...Spoiler : Cerita ini tidak ada hubungan dengan alur utama, hanya kegabutan dari penulis saja....
...****************...
Karena merasa risih dengan keheningan akhirnya Jia Chen membuka suara,
dengan mengatur suaranya Jia Chen menatap Liu Qing dengan perasaan canggung.
"Aku, sebenarnya hanya ingin meminta bantuan.. karena.." Jia Chen menatap ke arah Xiu Mei yang pergi.
"sampai jumpa dan semoga beruntung." Xiu Mei menghilang dari pandangan.
"Xiu Mei kenapa kau pergi? bantulah aku, bagaimana bisa aku melakukan ini sendiri? kembali ke sini." Jia Chen menatap ke arah Xiu Mei dengan wajah tidak percaya.
Tiba-tiba pikiran Jia Chen menjadi kosong, dan itu membuat Liu Qing menjadi khawatir lalu bertanya.
"bantuan apa?" Liu Qing menatap dengan wajah datar.
"itu tentang, aku yang sedang menyelesaikan teka teki." Jia Chen merasa sangat canggung ketika menatap Liu Qing.
"Tentu." Liu Qing sedikit tersenyum.
"ini hanya sebagian kecil dari potongan puisi atau semacamnya, aku dan teman-temanku menemukan ini di kantor kepala sekolah." Jia Chen memberikan secarik kertas yang telah di terjemahkan oleh Xue Qiu sebelumnya.
tanpa mengatakan apa-apa Liu Qing mengambil secarik kertas tersebut dan melihat apa yang bisa ia bantu.
"kau tidak perlu membantu jika kau tidak tahu." Jia Chen menundukkan kepalanya.
"Aku bisa." Liu Qing berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Jia Chen.
tentu saja hal itu membuat Jia Chen menjadi lebih gugup, ia menatap Xue Qiu yang mungkin bisa membantunya.
"Xue Qiu, bantu aku sini. aku janji akan memberikanmu hadiah, bagaimana menurutmu?" Jia Chen memberi kode kepada Xue Qiu.
dan tentu saja Xue Qiu yang tidak mengerti dengan hal seperti itu hanya kebingungan tanpa mengatakan apa-apa.
"Ikut aku." Liu Qing memegang tangan Jia Chen dengan lembut.
"Xue Qiu.. bantu aku.. Xue Qiu.." Jia Chen mencoba meminta bantuan Xue Qiu namun hanya diabaikan.
"semoga beruntung Jia Chen, aku akan memberikan semangat padamu dari rumah." Xue Qiu pergi meninggalkan Jia Chen bersama Liu Qing
Sambil tersenyum Xue Qiu berjalan ke arah jendela lalu melewati pohon dan turun ke bawah.
"Xue Qiu kampret kau... kau juga Xiu Mei... sialan kalian berdua, teman macam apa kalian.. mana ada teman yang meninggalkan temannya yang kesusahan, awas nanti." Jia Chen bergumam dalam hatinya.
"Tidak apa-apa." Liu Qing tersenyum melihat Jia Chen.
"Tunggu sebentar, kenapa aku merasakan hal yang aneh akan terjadi. apa itu? sialan.." Jia Chen bergumam sambil menggigit kukunya.
karena melihat Jia Chen yang sedikit canggung Liu Qing melepaskan tangannya lalu dengan lembut menyentuh wajah Jia Chen.
"Tidak apa-apa." Liu Qing tersenyum sambil memberikan semangat pada Jia Chen.
"Aku minta maaf mungkin akan mengatakan hal yang kurang ajar, tapi.. kau tidak menyukai aku kan?" Jia Chen menjadi gugup dan sambil menggaruk kepalanya.
"menurutmu?" Liu Qing melepaskan tangannya dari wajah Jia Chen.
karena terlalu gugup Jia Chen menelan Liu Qingrnya, dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Aku yakin dia tahu, bahwa aku sudah bersama dengan Xiu Mei dan juga Xue Qiu." Jia Chen hanya terdiam di tempat ia berdiri.
namun Liu Qing hanya menatap Jia Chen, kadang ia tersenyum dan kadang ia hanya terlihat seperti memikirkan sesuatu.
"Karaoke." Liu Qing berkata dengan singkat.
"ada apa dengan karaoke? apa ada petunjuk di sana?" Jia Chen menatap Liu Qing dengan wajah kebingungan.
Liu Qing menarik lengan Jia Chen dan berjalan melalui lorong-lorong kelas.
"Aku mau pulang, kenapa aku harus mengalami masa masa sulit seperti ini.." Jia Chen bergumam dalam hatinya sambil menjaga senyumannya.
ketika Liu Qing menghentikan langkahnya lalu menatap Jia Chen, yang tentu saja kebingungan.
"Menyanyi." Liu Qing tersenyum bahagia.
"Apanya yang kepribadian dingin? dasar Xiu Mei goblok, sok bisa mengartikan teka teki. aslinya cuma ngasal, teman tapi beban." Jia Chen berbicara dalam hati sambil tersenyum.
mereka pun berjalan di jalanan yang sepi, menuju ke tempat karaoke.
"Padahal hari ini masih sore, kenapa sunyi seperti ini mirip di kuburan saja." Jia Chen menatap sekeliling dengan perasaan bingung.
"Mungkin mereka sedang sibuk bekerja, sekarang kan masih jam kerja." Liu Qing tersenyum hangat.
tidak ada tanda-tanda orang yang lewat di sana, hanya keheningan belaka.
tanpa memikirkan hal itu Liu Qing terlihat bahagia bersama dengan Jia Chen,
melihat Liu Qing yang tersenyum dengan tatapan aneh membuat Jia Chen merinding, ia seperti sedang kedinginan.
"perasaan ini, apa? kenapa? tubuhku menggigil padahal saat ini sedang musim semi." Jia Chen melihat bahwa ia telah sampai di depan karaoke yang di maksud oleh Liu Qing.
"Ayo." Liu Qing dengan percaya diri masuk ke dalam karaoke sambil memegang tangan Jia Chen.
saat berada di sana ada seseorang yang berdiri sambil mengecek siapa yang bisa masuk ke tempat karaoke atau tidak.
setelah mendapat nomor mereka berdua masuk ke dalam ruangan karaoke.
"jadi di mana petunjuknya?" Jia Chen gemetaran tanpa ada alasan yang pasti.
tapi Liu Qing hanya menggeleng sambil tersenyum dan memberikan gadget yang berisi lagu-lagu kepada Jia Chen.
"Pilih satu." Liu Qing menunggu pilihan dari Jia Chen.
karena sedang tidak bersemangat Jia Chen mencari lagu yang mungkin ia tahu, dan akhirnya ia menemukan lagu yang sering ia nyanyikan saat sedang senggang.
sambil mengatur suaranya Jia Chen berdiri dan bersiap bernyanyi, dan tentu saja ia melakukan peregangan otot.
dengan semangat Jia Chen bernyanyi, dan tiba-tiba Liu Qing memeluknya dari belakang.
Hal itu tentu saja membuat Jia Chen menjadi kaget dan terkejut, Ia hampir menghentikan nyanyiannya.
"Tidak usah berhenti." ucap Liu Qing Sambil mencium leher Jia Chen.
namun hal itu membuat Jia Chen menjadi geli, ia pun meletakkan micnya di atas meja.
lalu Jia Chen memegang lehernya sambil tertawa tidak jelas, dan duduk di atas kursi.
"kenapa kau melakukannya, sangat geli asli.. maaf," Jia Chen masih saja tertawa.
melihat hal itu Liu Qing hanya tersenyum dan memahami apa yang Jia Chen alami,
dengan perlahan Liu Qing duduk di samping Jia Chen dan memeluknya dengan lembut.
Karena pernasaran Liu Qing menyentuh wajah Jia Chen dengan lembut, sambil menatap matanya yang sangat indah.
"sangat indah." Liu Qing terpukau dengan wajah tampan Jia Chen yang sangat menarik.
"Terima kasih.. aku menghargainya.." wajah Jia Chen tiba-tiba menjadi merah.
karena canggung Jia Chen berniat melepaskan tangan Liu Qing dari wajahnya, namun tidak bisa ia lakukan untuk alasan yang tidak bisa di deskripsikan.
dengan lembut Liu Qing membenamkan wajahnya di dada Jia Chen.
"dingin sekali." ucap Liu Qing yang merasakan suhu tubuh Jia Chen.
"Aku.. minta maaf, aku tidak tahu kenapa hari ini. aku merasa sangat kedinginan, padahal aku menggunakan jaket yang lumayan tebal. di tambah lagi ini musim semi." Jia Chen memeluk Liu Qing yang sedang bersandar padanya.
Tiba-tiba Liu Qing mengangkat kepalanya dan menatap Jia Chen dengan dalam, entah apa yang mereka pikirkan.
beberapa saat kemudian Liu Qing mendekati wajah Jia Chen dan menjadi sangat dekat,
dan dengan lembut Liu Qing mencium bibir Jia Chen dengan penuh perasaan,
yang tanpa di sadari Jia Chen membalas ciuman dari Liu Qing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments