BAB 2. SI RAMBUT UNGU

Sosok makhluk cantik dan seksi duduk berpangku kaki di depan Dean. Perempuan itu mengawasinya. Gerakan Dean tak luput dari dua maniknya yang menarik. Warna ungu.

"Hei, siapa kau dan dari mana kau masuk?" Dean terbelalak menatap tubuh perempuan itu yang hampir tidak memakai baju layak. Tubuhnya langsing bak gitar tanpa dawai, warna ungu itu juga sungguh memesona. Tanpa sadar liur Dean terus membasahi dagunya.

"Oooh ... Jijik banget!"

Tangan si Cantik mengulur ke depan, mungkin ia bermaksud bersalaman.

"Kamu ... Alexandre Dean lahir 2009 di desa terpencil tanpa nama, memiliki kemampuan menggambar dan membuat coretan tanpa makna, anak dari nyonya Beatrice Alex dan tuan John Alexandre. Perkenalkan, saya–,

"Hei, dari mana Anda tahu nama orang tuaku?" Dean berteriak penuh emosi, dadanya turun naik. Ia tidak mengenal siapa perempuan itu, tetapi satu hal yang ia curigai. Penyusup! Ada penyusup cantik yang masuk ke rumahnya.

"Perkenalkan saya Sistem Jennifer Lucas."

"Sistem, Jennifer Lucas?"

Dean tergelak.

"Hahahaha ... Anda Jennifer? Bukannya itu nama gadis yang ku gambar di buku ceritaku?"

Eits! Tunggu dulu, apa ini suatu kebetulan? Bukannya cewek yang ada di buku itu rambut dan matanya sama persis. Pakaiannya yang aneh kekurangan bahan, dan kulit putih mulus? HAH, APA-APAAN INI!?!

Semuanya nyata!

Gadis bersurai ungu dan manik keunguan, bajunya mirip ksatria wanita yang menjadi favoritku. Bedanya dia bicara padaku. mengaku sistem dan namanya Jennifer? Apa ini di dunia imajinasi?

Ribuan pertanyaan Dean di kepalanya. Namun, tidak satupun bisa dia jawab. Ia seperti orang bodoh hanya bisa duduk melongo.

"Anda tidak apa-apa, Tuan?"

Dean bagai tersambar petir segera berdiri dan lari sekuat tenaga. Ia mendorong perempuan itu dan berusaha membuka semua jendela di rumahnya, tetapi ia malah limbung dan terseret ke bawah.

"Aaaaaaaaaah!"

Rumah itu seolah bergerak miring ke kanan. Dean kehilangan keseimbangan dan jatuh lagi. Ia berpegang di ujung sofa.

"To-tolong a-aku!"

Si rambut ungu bergerak cepat menarik lengan Dean dan menariknya ke dalam pelukannya. Dean merasakan jantungnya terasa lari dan meninggalkan rongga di dadanya. Berdebar kencang. Matanya membelalak. Ini baru pertama kalinya ia berpelukan dengan seorang perempuan.

Perempuan asing lagi.

Dean cepat-cepat melepaskan pelukannya dan mundur secara refleks.

"Eeh, makasih," tukasnya dengan gugup.

"Tidak apa-apa." Seperti robot perempuan itu tersenyum kikuk.

"Kau ini humanoid atau berpura-pura saja?"

"Saya sistem, Tuan. Kalau Tuan Dean memanggil saya Humanoid, terserah saja, sih yang penting anda tidak terluka. Apakah tuan penasaran dengan saya?"

Dean mengangguk bego.

"Saya ini sistem. Sistem yang ada di dimensi dunia lain. Apakah tuan tidak ingat, tuan sendirilah yang menciptakannya. Sebuah dungeon di dimensi lain. Dungeon dan kerajaan, monster dan para petinggi penjaga gerbang. Semua itu diciptakan oleh Anda sendiri, Tuan Dean Alexandre." Perempuan ungu menjelaskan panjang lebar. Dean hanya manggut-manggut tetapi masih tidak percaya. Ia ada kuasa apa menciptakan dungeon dan tetek bengek lainnya. Memangnya dia seorang player atau semacamnya? Memangnya dia profesor Gary atau orang penting pertama yang membuat game dungeon? Aneh. Ini sangat aneh. Tidak semudah itu dia percaya dengan perempuan di hadapannya ini. Bisa saja kan kedoknya bukan itu, dia mengarang semuanya dan bilang dia adalah sistem dan dia diciptakan oleh Dean sendiri. Bisa saja perempuan ini salah seorang antek kejahatan atau dia seorang penjahat kelas dunia.

Dean tidak akan mudah memercayai si Rambut ungu itu.

"Ehem, kamu sudah makan, ayo makan bersama?" Dean malah mengajaknya makan. Apa otak Dean sudah tidak waras?

Si rambut ungu mengangguk. Tersenyum manis. Mereka duduk dengan canggung di meja makan, saling berhadapan.

"Apakah sistem bisa makan?"

"Tentu saja tidak bisa, tetapi dalam wujud manusia mungkin bisa menghirup aroma makanan saja," jawabnya lugas.

Perempuan itu menunjuk bagian bawah Dean.

"Sebelumnya, Tuan harus memakai pakaian, burungnya kelihatan, tuh."

Spontan saja Dean melihat apa yang ditunjuk gadis itu. Rasa gugup dan mau menguburkan diri sendiri, Dean seperti orang kerasukan lari masuk ke kamarnya. Tak lupa mengunci pintunya. "Apa aku begitu bodoh?"

Dean sudah memakai baju tentunya lengkap dengan celana boxer. Ia duduk santai di meja makan bersama perempuan yang mengaku sebagai sistem. Perempuan itu kalau diperhatikan cukup cantik, manis dan sopan. Bajunya saja yang tidak sopan, terlalu terbuka di bagian leher dan dadanya. Dress tanpa lengan di atas pusar. Rok atau entahlah seperti hanya kain kecil yang menutupi pahanya dan area sensitifnya. Mirip player wanita di sebuah game yang pernah ia mainkan dulu. warna baju putih bergaris kuning senada dengan kain di bawahnya. Sepasang sepatu boot putih bergaris kuning. Rambutnya dikepang dua. Agak kuno. Warna ungu lilac yang sama persis dengan manik matanya, lembayung pucat terkesan feminim. Tangannya saling bertumpu, ia terus menatap Dean.

"Bisakah kau tidak memandangi orang makan?" Dean bertanya untuk menghilangkan rasa gugupnya. Ia tidak suka kalau sedang makan diperhatikan dengan dalam.

"Kalau begitu, saya tunggu di situ saja, ya, Tuan?" Perempuan itu berdiri, berjalan ke sana lalu duduk di sofa dengan posisi berpangku kaki.

Terserah! Dean ingin mengucapkan kata itu, tetapi ia hanya mengangguk diam. Rasa makanan di depannya tak enak, seolah ia makan beling, tenggorokannya menjadi sakit dan berdarah.

"Sekarang apa yang harus kulakukan?" tanya Dean setelah selesai makan.

"Sekolah, Tuan."

"Ya, ada apa dengan sekolahku?" Dean merasa sia-sia bicara dengan orang asing.

"Sekolah itu bernama Sekolah Langit. Setara dengan sekolah menengah atas atau SMA. Tuan harus masuk di sekolah Langit, daftarkan diri Anda."

"Apa?"

Dean terkekeh. Apalagi ini. Sekolah Langit apaan, hehehehe, dia ini ada-ada saja. Dia sedang membual.

"Jangan tertawa!" hardik gadis itu.

Matanya tiba-tiba berkilau putih, warna ungu bercampur dengan putih mengerikan. Ia menatap lekat sepasang manik milik Dean. Laki-laki atletis itu bergidik melihat apa yang terjadi. Sistem bisa marah juga, ya, pikirnya. Dean mengira sistem hanyalah robotika biasa, nyatanya dia seperti manusia yang memiliki emosional.

Lantai di meja makan miring kembali, Dean terseret ke kiri. Lagi-lagi ia mengalami hal serupa di kamar mandi. Apakah ini ulah sistem yang sedang marah. Dean tidak ingin tahu. Tangannya sibuk memegang ujung meja yang miring.

"Rupanya ini ulahmu, ya Sistem cantik! Kau mau membunuhku, ya."

"Makanya dengarkan baik-baik!"

Perempuan yang mengaku sistem itu berdiri tegak di depan lantai miring. Ia berjalan perlahan-lahan dan membungkuk di depan Dean. Jennifer mengangkat dagu Dean.

"Ayo sekolah bersamaku di Langit!" ajak gadis ungu.

Continue _

{Karya ini merupakan karya jalur kreatif}

Terpopuler

Comments

ELVANN

ELVANN

berikan komentar kalian. apa pun itu saya terima kritikan dan saran dari kesalahan kecil dan besar di plot baca novel ini.

2024-02-02

0

ELVANN

ELVANN

tubuhnya terlempar di dunia Langit. Kerajaan ciptaan penyihir yang jahat itu

2024-01-10

1

ELVANN

ELVANN

ada sistem semacam itu di sebuah apk komik yang pernah saya baca

2024-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Penulis Cerita dan Sketsa
2 BAB 2. SI RAMBUT UNGU
3 BAB 3. Siswa Langit
4 BAB 4. Anak Kelas Awal
5 BAB 5. Sang Sistem Cantik
6 BAB 6. Ujian Tahap 1
7 BAB 7. Kekacauan di Asrama Pria
8 BAB 8. Duel Dua Wanita
9 BAB 9. DEAN vs LION
10 BAB 10. Ujian Tahap 2
11 BAB 11. Persiapan
12 BAB 12. Kejadian masa lalu (1)
13 BAB 13. Hubungan
14 BAB 14. UJIAN 3
15 BAB 15. Lumpur Warna
16 BAB 16. Kekacauan Asrama Pria (2)
17 BAB 17. STEFANUS vs ELLENE
18 BAB 18. UNDECIDED
19 BAB 19. Hutan itu
20 BAB 20. Serangan Tak Terduga
21 Bab 21. Chyntia
22 Bab 22. Jatuh
23 Bab 23. Valley of Sadness
24 Bab 24. Ciptaan yang Terbuang
25 Bab 25. Liburan Telah Usai
26 Bab 26. Dean di Dungeon Tanaman
27 Bab 27. Bertemu King Bluemen
28 Bab 28. Menguji Kecerdasan Pikiran
29 Bab 29 . Terjebak dalam Labirin Anjing
30 Bab 30. Serangan Hellhound
31 Bab 31. Membalas budi
32 Bab 32. Kotak Misterius
33 Bab 33. Tubuh Baru
34 Bab 34. Pertarungan Sengit (1)
35 Bab 35. Back to School (1)
36 Bab 36. welcome: Sky High Chronicles
37 Bab 37. Menjadi Asing
38 Bab 38. Aku ada Dua?
39 Pertarungan Ditunda
40 40. Librarian
41 41. Boneka vs Dean (Dean asli)
42 Bab 42. Melawan tuan Kematian
43 Bab 43 Pion-pion terkuat
44 Sekapur Sirih dari Author
45 Bab 44 Pertarungan Sengit 2
46 Bab 45. Runtuhnya Sekolah Langit
47 Bab 46. Pertarungan Sengit 3
48 Bab 47. Terkurung di dalam Bola Merah
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50 Rumah Orang Mati
52 Bab 51. Dicabik, Dibunuh dengan Keji
53 Bab 52. Pengorbanan Denny
54 Bab 53. Menjadi Gila Setengah Hari
55 Bab 54 Diintai Maut
56 Bab 55 Bertemu Gelael
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58 Pertarungan Bayangan
60 Bab 59
61 60. 4 bab Terakhir
62 61. 3 Bab Terakhir
63 62. 2 bab Terakhir
64 Bab 63. SKY HIGH End: Kembali ke Bumi
Episodes

Updated 64 Episodes

1
BAB 1. Penulis Cerita dan Sketsa
2
BAB 2. SI RAMBUT UNGU
3
BAB 3. Siswa Langit
4
BAB 4. Anak Kelas Awal
5
BAB 5. Sang Sistem Cantik
6
BAB 6. Ujian Tahap 1
7
BAB 7. Kekacauan di Asrama Pria
8
BAB 8. Duel Dua Wanita
9
BAB 9. DEAN vs LION
10
BAB 10. Ujian Tahap 2
11
BAB 11. Persiapan
12
BAB 12. Kejadian masa lalu (1)
13
BAB 13. Hubungan
14
BAB 14. UJIAN 3
15
BAB 15. Lumpur Warna
16
BAB 16. Kekacauan Asrama Pria (2)
17
BAB 17. STEFANUS vs ELLENE
18
BAB 18. UNDECIDED
19
BAB 19. Hutan itu
20
BAB 20. Serangan Tak Terduga
21
Bab 21. Chyntia
22
Bab 22. Jatuh
23
Bab 23. Valley of Sadness
24
Bab 24. Ciptaan yang Terbuang
25
Bab 25. Liburan Telah Usai
26
Bab 26. Dean di Dungeon Tanaman
27
Bab 27. Bertemu King Bluemen
28
Bab 28. Menguji Kecerdasan Pikiran
29
Bab 29 . Terjebak dalam Labirin Anjing
30
Bab 30. Serangan Hellhound
31
Bab 31. Membalas budi
32
Bab 32. Kotak Misterius
33
Bab 33. Tubuh Baru
34
Bab 34. Pertarungan Sengit (1)
35
Bab 35. Back to School (1)
36
Bab 36. welcome: Sky High Chronicles
37
Bab 37. Menjadi Asing
38
Bab 38. Aku ada Dua?
39
Pertarungan Ditunda
40
40. Librarian
41
41. Boneka vs Dean (Dean asli)
42
Bab 42. Melawan tuan Kematian
43
Bab 43 Pion-pion terkuat
44
Sekapur Sirih dari Author
45
Bab 44 Pertarungan Sengit 2
46
Bab 45. Runtuhnya Sekolah Langit
47
Bab 46. Pertarungan Sengit 3
48
Bab 47. Terkurung di dalam Bola Merah
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50 Rumah Orang Mati
52
Bab 51. Dicabik, Dibunuh dengan Keji
53
Bab 52. Pengorbanan Denny
54
Bab 53. Menjadi Gila Setengah Hari
55
Bab 54 Diintai Maut
56
Bab 55 Bertemu Gelael
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58 Pertarungan Bayangan
60
Bab 59
61
60. 4 bab Terakhir
62
61. 3 Bab Terakhir
63
62. 2 bab Terakhir
64
Bab 63. SKY HIGH End: Kembali ke Bumi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!