Untuk beberapa alasan Jia Chen merasa bahwa kehadiran buku itu sangat mengganggu langkahnya, ia lalu mengambil bulu itu sambil melihat covernya, dan merasa bahwa buku itu sangat membosankan. tapi ia berpikir untuk membaca buku itu sebentar, jadi ia membawa buku itu ke tempat santai di ruang keluarga.
"apa yang membuat buku ini begitu menarik? selain sampulnya yang menawan juga elegan, apa itu saja?" Jia Chen membalikkan buku itu serta melihat cover depan serta belakang.
sambil menonton televisi Jia Chen membaca buku, tentu saja ia tidak membaca dengan fokus dan malah melihat acara televisi dan tertawa lepas. ia menonton film komedi agar bisa melupakan semua hal yang telah terjadi sebelumnya.
karena merasa bahwa buku itu tidak terlalu penting, Jia Chen meletakkannya di atas meja, dan tidak peduli dengan apa yang akan terjadi dengan buku tersebut.
hingga tanpa di sadari kekuatan mata Jia Chen aktif dengan sendirinya, dan bahkan tidak mengurangi energi sihir miliknya. hal itu tentu saja membuat ia menjadi kaget juga terkejut.
"ini bukan hal yang biasa terjadi, kenapa aku bisa menggunakan jurus mataku tanpa mengaktifkannya terlebih dahulu? itu sangat aneh." Jia Chen mengelus kepalanya sambil berpikir alasannya.
saat itu Jia Chen tidak tahu bahwa itu karena buku ajaib tersebut, bahkan ia malah melihat sekeliling sambil mengagumi kekuatan yang ia miliki.
"Apa ini karena kehebatan yang aku miliki? itu sebabnya aku dengan cepat menguasainya." Jia Chen menatap cermin serta melihat betapa keren dirinya itu.
ngeliat bakat hebat yang dimiliki Jia Chen, ia lalu kembali duduk dengan santai sambil bersantai di atas sofa yang empuk. Tiba-tiba kedua orang tua Jia Chen datang, mereka terlihat sangat kelelahan dan seperti tidak bersemangat.
"ayah... ibu... apa kalian membawa..." kata-kata Jia Chen terhenti ketika ia melihat bayangan hitam yang mengelilingi kedua orang tuanya, mungkin adalah penyebab mereka capek.
orang tua Jia Chen hanya menggangguk tanpa mengatakan satu patah kata pun, tidak seperti biasa dimana orang tua Jia Chen akan langsung memperhatikan keadaan Jia Chen.
namun hal itu membuat Jia Chen menjadi khawatir, ia melihat seperti sosok bayangan yang begitu pekat, tidak tampak seperti manusia. tapi hanya seperti asap hitam yang menyelubungi, walau tidak terlalu berakibat buruk.
dengan satu kata dari Jia Chen, semua makhluk itu perlahan-lahan mulai menghilang. dan seperti dugaan orang tua Jia Chen mulai memeluk Jia Chen dengan lembut dan merasa lebih baik dari sebelumnya.
melihat orang tuanya sudah kembali, Jia Chen merasa bahagia dengan pencapaiannya. ia lalu kembali ke sofa sambil menonton televisi, tanpa ia sadari kekuatan masih aktif dan dalam waktu yang lumayan lama.
karena penasaran Jia Chen mengambil buku itu, lalu membukanya. yang ternyata hanya sebuah buku tentang kultivasi, hal itu membuat Jia Chen menjadi sedikit bosan dan mungkin hampir tertidur.
"kultivasi... artinya adalah..."Jia Chen memejamkan matanya lalu tertidur,
ketika membuka mata Jia Chen menjadi kaget karena ia masih santai dengan membuka buku itu, namun sekarang buku itu menjadi kosong. tidak ada tulisan apa-apa di dalam sana, bahkan dengan cover bukunya.
hal itu membuat Jia Chen menjadi kaget, serta berpikir bahwa mungkin ia sedang berhayal atau itu mungkin efek dari ia yang sedang kelaparan.
disana Jia Chen melihat kucing piaraannya yang sedang berjalan-jalan tanpa arah, ia pun mengambil dua buah mangkuk yang kemudian diisi dengan makanan serta susu khusus kucing.
"Taro, ini makanan untukmu. aku yakin kai pasti menyukainya." Jia Chen berjongkok dan melihat Taro begitu menikmati makanannya.
dan hal itu membuat Jia Chen menjadi bahagia, juga sedikit merasa tenang. karena ia tidak bisa tahan ketika melihat benda-benda mengemaskan.
setelah melihat Taro yang selesai makan, Jia Chen mengangkat kucingnya itu dan membawa ke ruang santai untuk beristirahat sejenak.
saat sedang duduk, buku itu seperti menarik perhatian dari Jia Chen yang sedang memeluk Taro. di dalam buku tersebut di beritahu bahwa dengan melakukan meditasi, manusia bisa menambah usia seseorang.
membaca itu Jia Chen tertawa terbahak-bahak, menurut pendapatnya itu adalah hal konyol yang pernah ia lihat. dan mungkin bisa di bilang tidak mungkin, namun Jia Chen terdiam karena seingatnya buku itu kosong tapi bagaimana bisa muncul tulisan lagi.
kepala Jia Chen mulai menjadi sakit, ia tidak bisa percaya dengan apa yang ia lihat. Tiba-tiba muncul sebuah tulisan lagi kali ini tidak berhubungan dengan kultivasi atau apapun.
hanya tertulis 'Apa kau tertawa? atau mungkin kau tidak percaya dengan apa yang aku beritahu?'.
Jia Chen menjadi tertawa karena tulisan tersebut, ia yang tidak percaya semua hal berbau mistis. namun semua berubah ketika buku itu tertulis namanya beserta biodata lengkap miliknya. ia menelan liurnya tidak percaya, tapi itu tidak mungkin palsu.
berpikir itu adalah trik sulap yang biasa di buat oleh orang-orang, Jia Chen mengambil segelas air dan berniat untuk menuangkan ke dalam buku tersebut. namun sebelum melakukan hal itu muncul sebuah peringatan lainnya 'jangan berpikir untuk menyiram buku ini dengan air, atau membakarnya. karena itu adalah hal yang sia-sia'.
"Jangan bilang bahwa buku ini mengetahui apa yang akan aku lakukan kepadanya, tapi jika aku benar maka harusnya Taro mengetahui hal tersebut." Jia Chen melihat buku itu dengan perasaan tidak percaya. "tapi sihir itu tidak ada."
walaupun tidak percaya sihir, tapi Jia Chen lupa dengan kekuatan mata yang ia miliki. namun pendirian Jia Chen sepertinya tidak bisa tergoyahkan karena meskipun ia telah lihat atau rasakan.
terlalu lama menatap buku itu membuat Jia Chen menjadi bosan dan karena merasa terganggu dengan buku tersebut, Jia Chen memutuskan untuk memberikannya kepada orang lain yang mungkin lebih membutuhkannya.
setelah dipikir pikir mungkin Xuan Huang akan lebih membutuhkan buku itu lebih dari dirinya. jadi Jia Chen mengirim pesan singkat kepada Xuan Huang, namun entah kenapa jaringan tiba-tiba menjadi buruk dan tidak dipakai untuk berkomunikasi.
"sepertinya ada hal yang janggal dengan ini, kenapa jaringan menjadi buruk di saat seperti ini? maksudku aku bisa menonton video stream bahkan dengan resolusi 1080px tapi kenapa tidak dengan pesan?" Jia Chen menggaruk kepalanya tidak bisa percaya dengan masalah Internet ini.
Berpikir terlalu lama membuat Jia Chen menjadi lapar jadi ia memutuskan untuk pergi ke dapur dan mengambil beberapa makanan dalam lemari es, tapi tak seperti dugaan ada seseorang yang mengetuk pintu rumah mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments