BAB 18. UNDECIDED

Dean berjalan dengan cepat, bahkan melesat ke arena tanding. Matanya tertumbuk pada dua mahkluk yang satunya sudah kehabisan tenaga, dan satunya lagi berdiri dengan angkuh, matanya bersinar merah siap melakukan eksekusi lawan yang tersudut tidak bergerak. Wanita itu tidak membaca gerak-gerik Dean yang mendekati dirinya. Ia sibuk dengan lawan yang tak berdaya. Stefanus sedang sekarat rupanya. Ia tak mampu berdiri lagi bahkan untuk menggerakkan kedua tangannya saja ia harus berpegang pada tombaknya. Darahnya di mana-mana, sebagian hampir kering. Dean maju. Di tangannya siap sebatang pensil mirip jarum, ukuran benda tersebut 4,5 cm.

Benda itu ditusukkan ke ujung telunjuknya. Jennifer tadi sudah beri tahu bagaimana cara melakukannya.

[ Ingat, Tuan. Jangan pernah ragu mengambil keputusan! Oleskan darah anda ke dahi wanita itu, jika anda bisa menangkapnya hidup-hidup, tapi jika tidak oles saja ke tanah kata "delete" maka dirinya akan binasa dengan sendirinya. ]

[ Tuan, anda hanya bisa mengoleskan satu kali saja ke tubuh atau tanah.]

Bagaimana jika aku mengoleskan dua kali, Jennie?

[ Maka sebagian ingatan anda akan terhapus dan ini berbahaya bagi diri anda sendiri, Tuan Dean. Terjadi keretakan waktu dunia langit dan bumi ]

Dean pun maju dalam sekali serang, ia berhasil menangkap Ellene dan mencekal tangannya.

"Apa yang kau lakukan?" bentak Ellene begitu tahu Dean mencekal lengannya. Ia berusaha meloloskan diri, tetapi tak semudah itu. Dean semakin mencekal erat. Satu tangan lain sibuk dengan pensil yang ia gerakkan secara melayang.

SRAT!

SRAT!

Pensil bergerak sendiri tanpa dipegang dengan. Perintah Dean kepada sistem,

[Jennifer, Ellen sangat kuat ia tidak dapat ditaklukkan! Bantu saya mengikat tangan dan kakinya dengan tali api!]

Namun, tak ada jawaban dari sistem. Jennifer tidak hadir di telepati Dean. Pria itu mati-matian menaklukkan Ellen. Sementara itu di depan mata, Stefanus yang tidak sadarkan diri sudah dipapah oleh dua kawannya. Merry dan lainnya berlari ke arena pertarungan, tetapi di sana sudah lebih Dean. Merry mundur, kakinya menabrak penjaga gerbang —Lane Mar. Monster setengah beruang, setengah droid itu memukul Merry hingga terlempar dan menabrak pintu asrama.

"Aish, sialan! Beruang gila itu cari masalah rupanya!" umpatnya.

 Merry bangun lalu jarinya memetik dawai harpa, selarik cahaya keluar dari alat itu. Kekuatan gadis itu ialah Harpa— sejenis alat musik petik. Jari-jarinya yang lincah memetik senar harpa mengalun "song to the afterlife"

ilustrasi Merry Storm Harp level 5. Upgrade level 7

Song afterlife: lagu menuju akhirat

[TRIIIINGG]

MERRY storm's Harp upgrade level 7

kekuatan: Storm Harp. Badai harpa yang maha dahsyat. Larik demi larik dari petikan harpa milik Merry mengeluarkan bunyi keras memekakkan telinga siapa pun yang mendengarnya.

"UWARRHHGG!"

"HENTIKAAN!"

Telinga Mar berdarah! Lane Mar ambruk tanpa menyerang Merry. Ia mati seketika. Melihat saudaranya roboh, Lane Mut menyerang Merry dengan Long Lancer miliknya. Keluarlah sinar biru bergaris arah horizontal. Milyaran sinar biru dari spear of light —tombak cahaya milik sang penjaga gerbang kiri Langit menembus alunan musik song afterlife. Merry memetik dawai-dawai harpanya semakin cepat. Ribuan sinar putih dan alunan musik mengerikan keluar dari setiap petikan jemarinya. Merry begitu lihai dalam memainkan lagu menuju akhirat

(song afterlife).

MERRY LEVEL upgrade 9

kekuatan : Song afterlife. Terlalu lama mendengar lagu ini, pembuluh halus di dalam telinga hancur. Lagu menuju kematian level 9.

"Gadis berengsek! Hentikan bunyi sialanmu!"

Mut yang sudah berdarah kedua telinga, hanya bisa bergeming di situ. Sistem fisiologi dalam tubuh Mut tidak berfungsi atau sudah rusak. Damage yang ditimbulkan oleh kekuatan lagu kematian Merry level 9 dapat membuat mata buta dan sel otak hancur. Mut pun ikut ambruk di tempat. Melihat semua itu, Dean tidak bisa diam lagi.

Awalnya ia cukup ragu-ragu melenyapkan Ellene. Kini ia harus bertindak cepat.

[sistem, apa aku harus menghapus semua yang terlibat? Merry yang sudah membunuh dua tetua sekolah, aku harus bagaimana?]

[Tuan, hapus semua orang itu! Mereka sudah membuat sekolah rusak!]

Dean masih bergeming. Ia tidak bisa bersuara atau melangkah mendekati teman-temannya.

[Tuan Dean jangan ragu lagi. Hapus mereka!]

 Jennifer terus mengingat Dean dari telepati, tetapi Dean masih bergeming. Keduanya sangat penting, mereka kawan-kawan Dean.

Merry yang baru saja mengajaknya bicara, Ellene juga bisa dibilang "teman baru", mereka menjadi akrab dua hari lalu. Akankah ia melenyapkan kedua gadis tersebut?

Bimbang.

[Tuan, tunggu apalagi!?]

Dean menatap lurus Merry dan Ellene bergantian. Tangannya yang masih mencekal bahu Ellene terangkat, dari belakang Dean menulis di dahi gadis itu, masih dengan hati bimbang.

Delete.

[Tuan, apa yang kau lakukan!]

Save.

Dean menoreh "save" di dahi Ellene. Dahi gadis itu bersinar. Cahaya putih keluar dari setiap goresan darah di jari Dean. Huruf-huruf bergerak acak membentuk "SAVE" yang berurutan, Dean tersadar dari lamunannya dan terperangah. Ia lupa itu bukan DELETE, tetapi SAVE!

"Jennie aku harus bagaimana?"

Ellene mengejang, jatuh di lantai dengan kedua tangannya di perut, seperti orang mati. Ia terbujur, kedua mata terpejam. Seluruh tubuh Ellene tiba-tiba bersinar terang dan melesat hilang.

[WUUUSHH]

"Jennie, ke mana perginya Ellen?" teriak Dean.

Suara Dean yang keras membuat beberapa temannya yang sibuk menolong Stefanus menoleh ke arah Ellene. Begitu juga Merry. Ia tahu Dean akan melenyapkan dirinya juga. Merry begitu takut dan melarikan diri dan sembunyi di pohon-pohon besar yang berada di sekeliling sekolah.

[Tuan menyimpan tubuh Ellene di hutan Mazi, tempat gadis itu diciptakan!]

"Akan kucoba mengambilnya lagi," tukas Dean.

[Jangan bodoh! Mazi penuh teka-teki dan sangat mengerikan, tuan!]

"Aku akan masuk dan mengambil Ellene lagi, kau pulang saja, Jennie." Lalu katanya, Tidak ada yang perlu dikhawatirkan!"

[Tidak bisa! Kalau tuan masuk ke sana rentang waktu akan berputar, masa lalu tuan akan berubah lagi.]

[Dan saya tidak bisa kembali, tuan! hiks...!]

Jennifer terisak.

Dean menyadari ada yang salah dengan perbuatannya. Itu karena dia ragu-ragu. Andai saja dia langsung bertindak tanpa rasa bimbang, tentu tidak akan melakukan kesalahan fatal.

"Jangan sedih, aku akan menjemputmu!"

Tuan Dean, apa kau bodoh? Sudah banyak kebodohan yang kau lakukan. Kita bisa terjebak selamanya di tempat yang kau ciptakan sendiri, di buku cerita anak-anak!

"Beri tahu caranya ke hutan Mazi?"

[Tidak tuan. Saya tidak bisa membantu anda. Kali ini, anda akan sendirian di sana tanpa sistem.]

Ellene yang tiba-tiba di SAVE oleh Dean karena bimbang memutuskan. Gelael yang masih tertidur dan jiwanya ada di alam ilusi, Zefanya mati meledakkan tubuhnya sendiri demi menghentikan Ellene. Stefanus yang tidak sadarkan diri. Dua monster penjaga setengah beruang setengah android yang mati terkapar di bawah arena. Merry yang kabur. Belum lagi, si Mark yang sedang berlibur entah dia ada di mana. Ini sungguh kacau. Benar-benar malam panjang yang penuh ketegangan. Ada satu hal yang kalian lupa, Stevenson si botak telah kembali dari perjalanan yang misterius.

Aku harus melakukan yang mana dulu, ya. Kenapa aku selalu bimbang, sih?

continue_

Kuis

apa yang akan dilakukan lebih dulu oleh si penulis buku cerita amatir Dean Alexandre?

A. Mencari Ellene di hutan Mazi

B. Mencari Gelael di alam ilusi

C. Mencari Merry dan menangkapnya

D. Mencari Mark si wali kelas edan

E. Berhadapan dengan kepala sekolah

Semua jawaban ada padamu, sobat.

{ karya ini merupakan karya jalur kreatif}

Terpopuler

Comments

ELVANN

ELVANN

mohon dukungan terima kasih. 🙏

2024-01-07

0

Lullaby

Lullaby

abcd

2023-12-27

0

Honeybee🐝🥀

Honeybee🐝🥀

A. Dan E

2023-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Penulis Cerita dan Sketsa
2 BAB 2. SI RAMBUT UNGU
3 BAB 3. Siswa Langit
4 BAB 4. Anak Kelas Awal
5 BAB 5. Sang Sistem Cantik
6 BAB 6. Ujian Tahap 1
7 BAB 7. Kekacauan di Asrama Pria
8 BAB 8. Duel Dua Wanita
9 BAB 9. DEAN vs LION
10 BAB 10. Ujian Tahap 2
11 BAB 11. Persiapan
12 BAB 12. Kejadian masa lalu (1)
13 BAB 13. Hubungan
14 BAB 14. UJIAN 3
15 BAB 15. Lumpur Warna
16 BAB 16. Kekacauan Asrama Pria (2)
17 BAB 17. STEFANUS vs ELLENE
18 BAB 18. UNDECIDED
19 BAB 19. Hutan itu
20 BAB 20. Serangan Tak Terduga
21 Bab 21. Chyntia
22 Bab 22. Jatuh
23 Bab 23. Valley of Sadness
24 Bab 24. Ciptaan yang Terbuang
25 Bab 25. Liburan Telah Usai
26 Bab 26. Dean di Dungeon Tanaman
27 Bab 27. Bertemu King Bluemen
28 Bab 28. Menguji Kecerdasan Pikiran
29 Bab 29 . Terjebak dalam Labirin Anjing
30 Bab 30. Serangan Hellhound
31 Bab 31. Membalas budi
32 Bab 32. Kotak Misterius
33 Bab 33. Tubuh Baru
34 Bab 34. Pertarungan Sengit (1)
35 Bab 35. Back to School (1)
36 Bab 36. welcome: Sky High Chronicles
37 Bab 37. Menjadi Asing
38 Bab 38. Aku ada Dua?
39 Pertarungan Ditunda
40 40. Librarian
41 41. Boneka vs Dean (Dean asli)
42 Bab 42. Melawan tuan Kematian
43 Bab 43 Pion-pion terkuat
44 Sekapur Sirih dari Author
45 Bab 44 Pertarungan Sengit 2
46 Bab 45. Runtuhnya Sekolah Langit
47 Bab 46. Pertarungan Sengit 3
48 Bab 47. Terkurung di dalam Bola Merah
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50 Rumah Orang Mati
52 Bab 51. Dicabik, Dibunuh dengan Keji
53 Bab 52. Pengorbanan Denny
54 Bab 53. Menjadi Gila Setengah Hari
55 Bab 54 Diintai Maut
56 Bab 55 Bertemu Gelael
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58 Pertarungan Bayangan
60 Bab 59
61 60. 4 bab Terakhir
62 61. 3 Bab Terakhir
63 62. 2 bab Terakhir
64 Bab 63. SKY HIGH End: Kembali ke Bumi
Episodes

Updated 64 Episodes

1
BAB 1. Penulis Cerita dan Sketsa
2
BAB 2. SI RAMBUT UNGU
3
BAB 3. Siswa Langit
4
BAB 4. Anak Kelas Awal
5
BAB 5. Sang Sistem Cantik
6
BAB 6. Ujian Tahap 1
7
BAB 7. Kekacauan di Asrama Pria
8
BAB 8. Duel Dua Wanita
9
BAB 9. DEAN vs LION
10
BAB 10. Ujian Tahap 2
11
BAB 11. Persiapan
12
BAB 12. Kejadian masa lalu (1)
13
BAB 13. Hubungan
14
BAB 14. UJIAN 3
15
BAB 15. Lumpur Warna
16
BAB 16. Kekacauan Asrama Pria (2)
17
BAB 17. STEFANUS vs ELLENE
18
BAB 18. UNDECIDED
19
BAB 19. Hutan itu
20
BAB 20. Serangan Tak Terduga
21
Bab 21. Chyntia
22
Bab 22. Jatuh
23
Bab 23. Valley of Sadness
24
Bab 24. Ciptaan yang Terbuang
25
Bab 25. Liburan Telah Usai
26
Bab 26. Dean di Dungeon Tanaman
27
Bab 27. Bertemu King Bluemen
28
Bab 28. Menguji Kecerdasan Pikiran
29
Bab 29 . Terjebak dalam Labirin Anjing
30
Bab 30. Serangan Hellhound
31
Bab 31. Membalas budi
32
Bab 32. Kotak Misterius
33
Bab 33. Tubuh Baru
34
Bab 34. Pertarungan Sengit (1)
35
Bab 35. Back to School (1)
36
Bab 36. welcome: Sky High Chronicles
37
Bab 37. Menjadi Asing
38
Bab 38. Aku ada Dua?
39
Pertarungan Ditunda
40
40. Librarian
41
41. Boneka vs Dean (Dean asli)
42
Bab 42. Melawan tuan Kematian
43
Bab 43 Pion-pion terkuat
44
Sekapur Sirih dari Author
45
Bab 44 Pertarungan Sengit 2
46
Bab 45. Runtuhnya Sekolah Langit
47
Bab 46. Pertarungan Sengit 3
48
Bab 47. Terkurung di dalam Bola Merah
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50 Rumah Orang Mati
52
Bab 51. Dicabik, Dibunuh dengan Keji
53
Bab 52. Pengorbanan Denny
54
Bab 53. Menjadi Gila Setengah Hari
55
Bab 54 Diintai Maut
56
Bab 55 Bertemu Gelael
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58 Pertarungan Bayangan
60
Bab 59
61
60. 4 bab Terakhir
62
61. 3 Bab Terakhir
63
62. 2 bab Terakhir
64
Bab 63. SKY HIGH End: Kembali ke Bumi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!