karena menyangka bahwa teman-temannya telah pergi meninggalkan dia sendiri, Jia Chen memeluk mereka satu persatu.
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa-apa, aku senang kalian di sini." Jia Chen terlihat senang melihat Xue Qiu dan juga Xiu Mei.
dan dengan senang hati Jia Chen mengizinkan mereka masuk ke dalam rumahnya.
"tapi Jia Chen, kami hanya pergi ke luar untuk mencari bahan makanan untuk sarapan." Xue Qiu meletakkan bahan belanjaan di atas meja.
"Mungkin jika di bilang sarapan, sudah terlambat. makan siang lebih cocok." Xiu Mei berkata sambil tersenyum bahagia.
"ngomong-ngomong, kenapa Xiu Mei kau membawa dua koper penuh?" Jia Chen melihat Xiu Mei seperti mau pindahan.
"itu karena aku akan tinggal di sini, lagi pula kau masih ingat janjimu kan? jika keluar kita akan berkencan." Xiu Mei menyediakan mata kepada Jia Chen.
tapi seingat Jia Chen, ia tidak pernah menyetujui hal itu. jadi ia hanya tersenyum sambil kebingungan.
"Jangan lupakan kami ya," Liu Qing datang dan ditemani oleh Yue, yang juga membawa koper yang besar.
karena sudah berkumpul semua Xue Qiu berdiri dan beranjak ke dapur untuk memasak sesuatu, yang membuat Jia Chen ikut dengannya lalu membantu.
ketika di dapur Xue Qiu mengeluarkan bahan makanan yang ternyata tidak ada dagingnya, hal itu membuat Jia Chen bertanya-tanya.
"kau tidak membeli ikan atau semacamnya?" Jia Chen mencari ke dalam kantung plastik tapi tidak ada apapun di sana.
"maaf, tapi aku tidak membelinya. karena aku dengar Yue Lin tidak memakan daging, jadi aku pikir bisa mengubah sayur ini agar terasa seperti daging." Xue Qiu memutar pisau kecil di tangannya lalu mulai memotong sayuran.
dengan di bantu oleh Jia Chen, proses memasaknya menjadi lebih cepat dari dugaan. tinggal menunggu sampai makanannya matang.
"Aku tidak menyangka, kau bisa sehebat ini saat memasak." Xue Qiu tersenyum dengan bangga melihat keahlian Jia Chen.
"itu karena aku sudah terbiasa memasak sejak kecil, orang tuaku sering berada di luar rumah dan kadang tidak pulang sama sekali." Jia Chen melihat ekspresi Xue Qiu yang sepertinya sedih mendengar perkataannya.
setelah di tunggu lama, akhirnya selesai juga. dan dengan semangat Jia Chen membawa semua makanan itu ke atas meja.
seperti biasa sebelum makan Xiu Mei mengambil ponselnya dan memotret foto makanan itu lalu membuka sosial media dan berniat mengirimkan ke sana.
"Xiu Mei, jika kau ingin mengirim foto. pakai lah timer beberapa saat setelah di kirim, atau orang-orang akan datang ke rumahmu." jelas Liu Qing.
"asalkan kau tidak meletakkan alamat lengkap dalam postinganmu," Jia Chen menepuk kedua tangannya dan bersiap untuk makan.
walaupun Jia Chen hanya membantu memotong sayuran, tapi ia merasa sudah ikut bagian dalam proses memasak.
"Hey, Xue Qiu apa jenis daging yang kau masukkan ke dalam sini? ini sangat lembut, pasti daging muda." Xiu Mei terlihat sangat menikmati makanan tersebut.
tapi mendengar itu Yue Lin menghentikan makannya, dan meletakkan piringnya di pojokan. yang menandakan ia tidak akan makan lagi.
disisi lain Xue Qiu hanya tersenyum sambil sesekali melirik ke arah Jia Chen.
"Aku bahkan tidak meletakkan daging apapun, saat berbelanja pun aku hanya membuat sayur saja." Xue Qiu terlihat sangat tenang dan tersenyum manis.
sontak itu membuat semua orang kaget kecuali Jia Chen, yang membantu Xue Qiu dalam proses memasak.
"tidak mungkin," teriak Xiu Mei, Yue Lin dan juga Liu Qing.
"Tentu saja itu mungkin, karena aku ahli dalam bidang memasak." Xue Qiu tersenyum dengan percaya diri.
walau sedikit tidak percaya dengan ucapan Xue Qiu, mereka memutuskan untuk memakannya dengan lahap karena memang sangat lapar.
setelah makan mereka pergi ke ruang santai, sementara Jia Chen pergi ke balkon rumahnya.
melihat itu Liu Qing berdiri di samping Jia Chen yang terlihat sedang memikirkan banyak hal, dan membutuhkan seseorang yang bisa di ajak bicara.
"Jia Chen, jika kau membutuhkan teman curhat. Aku lah orang yang tepat untuk itu." Liu Qing melirik Jia Chen yang sepertinya tidak tertarik untuk membicarakannya.
"Aku... tidak tahu harus memulainya dari mana," Jia Chen menghela nafas panjang.
"kau bisa memulainya dari mana saja, aku akan siap mendengarnya." Liu Qing menatap Jia Chen dengan wajah penasaran.
beberapa saat Jia Chen berhenti dan berpikir sejenak, ia tidak tahu apakah ia bisa berbagi hal ini dengan orang lain atau tidak? apa ia siap untuk melakukannya.
akhirnya Jia Chen memutuskan untuk mempercayai Liu Qing sebagai seorang teman yang sudah bersama selama ini.
"orang tuaku sudah pergi selama setahun. namun tidak juga kembali, padahal ulang tahunku sudah dekat." Jia Chen terlihat kecewa dengan ketidak hadiran orang tuanya.
"Aku memang tidak bisa menggantikan orang tuamu, alasan aku pergi juga karena tidak di anggap oleh orang tuaku." Liu Qing menyentuh pundak Jia Chen dan tersenyum.
seketika Jia Chen menangis lalu duduk di lantai, dan membenamkan wajahnya di lengan. tanpa menghiraukan sekelilingnya.
Tiba-tiba Xiu Mei yang tidak tahu apa-apa datang dan menarik kerah baju Liu Qing.
"Apa yang kau lakukan kepada Jia Chen? aku tahu kau pasti menyembunyikan sesuatu," Xiu Mei terlihat sangat marah dengan api yang mengelilingi dirinya.
"Apa salahku? aku tidak melakukan apa-apa, singkirkan tanganmu dariku." Liu Qing melepaskan tangan dari kerah bajunya.
Jia Chen tiba-tiba berdiri dan memeluk Liu Qing dan juga Xiu Mei, dan mengusap matanya.
"Aku minta maaf telah membuat kalian bertengkar, aku akan berusaha untuk tidak menangis lagi lain kali." Jia Chen mengangkat kepalanya lalu tersenyum.
setelah lama saling menatap Jia Chen dan lainnya hanya tertawa, dan berdiri dengan tegap.
beberapa saat kemudian Jia Chen pergi ke kamarnya dan mengambil sebuah kertas, lalu menunjukkan kepada teman-temannya.
"Apa ini?" tanya Yue Lin penasaran.
"ini adalah kasus yang akan kita pecahkan, tentang pembunuhan yang sedang terjadi di sekitar sini." Jia Chen merasa tergantung dengan misi tersebut.
"tapi, bukankah polisi sudah menangani kasus ini?" Xue Qiu melihat kertas yang di tunjukkan oleh Jia Chen.
dengan nada percaya diri Jia Chen menutup matanya dan menggerakkan jarinya yang menandakan bahwa itu tidak benar.
"Jangan salah paham, polisi memang sedang mencarinya. tapi bukankah akan lebih baik, jika kita bisa membantu polisi. dengan kekuatan yang kita miliki." Jia Chen menyilangkan tangan di dadanya.
"tapi bukankah tingkatanmu masih rendah ya?" Xiu Mei menggaruk kepalanya.
"tenang saja, Jia Chen. aku akan membantumu dengan cepat naik tingkatan." Yue Lin mengeluarkan sebuah gulungan dan memberikannya kepada Jia Chen.
gulungan itu terlihat sedikit aneh, Jia Chen hanya menatapnya dengan kebingungan. dan berpikir bagaimana bisa gulungan tua itu bisa membantunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments