Mengandung unsur dewasa. Bijak dalam memilih bacaan.
Ciuman yang tidak terduga
"Anya, pinjam Ipod touch gen7 kamu, dong," panggil Stefanus. Ia mengetuk pintu kamar Zefanya Chia.
"Bukannya laki-laki tidak boleh masuk ke sini, ya?" bisik Anya yang tahu itu suara sepupunya. Ellene mengedikkan bahu.
"Tau, ah. Sepupu kamu yang bego, tuh," sahutnya.
"Anya, kau tidur, ya?"
"Jangan ke sini, pak Mark bisa memotong mu!"
"Anyaa!" suara Gelael.
Spontan Zefanya melompat turun dari kasurnya dan memperbaiki riasan wajah. "Len, gimana mukaku nggak jerawatan, kan?"
"Hih, kalau dengar suara kak Gelael langsung, deh," godanya.
"Kak Gelael kan handsome."
"Iya, tapi dia siluman serigala. Kamu mau berikan hatimu?"
"Kalau sudah cinta, apa pun deh, buat kak Gelael tak ada yang tak mungkin kuberikan buat dia," pungkasnya. Zefanya meniru lakon seorang bintang film wanita di sebuah siaran tv.
"Kak Gelael nggak bakal mau sama siluman kelinci!" ledek Ellene.
"Masih mendingan aku si kelinci yang imut, daripada kau ... tikus buruk!" ejek Zefanya. karena tak tahan, Ellene menarik Zefanya, bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka.
"Kalian sedang apa?" Gelael masuk dan duduk di kasur milik Zefanya.
Dari atas ke bawah, atau sebaliknya. Aku melihat cowok yang sangat ganteng.
Gelael mendekatkan mukanya kepada Zefanya. Lebih dekat sampai beberapa inci saja.
"Muka kamu lucu juga, ya. Kau itu mirip kelinci?"
"Dia emang siluman kelinci, Kak," sahut Ellene.
"Lalu kau tikus?"
"Ya, aku seekor tikus kecil," sahutnya malu-malu.
CUP!
Secara tak terduga, Zefanya mengecup bibir Gelael. Menarik bajunya lebih dekat lalu menciumi Gelael. Tubuh pria bertatapan elang itu bergetar sedikit sebagai respon alami dari tubuhnya. Gelael secepatnya menekan kepala Zefanya dengan tangan kanan dan melumati bibir gadis itu tanpa jeda. Gadis itu membalasnya dengan bergairah seraya melingkar kedua tangannya di bahu Gelael
Ellene yang melihat itu melongo. Stefanus juga. Mereka berdua bengong.
"Se-sejak kapan kau?" Stefanus menunjuk Gelael.
"Sejak aku melihat dia tadi. Reflek aja aku ingin mencium bibirnya, tapi dia malah lebih cepat," kata Gelael tersenyum senang.
Zefanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, pipi chubby nya memerah.
Astaga, mereka ini?
"panggil aku kakak, ya," pinta Gelael pada Ellene. Gadis itu terus menggeleng.
"Kau juga cantik."
"Cukup! Keluar kau!" usir Ellene murka
Gelael sedikit terkejut. Ia tak mengira Ellene akan mengusirnya. Gelael menoleh melihat reaksi gadis yang baru saja diciumnya.
"Astaga ternyata kak Gelael seorang playboy."
Meskipun ganteng ia sengaja membuat cemburu apa ini yang disebut dengan melukai perasaan perempuan cantik, tetapi aku sudah terlanjur suka, gimana dong aku nggak mau saling rebut dengan teman sendiri.
"King, sikapmu sungguh keterlaluan, kau mau dieksekusi Mark?" Stefanus berbisik di telinga Gelael.
"Ingat, kita di sini untuk menyelidiki gadis bernama Jennie itu. Kalau ada petunjuk..." Sambung Stefanus.
Ellene mengambil pensil di meja dengan kecepatan tidak terlihat, pensil yang ia pegang terbang ke arah kedua pemuda itu. Untung saja Gelael yang memiliki naluri serigala langsung menangkap pensilnya. Tatapannya menjadi awas. Gelael mengecup pensil itu, menjilatinya, mengendus baunya. Kemudian tertawa renyah.
"Kau kira bisa menusukku dengan pensil?" Satu alis Gelael terangkat. Buntut serigala yang jarang kelihatan itu nampak muncul di belakang tubuhnya, mengibas pelan. Stefanus yang melihatnya terpaksa menutupinya.
"hei, kau jangan gegabah dengan menunjukkan ekormu," bisiknya lagi.
Mata Gelael bersinar. Ia menyeret lengan Ellene dan membawanya ke dalam dekapan tak terduga. Mata gadis itu membulat, ada sinyal di dada mengatakan kalau dia harus hati-hati dengan pemuda itu. Ellene yang tidak diam saja dipeluk begitu langsung meronta-ronta.
"Lepaskan biadab!"
"Cih, kau mau aku lepaskan setelah melempariku dengan pena?" Gelael mendekati muka gadis itu dan mengendusnya.
"Ooh, wanginya kulitmu, darahmu pasti wangi juga, ya." Gelael bersiap menggigit leher Ellene. Dua temannya yang mengetahui bahaya. Stefanus dan Zefanya segera menghentikan Gelael dengan kekuatan mereka.
Stefanus menjentikkan jarinya. Ia adalah pesulap ajaib. Ditangan sudah ada sebuah pedang. Stefanus mengarahkan mata pedangnya ke tenggorokan Gelael.
"Jangan coba-coba, King. Kalau kau menggigitnya maka pedangku ini aku pastikan akan menembus lehermu!" tekan Stefanus. Ia tidak main-main dengan ucapannya.
Gelael meliriknya lalu tersenyum licik.
"Hehehehe, benar kawan yang berbahaya."
"cepat lepaskan kakakku!"
Kakak? Jadi mereka kakak beradik?
Gelael makin mendekap Ellene. Bibirnya membentuk garis lengkung tipis. Ekspresi Gelael berubah lembut. Tangannya terlepas, ia melepaskan rengkuhan eratnya. Namun, ia tidak melepaskan mangsanya begitu saja. Ellene yang melihat ada kesempatan berputar lalu merunduk ke bawah. Ellene merangkak di bawah kaki Gelael dan menjauhi pemuda itu. Zefanya memeluk kakaknya. Ia sangat cemas.
"Kau tidak apa-apa, Kak?"
"mengapa kau memanggilku 'Kak', kita cuma sepupu yang beda dua tahun, jangan begitu lagi." Ellene memasang wajah muram. Ia memang tak suka dianggap lebih tua. Apalagi Zefanya memanggil dirinya kakak, itu berarti ia kelihatan lebih berumur dari wajahnya yang terlihat imut. Jika dilihat memang wajahnya terlihat tidak tua dengan sikap kekanakan.
"tapi kau memang kakakku dan kau lebih tua dariku, kan?"
"ah, kau ini lagi-lagi manggil kakak. Kau mau kuhukum, ya?" Jari Ellene menyentil dahi Zefanya.
"Kalian memang saudara yang akur, ya sampai tidak tahu bahaya di depan mata," sarkas Gelael. Ia menarik pedang Stefanus dan memegang sisinya. Darah mulai merembes di pedang itu. Stefanus yang sebenarnya hanya berpura-pura, terkejut. Ia segera menarik pedangnya.
SRRAAAK!!
"Argh, hati-hati, bangsat!"
Gelael yang tidak siap pedang Stefanus melukai tangannya. Ia meringis sambil tertawa.
"dia masokis," bisik Zefanya.
"Anya, ayo kita lapor mereka pada Mark. Kupikir mereka harus dihukum karena berani menggoda kita," ajak Ellene. Zefanya menggeleng kecil.
"Ellen, aku menyukai Kak Gelael, aku nggak mau jadi ribut," bisiknya.
sedang apa dua bersaudara bodoh itu?
Gelael memerhatikan kedua gadis yang sedang berbisik-bisik di depannya. Tangannya sibuk mengusap darah dengan selampai yang diberikan Stefanus.
"Kau tidak usah khawatir dengan luka segini saja, ini bisa sembuh dalam beberapa detik."
Benar saja ucapan Gelael. Luka yang dianggap remeh itu tertutup dengan sempurna dalam hitungan detik saja. Gelael sering berkulitivasi sampai menjadi sehebat sekarang ini. Kalau tidak, ia tak akan lolos masuk ke sekolah Langit ini. Kekuatan Gelael sudah meningkat. Gelael memang sudah level 8 setara dengan Charlie. Kekuatan tubuhnya meningkat sejak ia kembali dari hutan Mazi. Semua anak-anak yang kembali dari sana energi dan level kekuatanmereka sudah bertambah satu tingkat.
"hei gadis-gadis," panggil Gelael.
Ia tak tahan dihiraukan oleh mereka. Ia mendekati mereka.
"Aku suka dengan gadis-gadis cantik dan imut. Kalian mau menjadi pacarku tidak?"
"Apa!" Keduanya begitu emosi.
Bagaimana mungkin pemuda itu menawarkan jadi pacarnya sekaligus. Ellene yang menanggapi ucapan Gelael sebelum Zefanya membuka suara.
"Kau sudah tidak waras, rupanya!" Mata gadis itu tertumbuk ke pensil di tangan Gelael. Pemuda itu masih terus memegang pensilnya.
"Kau tahu itu pensil apa?"
Gelael mengangkat pensil yang masih dipegangnya dan memerhatikan benda itu. Ia berdecih.
"Ini kan hanya pensil biasa, memang kenapa?"
KRAAK!
Tiba-tiba ia mematahkan pensil Ellene. Gelael tertawa seraya mengembalikan pensil Ellene.
"Nih, ambillah!"
"Kau!"
"Kau pikir semudah itu!"
Kekuatan Ellene juga tidak bisa dianggap rendah. Pensil yang patah di tangan Gelael perlahan terlepas dari tangan Gelael, melayang di udara. Mata pensil itu berubah-ubah, mulanya membentuk bunga mawar, tapi kemudian peony, lalu berubah menjadi anggrek. Pensil itu mengeluarkan aroma. Aroma yang memabukkan. Gelael harus menutupi hidung dan mulutnya.
Uuhh ... bau sialan apa ini! Jangan-jangan adalah racun!
Stefanus yang mengerti dengan keadaan itu, segera mengambil selampai dengan kekuatan sulapnya lalu menutup mulut dan hidungnya agar bisa mengurangi efek dari aroma yang keluar di pensil bunga Ellene.
Pensil bunga delusi 8 star
kekuatan dari pensil tersebut adalah menciptakan delusi. Barangsiapa yang menghirup aromanya akan mengalami delusi panjang.
"Uuuh, kau ... kau meracuniku!" Gelael melihat tangannya mulai membiru. Warna biru itu naik semakin cepat dan menyebar ke wajahnya, lalu ke dua tangannya ikut membiru. Zefanya yang melihat apa yang terjadi segera mendesak kakaknya.
"Kak hentikan kalau tidak dia akan mati!"
Zefanya begitu cemas, ia hendak memeluk Gelael. Namun tindakannya digagal Ellene. Ia mendorong adiknya dengan keras.
"Tak usah cemas dia karena itu tidak pantas kau lakukan, kau harus menjaga dirimu dari gombalan manusia rendah sepertinya," cecar Ellene.
"Kau ini, ya. Muka imut tapi hatimu tidak. Kau tahu akibatnya, Gelael bisa mati terjebak dalam delusinya sendiri!"
"A-apa maksudmu, Fanus?"
Gelael mulai kehilangan kesadarannya. Matanya menjadi berat. Tubuhnya lemah. Aku merasa lemah dan sangat letih sekali saja ....
Sebelum matanya terpejam dan tubuhnya ambruk, Stefanus dengan sigap memapah Gelael. Temannya merasa iba melihat keadaan Gelael yang seperti orang mati, tapi ia tidak mati, ia tertidur dengan damai.
"APA YANG KAU LAKUKAN, CEPAT BUAT DIA KEMBALI SADAR SEBELUM TERLAMBAT! KAKAK!" Zefanya menangis dan panik. Ia memohon-mohon di kaki Ellene.
"Sudah terlambat, dik Anya. Dia sudah tertidur selamanya." Hahahaha aku berhasil mengalahkan dirimu Gelael sang raja serigala putih!
"Adik Ellene, kau sudah kelewatan." Mata Stefanus berkilat. Ia sangat marah. Tubuh Gelael diletakkan dengan pelan di lantai. Ia lalu bangkit, pandangan tertuju ke pensil di lantai yang masih dipegang Gelael.
"Aku akan membunuhmu!"
Meskipun aku akan mati di tangan Ellene, setidaknya aku sudah berusaha. Ellene wanita yang berbahaya. Dia memakai sihir delusi dan membuat Gelael seperti ini. Kekuatan sihir tingkat tinggi level 8 star. Ellene sepertinya memiliki kekuatan level 8. Aku yang masih level 6 ini apakah sanggup mengalahkan dia?
Stefanus vs Ellene
Keduanya berdiri di arena tanding. Stefanus menatap awas wajah perempuan cantik yang sedang berkutek di depannya. Gadis itu santai sekali, sepertinya ia tidak bersiap-siap atau ia sedang meremehkan lawannya. Ia tidak melihat Stefanus adalah lawan yang mengancam dirinya. Ia hanya terus berdandan. Mengukir kuku-kukunya dan memoles dengan kutek merah. Ia melihat tangannya, mengangkat tinggi-tinggi dan tertawa. Ellene begitu puas dengan warna baru di kuku cantiknya. Sebaliknya, Stefanus yang memandang Ellene bak seekor ular betina yang siap mencaploknya. Ia menjadi waspada.
Apa aku harus berduel dengan wanita ini, apa tidak sebaiknya kulaporkan saja pada Mark? Sial! Guru itu sedang tidak ada. Berlibur entah ke mana. Aku harus mengalahkan dia sendiri atau aku memanggil Charlie dan Lion? Nantinya dia bilang aku banci karena senang mengeroyok perempuan! Aish! Aku tidak mau dibilang begitu. Kalau begitu aku harus bagaimana?
"Berhentilah berdiskusi dengan diri sendiri, tak ada gunanya bagiku."
Tangan Ellene berhenti mengukir kukunya. Ia memandang ke depan, tersenyum dengan wajah datar.
"karena tak ada gunanya. Sebentar lagi kau pasti tertidur sama dengan pemuda sok hebat di sana."
Ellene melirik Zefanya yang masih mendekap Gelael yang tertidur di paha Anya. Ia memeluk dan memanggil nama Gelael berulangkali. Entah sudah berapa lama ia mengisi pemuda itu.
"ck, ck, ck dasar adik bodoh. liat dia ... dia jadi bodoh karena ciuman dari cowok playboy yang hina," ledek Ellene.
"kau terus saja mengejek temanku, tapi sebentar lagi kau akan mampus!" Stefanus memasang kuda-kuda. Di tangannya terhunus pedang yang mirip dengan tombak. Pedang tombak itu bercahaya mengeluarkan energi putih.
"bermimpilah, Kakak ganteng!"
"Ayo, mulai saja jangan menunda waktu berdandan yang berharga!" teriak Ellene. Perempuan itu sudah tidak sabar. Wajahnya yang imut bersinar.
ELLENE tingkat 8
kriteria : Hipnotis, memiliki pensil bunga yang membuat orang tertidur. Pandai menggunakan segala racun.
hp: 100%
STEFANUS: tingkat 6
kriteria: Pedang tombak, jenis pedang baru yang dia ciptakan dari sulap. Pesulap ajaib yang dapat menggunakan sihir. Selampai misterius.
Selampai tingkat 6
kekuatan: ?
Ilustrasi Ellene yang sedang murka
Continue
Kuis
Siapa diantara mereka yang menang?
A. Stefanus
B. Ellene
C. Keduanya mati
D. Isi sendiri (Komentar dari pembaca)
Karya ini merupakan karya jalur kreatif
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Lullaby
vampir atau serigala
2023-12-25
1
Lullaby
ciuman singkat aaaakhhh
2023-12-25
0
Honeybee🐝🥀
menangisi
2023-12-22
0