" Kapan dia mati ?" Tanya Pak Komar.
" Kemarin, kami mencurinya malam tadi " Jawab salah satu dari dua orang itu.
Pak Komar tersenyum simpul, ia mengambil salah satu pisau.
" Mari kita lihat, organ mana yang masih berfungsi dengan baik "
Bersamaan dengan itu, Pak Komar mulai menoreh kulit bagian perut. Kemudian membelahnya, membuka dengan lebar untuk melihat isi di dalamnya.
Pak Komar manggut-manggut, pertama ia mengambil kedua ginjal si mayit. Lalu hatinya, dan jantung nya. Semua dalam keadaan masih bisa dijual.
Kedua orang tamu itu tersenyum lebar, mereka saling menggenggam satu sama lain. Senang karena pasti uang yang didapat akan cukup untuk berfoya-foya seminggu ke depan.
" Kerja bagus, seperti biasa aku akan membayar nya besok ke rekening kalian "
Dua orang itu mengangguk setuju, seperti nya hal ini sudah biasa. Pantas Pak Komar sangat kaya raya, karena ia seorang agen perdagangan organ tubuh manusia.
***
Hari ini suasana mendadak tak tentram, sebab beberapa orang riuh di daerah pemakaman. Ada sebuah makam terlihat seperti bekas digali ulang.
Setelah ahli keluarga meminta bantuan Pak Osman untuk memeriksa kuburan tersebut. Rupanya benar, mayit di dalamnya sudah tidak memakai kain kafan dengan rapi. Terlihat sembarangan, hanya digulung saja kemudian diletakkan begitu saja.
Spontan para ahli keluarga menangis histeris, mereka tidak terima dan mengutuk pelakunya.
Anehnya, saat Pak Osman memeriksa jumlah kain kafan, tali pocong dan bagian tubuh luar nya. Tidak ada yang hilang, semua sempurna.
Zulkifli yang pada saat itu turut melihat situasi, melangkah maju mendekati mayit.
Ia menyentuh bagian perut mayit itu, ada bekas jahitan. Meskipun rapi dan hampir tidak terlihat, namun jika dicermati maka akan tahu jika itu jahitan masih baru.
" Dia meninggal karena apa?" Tanya Zulkifli kepada orang-orang yang berkerumun. Dia tidak tahu yang mana ahli keluarga si Mayit.
" Pendarahan " Jawab Seorang pria yang kemungkinan Ayah si Mayit.
Pak Osman memperagakan maksud dari ucapan pria tadi.
" Apa sempat dilakukan operasi besar ?" Zulkifli kembali bertanya.
Pria itu sedikit paham jika Zulkifli tuli, karena melihat Pak Osman yang menggunakan bahasa isyarat. Dia menggeleng sebagai jawaban Tidak.
" Tapi kenapa ada jahitan ?" Zulkifli menunjuk bekas benang yang menyembul sedikit dari permukaan kulit.
Semua orang terkejut, mereka sama-sama memeriksa perut si Mayit.
" Sepertinya ada yang mengambil organ tubuh mayit ini "
Keadaan semakin ricuh begitu mendengar penuturan Zulkifli .
" Kita harus lapor polisi Pak" Tukas seorang wanita, pria tadi mengangguk setuju. Mereka segera melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib.
***
Pak Komar duduk santai di kursi goyang kesukaannya, wajah nya ceria sebab baru saja pelanggan nya mengirim uang dengan nominal yang fantastis.
Namun ketenangan nya terganggu begitu Irwan, putra bungsunya datang sambil menengadahkan tangan.
" Pak minta uang dong "
" Loh, bukan nya kemarin udah bapak transfer lima juta " sahut Pak Komar .
" Ya habis dah Pak " jawab Irwan tenang.
" Uang sebanyak itu kamu habiskan dengan mudah, emang beli apa kamu?"
" Yah makan, rokok "
" Makan? Lima juta sehari ?? Makan apa kamu Wan? Emas??"
Irwan berdecih kesal, baru Lima juta habis sehari udah marah-marah. Gimana kalau lima miliar, kayak Raffi Ahmad. Pikir Irwan memberontak dalam hati nya sendiri.
" Ayolah Pak " Namun ia gigih untuk merayu Bapaknya itu .
" Ogah!" Cetus Pak Komar sinis.
" Ah Bapak kok pelit amat sih" Gerutu Irwan.
" Emang kamu pikir cari duit itu gampang apa? Sudah pergi sana, Bapak nggak punya uang " Pak Komar menolak untuk memberikan uang kepada anaknya, Irwan.
Membuat Irwan jadi kesal, ia pergi dari rumah guna menghilangkan kejengkelan nya terhadap si Bapak yang memang terkenal pelit.
Irwan mengendarai sepeda motor Kawasaki ninja dengan kecepatan tinggi. Ia tidak perduli jika jalan yang ia lalui adalah jalanan kampung.
Di tengah perjalanan, hampir saja Irwan nabrak anak kecil. Padahal Irwan sudah menekan klakson berkali-kali, tapi anak itu tak menghiraukan sama sekali.
Tetap berjalan sambil melompat-lompat dan terdengar bernyanyi dengan nada teriakan.
IBU IBU BAPAK BAPAK SIAPA YANG PUNYA ANAK TOLONG AKU, KASIHANI AKU TOLONG CARIKAN DIRIKU KEKASIH HATIKU SIAPA YANG MAU
Karena merasa tak diindahkan, Irwan sengaja sedikit menyenggol si anak. Otomatis anak itu nyungsep ke selokan.
Irwan menghentikan sepeda motor nya, ia menoleh ke arah anak itu yang sudah bangkit. Tubuhnya dipenuhi lumpur terutama bagian kepalanya, sampai susah untuk buka mata.
" Hahahahaha mangkanya kalau jalan tuh dengerin suara klakson. Malah karaoke an"
Usai berkata demikian, Irwan pergi meninggalkan Zulkifli yang berusaha mengusap wajahnya.
" Nih Abang buta kali ya nggak bisa liat jalan " gumam Zulkifli pada diri nya sendiri.
Ia merangkak naik dan pulang dengan tubuh yang dipenuhi oleh lumpur.
Pak Osman terkejut melihat kondisi Zulkifli , ia langsung membawanya ke kamar mandi dan membersihkan tubuh anak itu.
" Kamu kenapa ?? Kok bisa jadi seperti ini ?" Tanya Pak Osman sambil lalu memandikan anak angkatnya itu.
" Ada orang buta Pak naik sepeda motor, kasian Pak dia nggak sadar diri kali ya?? Udah buta malah maksa naik sepeda motor " Jawab Zulkifli panjang lebar.
" Kok bisa sih ? Orang buta naik sepeda motor " Ujar Pak Osman .
Usai Zulkifli ganti baju, Ana dan Ijal datang. Mereka menyetorkan uang hasil jual telur ayam milik Pak Osman .
" Zul, laku berapa punya kamu telur nya ?" Tanya Ijal.
" Oh, kamu mau jualan lagi?? Emang ada yang mesen ?" Zulkifli justru balik bertanya.
Ijal menghela nafas panjang sambil geleng-geleng kepala, Ana senyam-senyum melihat ekspresi wajah sang adik.
" Zul, telur kamu laku berapa ?" Akhirnya Pak Osman bertanya sambil menggerakkan kedua tangannya.
" Aduh!!! Jangan-jangan telur ku tertanam di selokan " Zulkifli menepuk dahinya sendiri.
" Loh?? Gimana sih? Kok bisa ?" Pak Osman bertanya lagi.
" Ah tenang aja Pak, nanti telur itu akan jadi pitik " Seloroh Zulkifli agar dia tidak dimarahi Bapaknya. Padahal kejadian yang sebenarnya adalah, uang hasil penjualan telur itu hilang saat Zulkifli nyungsep.
Ia tidak berani bilang kalau semua telur nya sudah laku, nanti Pak Osman akan minta ganti uang. Kalau tertanam di lumpur kan masih bisa jadi pitik. Nggak begitu rugi jadinya, itulah pikiran Zulkifli.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Caningsih 43
cerita horor yg ga serem tapi lucu karena zul tapi kasian zul, apa Ibunya zul kunti bapaknya sp Thor
2025-01-23
0
Ray
Zulkifli Bolot tapi pinter juga, oh iya kan IQnya diatas rata2x🤔😂
2024-11-13
0
Doni Gunawan
Zul Zul /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-11-24
0