Pak Radit membuka kancing baju bagian atas, supaya sedikit longgar. Kemudian ia menyingsingkan lengan bajunya.
Ia membuka pintu yang dikunci menggunakan gembok, lalu masuk ke dalam. Tidak lupa ia menutup dan mengunci nya dari dalam.
Suasana gelap gulita tidak mencegah penglihatan Pak Radit untuk meraih sebuah peti kayu berwarna gelap. Ia membuka peti tersebut yang tersimpan tanpa terkunci.
Matanya berbinar binar begitu melihat isi peti yang sudah penuh dengan uang serta emas berlian.
" Haaaaaa Aku kayaaaaaaa" Teriak Pak Radit bahagia. Ia meraup kan uang emas dan permata itu ke wajahnya.
Hahahahahaha
Tawa nya memenuhi isi kamar gelap itu. Mulai saat ini tak perlu lagi Pak Radit memikirkan hutang-hutangnya, semua akan ia lunasi. Dan tak perlu lagi Pak Radit bersusah payah bekerja, karena untuk mendapatkan uang ia hanya cukup menumbalkan keluarga nya.
Siapa yang menyangka Pak Radit akan kembali kaya raya setelah mengalami kebangkrutan. Ia justru semakin kaya dari sebelumnya, sebab ia menjalani ritual pesugihan. Dan korban pertama nya adalah sang istri.
Pak Radit seperti tidak memiliki pilihan lain, sejak dulu ia tidak pernah bekerja keras. Kedua orang tuanya sangat memanjakan Pak Radit.
Ketika kedua orang tuanya meninggal pun, Pak Radit hanya bekerja menghitung uang hasil pertanian nya.
Hingga akhirnya Pak Radit ketagihan bermain game online, membuat seluruh hartanya terkuras habis. Hutang melilit disana-sini, Bu Ismi jadi sering marah-marah dan kesal dengan sikap suaminya.
Pak Radit pun jengkel dan tidak betah di rumah, pada suatu hari Pak Radit bertemu seseorang yang memberi petunjuk untuk melakukan pesugihan saja.
" Kau cukup memberikan tumbal ketika kamu butuh uang, kalau sudah tidak butuh ya tidak usah memberikan tumbal "
Awalnya Pak Radit merasa takut serta khawatir, namun karena sering didesak oleh penagih hutang. Akhirnya ia ingin mencoba nya.
" Siapa yang akan kau tumbal kan?" Tanya Mbah dukun yang ditunjuk oleh orang tak dikenal itu.
" Emmmmm " Pak Radit bingung, ingin sekali Pak Radit menyebut nama Pak Komar karena dialah yang paling menjengkelkan jika datang menagih hutang.
" Tumbal harus dari keluarga utama, bukan saudara, sepupu, ataupun tetangga "
Penjelasan Mbah dukun seperti tahu apa yang dipikirkan oleh Pak Radit.
Jika Pak Radit mengorbankan Ana, Putri sulung nya. Rasanya itu tidak mungkin, Dia sangat menyayangi Ana.
Kalau Pak Radit mengorbankan Ijal, itu lebih tidak mungkin lagi. Ijal adalah anak laki-laki nya yang akan menjadi penerus.
" Ismi, istri ku!" Tegas Pak Radit, lebih baik dia mengorbankan Bu Ismi. Selain cerewet, Pak Radit sudah bosan dengan Bu Ismi dan ingin mencari istri baru.
Mbak dukun mengangguk setuju, ritual persembahan pun dilakukan. Malam itu Bu Ismi diban-tai habis-habisan oleh makhluk kiriman dari Mbah dukun hingga menemui ajal.
***
Pagi sekali, Pak Radit datang bertamu ke rumah Pak Komar. Ia membawa uang dan melangsaikan hutangnya berikut bunga.
Pak Komar sedikit heran, Tapi ia tidak berani bertanya. Uang di depan mata begitu menyilaukan hingga menutupi kesangsian.
Pak Radit juga membayar semua hutang nya kepada orang lain. Sisanya ia bawa untuk bersenang-senang dengan wanita-wanita cantik.
Ana dan Ijal merasa enek dengan perubahan sikap Bapaknya. Tapi mereka tidak bisa menegur, karena Bapaknya akan marah jika ditegur.
" Bapak sudah benar-benar berubah ya Kak " Ijal mengeluh.
Ana membenarkan, ia merangkul sang adik dengan erat. Diam-diam Ana sangat merindukan Ibunya, andai Ibunya masih ada. Pasti hal ini tidak akan terjadi.
***
Sejak meninggal nya Bu Ismi, Zulkifli kerap mendengar suara perempuan menangis. Tapi ia diam saja, hanya mendengarkan nya dari balik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
Zulkifli memang bisa berinteraksi dengan makhluk halus, tapi ia penakut. Hanya kepada makhluk tak berwujud yang selalu menemani nya itu, Zulkifli yang tidak takut. Sebab makhluk tersebut tidak pernah menunjukkan wujudnya, tapi kalau dedemit di sekitar kuburan. Mereka akan menunjukkan wajah-wajah yang sangat menyeramkan.
Pak Osman merasa heran, belakangan ini Zulkifli selalu telat bangun. Anak itu juga akan sering tidur di atas meja ketika Pak Osman masih menyiapkan sarapan.
" Apa tugas sekolah mu banyak sampai kamu tidak tidur semalaman ?" Tanya Pak Osman .
Zulkifli tak menyahut, dia kan budek. Dia terus menyuapkan makanan ke dalam mulutnya meskipun dengan mata kelelep.
Pak Osman geleng-geleng kepala, ada rasa kasian melihat keadaan Zulkifli seperti itu.
Setibanya di sekolah, Zulkifli juga tidur saat jam mata pelajaran dimulai. Kebetulan sekali, guru yang mengajar adalah guru honorer baru. Jadi tidak tahu jika Zulkifli adalah murid terbaik di sekolah.
Sang guru menghampiri meja Zulkifli , ia menggebrak meja. Tapi Zulkifli semakin nyaman saja tidurnya.
Sang guru heran, ia kembali menggebrak meja. Tetap saja hasilnya sama.
" Ini anak kebo atau apa?" Gerutu si Guru, para murid tertawa cekikikan.
Salah satu siswa mendekat, ia mentoel lengan gurunya.
" Ada apa ?" Tanya si Guru.
" Maaf Pak, Zul itu budek. Gempa sekalipun dia tidak akan bangun "
Barulah sang guru mengerti, ia menepuk punggung Zulkifli agar bangun. Dan itu berhasil, Zulkifli langsung tergagap serta duduk menegakkan punggung nya.
Sang guru menarik tangan Zulkifli ke depan, karena budek. Sang guru hanya menunjuk soal yang tertulis di papan.
" Oh, Bapak nggak tahu rumus kuadrat ya " Zulkifli pikir gurunya minta diajari.
Sang guru terkejut, Zulkifli telah salah paham. Padahal dirinya meminta anak itu untuk mengerjakan tugas tersebut.
Dengan tenang Zulkifli menuliskan rumus itu secara lengkap. Si guru cukup terpana melihat jawaban Zulkifli yang sangat detail.
Mulutnya menganga, bola mata nya bergulir mengikuti langkah Zulkifli yang kembali duduk dan melanjutkan tidur nya.
Karena penasaran, sang guru honorer menceritakan kepada rekan kerja nya yang sama-sama berprofesi sebagai guru. Hanya saja temannya itu sudah dilantik menjadi guru tetap di sekolah tersebut.
" Ohhh yang kamu maksud si Zul? "
Si guru belum tahu namanya tapi ia angguki saja pertanyaan temannya itu.
" Dia memang genius, saya pun heran. Padahal dia tunarungu, biasanya kan tunarungu tidak bisa bicara. Lah ini malah fasih sekali "
Ohhh
Si guru honorer manggut-manggut tanda mengerti. Jadi dia si murid genius, rekan kerjanya yang sama-sama bekerja di sekolah sebelumnya pernah mengatakan, jika sekolah tempat kerjanya yang baru ada satu anak genius. Nilai nya selalu sempurna dan menjadi icon kebanggaan sekolah tersebut.
Dan sekarang anak itu menjadi anak didiknya. Si Guru semakin penasaran dan ingin tahu siapakah anak ajaib ini?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Doni Gunawan
lagi
2024-11-24
0
Ray
Menarik cerita Outhor👍😍
2024-11-13
1
ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
mungkinkah ini ismi yang diceritakan diawal cerita
alias ibunya Zulkifli?
2024-05-29
0