BAB 7. Kekacauan di Asrama Pria

SMU langit memiliki dua asrama—yang pertama mes untuk laki-laki berada di timur dan di barat asrama untuk kaum perempuan. Keduanya terletak berjauhan karena penghuni kedua asrama dilarang saling berkunjung. Hal ini merupakan salah satu dari sekian banyak peraturan tertulis sekolah yang wajib ditaati oleh semua muridnya. Melanggar satu peraturan saja akan mendapat hukuman yang berat.

Sangat berat, yaitu berlari sambil membawa bongkahan-bongkahan batu keliling lapangan sekolah. Peraturan lainnya adalah push up seribu kali sambil memikul bongkahan batu besar. Hukuman itu harus dilakukan oleh pihak wanita maupun pria. Tak ada belas kasihan, tetapi murid-murid itu bukanlah sembarangan. Mereka berkekuatan tinggi. Sihir yang mereka miliki sudah tingkat tinggi. Bagi Dean yang baru pemula akan kesulitan bila membuat masalah dengan mereka.

Bagi sekolah ini, ada hal tabu yang tidak boleh dilanggar oleh penghuni asrama. Seperti waktu itu, kejadian lama...

Seorang wanita terlihat berada di kamar pria dan ketahuan oleh guru piket asrama. Wanita itu dikeluarkan dari sekolah, sedangkan prianya harus push up seribu kali sambil memikul batu besar di punggungnya. Pria itu pun mati karena tidak mampu melakukannya. Ia dikembalikan ke bumi dan menjalani sekolah seperti manusia bumi. Nasib muridnya itu sekarang tidak diketahui. Mungkin dia dikurung atau dibunuh ditempat.

"Jennie, apa kau tidak tahu hukuman bagi cewek yang masuk di kamar asrama laki-laki?" tanya Maxi siluman rubah muda. Wanita yang memiliki buntut dan telinga seekor rubah itu ingin menggodanya.

"Harus berlari keliling lapangan sambil memikul batu-batu besar atau aku push up seribu kali dengan batu di atas punggung?"

"Itu dilakukan cowok, kalau hukuman bagi cewek?"

"Entahlah, setahu aku semua hukuman sama saja," imbuhnya.

Maxi tersenyum. "Jangan bilang kau mau melanggar aturan itu demi Dean?"

"Apa maksudmu?" tanya Jennifer pura-pura bego. Di hatinya berkata lain. Aku memang ingin bertemu dia, hehehe...

"Maksudku, kamu tetap akan pergi menggodanya dengan mengajak dia berlatih, kan? Aku sudah tahu niat busuk mu, Jennie, karena aku bisa membaca pikiran mesum mu." Maxi tertawa.

"Aih, aku nggak gitu. Duh, jadi malu, tapi aku bukan barang murahan!" elak Jennifer.

"Kok muka kamu merah?" bisik Maxi ditelinga menggoda Jennifer.

"Mana ada sistem bisa merona," elaknya halus.

Aduh, aku ketahuan!

Di tengah candaan mereka. Seorang gadis menatap Jennifer dengan perasaan kesal. Gadis itu sudah lama menyukai Dean sejak ia datang ke sekolah Langit. Dean menjadi targetnya. Dean sering bersama Jennie, membuat dirinya tidak bisa mendekati Dean. Malam ini ia bermaksud menyusup diam-diam ke kamar Dean. Sepertinya ia harus mencari cara agar mereka tidak saling bertemu lagi. Ia sudah muak melihat sikap Jennifer yang terus-menerus menempel pada Dean.

Mereka kan tidak pacaran, buat apa Jennie menempel bak permen karet. Selalu memakai jurus jitu dengan alasan mau melatih tuannya agar menjadi kuat. Taktiknya basi sekali! Jennie cuma mau berdekatan terus dan menggoda Dean setiap hari. Aku nggak akan tinggal diam. Dean adalah milikku!

Asrama pria cukup hening. Semuanya sedang berada di luar kamar. Satu-satunya yang masih di dalam bilik ialah pria pendiam itu. Pria tampan yang sibuk mencorat-coret buku sketsa. Ia menggambar dan menulis, lalu menggambar lagi. Gambarnya cukup bagus. Dua orang yang sedang berlatih pedang.

Seorang perempuan cantik dan pria tampan. Dean tersenyum menggambar perempuan cantik itu. "Eeh, ada apa denganku, kenapa aku menggambar perempuan yang mukanya mirip dengan Jennie?"

Dean segera mencorat-coret gambarnya. Ia tidak melanjutkan gambar, karena ia mendengar sesuatu.

"Siapa!" teriaknya.

Ada seseorang di balik jendela. Penyusup, mungkin pikirnya. Dean segera mengambil senjatanya. Sebuah pedang yang diberikan Jennifer. Kala itu ia berhasil mengalahkan Jennifer melalui latihan di tahap awal. Pedang legendaris itu menjadi miliknya. Itu tidak mudah, karena Jennie bilang akan masuk ke tahap kedua yang lebih sulit lagi. Untuk berjaga-jaga, Jennifer meminjamkan pedangnya pada Dean.

"Tunjukkan dirimu, Penyusup!"

Dean segera bangkit, ia menarik rambut seseorang yang tergerai di luar jendela.

"Awh! Ini aku Kak, Dean," seru seorang gadis. Rambutnya dijambak Dean membuat ia meringis kesakitan. Dean melepaskannya.

"Hei, kenapa kau kemari, tidakkah kau tahu apa peraturan di sini, jangan masuk di area cowok!"

"Iya, tau Kak. Are laki-laki terlarang, tapi aku ingin bertemu Kak Dean," jawabnya dengan sedikit manja.

"Kamu siapa, kenapa mau bertemu aku?"

"Aku Gracie, Kak. Rubah yang imut."

"Rubah siluman licik mana ada imut. Cepat pergi kembali ke asrama mu jangan sampai ada orang yang melihat kita!" Dean cepat-cepat mendorong gadis mungil itu. Gracie tidak mau pergi, ia malah memeluk Dean.

"Jangan berpura-pura, kak Dean. Bukannya Kak Dean menyukai gadis cantik?" Gracie mengusap dagu Dean dengan berani.

"Aish, kamu gadis kecil yang nakal. Pergilah jangan berani menggodaku."

"Kak Dean, bisakah kau meluangkan sedikit waktu, aku menyukai kakak sejak awal melihat di kelas. Kak Dean sangat berkharisma, aku menyukaimu!"

Pernyataan cinta macam apa ini. Apakah siswi di Langit ini sangat agresif? Aku tidak tahan lagi. Bagaimana caranya agar bisa kembali ke bumi! Kalau ada caranya aku bisa kembali tanpa harus lulus sekolah.

Dean berpikir sejenak. Saat ia sedang berpikir, di depan ada suara langkah kaki ke kamarnya. Dean menjadi panik, ia tidak mampu lagi berpikir. Gracie ditariknya dan disembunyikan di lemari.

Gawat. Jangan sampai mereka tahu gadis ini di kamarku! Aku bisa dihukum.

"Kau diam di sini, jangan bersuara, jangan keluar sebelum ku suruh!" bisik Dean menutup bibir gadis itu dengan jemarinya. Gracie salah mengartikan. Ia pikir Dean sudah jatuh cinta dan menyukainya. Gracie memeluk spontan tubuh Dean. "Makasih Kak. Ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Kau pun menyukaiku."

Gadis bego merepotkan!

Dean bertambah panik ketika itu suara gaduh Mark dan beberapa gurunya.

"Cari sampai dapat. Awas aja kalau ketemu, kalian pasti akan ku hukum!" perintah Mark.

Mereka sedang mencari siapa? dirinya kah atau si bego ini?

Dean malah ikut masuk ke dalam lemari. Terpaksa ia berdiri dekat dengan Gracie, keduanya saling berhadapan. Lemari itu terlalu sempit bagi mereka berdua, mereka harus lebih dekat lagi. Boleh dibilang Dean merapatkan Gracie yang mungil ke dadanya.

deg! deg! deg! deg! deg!

Entah debar dada siapa itu yang terus bertalu. Gracie yang senang sekali, melingkarkan kedua lengannya ke leher Dean. Ia berjinjit lalu

CUP! Sebuah kecupan mendarat di pipi si pemuda.

Gracie mengecup bibir Dean. Tangan pemuda itu mengusap bekas ciuman di pipinya.

Matanya seperti melompat keluar. Anak ini keterlaluan kenapa dia melakukan hal itu tanpa berpikir! Argh mau gila aku!

Dean mendorong Gracie dengan kasar sampai pintu lemari terlepas dari engselnya. BRAK! Bunyi keras itu mengundang para laki-laki yang sedang mencari-cari di kamar Dean. Gracie yang terlempar keluar hanya tersenyum bahagia memandang semua yang hadir disitu.

"UPS! Aku ketahuan, deh..."

Mark menatap tajam Dean dan Gracie, seolah mereka adalah musuh. Musuh yang harus disingkirkan. "Kalian ... apa yang kalian lakukan?"

Tak ada rasa gugup sama sekali Gracie yang menjawab. "Kami sedang pacaran, pak Mark. Kami lagi dimabuk asmara."

"Itu tidak benar. Gadis kecil itu yang datang sendiri mencari ku!" Dean menjadi gugup, apalagi berurusan dengan perempuan. Bukannya ia takut perempuan cantik, tetapi ia sedikit jengah. Perempuan itu memang makhluk yang susah ditebak apa maunya. Perempuan itu, Argh. Pokoknya ia tak ingin terlibat dengan perempuan lagi. Gracie tersenyum-senyum. Terutama di situ ada Jennifer dan beberapa kawan perempuan. Semuanya kacau, karena semua perempuan datang bergerombol ke asrama pria. Apakah semua akan dihukum?

Tergantung siapa orang yang membuat kekacauan akan dihukum dengan cara sekolah.

"Gracie, push up atau lari keliling lapangan sambil bawa batu besar yang di sana itu!" perintah Mark menunjuk gusar. Baru besarnya seperti dua papan tulis tergeletak pasrah di sisi gerbang sekolah. Gracie melotot.

Dasar Tua bangka gila. mana mungkin aku sanggup memikul batu sebesar itu sambil lari keliling lapangan? Apa nggak ada hukuman lain saja, misalnya memeluk salah satu cowok terganteng di asrama Langit....

"Ayo lakukan kalau tidak kau ku hajar sampai mati!" hardik Mark marah.

"Dilarang memukul murid, itu juga peraturan, pak Mark," Jennifer menyela. Gadis itu datang dengan membusung dada. Ia menunjuk muka wali kelas.

"Peraturan ke enam ratus dua puluh lima. Murid tidak bisa dipukul sampai mati, kecuali telah melanggar peraturan sebanyak sepuluh kali!" sambungnya lagi.

"Kau tidak usah ikut campur, wanita sistem. Aku wali kelasnya—anak-anak, bukan kau!" bentak Mark. Ludahnya muncrat di muka Jennifer. Beruntung saja gadis itu sudah menangkisnya dengan kipas kecil. Entah dari mana benda itu.

"Ya iyalah, anda wali kelas tuan Dean. Aku tahu itu... jangan marah-marah pak tua, ludahnya ke mana-mana," tukasnya. Jennifer mengusap mukanya.

"Aku berhak melakukan apapun, termasuk menghukum Gracie dan Dean," kata Mark emosi menunjuk Dean. Matanya berkilat. Inilah kesempatan aku mengalahkan anak kurang ajar itu. Akan ku hukum dia seberat-beratnya!

Dean menghela napas panjang. Mark sedang mencari kesalahanku?

Aku tidak melakukannya apa-apa kenapa aku juga dihukum, tidak adil! Siapa yang membuat hukuman bodoh seperti itu. Orangnya payah. Kalau saja peraturan ini ditiadakan saja....

"Baiklah, aku juga harus lari, bukan?" Dean sudah pasrah. ia melakukan hukuman itu asal ia bisa tidur dan semua masalah selesai. Apalagi ia tidak suka melihat Jennifer di situ. Terlalu banyak orang. Teman-teman laki-laki berbisik-bisik seolah mereka menganggap dirinya melakukan hal hina.

"Kalau begitu, kau harus berlari seratus putaran keliling lapangan dan memikul batu besar di punggung, ayo cepat!" perintah Mark lagi.

Halah, gampang itu! Cuma lari apa susahnya...

"Tunggu, kak Dean!" Gracie menarik ujung baju Dean.

Jennifer maju memandangi bengis wajah Gracie. Kau sengaja menggoda tuan Dean, dasar buaya betina!

"Tuan Dean nggak salah dan hanya perempuan itu yang salah, jadi Gracie saja yang menerima hukuman itu," bela Jennie.

"Dia bersama di dalam lemari, apanya yang tidak salah, mereka melakukan hal hina di lemari, pasti begitu!" Mark menuding Dean. Dean tidak bisa terima. Memangnya kapan aku melakukan hal hina itu dasar orang gila. Mengapa dia tahu apa yang terjadi di lemari tadi, seolah dia mengira-ngira dengan benar? Apa dia punya mata tembus pandang?

"Kak Dean mencium bibirku!" tudingnya manja. Gracie yang selalu tersenyum manis, mulai bersuara sangat lembut.

"Aku tidak menciummu!" Dean merasa Gracie sengaja berkata seperti itu agar dia dan dirinya sama-sama mendapatkan hukuman. Gadis sialan! Gracie mendekati Dean lalu menunjukkan bibirnya dihadapan semua orang tanpa merasa malu. Dasar ular betina tidak tahu malu, maki Jennifer.

"Dean, Gracie tunggu apalagi kalian!"

"Sudahlah nikahkan saja keduanya, gitu aja repot!" celetuk seseorang. Murid sekamar Dean. Ia sekarang yang berbicara.

"Gracie menyukai kak Dean, Gracie mencintai kak Dean. Kak Dean mau menikahi Gracie?"

"Cukup drama cinta kalian, semua masuk ke asrama masing-masing!" teriak salah satu guru di sana. Bezos maju masuk ke dalam. Ia tidak tahan lagi dengan drama yang dibuat-buat. Guru itu juga ditakuti oleh beberapa guru tingkatan rendah, termasuk Mark. Dia adalah guru wakil kepala sekolah.

Semua orang pun bubar sambil menggerutu. Hampir saja terjadi perang kalau guru itu tidak ada.

Dean sudah kembali ke kamarnya. Ia mengira semua ini selesai dan lewat begitu saja. Malam itu, di tempat tergelap yang letaknya di timur ada sosok bayangan. Bayangan itu memperhatikan anak-anak yang sudah kembali ke kamar asramanya. Ia menggeram penuh kebencian.

"Besok, kalian akan habis semua! Lihat saja nanti!" gerutu Mark sembari tersenyum licik. Nada suaranya berubah pelan. Ia sudah membenci Dean.

Kau yang lebih dulu akan kuhabisi!

Continue _

Kuis.

Apa rencana Mark?

A. Langsung eksekusi Dean

B. Menghukum Dean tanpa ampun

C. Membuat ujian tersulit

D. Mengusir keluar Dean dan sistemnya dari sekolah itu

Kalau dipilih gak dapat apa-apa hehehehe

Karya ini merupakan karya jalur kreatif

Terpopuler

Comments

Rara

Rara

eksekusi dean /Chuckle/

2024-01-06

0

Rara

Rara

wah berani ni si gresi

2024-01-06

0

Rara

Rara

oooohhh jelaouse nih

2024-01-06

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Penulis Cerita dan Sketsa
2 BAB 2. SI RAMBUT UNGU
3 BAB 3. Siswa Langit
4 BAB 4. Anak Kelas Awal
5 BAB 5. Sang Sistem Cantik
6 BAB 6. Ujian Tahap 1
7 BAB 7. Kekacauan di Asrama Pria
8 BAB 8. Duel Dua Wanita
9 BAB 9. DEAN vs LION
10 BAB 10. Ujian Tahap 2
11 BAB 11. Persiapan
12 BAB 12. Kejadian masa lalu (1)
13 BAB 13. Hubungan
14 BAB 14. UJIAN 3
15 BAB 15. Lumpur Warna
16 BAB 16. Kekacauan Asrama Pria (2)
17 BAB 17. STEFANUS vs ELLENE
18 BAB 18. UNDECIDED
19 BAB 19. Hutan itu
20 BAB 20. Serangan Tak Terduga
21 Bab 21. Chyntia
22 Bab 22. Jatuh
23 Bab 23. Valley of Sadness
24 Bab 24. Ciptaan yang Terbuang
25 Bab 25. Liburan Telah Usai
26 Bab 26. Dean di Dungeon Tanaman
27 Bab 27. Bertemu King Bluemen
28 Bab 28. Menguji Kecerdasan Pikiran
29 Bab 29 . Terjebak dalam Labirin Anjing
30 Bab 30. Serangan Hellhound
31 Bab 31. Membalas budi
32 Bab 32. Kotak Misterius
33 Bab 33. Tubuh Baru
34 Bab 34. Pertarungan Sengit (1)
35 Bab 35. Back to School (1)
36 Bab 36. welcome: Sky High Chronicles
37 Bab 37. Menjadi Asing
38 Bab 38. Aku ada Dua?
39 Pertarungan Ditunda
40 40. Librarian
41 41. Boneka vs Dean (Dean asli)
42 Bab 42. Melawan tuan Kematian
43 Bab 43 Pion-pion terkuat
44 Sekapur Sirih dari Author
45 Bab 44 Pertarungan Sengit 2
46 Bab 45. Runtuhnya Sekolah Langit
47 Bab 46. Pertarungan Sengit 3
48 Bab 47. Terkurung di dalam Bola Merah
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50 Rumah Orang Mati
52 Bab 51. Dicabik, Dibunuh dengan Keji
53 Bab 52. Pengorbanan Denny
54 Bab 53. Menjadi Gila Setengah Hari
55 Bab 54 Diintai Maut
56 Bab 55 Bertemu Gelael
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58 Pertarungan Bayangan
60 Bab 59
61 60. 4 bab Terakhir
62 61. 3 Bab Terakhir
63 62. 2 bab Terakhir
64 Bab 63. SKY HIGH End: Kembali ke Bumi
Episodes

Updated 64 Episodes

1
BAB 1. Penulis Cerita dan Sketsa
2
BAB 2. SI RAMBUT UNGU
3
BAB 3. Siswa Langit
4
BAB 4. Anak Kelas Awal
5
BAB 5. Sang Sistem Cantik
6
BAB 6. Ujian Tahap 1
7
BAB 7. Kekacauan di Asrama Pria
8
BAB 8. Duel Dua Wanita
9
BAB 9. DEAN vs LION
10
BAB 10. Ujian Tahap 2
11
BAB 11. Persiapan
12
BAB 12. Kejadian masa lalu (1)
13
BAB 13. Hubungan
14
BAB 14. UJIAN 3
15
BAB 15. Lumpur Warna
16
BAB 16. Kekacauan Asrama Pria (2)
17
BAB 17. STEFANUS vs ELLENE
18
BAB 18. UNDECIDED
19
BAB 19. Hutan itu
20
BAB 20. Serangan Tak Terduga
21
Bab 21. Chyntia
22
Bab 22. Jatuh
23
Bab 23. Valley of Sadness
24
Bab 24. Ciptaan yang Terbuang
25
Bab 25. Liburan Telah Usai
26
Bab 26. Dean di Dungeon Tanaman
27
Bab 27. Bertemu King Bluemen
28
Bab 28. Menguji Kecerdasan Pikiran
29
Bab 29 . Terjebak dalam Labirin Anjing
30
Bab 30. Serangan Hellhound
31
Bab 31. Membalas budi
32
Bab 32. Kotak Misterius
33
Bab 33. Tubuh Baru
34
Bab 34. Pertarungan Sengit (1)
35
Bab 35. Back to School (1)
36
Bab 36. welcome: Sky High Chronicles
37
Bab 37. Menjadi Asing
38
Bab 38. Aku ada Dua?
39
Pertarungan Ditunda
40
40. Librarian
41
41. Boneka vs Dean (Dean asli)
42
Bab 42. Melawan tuan Kematian
43
Bab 43 Pion-pion terkuat
44
Sekapur Sirih dari Author
45
Bab 44 Pertarungan Sengit 2
46
Bab 45. Runtuhnya Sekolah Langit
47
Bab 46. Pertarungan Sengit 3
48
Bab 47. Terkurung di dalam Bola Merah
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50 Rumah Orang Mati
52
Bab 51. Dicabik, Dibunuh dengan Keji
53
Bab 52. Pengorbanan Denny
54
Bab 53. Menjadi Gila Setengah Hari
55
Bab 54 Diintai Maut
56
Bab 55 Bertemu Gelael
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58 Pertarungan Bayangan
60
Bab 59
61
60. 4 bab Terakhir
62
61. 3 Bab Terakhir
63
62. 2 bab Terakhir
64
Bab 63. SKY HIGH End: Kembali ke Bumi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!