Malam harinya, Billy dan Riko datang ke rumah Jovan.
“Van, lo tuh dah salah sangka sama Billy. Dia itu putra bungsu Araya grup, perusahaan pendanaan terbesar di Indoraya. Koleksi ceweknya lebih dari sekodi. Mau ganti sejam sekalipun keturutan. Ngapain juga dia godain bini lo yang... yang....”
Jovan menajamkan pandangannya kepada Billy.
“Yang ngga punya lekukan apapun di tubuhnya. Datar bak jalan tol. Sama sekali bukan tipe Jimmy.” Imbuh Billy.
Jovan mendekatkan wajahnya kepada Billy. “Sekali lagi lo ngomong sembarangan soal Meiza, gue potong pita suara lo!”
“Bwahahaha....” Riko tertawa terpingkal-pingkal. “Sejak kapan tuan jaksa tampan berani motong pita suara sahabatnya demi seorang wanita?”
“Dia bukan cuma seorang wanita. Dia istri gue!”
“Oke. Oke. Jadi sekarang dia udah bener-bener jadi Nyonya Jovan Pranata di hati lo?”
“Bener ato ngga, faktanya dia emang masih istri gue sekarang. Ngehina dia sama dengan lo ngehina gue."
Tiba-tiba saja Riko menghentikan tawanya dan berubah menjadi serius. “Lo ngga lagi beneran jatuh cinta kan, Van?”
“Cinta apanya? Lo pikir kalau kita semua bakal baik-baik saja kalau sampai terjadi sesuatu sama dia? Gue cuma berusaha ngejalanin tugas gue dengan baik.” elak Jovan.
“Bukannya lo sendiri yang bilang kalau Bupati Botan udah ngga peduli lagi sama dia?”
“Bupati Botan orang yang sangat logis. Kalau dia mempermasalahkan soal kecelakaan itu sekarang dan membuat keributan, tentu bakal lebih banyak menimbulkan kerugian buat dia. Kondisi penduduk dan pasukannya sedang down. Kalau dia memaksa untuk melakukan aksi menekan, maka mereka akan langsung kalah sebelum berperang. Datang menjenguk putrinya yang baru saja diserahkan untuk menikah dengan seorang pejabat tinggi negara juga bukan pilihan yang baik buat dia. Asalkan tahu bahwa putrinya selamat dan hidup dengan baik, maka dia akan memilih untuk menahan diri. Kalaupun hendak beraksi, pasti tidak dalam waktu dekat. Tapi jika mereka tahu sesuatu hal buruk terjadi kepada putri kesayangan mereka, apa lo pikir mereka bakal diem aja?”
“Apa seserius itu?” tanya Billy ragu.
Jovan mengangguk. “Riko juga nemuin kemungkinan adanya mata-mata Botan yang sudah masuk ke ibu kota. Meskipun belum tahu persis identitas mereka, tapi mereka sudah ada di sini untuk mengawasi nona mereka.”
“Van, gue janji bakal buat Jimmy ngga gangguin Meiza lagi. Lo tenang aja soal dia.”
Riko meneguk minumannya dalam tenang. Dan tiba-tiba saja suasana menjadi sunyi. Ketiganya terlarut dalam pikiran mereka masing-masing.
***************************
Minggu pagi tiba. Maoya sengaja bangun pagi-pagi, menyiapkan sarapan, berdandan cantik dan melakukan banyak pekerjaan lain demi menyenangkan Jovan. Ia bahkan membuatkan kue kacang hijau kesukaan Jovan yang proses pembuatannya memakan waktu semalaman. Ia mengantar kue kacang ijo buatannya itu ke kamar Jovan.
“Van, cobain kue bikinan gue!”
“Apa ini?” tanya Jovan sambil membolak-balik kue kacang hijau berbentuk belah ketupat buatan Maoya seolah-olah ia belum pernah melihatnya.
“Bi Atun bilang kalau lo paling suka kue kacang hijau buatan nyokap lo. Tapi karena gue ngga tahu gimana resep dan bentuk kue kacang hijau buatan nyokap lo, jadi gue sengaja bikin kreasi bentuk kue gue sendiri.”
Jovan meletakkan kembali kue kacang ijo itu di piring.
“Kenapa? Kok ngga jadi di makan?”
“Karena ini kreasi lo gue jadi ngga yakin nyobainnya.”
“Van, gue udah bikin kue ini semalam. Lo ngga lihat mata gue udah mirip banget ama panda gara-gara bikin kue ini? Masa iya lo ngga mau nyobain?”
“Buat apa lo ngelakuin pekerjaan sia-sia kaya gitu? Apa tujuan lo sekarang?”
Maoya benar-benar kesal mendengar semua kalimat yang keluar dari mulut berbisa itu. tapi apa yang dikatakannya memang benar adanya. Ia punya maksud tersembunyi.
“Tujuan apa? Hahaha... ada-ada aja sih lo..”
Jovan membuang muka mendengar kebohongan Maoya.
“Oke. Oke. Tapi lo cobain dulu yah?” Maoya mengambil sebuah kue lalu menyuapkannya kepada Jovan tapi pria itu enggan membuka mulutnya.
Semakin Jovan menolak, semakin keras Maoya berusaha. Ia menekan kedua pipi Jovan demi memaksa mulutnya untuk terbuka. Adegan itu berubah menjadi canda tawa yang hangat. Tapi karena setelah melakukan segala cara, Jovan tetap saja menolak, Maoya akhirnya menggigit sendiri kue kacang hijau itu dengan mulutnya. Tapi siapa sangka bahwa Jovan justru menggigit ujung kue yang menyembul dari mulut Maoya. Keduanya nyaris berciuman karena kue yang hanya berukuran tidak lebih dari lima centi meter itu.
Mata Maoya membulat dan seketika beberapa adegan aneh berkeliaran di otaknya. Samar-samar ia mengingat momen dimana ia mencium paksa Jovan saat sedang mabuk berat. Ia terbaring di ranjang, menarik tangan Jovan lalu melumat paksa bibir seksi Jovan dengan bibirnya. Dan tiba-tiba saja kue kacang hijaunya terputus dan Maoya reflek mendorong tubuh Jovan menjauh.
Maoya segera berlari kembali ke kamarnya demi menyembunyikan pipinya yang memerah. Ia benar-benar malu mengingat perbuatan ceroboh yang sudah dilakukannya kepada Jovan malam itu.
“Pantes aja dia marah besar karena gue lupa sama adegan ciuman itu. Mana gue bilang kalau itu sebuah kesalahan lagi. Pasti dia ngerasa harga dirinya terluka banget. Yaya, Yaya! Bego banget sih lo! Kenapa lo bisa lupa adegan sepenting itu?” gumam Maoya pada dirinya sendiri sambil mondar-mandir di kamarnya.
“Tunggu! Dia marah karena gue lupa, tapi dia ngga marah karena gue cium dia paksa. Apa itu artinya dia juga senang? Apa ini artinya dia udah jatuh cinta sama gue? Gimana cara gue tahu dia udah jatuh cinta sama gue atau belum? Huaa......”
Tok..Tok..Tok..
Jovan masuk ke kamar Maoya sambil menenteng kunci mobil. “Hari ini gue libur. Mau jalan-jalan?”
‘Dia ngajak gue jalan? Apa ini sama dengan kencan?’
“Kemana?” tanya Maoya berpura-pura tidak tertarik.
“Terserah lo aja.”
“Deal!” teriak Maoya penuh semangat.
‘Ni bocah kenapa sih? Tadi terlihat ngga tertarik tapi begitu dibilang terserah langsung lonjak-lonjak kegirangan.’ Batin Jovan heran.
Maoya langsung mengambil tasnya dan menarik Jovan pergi secepat kilat seolah ia memang sudah merencanakan dan mempersiapkan acara jalan-jalan itu sebelumnya.
*********************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments