengang, jendela kamar milik nya sudah terkunci paten. Mustahil bisa terbuka begitu saja.
Pria itu mulai cemas, ia bangkit melangkah melawan arah angin untuk menutup kembali jendela nya.
Alhamdulillah berhasil, Pak Komar menghela nafas lega. Ia berharap guru spiritualnya bisa melindungi dari jarak jauh seperti yang sudah dijanjikan.
Ketika tubuh Pak Komar berbalik, ia kaget melihat Bu Nurul melayang di udara. Wanita itu berputar-putar dengan ketinggian sekitar satu meter dari permukaan kasur.
KRETEK KRETEK
Suara tulang patah bersamaan dengan menoleh nya kepala Bu Nurul. Wajah perempuan itu seperti menahan tangis tapi bibirnya menyeringai.
" Pa pa paaaakkk to-lo-ng "
Bu Nurul terbata-bata meminta pertolongan, matanya melotot tegang seakan-akan melihat sesuatu yang mengerikan datang. Bola matanya berputar cepat dan berubah warna putih pekat.
Tubuhnya masih tetap melayang, berusaha merangkak lalu melompat ke arah Pak Komar .
Pria itu mengangkat tangannya, sinar kebiruan terpancar menghan-tam tubuh Bu Nurul. Sehingga perempuan itu terlempar keras ke dinding dan pingsan.
Pak Komar takjub sekali, ternyata cincin pemberian gurunya sungguh sakti mandraguna.
" Terimakasih Guru " Pak Komar mencium cincin nya, kemudian ia berlari keluar tanpa menghiraukan keadaan Bu Nurul.
Baru saja pintu dibuka, Pak Komar kaget melihat sosok berwajah hancur dengan perut menganga. Ia hafal betul kondisi ini adalah korbannya yang kemarin malam dieksekusi.
Di belakang sosok itu ada perwujudan seorang wanita. Kilatan matanya seakan penuh amarah serta dendam kesumat.
" Paaaaaakkkkk Bapaaaaaaaak" suara serak itu membuat Pak Komar merinding. Ia merasa sangat kenal betul.
" Ini Aku paaaaaaakkkkk Ini Aku .... Irwan "
Bola mata Pak Komar seakan mau melompat keluar, ia terkejut bukan main. Hantu berwajah hancur itu menyebutkan nama Irwan anaknya .
HIHIHIHIHIHIHIHI
Si perempuan yang berada di belakang Irwan tertawa cekikikan.
" Kau masih ingat kan? Dengan tubuh ini?" Si perempuan menertawakan ekspresi wajah Pak Komar .
" Paaaaaaakkkkk mana ginjal ku, mana hatiku Paaaaaaaak "
Pak Komar sungguh tidak percaya, jadi... Jadi semalam yang ia eksekusi adalah Irwan.
" Tidak... Itu tidak mungkin " masih mencoba menepis kenyataan. Tidak mungkin anaknya meninggal dia tidak mengenal nya.
" Pak... Mana ginjal ku?" Tangan si wajah rusak terulur, kakinya maju selangkah demi selangkah menghampiri Pak Komar .
Dengan cepat Pak Komar mundur lalu menutup pintu rapat-rapat. Ia terlihat shock, rasanya mustahil Irwan meninggal dia tidak tahu.
Tiba-tiba Pak Komar teringat dengan Pak Osman dan anaknya. Bukan kah mereka menyampaikan berita jika anaknya sudah meninggal. Apakah itu Irwan ?? Tapi kenapa Pak Osman bisa tahu?? Padahal dia tidak menerima kabar itu dari orang-orang kepercayaannya. Apa hubungan Pak Osman dengan kematian Irwan ??
" Osman ?? Kau pasti tahu sesuatu " Pikir Pak Komar .
Belum selesai, sepasang tangan dingin menyergap tungkai kaki Pak Komar . Pria itu terkejut, di lantai terlihat sebuah tubuh tanpa kaki meniarap.
Matanya mendelik ke atas, senyuman iblis terukir mengerikan.
" Mana jantung ku? Kembali kan jantung ku "
Pak Komar menendang sosok itu dengan keras, tapi yang ia tendang hanyalah udara kosong. Wujud mengerikan itu hilang tanpa bekas.
" Ini tidak bisa dibiarkan "
Pak Komar meraih kunci mobil, ia keluar lagi. Di sana sudah tidak ia temukan si wajah hancur dan perempuan itu. Kesempatan ini Pak Komar gunakan untuk kabur, ia akan berlindung di rumah gurunya saja.
Pak Komar mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Ia takut para makhluk halus itu datang mengejar.
BHUK
CIIIIIIIIIIITTTTT
Sesuatu jatuh menggelinding ke atas mobil Pak Komar , reflek pria itu menginjak rem dengan kuat.
Denyitan bunyi Ban yang bergesekan dengan jalan aspal menciptakan teriakan yang membuat sakit telinga.
" Apa itu ?" Pak Komar menoleh ke belakang, tidak ada siapa-siapa. Padahal ia yakin tadi ada sesuatu yang jatuh tepat mengenai mobilnya.
Jakun Pak Komar naik turun, perasaannya tak nyaman. Ia segera menekan kunci mobil untuk tancap gas.
Namun justru mobil nya tidak bisa dihidupkan. Berkali-kali Pak Komar mencoba, tetap saja hasilnya nihil.
" Ah Ah " Pak Komar memu-kul steering mobil berkali-kali. Ia Gedeg, dalam situasi seperti ini mobilnya malah mogok.
Pak Komar mengambil ponselnya, ia ingin menelepon sang guru agar bisa menolong. Jarak antara tempat dia sekarang dengan rumah sang guru hanya tinggal satu kilometer saja.
" Kemana sih?" Pak Komar heran telpon nya tak kunjung direspon. Mungkin sudah sepuluh kali Pak Komar menghubungi, tetap saja sepi.
Namun yang terakhir kalinya, ada respon dari seberang.
" Hallo, Datuk... Tolong aku Datuk... Tolong jemput aku, mobil ku mogok "
Sepi, tak ada jawaban. Pak Komar sampai memeriksa layar ponsel nya, apa panggilan telpon nya terputus ? Tapi ternyata durasi telpon masih berjalan.
" Datuk... Hallo ... Datuk "
Eh terdengar bunyi tuuut, Pak Komar memeriksa layar ponsel nya kembali. Rupanya panggilan dialihkan ke Video call. Tanpa pikir panjang Pak Komar langsung menyetujui.
Beliau terbelalak lebar melihat layar nya, mulut nya menganga hingga nafas nya tertahan.
Di sana nampak Sang guru merangkak seperti kuda-kudaan yang di punggung nya terdapat seorang perempuan yang sebagian wajahnya membusuk. Terlihat tulang tengkoraknya digerogoti oleh ribuan belatung.
Tangan wanita itu menarik rambut Datuk yang dikuncir ke belakang, sehingga kepala nya mendongak ke atas.
Darah keluar dari sudut mata si Datuk, mulut nya menggelegak da-rah kental. Pak Komar gemetaran seluruh badan.
Tiba-tiba sebuah tangan hitam berkuku panjang meraba wajah Pak Komar . Seketika itu juga tubuh Pak Komar membeku, ia semakin menggigil ketakutan.
Di sekeliling mobil nya terdapat banyak sekali makhluk halus dengan berbagai macam bentuk mengerumuni hingga tak ada celah sama sekali.
" Kau harus merasakan apa yang kamu rasa " Bisik sebuah suara di dekat cuping telinga Pak Komar .
Tubuhnya ketarik ke belakang hingga terikat ke kursi mobil. Semua tangan makhluk yang mengelilingi mobil Pak Komar terulur masuk ke dalam mobil.
Mengoyak tubuh Pak Komar seinci demi seinci. Pria malang itu berteriak kesakitan, hingga lolongannya membangun kan segerombolan burung yang tengah tidur di dahan pohon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Ray
Sedap...Sedap...Ngeri...😱😱
AQ Lope..Lope❤️❤️❤️
Penasaran terus ingin baca👍😘
2024-11-13
0
Doni Gunawan
hiiii seram ya
2024-11-24
0
Dementor
sumpah...
ceritanya bagus..
2024-07-30
0