Setelah beberapa saat akhirnya mengerti, sambil menjentikkan jari.
"jadi selama ini kita telah ditipu karena terus memikirkan tentang arti dari puisi itu." Jia Chen menepuk kepalanya tidak percaya.
"itu tidak benar, puisi itu memang bertujuan untuk mengecoh pikiran kita agar menjauh dari petunjuk sebenarnya. tapi bukan berarti tidak penting." Liu Qing terdiam sejenak sambil memikirkan sesuatu yang selama ini ia lupakan.
"sebelum kita mencari petunjuk, ada hal yang ingin aku tanyakan kepada Jia Chen," Xiu Mei menatap Jia Chen dengan ekspresi ingin tahu. "tadi setelah kamu melihat ponsel, kamu pergi. memangnya apa yang kau lihat itu?"
tanpa memberitahu Jia Chen berjalan menuju meja dimana ia meninggalkan ponselnya, lalu mengambil dan memberikannya kepada Xiu Mei.
awalnya Xiu Mei ragu namun setelah beberapa saat ia memutuskan untuk mengambil ponsel itu dari tangan Jia Chen.
dengan ekspresi terkejut Xiu Mei menatap ponsel tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" Xiu Mei berbicara dengan nada gemetaran ketika melihat video tersebut, bahkan ia hampir tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.
melihat respon dari kedua temannya Xue Qiu menjadi penasaran dan ingin melihat video apa sebenarnya itu, namun oleh Jia Chen tidak diizinkan.
"Aku juga ingin melihat videonya." Xue Qiu cemberut sambil menyilangkan tangannya di dada, ia tidak percaya teman-temannya menyembunyikan hal itu darinya.
"bukannya kita tidak ingin kau melihatnya, ini hanya video tidak penting tentang cara pembuatan kertas saja." Jia Chen menutup aplikasi sosial media tersebut dan mematikan ponselnya.
"atau mungkin cara membuat saos tomat.. teehee." Xiu Mei membuat lelucon dengan tujuan agar ia bisa melupakan ingatannya serta mencoba untuk menenangkan dirinya walaupun masih tetap tercengang dengan pikirannya.
"Xue Qiu, jika kau ingin tahu. sebenarnya video itu tentang sebuah ke..."
tepat sebelum Liu Qing melanjutkan kata-katanya Jia Chen dengan cepat menutup mulutnya, sambil menatap ke arah Xue Qiu dengan tersenyum lebar. tanpa ada ekspresi yang mencurigakan, mungkin.
karena Xue Qiu masih kebingungan Jia Chen menarik Liu Qing dan berbincang-bincang sebentar.
"Apa yang kau pikirkan? apa kau berniat memberitahukan hal itu padanya? bagaimana jika hal itu membuatnya trauma?" Jia Chen menatap Liu Qing dengan wajah datar dan ekspresi tidak tertarik.
"jadi kau akan membiarkan dia tidak tahu apa-apa? itu tujuanmu? dia juga berhak tahu." Liu Qing merasa marah karena menilai Jia Chen yang sedikit egois.
"lagi pula itu bukan hal yang tidak penting, lalu kau mau aku berkata apa kepadanya? lihat ini ada video kecelakaan dimana..." Jia Chen menghentikan kata-katanya karena mengingat kembali video itu akan berakibat buruk bagi dirinya.
"Aku mengerti dengan apa yang kau pikirkan, tapi bukankah kau bisa menunjukkan video yang lain?" Liu Qing berbicara dengan sedikit percaya diri.
"jika aku memperlihatkan video yang berbeda, apa ekspresi yang aku buat akan sama? atau mungkin kau meminta agar aku berpura-pura?" Jia Chen menghentakan kakinya di lantai sambil menunggu jawaban Liu Qing.
tapi ternyata Liu Qing hanya terdiam tanpa mengatakan satu patah katapun.
"tujuan kita disini bukan untuk membicarakan tentang video, tapi tentang kita yang terjebak disini. serta bagaimana cara kita keluar dari sini." Jia Chen berbalik dan meninggalkan Liu Qing berdiri disana.
tapi ketika Jia Chen ingin pergi, Liu Qing menghentikan langkahnya.
"ini tentang Xue Qiu, apa ada hal yang kau sembunyikan dari kami? katakan padaku siapa Xue Qiu yang sebenarnya?" Liu Qing menunggu dengan sabar apa yang akan dikatakan oleh Jia Chen.
"sebenarnya aku juga tidak tahu, secara tiba-tiba ia berada di rumahku. padahal tidak ada tanda-tanda dari mana ia datang." Jia Chen mengingat hari dimana Xue Qiu pertama kali muncul di rumahnya, dan ketika rubah kecil piaraannya menghilang secara misterius.
"Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu yang tidak ingin kau bagi dengan orang lain," Liu Qing melepaskan tangannya dari Jia Chen.
namun Jia Chen tidak mempedulikan perkataan Liu Qing dan kembali menemui Xue Qiu dan juga Xiu Mei.
"Teman-teman, sudah saatnya kita mulai mencari area kelas. atau kita akan terkurung disini selamanya." Xiu Mei berdiri di samping Liu Qing untuk mulai misi mereka.
"Aku ingin melanjutkan pencarian kita, namun Xue Qiu tidak terlihat baik-baik saja. sepertinya ia sedang sakit." Jia Chen menyentuh pundak Xue Qiu yang terasa sangat amat dingin seperti es.
sementara mereka sedang berbincang-bincang Xue Qiu tiba-tiba merasakan rasa sakit yang tidak tertahankan di kepalanya, dan cahaya mulai melingkupi dirinya. yang tanpa diduga ia kembali menjadi wujud aslinya yaitu seekor rubah ekor sembilan.
sejenak Jia Chen mengingat alasan kenapa ia tidak bisa menemukan rubah kecil itu dimana pun, dan itulah sebabnya mereka memiliki nama yang sama.
dan dengan lembut Jia Chen mengangkat Xue Qiu dan memeluknya dengan erat.
"Xue Qiu, apa yang terjadi kepadamu?" Jia Chen melihat bahwa Xue Qiu hampir tidak bergerak yang membuatnya sangat khawatir.
"Tenang saja, aku jamin Xue Qiu akan baik-baik saja. yang tidak aku pikirkan ternyata kita telah ditakdirkan untuk menjadi sebuah tim." Liu Qing menunjukkan sosok aslinya yang merupakan seekor naga walaupun ia menggunakan wujud manusia naga.
"Aku mengerti sekarang, itulah alasan kenapa kau sangat menarik. Jia Chen kau adalah orang yang spesial." Xiu Mei berdiri dengan gagah dan tiba-tiba berubah menjadi sosok iblis cantik lengkap dengan tanduknya.
"Jangan bilang diantara kita, hanya aku saja yang manusia?" Jia Chen menatap Xiu Mei dan juga Liu Qing dan menunggu penjelasan dari mereka berdua.
tapi mereka berdua hanya tersenyum tanpa ada niat untuk memberitahukan apa-apa kepada Jia Chen, dan hanya duduk dengan tenang.
"sebenarnya aku bisa menemukan semua petunjuk yang ada, hanya dengan satu jentikkan jari. tapi apa kesenangannya dari itu." Liu Qing tersenyum sambil memejamkan matanya.
di satu sisi Jia Chen terkejut dengan teman-temannya yang bukan manusia, namun di sisi lainnya ia sangat mengkhawatirkan Xue Qiu yang sedang menderita.
semakin lama suhu tubuh Xue Qiu menurun, hal itu membuat Jia Chen menjadi sangat khawatir.
dengan segala cara Jia Chen lakukan demi bisa menolong Xue Qiu yang menurutnya adalah salah satu dari teman dan juga bagian keluarganya.
"jika kau mau, aku bisa membangunkan Xue Qiu. tapi itu bukan hal mudah, karena aku harus menggunakan sedikit dari api yang aku miliki. seperti yang kau tahu itu beresiko." Xiu Mei mengeluarkan api dari ujung jadinya.
tanpa berpikir panjang Jia Chen mengangguk pelan menerima tawaran dari Xiu Mei.
saat hendak ingin mendekati Xue Qiu, langkah Xiu Mei tiba-tiba terhenti ketika dengan tidak sengaja seperti ada bayangan yang lewat melalui jendela lorong kelas.
"Apa itu tadi? bagaimana bisa ada bayangan yang terlihat disaat sedang gelap?" Xiu Mei bergumam dalam hatinya tidak mengerti apa-apa,
lamunan Xiu Mei terhenti ketika ia tiba-tiba teringat dengan Xue Qiu yang saat ini membutuhkan bantuan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Cleopatra Karinda
menarik juga ceritanya
2023-12-26
0