Bab 10 : Gelang Ajaib

merasa di fitnah Jia Chen menatap ke arah Xiu Mei dengan wajah serius dan tajam.

"jadi maksudmu, aku adalah orang yang bertanggung jawab? kalau begitu aku akan mencari cara untuk pergi dari sini sendiri." Jia Chen berdiri lalu pergi ke arah loker dan melihat ada apa di sana sebenarnya.

saat melihat ke dalam loker ia menemukan ada sebuah buku harian, yang terlihat sangat kuno. dan terlupakan, saat hendak membukanya entah kenapa ia merasa ada yang aneh dengan hal itu.

sambil mencoba untuk tetap tenang Jia Chen membawa buku itu dan menemui teman-temannya.

"Xiu Mei, aku ingin kau membakar buku ini dengan sihir apimu." Jia Chen memberikan buku harian itu kepada Xiu Mei.

"tadi aku minta maaf karena tadi membuat lelucon yang tidak lucu, dan malah membuatmu marah." Xiu Mei menundukkan kepalanya dan merasa bersalah.

"setelah ini kita harus membagi kelompok menjadi 2, atau kita akan kerepotan keluar dari sini." Jia Chen menunggu persetujuan dari teman-temannya.

"Baiklah kalau begitu, bagaimana jika Jia Chen, Yue Lin dan juga Liu Qing berada di satu tim sementara aku akan bersama dengan Xue Qiu, karena kita berdua punya kemampuan terbang." Xiu Mei berbicara dengan percaya diri.

setelah terdiam beberapa saat akhirnya mereka setuju dengan pembagian tersebut.

"sebelum berpisah, aku ingin kalian memiliki ini." Jia Chen memberikan sebuah gelang dengan warna berbeda untuk ke empat teman-temannya.

"Apa ini? dan apa fungsi dari benda ini?" tanya Xiu Mei penasaran.

"itu adalah gelang yang bisa melindungi kalian, dan juga bisa digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. jika ada sebuah tombol yang harus ditekan pada saat yang bersamaan." Jia Chen berdiri dan bersiap untuk pergi.

ketika melihat bahwa teman-temannya telah menggunakan gelang itu, Jia Chen pergi ke tempat yang berbeda.

saat Yue Lin dan Liu Qing mencari tidak ada Jia Chen di mana pun, yang ternyata telah pergi sendiri.

merasa ada yang aneh dengan sekeliling Jia Chen melihat ke arah tangga yang mungkin bisa ia lewati, lamunannya terganggu ketika Yue Lin dan Liu Qing datang dari belakang.

"Aku tidak percaya, kau baru saja berniat untuk pergi sendiri. apa kau tidak mempercayai kami bisa membantu." Yue Lin terlihat kecewa dengan Jia Chen.

"padahal aku pikir bisa pergi menyelesaikan semua sendiri." Jia Chen menghela nafas sambil menggelengkan kepala.

seketika ada sebuah cahaya yang berasal dari tangga, kali ini Jia Chen tidak merasakan ada sesuatu yang aneh dengan cahaya itu.

dengan langkah pasti Jia Chen berjalan ke arah tangga dan ketika ia hampir lupa dengan kedua teman yang lain yaitu Xue Qiu dan juga Xiu Mei.

Jia Chen menekan tombol yang ada di gelangnya dan terhubung dengan Xue Qiu dan juga Xiu Mei.

"Xue Qiu dan juga Xiu Mei, aku berhasil menemukan jalan pintas untuk keluar. segera kesini." Jia Chen memberikan koordinasi tempat ia berdiri lewat gelang yang telah ia berikan.

setelah lama menunggu akhirnya mereka berdua datang juga, dan mereka bersiap untuk melewati jalan pintas tersebut.

tanpa di duga akhirnya mereka bisa keluar tanpa adanya hambatan sama sekali, namun mereka merasakan bahwa ada serangan musuh tapi tidak bisa melukai mereka.

mereka berhasil sampai ke halaman sekolah, dengan langkah cepat, Xiu Mei berlari ke arah pintu gerbang. namun ia tidak bisa lewat karena ada energi sihir yang menghalangi.

gelang yang mereka pakai tiba-tiba memancarkan sebuah cahaya, yang memerangi seluruh area sekolah.

tapi cahaya itu tidak membuat mata Xiu Mei menjadi sakit, dia bahkan terlihat terbiasa dengan cahaya hangat tersebut.

dengan ajaib pintu gerbang terbuka dengan lebar, namun setiap berjalannya waktu ia tertutup.

dan sambil berlari Jia Chen serta teman-temannya berlari ke arah gerbang, dan berhasil keluar dari sana.

saat di luar, sepintas Jia Chen melihat di dalam ruangan kelas yang gelap lagi-lagi ada Xuan Huang.

melihat itu Jia Chen menjadi terdiam tanpa mengatakan apa-apa lagi, ketika ia melihat di belakang Xuan Huang ada makhluk yang mengincar.

ketika Jia Chen ingin kembali, pintu gerbang itu tertutup dan membuat ia dan juga teman-temannya berada di luar.

perasaan Jia Chen bercampur aduk antara senang karena bisa keluar dengan aman, namun perasaan bersalah karena meninggalkan Xuan Huang di dalam.

"Jia Chen berhenti menatap ke arah sekolah, jika kau tidak mau kembali ke sana lagi." Liu Qing menarik lengan Jia Chen dengan paksa.

" tapi Xuan Huang masih berada di sana, di dalam kelas." Jia Chen menunjuk ke arah kelas tempat mereka berada beberapa saat yang lalu.

mereka hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Jia Chen, karena tidak ada apa-apa di sana.

karena Jia Chen tidak mau beranjak dari pintu gerbang kampus, dan hanya menatap kelas itu selama beberapa saat. Liu Qing mendekat dan membuat ia pingsan.

setelah bangun Jia Chen terkejut bahwa ia telah berada di rumahnya, jadi ia berpikir bahwa mungkin selama ini dia hanya berhalusinasi.

"mimpi yang sangat aneh, ya wajar sih... karena mana ada manusia rubah, iblis, naga atau pun malaikat." Jia Chen meregangkan otot-ototnya dan berdiri dari kasur empuknya sambil tersenyum.

melihat keadaan sekeliling Jia Chen berjalan menuju ke jendela, dan membuka tirai. dia merasakan betapa hangatnya matahari pagi yang menyinari wajahnya.

"walaupun mereka kadang menyebalkan, tapi entah kenapa aku merindukan mereka. teman-temanku, aku harap bisa bertemu dengan mereka lagi." Jia Chen meletakkan tangan di jendela dan membenamkan wajahnya.

beberapa saat kemudian Jia Chen berdiri tegak dan pergi ke dapur, untuk memasak makanan. ia merasa sedikit sedih, padahal dulu sebelum bertemu dengan teman-temannya ia selalu sendiri.

"Aku kesepian, aku ingin bertemu dengan mereka bahkan jika hanya satu kali saja." Jia Chen memasak dengan tidak fokus, menyebabkan makanannya gosong.

akhirnya Jia Chen memutuskan untuk mencoba beberapa kali, dan ada juga satu yang berhasil.

Jia Chen lalu mengambil makanan tersebut dan diletakkan di atas meja, dengan tidak bersemangat ia memakan makanan itu.

namun karena terlalu sedih, Jia Chen bahkan tidak bisa makan dengan baik. ia memutuskan untuk meninggalkan makanan itu di meja dan mencari keberadaan teman-temannya di ruangan lain di rumahnya.

"Tentu saja mereka kan tinggal di rumah mereka, tidak mungkin mereka akan ada di sini." Jia Chen kembali ke kasurnya dan berniat untuk tidur lagi.

walaupun begitu Jia Chen kesulitan untuk tidur, karena saat itu kan masih pagi, tidak mungkin ia bisa tidur secepat itu.

saat sedang putus asa, tiba-tiba bel pintu rumahnya berbunyi. dengan tanpa semangat Jia Chen berdiri dari kasur dan menuju ke arah pintu.

"Tunggu sebentar, aku akan segera membukakan pintu." Jia Chen memegang gagang pintu dengan gemetaran, ia khawatir jika orang di depan pintu adalah seorang stalker atau semacamnya.

ketika Jia Chen membuka pintu, ia menjadi kaget dan terkejut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!