Siluman Balok Es

Maoya berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia sudah menemukan cara untuk lolos dari cengkraman Jovan yaitu dengan membuat pria balok es itu mencintainya setengah mati.

‘Tapi masalahnya gimana caranya? Apa mungkin si balok es dari kutub utara itu bisa jatuh cinta? Dan gimana juga gue bisa bikin dia jatuh cinta sama gue kalau gue sendiri aja belum pernah ngerasain jatuh cinta?’

Maoya mengacak-acak rambutnya frustasi. Satu-satunya orang yang ada di pikirannya pada saat-saat sulit seperti ini adalah Salma, sahabatnya yang serba tahu dan sudah sangat mirip dengan google di dalam hidupnya.

‘Sial, mana handphone gue pake ilang segala. Gimana gue bisa hubungin Salma?’

Maoya merebahkan tubuhnya ke ranjang lalu menghentak-hentakkan kakinya kesal. Mengomel sambil berguling-guling di ranjang adalah salah satu ritual keputusasaan wajib yang selalu Maoya lakukan setiap kali menghadapi masalah serius.

“Kenapa sih Ya, hidup lo sial banget? Dosa apa yang udah lo lakuin?” celoteh Maoya kepada dirinya sendiri.

‘Apa mungkin ini balasan karena gue udah mencuri mas kawin yang Bimo kasih ke gue? Atau karma karena gue udah ngekhianatin Bimo dan lari dari acara pernikahan?’

Maoya bergidik ngeri. Ia tahu bahwa ia telah berbuat banyak salah dan merugikan banyak orang. Tapi ia melakukan itu semata-mata demi ibunya yang sedang sakit dan membutuhkan banyak biaya pengobatan. Dan tiba-tiba saja Maoya ingat bahwa ibu dan Salma pasti akan khawatir begitu mengetahui bahwa dirinya melarikan diri dari resepsi dan menghilang bak ditelan bumi.

Belum sempat ia memikirkan cara, suara deru mobil super Jovan sudah terdengar dari halaman rumah mereka.

‘Sial, penjajahan atas hidup gue dimulai.’

***************

Jovan turun dari mobil sambil menenteng tas kerja dan seikat bunga yang sangat indah. Ia mulai ragu antara jadi membawanya masuk atau tidak. Seumur hidup ia belum pernah melakukan hal konyol yang mempermalukan dirinya sendiri seperti itu. Jadi ia membuka kembali pintu mobilnya lalu melemparkan rangkaian bunga itu ke dalam jok mobilnya. Ia menutup pintu mobil lalu kembali melangkah menuju ke dalam rumah.

Tapi lagi-lagi keraguan menghentikan langkah kakinya. Bagaimanapun juga kasus kecelakan itu sangat penting baginya. Ia tidak boleh menyerah begitu saja. Jadi ia kembali ke mobilnya dan mengambil kembali rangkaian bunga yang tergeletak di atas jok mobil itu dengan berat hati.

"Oke Jovan, lo pasti bisa. Ini bukan karena lo mau tapi semata-mata demi kebenaran dan keadilan." Gumam Jovan meyakinkan dirinya sendiri.

Saat hendak memasuki rumah, tiba-tiba saja pintu rumah terbuka dan Maoya berhambur keluar untuk menyambut Jovan dengan penuh semangat. Jovan refleks menyembunyikan rangkaian bunga yang dibawanya di balik badan. Tapi tingkah aneh itu justru membuat Maoya semakin penasaran.

“Apa itu?” tanya Maoya sambil berusaha mengintip dari balik tubuh tinggi Jovan yang menjulang di hadapannya.

“Apaan sih lo?” sergah Jovan yang mulai terganggu dengan tingkah Maoya yang terus saja mengganggunya dan menempel di tubuhnya.

“Lo bawain gue bunga?”

“Pede amat sih lo?”

“Ah, jadi ini cara lo bersikap manis sama gue?” goda Maoya bersemangat. “Boleh juga.”

“Jangan kepedean deh lo!”

“Sini!” Maoya menjulurkan tangannya ke hadapan Jovan.

Merasa tidak punya pilihan lain, Jovan meletakkan bunga itu di tangan Maoya dengan kasar lalu pergi begitu saja melewati Maoya.

“Tunggu!”

“Apa lagi sih?”

Maoya berlari kecil menghampiri Jovan, berdiri di hadapannya sambil memejamkan mata.

“Ngapain lo?” tanya Jovan bingung.

Maoya menunjuk dahinya masih dengan mata terpejam. “Buruan!”

“Lo kenapa sih?”

“Cium!”

Jovan mematung sesaat. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa gadis itu akan seberani dan selancang itu terhadapnya. Tapi jika diperhatikan dengan seksama, gadis itu cukup manis dan menggemaskan saat memejamkan mata seperti itu. lalu tiba-tiba saja sudut bibir Jovan terangkat tanpa ia sadari.

Namun tiba-tiba salah seorang pelayan di rumahnya lewat dan memergoki aksi konyol mereka. Karena tidak ingin kehilangan muka dan harga dirinya, alih-alih menuruti perintah Maoya, Jovan justru menoyor dahi Maoya dengan keras. “Jangan mimpi!”

Bukannya menyerah dengan penolakan Jovan, Maoya justru menjadi semakin bersemangat untuk menakhlukkan hati Jovan. Tekatnya sudah bulat. Tentang bagaimana caranya, ia juga belum yakin. Tapi yang pasti ia akan mencoba segala macam cara tanpa menyerah sedikitpun.

Jadi Maoya terus saja mengikuti dan mendekati Jovan yang semakin mempercepat langkahnya menuju kamar. Ia kemudian menggamit lengan Jovan dan mengambil tas Jovan dengan tangannya yang lain.

“Lo ngapain sih?”

“Ini namanya berbuat manis pada pasangan. Lo ngga tahu kan? Biar gue ajarin. Ketika datang dan pergi harus selalu berciuman, minimal di dahi atau pipi. Kemudian berjalan beriringan dan bergandengan tangan sambil mengobrol seolah tidak ingin terpisah satu sama lain, lalu......”

Jovan menepis tangan Maoya dengan kasar. “Kebanyakan nonton sinetron lo. Semua omongan lo ngga nyata dan ngga masuk akal.”

Jovan merebut tasnya dari Maoya lalu berdiri bersendekap di ambang pintu kamar. "Jadi, siapa orang di dalam sedan putih itu?"

"Aaah, itu... Panggil gue sayang!" titah Maoya dengan tatapan licik.

Jovan langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu hingga menabrak wajah Maoya dengan keras. “Aaaaau!!!”

‘Dasar siluman balok es! Awas aja lo! Gue bakal bales lo berkali-kali lipat!’ rutuk Maoya.

‘Sudahlah. Cukup usaha gue untuk hari ini. Sekarang waktunya gue mikirin cara supaya bisa hubungin ibu dan Salma.’

Brak!

Maoya berjingkat kesakitan meninggalkan kamar Jovan setelah menendang pintu kamar Jovan yang ternyata sangat keras seperti pemiliknya.

*******************

Maoya sudah memutuskan bahwa ia akan meminta Jovan untuk membelikannya ponsel baru. Ia benar-benar tidak bisa hidup tanpa ponsel seperti ini. Dan demi keberhasilan misinya itu, ia bertekad untuk menyenangkan hati Jovan malam itu.

Maoya pernah mendengar pepatah bahwa cinta datang dari lidah turun ke hati. Jadi, ia pergi ke dapur dan memasak beberapa hidangan istimewa untuk Jovan.

Ketika tiba di meja makan, Jovan cukup kaget melihat aneka hidangan tidak biasa yang tersaji di meja.

“Apa ini?” tanya Jovan kepada pelayan yang berdiri di samping meja makan untuk membantunya.

“Ini adalah makanan yang dimasak sendiri oleh nyonya, Tuan.”

“Apa? Nyonya masak sendiri? Kenapa? Apa koki libur lagi hari ini? Kalau sudah tidak sanggup kerja, mending berhenti saja!”

“Maaf, Tuan. Bukan begitu. Koki tetap ada dan bekerja seperti biasa. Tapi nyonya bersikeras untuk memasak sendiri hidangan untuk Tuan.”

“Tidak efektif.”

“Maaf Tuan.” Sahut pelayan itu ketakutan.

Maoya datang dan memberi aba-aba agar pelayan itu meninggalkan mereka berdua saja di meja makan.

“Gue sengaja siapin ini semua buat elo. Gimana?”

“Siapa yang nyuruh?”

“Ya ngga ada lah. Ini inisiatif gue sendiri. Smart kan?”

“Kalau gitu lo harus bertanggung jawab atas semua kerugian dari tindakan sia-sia lo.”

“Kerugian?”

“Lo buang-buang bahan makanan, mengganggu pekerjaan koki dapur dan ngebuat gue ngeluarin gaji sia-sia. Selain itu, lo nambah jumlah sampah di rumah gue.”

“Hah?” hanya itu kalimat yang bisa keluar dari mulut Maoya.

“Lo harus tahu kalau gue orang yang paling ngga suka atas semua perbuatan yang sia-sia. Jadi mulai sekarang, sebelum ngelakuin sesuatu, lo harus mikir dulu apa untung dan ruginya, seberapa efektif dan efisien tindakan yang lo ambil dan seberapa besar manfaat dan keuntungan yang bisa lo ambil dari pilihan itu. Dan yang paling penting semua harus logis dan tidak melanggar hukum.”

Tanpa banyak bicara lagi, Maoya mengangkat kembali semua makanan yang disajikannya di meja dan membawanya ke dapur. Tidak hanya kecewa karena gagal merebut hati Jovan dan mendapatkan ponsel, tapi juga karena usahanya sama sekali tidak dihargai.

‘Lo ngga boleh nyerah, Ya! Lo pasti bisa!’

***********************************

Terpopuler

Comments

yumin kwan

yumin kwan

seikat bunga utk Yaya....semangat 💪💪💪

2023-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bukan Kecelakaan Biasa
2 Maling Cantik vs Tuan Jaksa Tampan
3 Tertangkap Basah
4 Harga Sebuah Informasi
5 Siluman Balok Es
6 Ungkapan Terima Kasih
7 Tahi Lalat
8 Dorongan Batin
9 Jangan Coba-Coba
10 Wali
11 Sambil Menyelam Minum Susu
12 Bisnis Baru Myonya
13 Apa Salahnya?
14 Makan Bersama
15 Janji Temu
16 Peri Sawi
17 Logika / Lo gila
18 Modus Jimmy
19 Dating
20 Ancaman Tak Terduga
21 Ditipu Mentah-Mentah
22 Musibah Membawa Berkah
23 Botan
24 Senjata Makan Tuan
25 Mata-Mata
26 Pelampiasan Kecil
27 Gelagat Aneh Jimmy
28 Peringatan Keras
29 Nyaris
30 Bantuan Galih
31 Kejelasan Masa Depan
32 Anniv Party
33 Teman Lama
34 Serangan Balik
35 Keputusan Jovan
36 Friend Zone
37 Dukungan Terbaik
38 Kerja Bersama
39 Kehilangan
40 Siuman
41 Pentingnya Pengakuan
42 Sidang Akhir
43 Temuan Baru
44 Menelusuri Pelaku
45 Hasil Tes
46 Perubahan Tak Terencana
47 Dilema
48 Kegilaan Bimo
49 Pilihan di Tangan Maoya
50 Pergi atau Tinggal
51 Teralihkan
52 Kota Persinggahan
53 Sang Kepala Desa
54 Menginap di Gudang
55 Ambruk
56 Berlatih Peran
57 Masuk Hutan
58 Mencari Jovan
59 Keributan Kecil
60 Rute Alternatif
61 Bimbang
62 Pasti Bisa
63 Menipu Penipu
64 Dihadang Musuh
65 Mencari Bantuan
66 Kejutan di Perjalanan
67 Perayaan Bersih Desa
68 Perundingan Alot
69 Membalik Keadaan
70 Terkecoh
71 Tak Ada Jalan Mundur
72 Duka Mendalam
73 Didesak
74 Sidang Darurat
75 Status Baru
76 Sweet Moment
77 EPILOG
78 Novel Baru : CASSANOVA PENCABUT NYAWA
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bukan Kecelakaan Biasa
2
Maling Cantik vs Tuan Jaksa Tampan
3
Tertangkap Basah
4
Harga Sebuah Informasi
5
Siluman Balok Es
6
Ungkapan Terima Kasih
7
Tahi Lalat
8
Dorongan Batin
9
Jangan Coba-Coba
10
Wali
11
Sambil Menyelam Minum Susu
12
Bisnis Baru Myonya
13
Apa Salahnya?
14
Makan Bersama
15
Janji Temu
16
Peri Sawi
17
Logika / Lo gila
18
Modus Jimmy
19
Dating
20
Ancaman Tak Terduga
21
Ditipu Mentah-Mentah
22
Musibah Membawa Berkah
23
Botan
24
Senjata Makan Tuan
25
Mata-Mata
26
Pelampiasan Kecil
27
Gelagat Aneh Jimmy
28
Peringatan Keras
29
Nyaris
30
Bantuan Galih
31
Kejelasan Masa Depan
32
Anniv Party
33
Teman Lama
34
Serangan Balik
35
Keputusan Jovan
36
Friend Zone
37
Dukungan Terbaik
38
Kerja Bersama
39
Kehilangan
40
Siuman
41
Pentingnya Pengakuan
42
Sidang Akhir
43
Temuan Baru
44
Menelusuri Pelaku
45
Hasil Tes
46
Perubahan Tak Terencana
47
Dilema
48
Kegilaan Bimo
49
Pilihan di Tangan Maoya
50
Pergi atau Tinggal
51
Teralihkan
52
Kota Persinggahan
53
Sang Kepala Desa
54
Menginap di Gudang
55
Ambruk
56
Berlatih Peran
57
Masuk Hutan
58
Mencari Jovan
59
Keributan Kecil
60
Rute Alternatif
61
Bimbang
62
Pasti Bisa
63
Menipu Penipu
64
Dihadang Musuh
65
Mencari Bantuan
66
Kejutan di Perjalanan
67
Perayaan Bersih Desa
68
Perundingan Alot
69
Membalik Keadaan
70
Terkecoh
71
Tak Ada Jalan Mundur
72
Duka Mendalam
73
Didesak
74
Sidang Darurat
75
Status Baru
76
Sweet Moment
77
EPILOG
78
Novel Baru : CASSANOVA PENCABUT NYAWA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!