Pak Osman membawa Zulkifli beserta anak-anak Bu Ismi ke rumah nya setelah menaklukkan makhluk pesugihan Pak Radit.
" Sebenarnya apa yang terjadi Pak De? Kenapa ada hantu Ibu dan makhluk itu ?" Tanya Ana, ia penasaran dengan semua yang telah terjadi.
Ijal sejak tadi diam seribu bahasa, wajahnya murung memikirkan roh Ibunya.
" Pakde juga kurang paham" Pak Osman tidak bisa menjelaskan secara terperinci, karena semua perkiraan nya belum tentu benar.
" Ibu kemana ya Kak? Kenapa dia tidak ikut kabur bersama kita ?" Ijal ingin tahu pendapat Kakaknya tentang kepergian si Ibu.
" Jal, aku pernah lihat Ibumu. Dia jadi pekerja paksa di satu tempat yang sangat gelap, dan makhluk tadi yang selalu menyiksa Ibumu " Tiba-tiba Zulkifli menyahut.
" Huss ... Kalau bicara jangan sembarangan Zul " Tegur Pak Osman .
" Iya Pak, Zul udah cerita in yang sebenarnya sama Ijal. Biar dia tahu Pak " Jawab Zulkifli enteng.
" Astaghfirullah " Pak Osman meraup wajahnya, ia gemes sekali dengan anak angkatnya ini.
Ijal jadi sedih mendengar cerita yang disampaikan oleh Zulkifli . Tiba-tiba ia berlari keluar dari rumah Pak Osman .
" Jal... Mau kemana ?" Ana pun menyusul adiknya. Ia berhasil menahan Ijal agar tidak pergi. Pak Osman dan Zulkifli datang menghampiri.
" Lepasin Ijal Kak, Ijal mau nolongin Ibu "
" Jal, kita tidak bisa nolongin Ibu "
" Kenapa ?"
" Karena Ibumu adalah tumbal perjanjian antara Bapakmu dan Iblis " Pak Osman menyahut.
Ijal tersentak kaget, begitu pula dengan Ana. Dia tidak mengira jika Bapaknya melakukan pesugihan dan tega mengorbankan istrinya.
" Ja-jadi?" Gemetar tubuh Ijal menerima kenyataan ini.
Pak Osman mengusap pundak Ijal dengan lembut.
" Dan sepertinya tadi Bapak mu akan menumbalkan salah satu dari kalian "
Ijal semakin shock mendengar semua itu, kepalanya seakan membesar dan siap meledak.
" Jadi sekarang Bapak mau menumbalkan kami?" Ana tak mampu lagi menahan kesedihannya, ia menangis sesenggukan.
" Dia bukan Bapak kita Kak "
" Sudah sudah.. Yang terpenting kalian sekarang selamat, karena itu keinginan Ibu kalian. Ayo masuk ke dalam " Pak Osman mengajak anak-anak itu masuk, meskipun sebenarnya enggan. Tapi Ana dan Ijal akhirnya menuruti keinginan Pak Osman .
Mereka tidur di kamar yang sama dengan Zulkifli , sebab di gubuk tersebut hanya ada dua kamar.
Seperginya Pak Osman dan anak-anak, Bayangan hitam itu melesat cepat menuju kamar tempat Pak Radit melakukan ritual.
Dengan beringas ia melempar tubuh pak Radit hingga membentur dinding. Belum sempat bergerak, tubuh Pak Radit kembali diban-ting ke lantai hingga dar@h segar menyembur dari mulut Pak Radit.
Dan saat hendak dilempar kembali, Pak Radit sempat memohon ampun. Meskipun suaranya hampir tidak terdengar.
" Kau sudah hampir membuat ku binasa"
" Aku aku akan... Meng - - ganti nya " Suara Pak Radit terbata-bata sebab dadanya yang sakit luar biasa.
" Mengganti dengan apa?" Bentak si Iblis.
Tangan Pak Radit yang berlumuran darah menulis sebuah nama di atas lantai, IZA
Iblis itu tersenyum miring, setidaknya ada sesuatu yang bisa ia santap jiwa nya meskipun tidak seperti yang dibayangkan.
" Baiklah, tapi ingat ! Seminggu dari sekarang kau harus menyediakan korban seorang anak laki-laki ataupun anak perempuan yang masih suci. Umur nya dibawah sepuluh tahun"
Tanpa pikir panjang, Pak Radit langsung menyanggupi. Asalkan nyawanya selamat, dia sudah bersyukur.
***
Pagi-pagi sekali suasana digegerkan oleh keadaan Pak Radit yang terluka parah. Masyarakat berbondong-bondong datang untuk melihat kejadian nya.
Di dalam kamar ditemukan Iza sudah tidak bernyawa dengan kondisi yang sangat memperihatinkan. Kedua matanya melotot, mulut nya menganga dan bibirnya membiru.
Sekujur tubuhnya keriput terlihat tidak ada darah serta daging. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar, Apa yang sebenarnya terjadi kepada calon pasangan pengantin ini.
Diluar dugaan, Pak Radit justru mengatur jika ini adalah ulah Pak Osman .
" Ternyata Pak Osman adalah seorang dukun santet "
Semua masyarakat yang mendengar cerita dari Pak Radit cukup terkejut. Mereka sangat mengenal Pak Osman , Beliau keturunan orang Sholeh dan tidak pernah berbuat yang macam-macam.
Hanya saja karena profesi nya sebagai tukang gali kubur, beliau bisa berhubungan dengan hal-hal gaib.
" Kok bisa Pak Osman melakukan ini ?"
Pak Radit menggeleng lemah, kondisi nya sangat tidak memungkinkan untuk bicara banyak.
" Tolong saya... Tolong berikan keadilan untuk saya dan Iza " Rintih Pak Radit memelas.
Emosi keluarga Iza pun tersulut, keinginan untuk membalas muncul.
" Ayo kita datangi rumah Pak Osman " Teriak Surya, tetangga dan masyarakat yang lainnya setuju.
Mereka pergi berbondong-bondong untuk mempertanyakan hal ini kepada Pak Osman .
Pak Radit tersenyum miring, ia akan balas semua perbuatan Pak Osman . Karena kalau pria itu tidak ikut campur, pasti semua rencana nya akan berjalan dengan sempurna.
Karena hari ini hari Minggu, seperti biasa Zulkifli akan membantu Pak Osman ngowan kambing di sekitar kuburan.
Ijal dan Ana turut membantu, sambil lalu bermain. Namanya juga anak kecil, masalah semalam langsung terlupakan.
" Eh... Kok banyak orang ? Siapa yang mati?" Celutuk Zulkifli , biasanya banyak orang datang menemui Bapaknya dikarenakan ada orang meninggal.
Ijal dan Ana memperhatikan gerombolan orang-orang itu. Ana menilai dari raut wajah mereka, seperti nya sedang emosi.
" Yuk kesana " Ajak Ana, ia berlari mendahului. Zulkifli dan Ijal pun mengikutinya dari belakang.
" Pak Osman ... Pak Osman ... Keluar kau !" seru Surya lantang, dia yang paling emosi karena anaknya meninggal secara tidak wajar.
Tanpa curiga Pak Osman pun keluar, ia heran banyak orang di depan gubuknya.
" Ada apa ini ?" Tanya Pak Osman .
" Jangan sok cupu kau Osman, sekarang jawab ! Kenapa kamu membonoh anakku Iza? Hah!!!"
" Iza???"
" Iya!!! Calon istri Pak Radit " Jawab seseorang.
" Ti Tidak... Ngapain saya harus membonohnya " Pak Osman menggelengkan kepalanya menolak tuduhan itu.
" Alah, jangan bohong kamu Man!! Menantuku sendiri yang bilang bahwa ini perbuatan mu. Dan sekarang menantuku juga masih sekarat" Surya tetap saja yakin terhadap ucapan Pak Radit.
Pak Osman mengerti sekarang, ini adalah fitnah dari Pak Radit untuk membalas dendam.
" Baiklah, percuma saya menjelaskan apapun. Kalian tidak akan percaya. Tapi saya akan memberikan bukti kepada kalian, terutama kepada mu Surya " Pak Osman akhirnya memilih untuk membuktikan jika dirinya tidak bersalah.
" Dengan apa kau akan membuktikan nya?" Tantang Surya , kedua tangannya terpacak di pinggang, dagunya terangkat ke atas.
" Dengan membangkitkan arwah anakmu, nanti dia akan bercerita siapa yang membonohnya. Aku? Atau menantumu "
Mata Surya melebar, begitu pula dengan yang lain.
" Pakde semua, maaf kan saya jika ikut campur " Tiba-tiba Ana muncul, sedari tadi dia menguping pembicaraan orang-orang dewasa itu.
" Semua ini bukan salah Pak De Osman. Tapi ini perbuatan Bapak saya, dia melakukan pesugihan. Dan kematian Ibu saya adalah bukti nya "
Bertambah gegerlah suasana pagi itu, cerita tentang kematian Bu Ismi yang secara tiba-tiba kembali menjadi buah bibir. Karena saat hari kematian Bu Ismi, waktu itu Pak Radit mengatakan jika Bu Ismi sudah disucikan dan dimandikan. Dia juga yang sudah mengkafani istri nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Ray
Semoga warga desa itu percaya apa yg dikatakan Pak Oesman dan Ana🤔🙏
2024-11-13
0
Doni Gunawan
vitnah memang lebih kejam dari penagih hutang ya bro
2024-11-24
0
Husin Ihsan
seru juga halunya😀
2024-08-18
0