" Jeng, ayo masuk Nak" Si Bapak menarik Putrinya yang mematung.
Ajeng gelagapan, ia mengulas senyum guna menutupi rasa cemasnya.
" Sudah jangan terlalu dipikirkan, Sudah untung kamu tidak jadi menikah dengan dia Nak... Dia psikopat " Tambah sang Ibu seraya mendudukkan dirinya.
Ajeng diam tak bergeming, pikiran nya seperti terhipnotis oleh ancaman Ikmal. Entah kenapa ia jadi takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap kedua orang tuannya ?
Singkat cerita, pinangan Tresno diterima secara tangan terbuka oleh Ajeng dan keluarga nya. Mereka pun menggelar acara pertunangan di kediaman Nenek Ajeng.
Setelah acara selesai, Bapak dan Ibu Ajeng kembali ke rumah. Pada saat itu tiba-tiba Nenek Ajeng pingsan.
Ajeng panik, ia cepat menghubungi Tresno untuk meminta bantuan. Tresno sigap membantu, dengan mengendarai mobil ia membawa nenek Ajeng ke rumah sakit.
Tanpa alasan yang jelas, tahu-tahu Dokter mengatakan jika Si Nenek coma. Sudah tentu Ajeng sangat terkejut mendengar kabar itu, dadanya sakit. Kata-kata yang diucapkan oleh Ikmal terngiang-ngiang di telinga nya.
Namun untungnya Tresno tidak pernah meninggalkan Ajeng. Ia selalu menguatkan gadis itu agar banyak-banyak bermunajat kepada Allah SWT.
Dua hari tidak sadarkan diri, tiba-tiba Nenek Ajeng kejang-kejang. Darah keluar perlahan dari sudut matanya.
Ajeng berteriak histeris memanggil suster dan Dokter. Sayang nya ketika Dokter dan Suster datang, nyawa sang Nenek tidak bisa diselamatkan lagi.
Tak sampai disitu, Ibu Ajeng pun secara mendadak pingsan ketika membantu menyiapkan makanan untuk jemaah tahlilan di rumah Nenek.
Ia mengalami hal serupa, coma kemudian meninggal.
Banyak yang sudah curiga, termasuk Bapaknya Ajeng. Dengan bantuan tetangga, kerabat lainnya. Ia mencari orang pintar.
Tapi tidak ada hasil, hanya uang yang semakin terkuras habis.
Si Bapak pun sudah lelah, karena semua upaya telah dilakukan. Dan sebagian dari mereka mengatakan bahwa santet yang dijatuhkan kepada Ajeng sekeluarga termasuk santet yang sangat kejam.
Melihat keputusasaan Bapaknya, Ajeng merasa kasian. Tanpa sepengetahuan siapapun, ia berangkat ke tempat kediaman Ikmal. Karena ia tahu bahwasanya pria itulah yang melakukan hal tersebut.
Begitu sampai di depan rumah Ikmal, Ajeng bertemu dengan seorang bocah berusia sekitar enam tahun. Bocah perempuan itu menatap Ajeng heran, mungkin karena asing baginya.
" Mamaaaaaa... Ada Tante yang di kamarnya Papa!!!" Seru anak itu dengan polosnya.
Ajeng mengernyit heran, maksud Tante di kamar Papa itu siapa ?
Tak lama kemudian, muncul Ocha. Perempuan itu cukup terkejut melihat kedatangan Ajeng. Ia menoleh ke dalam dengan cemas. Kemudian menghampiri mantan sahabatnya itu.
" Ajeng... "
Ajeng tersenyum getir, luka dihati nya masih belum sembuh. Ada rasa perih menyusup di dadanya.
" Kenapa kau datang kesini ?" Bisik Ocha, ia masih belingsatan memperhatikan ke sekeliling.
" Aku ingin bertemu Ikmal "
Ocha langsung melambaikan tangannya sebagai tanda penolakan.
" Jangan, jangan kamu temui dia " Masih dengan suara yang dikecilkan.
" Aku tidak punya maksud apa-apa, aku hanya butuh bicara dengan dia "
" Kau pergi dulu, tunggu aku di taman depan. Ok!"
Ajeng diam, tingkah Ocha sangat mencurigakan. Tapi ia pun menyanggupinya.
Sekitar sepuluh menit menunggu, Ocha datang dengan anak kecil tadi. Mungkin anak itu adalah anak hasil dari perselingkuhan mereka dulu. Ahhh!!! Kenapa masih saja hati Ajeng ngilu bila mengingat kejadian saat itu?
" Maafkan aku Jeng, maafkan aku... Aku sungguh menyesal atas kejadian waktu itu. Aku tidak pernah berpikir panjang, maafkan aku " Ocha duduk bersimpuh di depan Ajeng dengan wajah memelas.
" Bangun lah Ocha, aku datang kesini bukan untuk membahas masalah itu " Ajeng sama sekali tidak berniat membantu Ocha untuk bangkit. Pantang baginya memiliki hubungan dengan seorang pengkhianat.
" Aku tahu, tapi sebelum membahas lebih lanjut. Aku ingin mendapatkan maaf dari mu" Ocha terus membujuk.
" Kau tahu sifat ku Cha, jadi jangan memaksa " Cetus Ajeng.
Ocha terdiam, Diliriknya sang buah hati yang sejak tadi menatap nya kasian.
Akhirnya Ocha pun bangkit, ia duduk di samping Ajeng.
" Aku tahu pasti sudah terjadi sesuatu kepada keluarga mu, apa kamu ingin melakukan negosiasi dengan Ikmal ?"
Rupanya Ocha tahu banyak, karena itu dia bisa langsung menebak tujuan Ajeng.
" Apa kamu mau diperistri oleh Ikmal ?"
Sontak Ajeng menggelengkan kepalanya.
" Itu bukan tujuan ku, meskipun benar aku akan melakukan negosiasi dengan Ikmal " Bantah Ajeng.
Kini giliran Ocha yang menggeleng lemah.
" Tujuan Ikmal hanya ingin memiliki mu Jeng, dia tidak mau jika bukan itu yang kau tawarkan. Dan aku harap kau tidak melakukannya, meskipun kau sudah sangat putus asa"
Ajeng terdiam, ia mempertimbangkan semua yang diucapkan oleh Ocha.
" Kalau saja tidak ada Syasa diantara kami ? Mungkin aku sudah menyerah dari dulu. Keluarga ku seolah membuang ku, karena aku hamil diluar nikah. Dan aku tidak punya pilihan lain selain bertahan di dalam neraka itu "
Ocha membelai lembut pucuk kepala si bocah, kemudian menarik nya dalam dekapan .
Ada rasa sebak menyekat di dada, membuat pernafasan Ocha seakan terhimpit.
" Lalu aku harus bagaimana ? Nenek, Ibu... Mereka mati dengan cara yang sama. Aku takut,... Hanya tinggal Bapak yang tersisa " Ajeng merunduk pilu membayangkan dirinya yang akan tinggal sebatang kara.
" Maafkan aku Ajeng, jika aku bisa memutuskan kutukan itu dengan cara aku harus mati? Maka aku akan melakukannya, asalkan kau bersedia merawat putri ku "
Ajeng mengangkat wajahnya, ia menggeleng lemah. Bukan itu yang dia inginkan.
" Aku datang kesini karena aku tidak mau ada korban lagi, Mungkin setelah melihat aku mati? Ikmal akan berhenti "
Ocha menyentuh lembut punggung tangan sahabat nya itu.
" Aku yakin jika kamu melakukan sesuatu untuk mengakhiri hidup mu, Ikmal akan membuat mu hidup kembali. Dia itu hanya menginginkan kamu Jeng "
Bola mata Ajeng membulat sempurna, segila itukah Ikmal ??
" Sekarang hanya Tuhan yang mampu menolong mu, aku yakin pasti di ujung dunia sana ada seseorang hamba Allah yang akan membawa penawar untuk mu "
Ucapan Ocha masuk ke dalam relung hati Ajeng yang paling dalam. Yah! Benar apa kata dia, hanya Allah yang bisa menolong nya.
" Terimakasih Cha " ucap Ajeng kemudian, ia bertekad akan melawan kutukan ini meskipun nanti ia akhirnya akan kalah.
Ajeng pulang ke rumah Neneknya, ia mengajak Bapaknya untuk kembali ke rumah mereka. Sebelum itu, Ajeng memberikan dua pilihan untuk Tresno. Menemaninya melawan semua ini, atau menyerah dan meninggalkan nya detik itu juga.
Tresno memilih untuk melawan, ia segera memanggil penghulu untuk menikah kan mereka berdua.
Usai pernikahan dadakan itu, Ajeng dan Tresno pindah ke rumah Ajeng di Kota sebelah. Mereka sudah siap menghadapi teror yang akan diluncurkan oleh Ikmal selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Ray
Ikmal lelaki egois, sudah dia yang bikin salah, malah melampiaskan dengan pergi ke dukun😱😡😡
2024-11-13
0
Doni Gunawan
lanjut
2024-11-25
0
Kardi Kardi
BIG REVENGEEEE
2024-05-21
1