Ancaman Tak Terduga

Maoya membawa Jovan menuju sebuah taman tak jauh dari kediaman mereka. Mereka berhenti di sebuah bangku taman dan duduk di sana sebentar.

“Lo kenapa sih? Dari tadi celingukan mulu.” Tanya Jovan yang mulai merasa aneh dengan sikap Maoya.

Maoya mengeluarkan cermin dari tasnya lalu mulai bercermin demi menemukan kesalahan kecil di wajahnya. “Wah, eyeliner gue belepotan, gue ke toilet dulu bentar yah?”

Belum sempat Jovan menjawab, Maoya sudah lebih dulu pergi meninggalkannya begitu saja. Lalu tak lama kemudian seorang pria dan wanita datang menghampiri Jovan. Tapi wanita berambut panjang itu bergegas pergi setelah pria yang datang bersamanya melepaskan cengkraman tangannya.

“Elo? Kok lo bisa ada di sini?” tanya Jovan sedikit panik.

“Kenapa? Lo pikir gue takut buat muncul dan nemuin elo di tempat umum kaya gini?”

Jovan celingukan memastikan keberadaan Maoya. Ia tidak ingin urusannya dengan pria berbahaya itu turut membahayakan Maoya.

“Kita sudah ketemu. Sekarang lo mau apa?”

“Ngebunuh elo! Demi ngebalesin dendam kakak gue!” teriak pria itu lantang sambil maju dan menodongkan pisau ke arah Jovan.

Jovan melawan dan perkelahian diantara keduanya pun tidak bisa terelakkan lagi. Keduanya saling pukul, tendang dan lempar. Pria itu berkali-kali hendak menusukkan pisau ke tubuh Jovan, tapi Jovan selalu saja berhasil menghindar. Pada saat menemukan momen yang pas, Jovan mendorong dengan keras tubuh pria itu hingga tersungkur ke tanah.

Tepat di saat itu, Maoya yang tidak tahu apa-apa datang. Pria itu bangun dan langsung menyandra Maoya sembari melingkarkan pisau di lehernya.

“Aa...a...apa ini? Kenapa kamu mau bunuh saya?” tanya Maoya ketakutan. “Apa salah saya?”

“Salah lo adalah menikahi penjahat itu.”

“Mmm...mm..maksud kamu apa?”

Jovan masih berdiri di tempatnya, tidak banyak melakukan pergerakan dan hanya bisa meningkatkan kewaspadaan. Salah sedikit saja, nyawa Maoya bisa benar-benar melayang.

“Van, tolongin gue!” teriak Maoya panik.

Tapi pria itu jusru makin mengeratkan genggamannya ke tubuh Maoya. Mata pisau kian mendekat dan nyaris menempel di leher Maoya.

“Van, kok lo diem aja sih? Lo ngga peduli kalau gue mati?” teriak Maoya lagi dan Jovan masih bergeming.

“Gue bakal habisin ni cewek!” ancam pria itu lagi.

“Coba aja! Kenapa belum lo lakuin?” tantang Jovan dengan tenang.

“Van, lo gila yah? Gue bisa mati, Van!” protes Maoya yang makin ketakutan.

Pria itu mengambil ancang-ancang untuk menggorok leher Maoya dan tiba-tiba saja sebuah kilatan cahaya menyilaukan datang dari arah kaki Jovan dan tepat mengenai mata pria itu. Maoya memanfaatkan kesempatan itu untuk meloloskan diri dari dekapan pria asing itu.

Saat pria itu membuka matanya, Maoya sudah berhasil melarikan diri. Dalam sekejap saja, Jovan sudah berhasil menendang tangannya dan membuat pisau yang dipegangnya terlempar jauh. Belum sempat ia melawan, Jovan sudah lebih dulu meringkusnya.

“Abang lo bersikeras ngakuin kejahatan semua kejahatan itu demi ngelindungi elo. Dan sekarang lo malah nyia-nyiain hidup lo kaya gini.” Ujar Jovan sambil menahan punggung pria yang tengah berjongkok itu dengan tangan kirinya dan menahan kedua tangan pria itu dengan tangan kanannya.

“Lo tahu tapi lo tetep aja nuntut dia.”

“Gue ini jaksa. Kerjaan gue mendakwa berdasarkan fakta dan bukti.”

“Tapi itu bukan fakta. Lo udah salah nuntut abang gue!”

Jovan melepaskan bekukannya. “Itu adalah fakta yang dia akui sendiri. Terlepas dari elo sebagai penyebabnya atau bukan, dia emang terbukti ngelakuin pembunuhan itu dan lo ngga bisa ngubah fakta itu.”

Pria itu tersimpuh lemas di tanah.

“Anggap saja kejadian hari ini ngga pernah terjadi!” ujar Jovan sambil meninggalkan pria itu begitu saja.

Tapi rupanya pria itu belum mau menyerah. Ia bankit, mengambil pisaunya lalu kembali berusaha menusuk Jovan dari belakang.

“Jovan awas!!!!” teriak Maoya.

Jovan berbalik dan pisau itu menggores lengan kanannya. Pria itu kemudian melarikan diri.

Sementara Maoya mendatangi Jovan dengan panik. “Lo ngga papa?”

Jovan menggeleng. Tapi darah segar terus mengalir dari lengan kanan atasnya. Maoya memapahnya menuju mobil, mengobek roknya lalu mengikatkannya ke lengan Jovan untuk menghentikan pendarahan sementara.

“Lo masih bisa nyetir?” tanya Maoya sambil berjongkok di depan Jovan.

Jovan mengangguk.

“Lo yakin? Kita naik ojek online aja yah? Nanti biar mobilnya dibawa sama Billy atau Riko.”

Jovan menggeleng. “Gue ngga papa. Buruan naik! Kita pulang sekarang.”

******************************

Episodes
1 Bukan Kecelakaan Biasa
2 Maling Cantik vs Tuan Jaksa Tampan
3 Tertangkap Basah
4 Harga Sebuah Informasi
5 Siluman Balok Es
6 Ungkapan Terima Kasih
7 Tahi Lalat
8 Dorongan Batin
9 Jangan Coba-Coba
10 Wali
11 Sambil Menyelam Minum Susu
12 Bisnis Baru Myonya
13 Apa Salahnya?
14 Makan Bersama
15 Janji Temu
16 Peri Sawi
17 Logika / Lo gila
18 Modus Jimmy
19 Dating
20 Ancaman Tak Terduga
21 Ditipu Mentah-Mentah
22 Musibah Membawa Berkah
23 Botan
24 Senjata Makan Tuan
25 Mata-Mata
26 Pelampiasan Kecil
27 Gelagat Aneh Jimmy
28 Peringatan Keras
29 Nyaris
30 Bantuan Galih
31 Kejelasan Masa Depan
32 Anniv Party
33 Teman Lama
34 Serangan Balik
35 Keputusan Jovan
36 Friend Zone
37 Dukungan Terbaik
38 Kerja Bersama
39 Kehilangan
40 Siuman
41 Pentingnya Pengakuan
42 Sidang Akhir
43 Temuan Baru
44 Menelusuri Pelaku
45 Hasil Tes
46 Perubahan Tak Terencana
47 Dilema
48 Kegilaan Bimo
49 Pilihan di Tangan Maoya
50 Pergi atau Tinggal
51 Teralihkan
52 Kota Persinggahan
53 Sang Kepala Desa
54 Menginap di Gudang
55 Ambruk
56 Berlatih Peran
57 Masuk Hutan
58 Mencari Jovan
59 Keributan Kecil
60 Rute Alternatif
61 Bimbang
62 Pasti Bisa
63 Menipu Penipu
64 Dihadang Musuh
65 Mencari Bantuan
66 Kejutan di Perjalanan
67 Perayaan Bersih Desa
68 Perundingan Alot
69 Membalik Keadaan
70 Terkecoh
71 Tak Ada Jalan Mundur
72 Duka Mendalam
73 Didesak
74 Sidang Darurat
75 Status Baru
76 Sweet Moment
77 EPILOG
78 Novel Baru : CASSANOVA PENCABUT NYAWA
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bukan Kecelakaan Biasa
2
Maling Cantik vs Tuan Jaksa Tampan
3
Tertangkap Basah
4
Harga Sebuah Informasi
5
Siluman Balok Es
6
Ungkapan Terima Kasih
7
Tahi Lalat
8
Dorongan Batin
9
Jangan Coba-Coba
10
Wali
11
Sambil Menyelam Minum Susu
12
Bisnis Baru Myonya
13
Apa Salahnya?
14
Makan Bersama
15
Janji Temu
16
Peri Sawi
17
Logika / Lo gila
18
Modus Jimmy
19
Dating
20
Ancaman Tak Terduga
21
Ditipu Mentah-Mentah
22
Musibah Membawa Berkah
23
Botan
24
Senjata Makan Tuan
25
Mata-Mata
26
Pelampiasan Kecil
27
Gelagat Aneh Jimmy
28
Peringatan Keras
29
Nyaris
30
Bantuan Galih
31
Kejelasan Masa Depan
32
Anniv Party
33
Teman Lama
34
Serangan Balik
35
Keputusan Jovan
36
Friend Zone
37
Dukungan Terbaik
38
Kerja Bersama
39
Kehilangan
40
Siuman
41
Pentingnya Pengakuan
42
Sidang Akhir
43
Temuan Baru
44
Menelusuri Pelaku
45
Hasil Tes
46
Perubahan Tak Terencana
47
Dilema
48
Kegilaan Bimo
49
Pilihan di Tangan Maoya
50
Pergi atau Tinggal
51
Teralihkan
52
Kota Persinggahan
53
Sang Kepala Desa
54
Menginap di Gudang
55
Ambruk
56
Berlatih Peran
57
Masuk Hutan
58
Mencari Jovan
59
Keributan Kecil
60
Rute Alternatif
61
Bimbang
62
Pasti Bisa
63
Menipu Penipu
64
Dihadang Musuh
65
Mencari Bantuan
66
Kejutan di Perjalanan
67
Perayaan Bersih Desa
68
Perundingan Alot
69
Membalik Keadaan
70
Terkecoh
71
Tak Ada Jalan Mundur
72
Duka Mendalam
73
Didesak
74
Sidang Darurat
75
Status Baru
76
Sweet Moment
77
EPILOG
78
Novel Baru : CASSANOVA PENCABUT NYAWA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!