BAB 8. Duel Dua Wanita

"Ternyata kau adalah sistem yang dibuat Dean!" dengkus Jennifer. Matanya berkilat menahan emosi.

"Oh ya. Kalau aku sistem lantas apa peduli mu?" Gracie tersenyum mengejek. "Ah, aku tahu kau suka Dean—tuan bodoh mu itu."

Aneh juga. Masa sih aku ini dikatai sistem. Apa itu ... Maksudnya aku robot, gitu? Perempuan gila.

"Kuakui. Sejak melihat Dean masuk aku jadi suka padanya. Apa salahnya kalau ku dekati dirinya?"

Jennifer semakin marah. Ia sudah mengeluarkan pedang andalannya.

"Akan ku hancurkan kau perempuan ular!"

"Memangnya kau apa ... anjing betina?" Gracie sakit hati dibilang ular oleh sistem. Ia juga mengeluarkan senjata lasernya.

"Kamu tidak berhenti menggoda semua laki-laki di sekolah ini, terutama yang ganteng dan baik. Kamu suka mengusik mereka, tak punya malu, ya?" sindiran itu datang dari mulut Jennifer.

Gracie terkekeh.

"Malu? buat apa mesti malu. Aku kan cantik, lagian cowok-cowok di sini juga menyukaiku. Aku bebas memilih siapa yang kusukai, kok kamu nggak usah sok peduli, deh," sinis Gracie

"atau kamu sendiri udah gak laku, ya makanya kamu sok peduli sama aku yang laris manis ini," sambung Gracie seenaknya.

Ingin kurobek mulut bebeknya itu!

"Ayo kita bertarung, kalau kau kalah jangan ganggu tuan Dean lagi! Kau harus pergi dari sekolah Langit!"

"Halah, dasar cewek murah, kau nggak akan menang lawan senior!"

"Biar kubuktikan siapa yang murahan!"

Kedua perempuan itu pergi ke arena tarung. Gracie dan Jennifer.

Gracie memang lebih unggul daripada Jennifer, karena dia kakak kelas. Karena ia bosan menang terus, ia berlagak imut dan selalu tinggal kelas. Setiap ada ujian Gracie selalu unggul dengan peringkat satu setiap babak pertandingan. Lawan yang lemah sampai monster sekali pun Gracie selalu berhasil sampai ke babak final.

Lawannya adalah Jennifer —humanoid wanita pertama di sekolah Langit. Sistem yang mengambil komponen dan membentuk kesatuan humanoid ini tidak kalah dengan Gracie. Hubungan keduanya memang tidak terlalu baik. Mereka musuhan! Mungkin sejak ada Dean, keduanya saling bermusuhan. Kekuatan Jennifer memang tidak sebanding dengan kakak kelasnya. Namun, Jennifer juga memiliki kekuatan misterius. Jennifer memilih senjata Lance. Tombak runcing yang membuat penggunanya bergerak lebih cepat, karena skill dari Lance sendiri membuat pemakainya melakukan Dash. Skill Lance ada dua, yaitu Charge (menusuk ke depan) dan Knigh's Charge. Ia harus berlari ke depan dengan mementalkan musuhnya untuk damage yang lebih besar dari Charge.

Gracie memilih sword. Ia lebih menyukai pedang sedikit lebih pendek. Skill dari sword ada dua yaitu Flurry, dengan menebas musuh, tebasan yang sangat cepat. Kecepatan menyerangnya sebesar 50%. Skill selanjutnya adalah Throw Sword, melemparkan pedang ke depan musuh untuk damage yang besar, yakni sebesar 800%.

Siapakah yang akan menang? Gracie atau Jennifer. Mana yang mendukung Jennifer, mana pula yang mendukung gadis agresif Gracie?

Pertarungan antara dua gadis hebat dimulai.

Jennifer bersiap. Gracie bersiap. Saling memberi hormat.

"HIYAAAHHHH!"

Jennifer berlari melakukan Dash berkali-kali dan menggandakan skillnya. Gracie menangkis dengan Sword miliknya lalu dia menyerang dengan skill Flurry. Gerakan yang begitu indah dan sangat cepat.

Trang! Trang!

Jennifer mengimbangi permainan cepat Gracie di udara. Berkali-kali harus merunduk. Gracie bernafsu menebas leher Jennifer. Gadis itu menangkis dengan Lance di tangannya, berputar lalu menendang bahu kiri Gracie.

BRAK!

Lalu kepala Gracie.

BRAK!

Buah pinggang Gracie tak luput dari tendangan mematikan Jennie.

Bug!

Gracie terhuyung ke belakang sebentar, darah merembes di sudut bibirnya. Gracie meludah kasar.

"MATI KAU!"

Dari ujung Sword keluar selarik cahaya putih yang bersinar terang dan menghantam tubuh Jennifer.

"Argh!" Jennifer terpental menabrak tembok.

Gadis itu memegang perutnya yang sakit akibat terkena sinar dari sword milik Gracie. Sihir mengalir di senjata perempuan mungil itu. Jennifer tersenyum. Ia membuat pergerakan lain yang tak mudah dibaca lawannya. Jennifer terus mengayunkan senjatanya. Dari ujung tombak, keluar sihir keunguan.

"Haiyah!"

Sinar ungu itu menghantam tubuh mungil Gracie. Tubuhnya terpental hebat. Gracie memuntahkan cairan merah kental. Ia mengerang kesakitan sambil memegang dadanya.

"AAAAAK!"

"Dasar wanita kejam, kubunuh kau!" Gracie bangkit, tetapi ia tak mampu berdiri. Sekolah malam itu sungguh berantakan. Beberapa guru datang melerai mereka berdua, Stevenson kepala sekolah keluar melihat apa yang terjadi. Mengapa sekolah Langit bergetar hebat. Rupanya ada dua prajurit wanita yang saling berseteru.

Ini tak boleh dibiarkan. Mereka bisa mati...

Jennifer, gadis itu gigih datang ke Langit. Apa tujuan dia sebenarnya? Siapa lagi laki-laki yang dibawanya ke sini. Kata Mark, laki-laki itu berbahaya? Aku harus menyelidiki mereka berdua. Mark harus membantuku.

"Mark, di mana kau. Tolong tangkap mereka dan masukkan ke penjara Langit!"

Seorang guru dengan perawakan yang tinggi, watak keras datang dan menangkap dua gadis yang sedang bertarung. Guru itu wali kelas Dean. Mark Hughes. Mark merebut senjata milik keduanya dengan kekuatan fantastis. Senjata itu tertarik bagai magnet, Mark memegang Sword dan Lance milik keduanya lalu menyimpannya.

"Gadis-gadis bodoh yang memperebutkan seorang laki-laki, sungguh memalukan!" hardik Mark melihat dua wanita yang bertarung di arena.

ilustrasi dua wanita sedang bertarung. Jennifer dan Gracie. Pict by WLOP

"Kalian harus dihukum karena telah membuat keributan di pintu kepala sekolah. Hukuman kalian adalah ..."

Mark berpikir sejenak, kemudian melanjutkan bicara, "hukuman kalian adalah mengisi air minum di gentong besar. Sepuluh gentong dalam waktu satu jam semuanya sudah terisi. Ayo lakukan!" perintahnya.

"Aish, si Mark gila!" kesal Gracie mengumpat

"Apa kau bilang? Kau mau kubuat hukumannya bertambah dua kali lipat lebih berat, huh?"

"Jangan dong! Semuanya kan salah dia, kalau dia nggak ngajak bertarung, aku nggak bakalan kena hukuman!"

"Diam!"

Begitulah. Mereka berdua kena hukuman dari Mark. Mengisi air minum sepuluh gentong dalam waktu sejam. Siapa yang sanggup melawan wali kelas Mark.

Hehehe, mampus kalian! Siapa suruh berlagak!

...----------------...

Keesokan harinya, Gracie dan Jennifer tergeletak di kasur masing-masing, mereka tidak berdaya karena seluruh tubuh mereka pegal-pegal. Semalaman mereka berdua bergantian mengisi gentong-gentong kosong. Setiap jam Mark menambah hukuman karena mereka tidak mampu mengisi air sepuluh gentong dalam waktu satu jam. Alhasil, gentong tersebut terus terisi menjadi seratus lima puluh gentong air.

"Mark sialan!"

"Semua ini gara-gara kau, wanita murah!" cerocos Jennie marah-marah seraya memukul pundaknya yang pegal-pegal.

"Kau juga, kan yang salah!"

"Kalian berdua yang salah," tukas Dean tertawa geli. Ia melihat gadis-gadis itu masih terus memukuli pundak karena kecapean. Gracie merubah sikapnya, berpura-pura tangguh di depan Dean.

"Kak Dean, sejak kapan datang? Ayo duduk di sini," bujuknya. Gracie menarik tangan Dean, tetapi Jennifer menarik tangan kanan Dean. Mereka saling tarik-menarik.

"Tuan Dean, jangan dengarkan dia. Dia gadis genit gila. Tuan duduklah di sebelah saya!"

"Kau dasar murahan ampas!" Gracie menarik pundak Jennifer dengan kasar. Gadis ungu terjatuh di lantai kelas.

"Aish, sialan kau. Ku pukul kau sampai mati!" Jennie menjambak rambut Gracie. Keduanya saling Jambak. Beberapa siswi ikut menyoraki memberikan semangat. Dean yang melihat suasana memanas dan menjadi heboh, segera menyingkir dari sana.

Apa-apaan dua gadis ini, mereka sungguh kekanakan!

"Bagaimana mungkin kau yang hanya manusia biasa bisa lolos masuk ke sekolah ini?" tegur seseorang kepada Dean. Orang itu berdiri di belakang memerhatikan apa yang dilakukan Dean. Orang itu terus memutari tubuh Dean.

"Siapa kamu sebenarnya?"

"Kamu yang siapa, berdiri di belakangku sambil bicara?"

"Lion! Kau?"

"Dean Alexandre!" Dean mengulurkan tangannya, tetapi Lion tidak menyambut. Ia tertawa meremehkan. Sudut bibirnya terangkat sedikit. "Cih, manusia biasa!"

"Memangnya kenapa?"

"Manusia mana mungkin bertahan di Langit. Ini sekolah para ksatria berbintang dengan level maksimal, sedangkan kau? Kau hanya manusia biasa di atas rata-rata?"

"Apa urusanmu?" Dean merasa diremehkan dan tidak terima, "Aku di sini bukan kau yang menentukan, aku yang tidak mau berada di sini!"

"Dasar sombong!"

Dean terdiam dikatai sombong.

"Kalau kau berhasil mengalahkan aku, akan kuberikan senjata legendaris milikku ini. Kalahkan aku dulu!" tantang pemuda itu. Pemuda itu tidak seperti lainnya. Ia seperti seorang pangeran yang gagah. Ia memiliki sepasang sayap yang indah. Sayap yang besar.

Apakah dia manusia burung di Dungeon?

Lion mengepakkan kedua sayap besarnya.

Wus! Wus! [ bunyi pedang tertiup angin]

Desain angin yang sangat keras hingga hampir merobek kulit Dean. Dean bertahan, walau angin yang bertiup kencang merusak seragam sekolah Langit. Kulit tangan dan wajah Dean tersayat tipis. Dean mengerang sakit. Ia terlempar hebat ke sana-kemari. Sekali kibasan saja Dean tidak bisa bergerak. Meski ia menghindari kibasan sayap-sayap besar itu, tetapi Dean tetap saja jatuh. Robekan di kulit Dean semakin dalam.

"AAAAH!" Aku harus bertahan. Mengapa kibasan sayap Lion melukai kulit tangan dan mukaku? Bagaimana aku menyerangnya dari dekat, kalau begini aku bisa mati tersobek!

Continue _

Karya ini merupakan karya jalur kreatif

Terpopuler

Comments

Rara

Rara

singa

2024-01-06

0

Rara

Rara

wahhhh hebat baguss

2024-01-06

0

Rara

Rara

wawww

2024-01-06

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Penulis Cerita dan Sketsa
2 BAB 2. SI RAMBUT UNGU
3 BAB 3. Siswa Langit
4 BAB 4. Anak Kelas Awal
5 BAB 5. Sang Sistem Cantik
6 BAB 6. Ujian Tahap 1
7 BAB 7. Kekacauan di Asrama Pria
8 BAB 8. Duel Dua Wanita
9 BAB 9. DEAN vs LION
10 BAB 10. Ujian Tahap 2
11 BAB 11. Persiapan
12 BAB 12. Kejadian masa lalu (1)
13 BAB 13. Hubungan
14 BAB 14. UJIAN 3
15 BAB 15. Lumpur Warna
16 BAB 16. Kekacauan Asrama Pria (2)
17 BAB 17. STEFANUS vs ELLENE
18 BAB 18. UNDECIDED
19 BAB 19. Hutan itu
20 BAB 20. Serangan Tak Terduga
21 Bab 21. Chyntia
22 Bab 22. Jatuh
23 Bab 23. Valley of Sadness
24 Bab 24. Ciptaan yang Terbuang
25 Bab 25. Liburan Telah Usai
26 Bab 26. Dean di Dungeon Tanaman
27 Bab 27. Bertemu King Bluemen
28 Bab 28. Menguji Kecerdasan Pikiran
29 Bab 29 . Terjebak dalam Labirin Anjing
30 Bab 30. Serangan Hellhound
31 Bab 31. Membalas budi
32 Bab 32. Kotak Misterius
33 Bab 33. Tubuh Baru
34 Bab 34. Pertarungan Sengit (1)
35 Bab 35. Back to School (1)
36 Bab 36. welcome: Sky High Chronicles
37 Bab 37. Menjadi Asing
38 Bab 38. Aku ada Dua?
39 Pertarungan Ditunda
40 40. Librarian
41 41. Boneka vs Dean (Dean asli)
42 Bab 42. Melawan tuan Kematian
43 Bab 43 Pion-pion terkuat
44 Sekapur Sirih dari Author
45 Bab 44 Pertarungan Sengit 2
46 Bab 45. Runtuhnya Sekolah Langit
47 Bab 46. Pertarungan Sengit 3
48 Bab 47. Terkurung di dalam Bola Merah
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50 Rumah Orang Mati
52 Bab 51. Dicabik, Dibunuh dengan Keji
53 Bab 52. Pengorbanan Denny
54 Bab 53. Menjadi Gila Setengah Hari
55 Bab 54 Diintai Maut
56 Bab 55 Bertemu Gelael
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58 Pertarungan Bayangan
60 Bab 59
61 60. 4 bab Terakhir
62 61. 3 Bab Terakhir
63 62. 2 bab Terakhir
64 Bab 63. SKY HIGH End: Kembali ke Bumi
Episodes

Updated 64 Episodes

1
BAB 1. Penulis Cerita dan Sketsa
2
BAB 2. SI RAMBUT UNGU
3
BAB 3. Siswa Langit
4
BAB 4. Anak Kelas Awal
5
BAB 5. Sang Sistem Cantik
6
BAB 6. Ujian Tahap 1
7
BAB 7. Kekacauan di Asrama Pria
8
BAB 8. Duel Dua Wanita
9
BAB 9. DEAN vs LION
10
BAB 10. Ujian Tahap 2
11
BAB 11. Persiapan
12
BAB 12. Kejadian masa lalu (1)
13
BAB 13. Hubungan
14
BAB 14. UJIAN 3
15
BAB 15. Lumpur Warna
16
BAB 16. Kekacauan Asrama Pria (2)
17
BAB 17. STEFANUS vs ELLENE
18
BAB 18. UNDECIDED
19
BAB 19. Hutan itu
20
BAB 20. Serangan Tak Terduga
21
Bab 21. Chyntia
22
Bab 22. Jatuh
23
Bab 23. Valley of Sadness
24
Bab 24. Ciptaan yang Terbuang
25
Bab 25. Liburan Telah Usai
26
Bab 26. Dean di Dungeon Tanaman
27
Bab 27. Bertemu King Bluemen
28
Bab 28. Menguji Kecerdasan Pikiran
29
Bab 29 . Terjebak dalam Labirin Anjing
30
Bab 30. Serangan Hellhound
31
Bab 31. Membalas budi
32
Bab 32. Kotak Misterius
33
Bab 33. Tubuh Baru
34
Bab 34. Pertarungan Sengit (1)
35
Bab 35. Back to School (1)
36
Bab 36. welcome: Sky High Chronicles
37
Bab 37. Menjadi Asing
38
Bab 38. Aku ada Dua?
39
Pertarungan Ditunda
40
40. Librarian
41
41. Boneka vs Dean (Dean asli)
42
Bab 42. Melawan tuan Kematian
43
Bab 43 Pion-pion terkuat
44
Sekapur Sirih dari Author
45
Bab 44 Pertarungan Sengit 2
46
Bab 45. Runtuhnya Sekolah Langit
47
Bab 46. Pertarungan Sengit 3
48
Bab 47. Terkurung di dalam Bola Merah
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50 Rumah Orang Mati
52
Bab 51. Dicabik, Dibunuh dengan Keji
53
Bab 52. Pengorbanan Denny
54
Bab 53. Menjadi Gila Setengah Hari
55
Bab 54 Diintai Maut
56
Bab 55 Bertemu Gelael
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58 Pertarungan Bayangan
60
Bab 59
61
60. 4 bab Terakhir
62
61. 3 Bab Terakhir
63
62. 2 bab Terakhir
64
Bab 63. SKY HIGH End: Kembali ke Bumi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!