Bab 02 : Kebersamaan

Karena Jia Chen tidak mengerti dengan apa yang sedang ia lihat, ia hanya menunduk sambil memikirkan siapa orang yang berada di depannya, seketika Jia Chen teringat dengan rubah kecil piaraannya, berdiri dari kursi dan mulai mencari.

"Xue Qiu, kau dimana? aku punya makanan untukmu, ayo keluar." Jia Chen meletakkan makanan serta susu di tempat makan Xue Qiu.

Namun walaupun telah menunggu lama tapi Xue Qiu tidak kunjung datang, Jia Chen lalu berdiri dan pergi ke dapur untuk memasak. setelah beberapa saat kemudian dia membawa dua piring ke ruang santai, satunya ia berikan untuk gadis itu sementara yang satunya untuk dirinya.

Gadis itu memakan makanan yang di buat oleh Jia Chen sebelumnya dengan sangat lahap, yang membuat Jia Chen bahagia karena makanan yang ia buat di hargai oleh seseorang.

"Maaf jika boleh tanya, nama kamu siapa?" Jia Chen bertanya dengan sopan.

"Xue, namaku Xue Qiu." kata gadis itu sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.

"itu kan nama yang aku berikan untuk rubah kecil yang aku tolong sebelumnya, kenapa bisa namanya sama dengan nama itu? mungkin saja karena ada kesamaan nama, di dunia ini pasti ada orang dengan nama yang sama." batin Jia Chen.

"Nama yang bagus, nama itu sama dengan nama yang aku berikan untuk rubah piaraanku. aku tidak menyangka namamu sama, aku tidak bermaksud menggunakan nama yang sama denganmu." Jia Chen tersenyum sambil memegang kepalanya.

"Jika boleh, aku ingin ikut denganmu ke sekolahmu." Xue Qiu menatap dengan penuh harapan.

"Asal kau tidak membuat masalah, aku akan mengizinkanmu ikut denganku." Jia Chen berdiri dan mulai bersiap pergi ke kampus.

Setelah selesai Jia Chen melihat keadaan Xue Qiu yang terlihat sedikit kesulitan, dan dengan senang hati Jia Chen membantu Xue Qiu untuk bersiap-siap ikut dengannya ke kampus.

Jia Chen mengajak Xue Qiu naik motornya yang telah selesai di servis, lalu berangkat. setibanya di kampus Jia Chen melihat banyak orang yang melihat ke arah Xue Qiu yang terlihat sangat cantik,

"Kenapa orang-orang bodoh ini suka sekali menatapku, apa mereka tidak menyukai aku atau semacamnya? tatapan mereka membuat aku menjadi risih, aku tidak suka jika ada yang menatapku." Xue Qiu mendekat ke arah Jia Chen agar orang-orang tidak menatapnya lagi.

"Itulah susahnya kalau menjadi orang yang cantik, sementara aku sih wajahku pas-pasan." Jia Chen merasa sedikit sedih melihat keadaan dirinya.

"Apanya yang tidak tampan? kau termasuk salah satu orang yang paling tampan di kampus." Xiu Mei datang entah dari mana.

"Jika aku tidak salah, kau adalah siswi baru di kampus." Jia Chen terlihat sedikit tidak yakin dengan jawabannya.

"Kalau aku mengatakan sesuatu, apa kau bisa berjanji untuk tidak menolaknya?" Xiu Mei menatap Jia Chen dengan serius.

"Tergantung dari apa yang ingin kau katakan, aku akan menerima jika aku bisa melakukan hal yang kau minta." Jia Chen menunggu permintaan apa yang akan di katakan oleh Xiu Mei.

"Itu tidak sulit, apa kau ingin menjadi pacarku?" Xiu Mei tersenyum dengan hangat melihat Jia Chen.

Seketika Jia Chen terdiam dan memikirkan apa yang akan ia katakan atau apa konsekuensi jika ia menerima atau menolaknya.

"Kenapa kau menyukai aku, padahal kita baru saja berkenalan kemarin. atau mungkin hanya kau yang berkenalan di depan kelas." Jia Chen bertanya tanya alasan Xiu Mei.

"Kau ingat kemarin saat kau menyelamatkan rubah itu, seketika aku mulai menyukaimu. aku merasa kau adalah orang yang bisa aku percaya, dan juga kau tidak terlihat seperti para pembohong yang berpura-pura baik kepada orang lain." Xiu Mei sepertinya menyukai tipe orang yang mirip dengan Jia Chen.

"Aku memang seperti itu sejak kecil," Jia Chen hanya berbicara dengan nada datar.

"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, aku masih punya banyak waktu. aku tidak akan menekan agar kau menerimaku, tapi jika kau bersedia ini nomor ponselku." Xiu Mei memberikan secarik kertas pada Jia Chen.

Jia Chen dan juga Xue Qiu menatap satu sama lain serta melihat kertas yang di berikan oleh Xiu Mei. tapi lamunan mereka terhenti ketika bunyi lonceng berbunyi. Jia Chen segera berjalan menuju ruang kelas yang di ikuti oleh Xue Qiu di belakang.

"Entah aku saja tapi kenapa Xuan Huang tidak terlihat? padahal biasanya ia selalu menggangguku ketika berada di kampus, apa itu karena aku bersama Xue Qiu?" Jia Chen bergumam dalam hatinya.

Saat di kelas dosen memberikan pengumuman yang sangat penting untuk murid-muridnya.

"Murid-murid, pengumuman kali ini berasal dari teman baik kita yaitu Xuan Huang. dia dinyatakan menghilang sejak kemarin sore, orang tuanya sudah meminta bantuan polisi. namun belum ada titik terang tentang hal itu." Dosen berbicara sambil memegang sebuah kertas.

"Apa itu berarti Xuan Huang di culik? apa yang terjadi padanya kemarin?" Jia Chen bergumam dalam hatinya

Mendengar hal itu membuat Jia Chen mencari tahu tentang keberadaan teman baiknya yang hilang.

"Aku akan membantumu, mencari temanmu itu." Xue Qiu menyentuh pundak Jia Chen dengan lembut.

"Terima kasih, aku sangat menghargainya." Jia Chen tersenyum hangat.

Walaupun pikirannya untuk mencari teman tapi Jia Chen tetap fokus tentang pelajaran yang di berikan oleh dosen. Jia Chen bahkan bisa menjawab pertanyaan yang di berikan tanpa melakukan kesalahan yang begitu serius.

Tanpa terasa sudah waktu istirahat, Jia Chen mengajak Xue Qiu pergi ke kantin. dan makan di sana bersama-sama. dan tidak lupa mereka mengambil makanan terlebih dahulu serta Xiu Mei duduk bersama dengan mereka,

"Kalian tidak keberatan kan, jika aku bersama dengan kalian?" Xiu Mei meletakkan nampan berisi makanannya ke atas meja.

"Tidak apa-apa, di sini banyak tempat kosong juga, lagipula lebih baik ramai daripada hanya berdua saja." Jia Chen terlihat senang ketika Xiu Mei bergabung dengannya.

Tapi ternyata Xue Qiu merasa sedikit cemburu, itu sebabnya ia hanya diam tanpa mengatakan satu kata pun.

"Sepertinya kalian melupakan tentang aku, kalian bahkan tidak pernah berbicara denganku. apa aku telah kalian buang?" Xue Qiu menunduk dan menghentikan makan.

"Maaf tidak memperhatikan kamu, mulai saat ini aku akan mengobrol denganmu juga." Xiu Mei menatap Xue Qiu dengan senyuman.

Akhirnya Xue Qiu mulai mengerti, dan menerima Xiu Mei dalam kelompok mereka. mereka bertiga terlihat begitu bahagia, sambil kadang membuat lelucon dan tertawa bersama-sama. tidak di sangka makanan di piring mereka habis, Jia Chen berdiri dan berinisiatif untuk membawa nampan itu ke dapur kantin.

Terpopuler

Comments

Cleopatra Karinda

Cleopatra Karinda

menggantung ceritanya

2023-12-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!