Malam itu sikap Jovan kepada Maoya banyak mengalami perubahan. Tidak hanya soal aturan makan, kartu kredit dan ponsel saja, malam itu Jovan juga bersedia mengijinkan Maoya menemaninya berjalan menuju kamar sambil membawakan tasnya. Ia juga tidak langsung membanting pintu seperti biasanya, melainkan berpamitan baik-baik dan sopan kepada Maoya.
‘Apa ini artinya usaha gue sudah berhasil?’ batin Maoya senang. ‘Ternyata tips dari mesin pencari itu manjur juga, hihihi...’
Meskipun belum mengalami perkembangan percintaan yang signifikan, setidaknya sikap Jovan terhadapnya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Itu merupakan pertanda baik yang membuat Maoya kian bersemangat.
*****************
Keesokan paginya, Maoya menyiapkan dua piring di meja makan. Seperti yang sudah ia janjikan kepada Jovan sebelumnya, ia akan selalu menemani Jovan makan dan memastikannya makan dengan baik. Mereka menikmati sarapan sederhana bersama-sama tanpa perselisihan dan perdebatan seperti biasanya.
“Hari ini pergilah ke mall untuk beli baju. Nanti malam, Billy mengundang kita ke acara ulang tahunnya.”
“Baju? Baju seperti apa?”
“Yang lo suka.”
Maoya manggut-manggut membayangkan bagaimana reaksi pria itu ketika mengetahui baju seperti apa yang paling disukainya.
“Kenapa cengar-cengir gitu?”
Maoya buru-buru menggeleng. “Lo mau nitip apa?”
Jovan menggeleng. “Hati-hati! Jangan membuat masalah lagi.”
“Hehehe... Siap Tuan Bos!”
*******************
Siang itu Maoya tiba di sebuah pusat perbelanjaan di tengah kota. ia berjalan berkeliling mencari baju yang ia suka sesuai perintah Jovan kepadanya.
“Lihat itu! bukannya itu Nyonya Jovan Pranata?” bisik salah seorang pengunjung kepada rekannya.
“Iya benar. Nyonya sandra dari Botan.” Timpal rekannya. "Lo yakin berani nyamperin dia? Dia kan anak pemberontak?"
"Anak macanpun ngga bakal bikin ulah kalau lagi di mall. Udah ah, yuk buruan! "
Mereka kemudian menghampiri Maoya yang sedang sibuk memilih sepatu kets di salah satu toko sepatu ternama di sana.
“Anda istrinya Tuan Jaksa Tampan kan?” tanya salah seorang wanita berambut panjang yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Intan, putri tunggal salah satu pengusaha kaya pemilik mall tempat mereka bertemu itu.
“Saya Dinar, temannya Intan.”
“Kalau boleh saya tahu, ada perlu apa yah?”
“Saya dengar anda menjual foto tuan jaksa tampan.”
“Maaf, sudah tidak lagi.” Tukas Maoya cepat.
“Tenang aja, saya juga ngga tertarik sama foto-foto itu.” sambung Intan lagi.
“Lalu, apa yang kalian inginkan dari saya?”
“Saya mau anda mengatur makan malam saya bersama tuan jaksa tampan.”
“Maaf, tapi saya sama sekali tidak tertarik dengan permintaan anda."
"Anda bahkan bersedia menjual foto suami anda sendiri demi uang. Mana mungkin anda tidak tertarik dengan penawaran saya?"
"Suami saya tidak suka makan bersama orang lain. Terlebih lagi dengan orang asing."
“Kalau begitu cukup bertemu dan berbincang-bincang santai di taman saja. Gimana?” tanya Intan sambil menyerahkan selembar cek senilai sepuluh juta ke tangan Maoya. “Lima belas menit sudah cukup.”
Glek!
'Sepuluh juta untuk pertemuan lima belas menit? Ngga, ngga. Lo udah janji ngga bakalan ngejual Jovan lagi.’
Maoya mengembalikan cek itu kepada Intan. “Maaf, tapi sepertinya saya ngga bisa.”
Dan tiba-tiba saja Intan menangis tersedu-sedu di sambil bersimpuh di hadapan Maoya. “Hiks... Hiks... kenapa permintaan terakhir sekecil inipun ngga bisa juga gue dapetin? Hiks..Hiks..”
“Tan, kamu kenapa?”
“Maaf, Nyonya. Tapi sahabat saya ini sedang sakit parah. Umurnya ngga lama lagi dan impian terbesarnya adalah bisa bertemu langsung dengan tuan jaksa tampan secara pribadi.”
“Apa? Intan sakit keras?”
Dinar mengangguk sambil ikut menangis bersama Intan. Maoya kembali berfikir baik-baik. Tapi sebanyak apapun ia ingin menolak, hati nuraninya sama sekali tidak bisa mengabaikan permintaan terakhir seseorang yang umurnya tidak lama lagi.
“Oke, oke. Gue bakal atur waktu untuk kalian.”
Intan berdiri lalu meletakkan kembali cek di tangan Maoya, “Hari minggu besok, taman pelangi jam sembilan pagi."
"Eh, tapi -"
Intan sudah pergi sambil melambaikan tangan kepada Maoya tanpa menoleh.
*********************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments