Akhir pekan merupakan waktu yang selalu di nanti oleh pasangan Katherine dan Jimmy, pasalnya pada waktu tersebut anak-anak serta cucu mereka akan berkumpul untuk makan malam bersama. Aturan tersebut sudah ada sejak anak-anak mereka masih kecil, sesibuk apapun mereka berkumpul bersama keluarga adalah sebuah keharusan.
Makan malam kali ini sedikit berbeda karena kepulangan Abel, kursi meja makan akhirnya terisi penuh setelah sekian tahun salah satu anggota mereka berada di luar negeri.
"Wellcome home sweet heart," ucap Katherine seraya mengangkat gelas berisi wine.
"Thanks Grandma," sahut Abel seraya tersenyum.
"Selamat datang di rumah sayang, kali ini kau tidak akan pergi lagi kan?" tanya Anne, ibunda Van yang juga merupakan nenek Abel.
"Hem, Abel akan menetap di sini!" jawab Abel tanpa keraguan. Dia sangat yakin akan mengambil alih perusahaan sehingga tidak ada alasan bagi Abel untuk pergi ke luar negeri lagi.
"Kapan kau akan mulai bekerja Bel?" Jonathan menatap Abel dengan penuh tanya, sedikit banyak dia sudah mendengar dari Josh jika Abel akan bekerja di perusahaan keluarga.
(Jonathan adalah adik Josh, tapi dia menikah dengan Anne (Bibinya Freesia) biar gak bingung kalian bisa baca Novel sebelumnya yang berjudul Istri Kecil Kapten Josh)
"Secepatnya!"
Hening, selain memiliki tradisi berkumpul setiap akhir pekan, keluarga Janszen juga memiliki aturan yaitu tidak ada yang boleh bersuara ketika makan sehingga setiap anggota keluarga akan fokus pada makanan masing-masing. Di tengah keheningan tersebut, Abel justru fokus kepada seorang pelayan wanita yang sejak tadi sibuk melayani mereka di meja makan. Tatapan Abel tak lepas dari pelayan yang usianya sudah tak muda lagi.
"Aku selesai," Abel menyeka ujung bibirnya dengan sapu tangan, gadis itu lalu beranjak dari duduknya dan menatap semua orang yang masih fokus dengan makanan mereka. "Aku ingin mencari angin sebentar!"
Ya, mencari angin hanyalah alasan Abel semata. Gadis itu diam-diam pergi ke dapur untuk menemui pelayan wanita yang sejak tadi menarik perhatiannya. Kedatangan nona muda ke dapur tentu saja membuat para pelayan yang sedang beristirahat terkejut.
"Nona muda, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya pelayan yang di cari oleh Abel.
"Mm, bisa kita bicara sebentar bi," pinta Abel dengan sopan. Meski terlahir dari keluarga kaya, namun Abel di didik sejak kecil untuk tidak membedakan status seseorang. "Mari ikut saya bi!"
Pelayan itu lalu mengikuti Abel ke taman belakang. Abel duduk di sebuah kursi kayu yang berada di tengah taman bunga, sementara pelayan tersebut berdiri tak jauh dari nona mudanya. Abel menoleh dan menatap pelayan tersebut. "Duduk di sini bi!" titah Abel seraya menepuk kursi kayu yang dia duduki.
"Tidak perlu nona, bibi baik-baik saja," tolak pelayan tersebut dengan sopan.
Namun bukan Abel namanya jika dia tak mendapatkan apa yang dia inginkan. Abel lantas berdiri dan memaksa pelayannya untuk duduk. "Bagaimana kabar bi Asih?" tanya Abel setelah mereka sama-sama duduk.
"Bibi baik non, bagaimana dengan nona Abel?" jawab pelayan bernama Asih.
"Abel juga baik bi. Oh ya, bagaimana kabar Mia? Apa kuliahnya sudah selesai?" Abel beralih pada Mia, anak bi Asih yang seumuran dengannya.
"Mia juga baik non, sekarang Mia bekerja di J&J Company, rencananya tahun depan Mia akan melanjutkan kuliah S2 sesuai perintah tuan Josh!"
"Syukurlah kalau begitu bi. Sudah lama Abel tidak bertemu Mia, apa boleh Abel minta nomor Mia?"
"Tentu saja non!"
Abel tersenyum misterius, setelah menyimpan nomor Mia, gadis cantik itu segera ke kamarnya dan menghubungi Mia. Mereka lalu sepakat untuk bertemu di sebuah kafe keesokan harinya.
Gadis bernama Mia terperanjat saat tiba-tiba Abel memeluknya, meski mereka teman sepermainan saat kecil, namum Mia tetap merasa harus menjaga jarak dengan nona mudanya itu.
"Kau cantik sekali Mia," puji Abel setelah melepas pelukannya, gadis itu lalu duduk sambil menatap Mia yang masih berdiri. "Sampai kapan kau akan berdiri!"
"Maaf nona," Mia lantas duduk, namun gadis itu memilih menunduk dan tak berani menatap Abel.
"Kenapa kita seperti orang asing begini, kau sudah tidak menganggapku teman lagi ya!" celetuk Abel.
Sontak Mia mengangkat kepala. "Bukan begitu nona."
"Lalu kenapa kau terlihat tidak suka bertemu denganku?"
"Tidak nona, saya sangat senang bertemu nona Abel lagi. Saya pikir saya sedang bermimpi karema bisa bertemu dengan nona lagi!"
Abel terkekeh melihat kegugupan Mia. "Aku dengar kau akan melanjutkan S2 ya?"
"Benar nona, tuan Josh yang menyuruh saya untuk kuliah lagi!"
"Baguslah Mi. Mm, aku tidak ingin basa-basi lagi, aku sengaja menemuimu karena aku membutuhkan bantuanmu Mi!" ucap Abel dengan serius.
"Bantuan apa nona? Saya pasti akan membantu nona?" Mia berujar tanpa ragu. Kebaikan keluarga Abel membuatnya merasa berhutang budi, apapun akan dia lakukan demi membalas kebaikan keluarga Abel.
"Kau tau WR Group kan?" tanya Abel dan Mia mengangguk pelan. "Dady akan menyerahkan perusahaan kepadaku asal aku bisa mendapatkan proyek WR Group!"
"Dengan kemampuan nona saya yakin nona pasti akan mendapatkannya!" puji Mia dengan tulus.
"Sialnya proposalku selalu di tolak oleh mereka. Untuk itu aku membutuhkan bantuanmu Mi!"
"Katakan nona, saya pasti akan membantu!"
"Pinjami aku identitasmu!" ucap Abel tanpa ragu, sorot matanya begitu tajam dan di penuhi ambisi.
"Maksud nona?" Mia menatap Abel dengan wajah bingung.
"Aku harus mendapatkan proyek tersebut, dan aku butuh identitasmu agar aku bisa bekerja di WR Group dan mencari tau kriteria apa yang mereka inginkan agar J&J Company bisa memenangkan proyek. Aku sangat membutuhkan bantuanmu Mia, tolong bantu aku kali ini saja. Setelah berhasil, aku berjanji akan menjadikanmu sekretarisku!"
Mia meremas buku-buku jarinya, gadis itu tampak ragu dengan permintaan Abel yang tidak masuk akal. Namun Mia sudah berjanji akan membantu Abel, apalagi Abel tampak begitu putus asa.
"Aku tidak akan memaksa jika kau keberatan Mi!" Abel sengaja membuat Mia merasa tak enak hati, sejak awal dia tau Mia adalah gadis baik yang mudah di pengaruhi.
"Baik nona, saya bersedia. Tapi bagaimana kalau tuan Josh tau masalah ini?"
"Untuk itu kita harus merahasiakannya!"
"Baik nona!"
Abel tersenyum samar, gadis itu lalu meraih tangan Mia dan menggenggamnya dengan erat. "Terima kasih banyak Mia, aku pasti akan berhasil!"
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻
Ternyata Abel mau menyamar menjadi Mia
DinDut Itu Pacarku Mampir
2023-12-26
0
Yusi Lestari
karena obsesimu semua orang kamu ajak kerjasama tp semoga pilihanmu tidak merugikan Mia dan keluargamu
2023-12-23
0