Xiu Mei berdiri dan melompat kegirangan karena menemukan arti dari kata-kata tersebut.
"Teman teman dengar ini, aku telah menemukan arti dari teka teki yang tertulis. tapi sebelum itu, puji aku terlebih dahulu." Xiu Mei tersenyum dengan perasaan bangga.
"kau memang hebat Xiu Mei," Xue Qiu ikut melompat bersama Xiu Mei.
"sepertinya masih ada satu orang yang kurang, siapa ya?" Xiu Mei pura-pura tidak tahu, padahal ia menunggu Jia Chen memuji dirinya.
"siapa orang itu?" Xue Qiu terlihat kebingungan.
dengan wajah datar Xiu Mei memberi kode kepada Xue Qiu kalau orang tersebut adalah Jia Chen.
namun Xue Qiu tidak memahami apa yang dilakukan oleh Xiu Mei, jadi ia hanya tersenyum saja.
"orang yang aku maksud adalah Jia Chen, dia tidak mengatakan apa-apa tentang kecerdasan milikku." Xiu Mei menatap Xue Qiu dengan wajah datar.
"Baiklah jika itu keinginanmu, aku akan memberimu pujian. Xiu Mei kau benar-benar hebat, aku tidak menyangka kau bisa memecahkan teka tekinya." Jia Chen tersenyum.
"itu saja? tidak menarik." Xue Qiu duduk di kursi sambil mengangkat kaki.
merasa bingung Jia Chen menepuk kepalanya memikirkan apa yang harus ia katakan selanjutnya.
"Kamu memang sangat keren, aku bangga kepadamu." Jia Chen menyentuh pundak Xiu Mei dengan tatapan bangga.
"tch.. padahal aku mau yang sedikit lebih bersemangat, tapi ya sudahlah." Xiu Mei menghela nafas dan terlihat kecewa.
"jadi apa artinya?" Jia Chen menunggu apa yang akan di katakan Xiu Mei.
"menurutku, arti dari pahlawan yang merebut piala penghargaan. itu berarti kau harus merebut hati seseorang, atau mungkin membuat dia mencintaimu." Xiu Mei sangat bangga dengan penemuannya.
"Bagaimana bisa kaya gitu, bilang saja kau tidak tahu. karena itu hal yang tidak masuk akal." wajah Jia Chen menjadi datar mendengar perkataan Xiu Mei.
"dan arti dari orang berhati dingin, ialah orang yang bersifat dingin dan tentu saja itu berarti orang terpopuler di sekolah. Liu Qing seorang siswa tampan yang tidak bisa di deketin siapapun." Xiu Mei tertawa sambil meletakkan kedua tangan di samping pinggangnya.
"waw... Xiu Mei memang keren, aku tidak menyangka ternyata artinya semudah itu." Xue Qiu menatap Xiu Mei dengan mata berbinar-binar.
"yang benar saja, sejak kapan artinya menjadi seperti itu? jika teka tekinya semudah itu, kita tidak akan mendapatkan kesulitan selama ini." Jia Chen melihat potongan kertas yang berisi tulisan kuno.
"itu artinya Jia Chen, kau harus memenangkan perasaan Liu Qing. tapi jangan khawatir karena aku Xiu Mei yang hebat akan membantumu." Xiu Mei memejamkan mata lalu kembali duduk ke kursi.
"Bagaimana jika artinya berbeda, bagaimana jika itu bukan puisi tapi arti sesungguhnya?" Jia Chen bergumam dalam hati.
Tiba-tiba Xiu Mei berdiri lalu dengan menggunakan kacamata keren ia beranjak pergi keluar.
"Xiu Mei, mau ke mana kau?" Tanya Jia Chen penasaran.
"Aku akan pergi mengatakan pada Liu Qing bahwa kau ingin berbicara dengannya dengan serius dan hanya berdua saja." Xiu Mei bersiap berlari meninggalkan Jia Chen dan Xue Qiu.
"Apa... jangan berani kau pergi menemuinya." Jia Chen melompat dari kursinya.
seketika Jia Chen terhenti ketika mengingat tentang Xue Qiu, ia lalu mengajak Xue Qiu ikut dengannya.
"Xue Qiu, ikut aku mengejar Xiu Mei. jika tidak, mungkin ia akan membuat lebih banyak masalah." Jia Chen menunggu respon dari Xue Qiu.
dengan sangat tidak sabar Jia Chen menghentakan kakinya ke lantai, namun Xue Qiu hanya menatap dengan tatapan kebingungan.
bahkan ketika Jia Chen memberikan kode kepada Xue Qiu, masih saja ia tidak mengerti.
akhirnya Jia Chen menghela nafas dan memutuskan untuk mengatakannya langsung.
"Aku ingin kau membantuku Xue Qiu, kita harus mengejar Xiu Mei sebelum dia berbicara dengan Liu Qing." Jia Chen menatap Xue Qiu yang akhirnya mengerti apa yang ia katakan.
sebenarnya Jia Chen tidak ingin mengajak Xue Qiu, tapi karena mereka telah bersama selama ini.
maka dari itu Jia Chen memutuskan untuk mengajak Xue Qiu, mereka lalu mencari tempat yang mungkin di datangi oleh Xiu Mei
Jia Chen pergi bersama dengan Xue Qiu menuju taman kampus, namun tidak ada tanda-tanda keberadaannya.
karena beberapa alasan Jia Chen pergi ke tempat duduk di mana ia biasa menghabiskan waktu membaca buku.
tempat itu mengingatkan Jia Chen kepada temannya Xuan Huang, yang menurut informasi yang beredar hilang tanpa jejak.
merasa bernostalgia Jia Chen duduk di kursi tersebut sambil mengajak Xue Qiu.
seketika ingatan Jia Chen kembali, ia mengingat ketika Xuan Huang selalu mengganggu dirinya.
"Jia Chen, aku tidak ingin mengganggu lamunanmu. tapi coba kau lihat patung itu di sana," Xue Qiu menuju ke arah patung yang ada di tengah taman.
"Aku tahu tapi bukan kah itu hanyalah patung yang tidak berarti, lagi pula sepertinya tidak ada yang spesial dengan patung itu." Jia Chen menatap patung itu yang sepertinya ada yang berbeda dengan yang biasa ia lihat.
karena merasa penasaran Jia Chen mendekati ke arah patung tersebut, dan melihat beberapa keanehan yang ada.
namun saat Jia Chen ingin menyentuh patung itu, tiba-tiba ia teringat dengan masalah yang mungkin akan di timbul kan oleh Xiu Mei.
dilanda dilema Jia Chen memikirkan apa hal yang harus ia lakukan, apakah mencari benang misteri yang sedang ia lakukan. atau mencari Xiu Mei agar tidak terkena masalah.
"Xue Qiu, bagaimana jika kita pergi mencari Xiu Mei terlebih dahulu. kita bisa kembali nanti ketika bertemu Xiu Mei." Jia Chen berbalik dan berniat untuk pergi dari sana.
namun Xue Qiu mengeluarkan secarik kertas dan meletakkannya di dalam kantungnya, lalu pergi dari sana.
setelah berpikir panjang Jia Chen memikirkan dua tempat yang mungkin akan di datangi oleh Xiu Mei, yaitu ruangan kelas atau mungkin ruangan olah raga,
dengan langkah cepat Jia Chen pergi ke ruangan olahraga terlebih dulu, namun karena Xue Qiu berlari sedikit lambat Jia Chen harus menunggu lebih lama lagi.
"Xue Qiu, apa kau ingin aku mengendongmu? aku bisa membantumu? bagaimana?" Jia Chen tidak sabar dengan Xue Qiu yang berjalan lambat.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit capek saja." wajah Xue Qiu terlihat sedikit pucat.
melihat Xue Qiu yang mungkin sakit, Jia Chen datang menghampiri dan memberikan sedikit energi sihir yang ia miliki.
tanpa di duga wajah Xue Qiu menjadi lebih ceria, ia bahkan berlari lebih cepat dari Jia Chen.
Tiba-tiba Xue Qiu berhenti, dan menatap ke arah ruangan kelas. yang sepertinya Liu Qing ada di sana,
karena jarak antara mereka berada dengan lantai kelas itu berbeda empat lantai, Jia Chen berlari menuju tangga.
tapi Xue Qiu hanya berdiam dan menatap Jia Chen, dengan langkah pasti ia memeluk Jia Chen dan melompat ke dinding jendela di lantai empat.
dengan perlahan Xue Qiu membuka jendelanya, seperti yang ia duga Xiu Mei ada di sana dengan Liu Qing juga.
sambil menarik nafas Jia Chen datang dan ternyata Xiu Mei juga baru sampai, berpikir bahwa ia bisa mencegah Xiu Mei.
Jia Chen mendekati Liu Qing dan juga Xiu Mei yang sedang berbincang-bincang.
"kau lihat orang yang di belakangmu, ia bernama Jia Chen. katanya ia ingin berbicara denganmu secara pribadi." ucap Xiu Mei dengan pelan.
tapi Liu Qing hanya menatap Jia Chen dengan perasaan aneh, dan begitu juga dengan Jia Chen yang kebingungan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Susu Kopi Cokelat
kata-kata seperti apa?
2023-12-26
0
Cleopatra Karinda
ada kata yang tak ku pahami
2023-12-26
0