"Bersiaplah untuk mati!"
Gadis dengan rambut merah menyeringai lebar.
Ellene melakukan kultivasi, kedua tangan terangkat ke dada saling berhadapan, kekuatan merah bermuatan listrik dengan dahsyat terjadi padanya. Di dadanya tampak sebuah bola merah, mula-mula kecil, kemudian bola kristal itu berubah memanjang seperti sebuah pensil. Stefanus terperangah, bola matanya membulat melihat benda itu jauh lebih besar dari pohon oak di situ.
ELLENE UPGRADE LEVEL 9
HP 100%
"Apa-apaan dia, kenapa dia bisa sekuat itu?" Stefanus terkesiap.
Ellene duduk di atas Black orchid pencil dengan posisi telungkup, ia sibuk memoles kukunya dengan kutek. Kemudian ia menjentikkan jarinya, sesuatu muncul di sisinya. Bola-bola kristal merah bercahaya mengelilingi dirinya.
Inikah kekuatan Ellene yang sesungguhnya? Gadis pendiam yang suka memegang pensil.
Aku tidak akan kalah juga, akan ku pamerkan kekuatan terdahsyat.
Stefanus berkonsentrasi. Matanya terpejam, kemudian membuat dirinya tampak bercahaya. Rambut kuningnya berkibar tertiup angin yang berhembus dari pedang tombak yang diputar dengan cepat. Ia mengerahkan seluruh kemampuannya, kekuatan ditambahkan menjadi dua kali lipat.
Ellene malah lebih cepat, tahu-tahu sudah berada di depannya. Kuku-kukunya mencakar wajah Stefanus.
"Arrrhhhh!"
"Dasar perempuaan!"
HIYAAAAAAHHHH!
Stefanus meraba mukanya yang terasa perih. Ia begitu kesakitan. Rupanya itu bukan cakaran biasa. Tak berhenti sampai di situ, Ellene mengarahkan pensil besarnya ke dada Stefanus.
[JLEB! CRASSH!]
"AAAAAAAAAAH!!"
Mata pensil menembus sampa ke tubuh bagian belakangnya. Stefanus mengerang keras, ia terjengkang ke belakang dan menabrak tembok arena. Stefanus bersandar di tembok, matanya melotot. Ia merasa tidak bisa bernapas. Dadanya robek, sekujur tubuhnya bergetar menahan rasa sakit yang teramat sangat. Sampai ia menitik air mata.
"AAAAKH!"
Stefanus menahan dadanya, robekan itu membuat darah mengucur deras ke tanah. Stefanus terduduk lemas. Belum ia mengumpulkan sisa energinya.
Stefanus level 6
hp: 15%
Ia kehilangan banyak darah. Energi tubuhnya menurun.
"Kau mau lanjut atau berhenti saja?" sinis gadis itu.
"Cepat bunuh aku!" teriak Stefanus.
"Huh, benar-benar membosankan!"
Ellene segera mengayunkan pensilnya dengan cepat hendak menikam mata pensil ke dada Stefanus, membuat lubang dadanya lebih besar, tetapi tangannya terhenti. Ellene terhenyak. Zefanya yang memegang lengannya, ia segera menghalangi kakaknya. Di depan Ellen ia menangis berucap dengan kata-kata yang membuat Ellene tersadar.
"Sudah cukup, Kak, semuanya sudah berakhir!"
Air matanya terus berlinang. Ia menggeleng lemah. "Kau bukan Ellene yang kukenal selama ini. Kau begitu baik tak suka pensilmu terciprat darah, tapi sekarang ...!?"
"Kau seperti iblis!" Lirihnya.
"LEBIH BAIK AKU MATI, KAK!"
Zefanya menarik mata pensil itu dan menancapkan sendiri ke tubuhnya. Dadanya serta-merta mengeluarkan cahaya putih. Di dada Zefanya muncul sekuntum Bunga anggrek pelindung dirinya. Kelopak anggrek itu membesar dan menutupi mata pensil milik Ellene.
Ledakan dahsyat terjadi di tempat itu. Bersamaan dengan keluar semua penghuni sekolah.
"ANYAA!"
-
-
-
-
-
flashback on_
Masa lalu kakak beradik
Di pinggiran hutan, dua gadis kecil sedang menangis ketakutan. Mereka tidak memiliki ayah dan ibu. Mereka tersesat, di kelilingi oleh serigala putih yang kelaparan. Rasa lapar serigala buas itu sampai liur mereka menetes di mana-mana. Serigala yang besar memiliki mahkota di kepalanya. Ia segera menerkam salah satu gadis kecil itu. Namun, sebelum moncong monster serigala mengenai tubuh si gadis, seorang nenek menyelamatkan mereka. Ia memukul mati semua serigala putih, sampai salah seekor dari mereka berhasil lari ke tengah hutan. Gadis-gadis kecil berhasil diselamatkannya. Nenek membawa mereka ke sebuah gubuk yang letaknya jauh dari hutan.
Nenek membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang dan memberi makan anak-anak itu. Sampai suatu malam ajalnya mendekat. Orang tua renta itu bercerita tentang dua adik kakak yang dia temukan tersesat di hutan dan juga siapa dirinya.
"Aku si Bao tua. Orang yang sudah memungut dua benda berharga dan membesarkan mereka sampai menjadi gadis petarung yang tangguh. Anak-anak ini tanpa nama. Mereka juga tidak memiliki siapa-siapa. Maka aku memberikan mereka nama sesuai dengan warna bajunya. Ellene si baju merah dengan mata senada yang tajam dan tidak tersenyum. Ia tak ramah sama sekali. Saat kutemukan, ia menggigit lenganku. Di sebelahnya ini adalah Zefanya, adiknya yang manis dan lugu. Ia suka warna kuning. Baju dan warna matanya senada, yaitu kuning kemilau. Ia anak yang manja dan penurut."
Bao tua terbatuk-batuk. Lalu melanjutkan kisahnya, "ketika itu mereka hampir dimakan raja hutan, Raja serigala putih Besoz. Namun, dengan kekuatan petarung aku berhasil menyelamatkan mereka berdua dan membesarkan sendiri. Sekarang saatnya untuk memberikan semua pusaka yang kusimpan ini. Dua benda yang maha dahsyat!"
Nenek Bao kemudian membuka dua kotak di depan cucu-cucunya. Tangannya gemetar. lalu berkata," Zefanya, karena kau jurus kemilau cahaya kuning, pusaka ini cocok untukmu. Ambillah gunakan disaat-saat kau membutuhkannya!"
Bao tua mengingatkan," Jangan sembarangan memakainya, ya!"
Zefanya mengambil benda itu dan menatapnya takjub.
Black Orchid level 8,9- unlimited.
kekuatan: menghancurkan. Bunga peledak aktif.
Nenek mengeluarkan sebuah benda warna hitam. Pensil dengan ujung yang berbentuk bunga anggrek.
"Cucuku, Elen ambillah pensil ini simpan dengan baik itu akan berguna suatu hari."
"untuk apa ini, nek?" tanya Ellene.
"Kau simpan saja, itu bukan pensil sembarangan. Pensil bunga yang memiliki level 8-10 star. Kuberikan kepadamu, saja karena hidupku tak akan lama lagi...."
Black Orchid pencil Level 8-10
Kekuatan ilusi
Ellene sangat sedih mendengarnya. Ia merasa Bao tua sudah seperti ibunya. Ellene memeluk nenek Bao yang terbatuk-batuk. Darah keluar dari sudut bibir keriputnya.
"Cara menggunakan benda itu ada pada sistem. Sistem kalian sudah mengaktifkan benda itu!"
"Ingat, Cucuku. Bila Ellene terlanjur berbuat kejahatan, kau harus menyadarkannya!" Itu adalah pesan terakhirnya sebelum malaikat maut menjemput Bao tua.
Black Orchid flower level 8-10
kekuatan: peledak aktif
flashback off_
-
-
-
"Selamat tinggal, kak!"
Setelah berucap Zefanya meledakkan bunga anggrek miliknya.
[DUAAARRRR!]
"Tidaaak!"
Ellene merasa sangat bersalah. Ia segera meraih tubuh adiknya sambil histeris. Ia meneriaki "Zefanya" berkali-kali. Namun, tangan Ellene ditarik Stefanus dan menyingkir dari sana. Ledakan dahsyat terjadi berkali-kali.
[DUAR! DUAR!]
Stefanus yang sudah lelah bertarung dan telah mencapai batasnya menyeret Ellene menjauh dari ledakan.
"Lepaskan aku, berengsek! Semua ini gara-gara kalian!"
Ellene murka. Ia menarik kerah baju Stefanus, Keadaan gadis itu cukup kacau.
"Tenanglah Ellene!" panik Stefanus. "Kita bakalan mati kalau gak lari, sialan!" makinya lagi.
"Kau menyuruh aku tenang?" Air mata membanjiri wajahnya yang begitu imut. "Dia satu-satunya yang kumiliki. Anya sudah mati!" raung Ellene bersamaan dengan kekuatan yang dahsyat. Cahaya putih berkumpul di tangannya, mengeluarkan kekuatan yang cukup besar. Saat itu Stefanus sudah mengerti rasanya kehilangan, bagi Ellene Anya adalah satu-satunya keluarga yang tersisa. Sekarang Anya mati di depan kakaknya sendiri. Tentu ia tahu itu membuat Ellene menjadi frustrasi.
Stefanus lupa dirinya berada dalam bahaya. Ia lupa mengunci kekuatan dan memperkuat diri dengan menambah energinya. Hp tersisa 13%, hanya bertambah 1% saja karena dirinya dilindungi oleh adik Ellene.
[DUAAARRRR!]
Stefanus terlempar. Ledakan dahsyat yang tidak pernah terjadi sebelumnya di arena sekolah sampai temboknya runtuh. Lane Mar— monster penjaga gerbang dan saudaranya terperanjat menyaksikan anak-anak sekolah yang berbuat kekacauan. Mereka berdua yang sedang sibuk berlatih di ruangan lain segera bertindak, melesat dengan cepat mencari tahu apa yang terjadi. Semua anak-anak kelas A berkumpul di arena, di pinggir lapangan. Para mata terperanjat menyaksikan lantai arena yang menganga.
"Hoii! Dasar anak-anak tidak tahu aturan!"
Lane Mar datang dengan tombaknya. Ia siap menghukum anak-anak yang sudah membuat keributan. Mar salah satu tetua di sekolah Langit. Semu tugas diserahkan kepadanya.
"Apa yang terjadi?" tanya Dean. Ia sendiri kaget mendengar suara ledakan.
"Aku tak tahu. Tadi kulihat kak Gelael dan kak Ellene bertengkar."
"Ayo kita dekati mereka!"
[sistem, di mana kau?]
telepati Dean yang memanggil Jennifer. Sudah sebulan Jennie menghilang tanpa kabar.
[di mana kau, Jennie?]
[anda memanggil saya, tuan Dean?]
Terdengar suara Jennifer dari pikirannya. Dean sudah terhubung dengan sistem.
[Bagaimana menurutmu, apa yang harus kulakukan dengan Stefanus, Gelael, Zefanya dan Ellene. Mereka berkelahi, terlebih Ellene sekarang menjadi ratu iblis?]
[ ... haruskah saya membunuh mereka, tuan?]
Dean terkesiap.
[Jangan! kenapa kau mau membunuh mereka, mereka juga teman-teman meski gak begitu akrab. Tidak adakah jalan lain?]
[tuan ingin aku bagaimana?]
Dean menyadari suatu hal, suara Jennifer yang kini berubah. Serak dan sedih, sepertinya dia sedang menangis dan tidak mau diganggu.
[Ada apa lagi denganmu?]
[saya tidak apa-apa. Apa yang tuan ingin saya lakukan?]
Dean termenung. Ia harus melakukan sesuatu sebelum semua temannya mati saling bunuh. Sebenarnya ia tak ingin peduli, karena tujuan ia datang ke sini bukan ikut campur urusan pribadi teman-temannya, ada satu hal yang menarik baginya, yaitu masa lalu dirinya dengan gadis sistem.
[ hanya ada satu solusi yang baik buat mereka, tuan]
Jennifer mengusulkan sebuah saran. Dagu Dean terangkat, semoga saja itu saran yang baik.
[apa itu?]
[ salah satunya harus dilenyapkan, sistem bekerja untuk menyelesaikan sendiri dengan mudah, kalau tuan Dean mau, saya bisa melenyapkan Ellene. Bagaimana, tuan?]
[ Ellene sudah berubah menjadi iblis, ia tidak boleh lama berada di sekolah ini, langit akan menghukum sekolah kita. Membunuh semua murid jika kedapatan menolong iblis.]
Maksudnya delete sistem mereka! Tidak ada yang lebih baik dari saranmu itu?
[sistem tidak bisa merubah yang sudah tuan pilih. Pikirkan dulu, tuan]
Dean berjalan mondar-mandir sambil memegang dagunya. Ia bingung sekali. Siapa yang harus dihancurkan.
[sistem, berikan aku senjata itu!]
[tuan, ada hadiah buat anda setiap naik level. Apa tuan mau? Buka amplop yang saya berikan. Semoga ini membantu]
Apa itu?
Benda yang mau dia berikan padaku?
[TLING!]
Dean membuka amplop di hologram screen. Ia melihat senjata terbaru yang unik. Sebatang pensil.
Pensil level ?
kekuatan: menghapus masa lalu dan masa sekarang.
Dean tak mengerti dengan sistem yang hanya memberikan pensil kecil padanya. Pensil itu masih berada di hologram screen, melayang di sana. Dean menyentuh pensil itu.
ilustrasi gambar. sumber: google
[ alat itu adalah pensil masa depan, tuan. Tuan bisa menghapus Ellene dengan menulis "delete". Secara otomatis Ellene akan terhapus.]
Dean belum menyadari kalau Ellen karakter pembantu yang pernah dia gambar dulu.
[Baiklah, kalau ini cara satu-satunya aku akan menghapus Ellene. Lalu bagaimana dengan adiknya, Anya apa dia juga ikut terhapus?]
[ tentu saja, tuan. Masa lalu mereka sebagai manusia saling terhubung, tetapi kalau tuan menginginkannya tetap hidup, tuan bisa menghapus salah satu dari mereka ]
[ Baiklah ]
Kembali muncul amplop setelah Dean mengambil pensil. Dean menyentuh *ponsel Modai hologram screen itu dan mengambil diamond.
[ selamat tuan, anda mendapatkan 1 daystone dengan harga senilai 150p uang negeri langit atau setara dengan $1500,00. Apakah tuan akan membeli senjata lagi?]
[Tak perlu, aku harus menyelesaikan pekerjaan ini dulu. Sistem, setelah aku melenyapkan Ellene, apakah aku mendapatkan bonus?]
[ tentu saja, tuan akan mendapatkan 100 diamond, 1 daystone dan uang 500p semuanya setara dengan $ 5000,00. ]
Dean terkesima. Wow aku bertambah kaya dong!
[Oke, setelah aku menyelesaikan ini, kau harus menyelidiki latar belakang Gelael dan Stefanus.]
[ baiklah, tuan. Apa aku harus menyelidiki Ellene dan Zefanya? ]
Boleh, juga. Semua player harus diselidiki. Jangan lupa kau juga harus kembali untukku]
Jennifer yang mendengar kalimat "kembali untukku" tiba-tiba membuat tubuhnya bergetar dan wajah panas. Ia sangat bersemangat. Wajahnya kembali berseri-seri setelah dia sakit hati dengan Hyerin. Kini ia mendapat kepercayaan bos lagi. Tuan Dean Alexandre.
[pasti, tuan]
continue_
{ karya ini merupakan karya jalur kreatif }
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Honeybee🐝🥀
"membuat" dan tiba-tiba salah satu kata harus diapos kk.
tiba-tiba tubuhnya bergetar....
semngt ya kak.
2023-12-25
0
Honeybee🐝🥀
ada tanda (,) setelah kata Anya kk. smg mmbntu
2023-12-25
0
Honeybee🐝🥀
pinsil !?????😐😐🤣
2023-12-25
0