Chapter 13 : Latihan Fisik

ketika membuka mata Jia Chen melihat sekeliling, dan mulai mencari keberadaan Yue Lin. yang ternyata sedang duduk di sana, sambil merasakan ketenangan.

karena tidak ingin menganggu, Jia Chen memutuskan untuk melihat proses meditasi Yue Lin. sambil menikmati keindahan alam saat itu.

Tiba-tiba Liu Qing datang entah dari mana, walau ia tidak bermaksud mengagetkan tapi tetap saja Jia Chen menjadi kaget dan terkejut.

"Ayo latihan fisik, kali ini kita akan pergi ke gym. aku dengar tingkatan spiritualmu tidak bisa naik lagi, itu sebabnya aku akan membantumu." Liu Qing melompat dari arah semak-semak.

"Apa kau harus mengagetkan aku? kau baru saja merusak ketenanganku sekarang,." Jia Chen menyilangkan tangan di dada dengan ekspresi marah dan juga tidak senang.

tapi Liu Qing hanya tersenyum bahagia, sambil kadang-kadang menundukkan kepala karena merasa bersalah.

"jika kita pergi dari sini, bagaimana dengan Yue Lin. apa yang akan kita katakan padanya?" Jia Chen merasa kasihan harus meninggalkan Yue Lin sendiri di hutan sunyi.

"tingkatan spiritual Yue Lin sudah sangat tinggi, untuk menaikkan ☆1 saja membutuhkan bahkan hingga berbulan-bulan. namun itu sepadan." Liu Qing meletakkan sebuah kertas yang telah ia bungkus dengan energi sihir miliknya di samping Yue Lin yang sedang bermeditasi.

setelah selesai Liu Qing mengajak Jia Chen ke tempat gym. yang ternyata sangat padat dan banyak orang berlalu lalang di sana.

membuat Liu Qing hampir terpisah dengan Jia Chen yang hanya memperhatikan suvenir yang ada di rak kaca, dan malah melihat berbagai hal tidak masuk akal lainnya.

setelah lama mencari akhirnya Jia Chen di temukan juga, ia sedang duduk dengan santai sambil memejamkan mata yang mungkin saja hampir tertidur.

"Jia Chen, apa yang kau lakukan di sini? ayo ikut aku melakukan pemanasan sebelum olahraga." Liu Qing berdiri di depan Jia Chen yang tampak menikmati keheningan.

Tiba-tiba Liu Qing mendapat sebuah ide yang mungkin bisa membuat Jia Chen mengikuti kelas pemanasan.

dengan perlahan-lahan Liu Qing mengambil sebuah radio, dan meletakkannya di samping Jia Chen tidak lupa menaikkan volumenya. dan dengan cepat ia memencet tombol Power.

sontak itu membuat Jia Chen menjadi kaget dan juga panik, ia berpikir bahwa ada semacam gempa bumi atau semacamnya. merasa tidurnya telah di ganggu ia berdiri dan menatap Liu Qing uang ternyata hanya tertawa tidak jelas.

"Apa yang lucu? kalau jantungku lepas, kau mau tanggung jawab." Jia Chen mengelus dadanya yang terasa sakit.

"ikut aku pemanasan agar kekuatan fisikmu bertambah. apa kau mengerti?" Liu Qing mengajak Jia Chen ke tempat pemanasan, di sana lebih banyak anggota perempuan ketimbang yang laki-laki.

mungkin itu karena Liu Qing yang datang, itu sebabnya banyak orang yang ingin melihat dari dekat. orang paling populer di sekolah mereka.

pemanasan dilaksanakan dalam tiga puluh menit, namun Jia Chen menjadi lelah dan mengeluarkan banyak sekali keringat.

dengan nafas terengah-engah Jia Chen berjalan mendekati Liu Qing, yang tampak tidak kelelahan sama sekali.

"ini berbelanja 3kg, angkat sebanyak 150x. setelah selesai temui aku, mengerti." Liu Qing memberikan berbelanja itu kepada Jia Chen dan beranjak pergi ke tempat latihan.

"kau pikir aku ini lemah? masa kau hanya memberikan 3kg saja. lihat aku akan mengangkat ini lebih dari itu." Jia Chen dengan nada sombong mulai mengangkat berbelanja tersebut.

ternyata itu tidak semudah yang Jia Chen pikirkan, karena belum saja 75x dia sudah kewalahan. dan kadang-kadang hampir muntah, ia merasa hal itu lebih sulit dari dugaannya. maka dari itu ia beristirahat sejenak, sambil mengambil nafas.

melihat Jia Chen yang beristirahat Liu Qing meletakkan alat olahraganya dan menghampiri.

"Apa kau tidak pernah di beritahu di sekolah? bahwa jika berhenti olah raga, harus merentangkan kaki?" Liu Qing terlihat marah ketika Jia Chen mengabaikan dasar-dasar dalam olah raga.

merasa perkataannya di abaikan, Liu Qing mengangkat Jia Chen dan meletakkan dalam posisi yang benar. hal itu membuat orang-orang berpikir bahwa mungkin mereka berpacaran.

hingga ada seorang gadis yang menghampiri mereka, karena tidak percaya hubungan Jia Chen dan Liu Qing adalah pasangan.

"namaku Han Wei, aku hanya ingin bertanya. apakah kalian pasangan? tapi aku yakin itu tidak mungkin sih." ia berdiri sambil terkadang membetulkan posisi kaca mata yang ia kenakan.

"bukan kau yang ingin menanyakan hal ini, bukan? siapa yang menyuruhmu?" Liu Qing merasa ada yang aneh dengan perilaku Han Wei.

tidak seperti dugaan, karena Han Wei hanya terdiam tanpa mengatakan apa-apa. ia membisu dan merasa sangat gugup, ia merasa telah mengatakan hal yang mungkin bodoh.

"Liu Qing, lepaskan tanganmu dariku. apa se begitu sukanya kau denganku? hingga tidak mau di lepaskan." Jia Chen merasa risih dengan Liu Qing.

"Aku minta maaf, aku lupa sedang memelukmu." Liu Qing tersenyum dengan hangat yang mungkin hanya ia tunjukkan kepada Jia Chen.

entah apa yang merasuki Han Wei, ia tiba-tiba menangis. hal itu membuat Jia Chen dan juga Liu Qing menjadi panik.

mereka mencari cara agar Han Wei bisa tenang, dan mungkin mulai bercerita tentang apa yang ada di dalam pikirannya. mungkin bisa di bantu oleh mereka.

"Apa aku mengatakan hal yang buruk? jika iya, maka aku akan meminta maaf kepadamu." Liu Qing membungkuk di depan Han Wei.

sementara Jia Chen berdiri dan mengusap air mata yang ada di wajah Han Wei, dengan lembut dan berhati-hati.

tak lama kemudian beberapa orang datang dan menghampiri Liu Qing, mereka tampak seperti orang yang di kenali oleh Han Wei.

atau mungkin mereka lah orang yang menyuruh Han Wei untuk bertanya tentang hubungan Jia Chen dan Liu Qing.

"lihat apa yang sudah kau lakukan, kepada teman kecil kita. orang macam apa yang tega membuat seorang gadis menangis." ucap salah seorang dari mereka.

"Aku... itu bukan seperti itu... itu salahku..." Han Wei berlari keluar dari gym.

"Apa semua laki-laki seperti itu? hanya bisa membuat anak orang menangis? wajah aja yang tampan, tapi hati seperti iblis." orang itu tertawa terbahak-bahak.

dengan senyuman Liu Qing menatap orang-orang itu, dan entah kenapa mereka menjadi terdiam. hal itu membuat Jia Chen merasa bingung.

setelah beberapa saat orang-orang itu mulai pergi dan meninggalkan Jia Chen dan juga Liu Qing, dan terlihat seperti tidak terjadi apa-apa.

awalnya Jia Chen ingin bertanya namun, ia memutuskan untuk tetap diam. karena ada hal yang lebih baik jika itu tetap menjadi sebuah rahasia, yang tidak pernah di ketahui apa yang ada di baliknya. meninggalkan kesan misterius.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!