Bab 08 : Menemukan Solusi.

Dengan kemampuan yang dimiliki oleh Xiu Mei, ia berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan sedikit dari kekuatannya.

atau itu akan berakhir dengan ruang kelas hancur tidak tersisa, sambil memfokuskan kekuatan Xiu Mei menghela nafas dan sebisa mungkin kekuatannya itu hanya mengenai Xue Qiu saja.

beberapa saat tubuh Xue Qiu dikelilingi oleh api dan tiba-tiba ia melayang dan berubah menjadi manusia rubah.

melihat hal itu membuat Xiu Mei merasa bangga kepada dirinya, karena bisa begitu fokus.

"Xiu Mei, kau benar-benar hebat." Jia Chen bertepuk tangan melihat apa yang dilakukan oleh Xiu Mei.

"Tentu saja aku hebat." Xiu Mei mengibaskan rambut panjangnya dan tiap jelas dari rambutnya seperti memancarkan sinar yang sangat indah.

"Teman-teman, karena Xue Qiu telah sadar. sudah saatnya kita berpengaruh dan mencari cara keluar dari sini, bawa apa saja yang kalian temukan ke tengah kelas. mengerti?" Liu Qing berjalan menuju ke pojok kelas.

namun tiba-tiba terjadi gempa dan membuat Liu Qing kembali ke tempat semula, membuat semua orang kebingungan dengan hal tersebut.

"Aku akan pergi mencari sendiri, kalian bertiga tunggu lah disini." Jia Chen berbalik dan berjalan menuju salah satu pojok ruangan,

disana terdapat beberapa kotak, salah satu kotak berisi kertas yang ditulis dengan darah. karena penasaran Jia Chen mengambil kertas tersebut, yang ditulis secara terbalik.

"menarik sekali gaya tulis seperti ini, ada dua cara membacanya, yaitu secara langsung atau menggunakan cermin agar lebih mudah." Jia Chen membawa kertas tersebut bersama dengan salah satu kotak yang ia pilih secara random.

karena penasaran Jia Chen meletakkan kotak itu diatas meja, sambil mencari jika ia bisa menemukan sebuah cermin.

"Jia Chen, apa yang sedang kau cari?" Xiu Mei melihat Jia Chen yang berputar-putar kebingungan.

"cermin, aku butuh cermin untuk membaca tulisan yang ditulis secara terbalik ini." Jia Chen memberikan secarik kertas yang ia temukan di atas kotak.

karena tidak ada respon dari siapapun Liu Qing mengambil kertas itu dan sepertinya ia merasakan bahwa ada sesuatu yang ganjal dari secarik kertas tersebut.

"dimana kau menemukan kertas ini?" Liu Qing menatap Jia Chen sambil menunjuk secarik kertas itu.

"di atas kardus di pojokan sana." Jia Chen menunjuk ke arah kotak kotak kardus yang masih ada empat bagian.

"kita ambil empat kotak itu bersama, karena jumlah kita ada empat." Liu Qing berjalan menuju ke arah kotak kotak itu.

"Bagaimana dengan satu kotak ini?" Jia Chen menunjuk ke arah kotak yang ukurannya sedikit lebih kecil dari ke empat kotak lainnya.

tapi Liu Qing hanya mengabaikannya karena menganggap itu hanya sebuah kotak kecik tidak bermakna.

namun tiba-tiba sebuah cahaya muncul dari kotak tersebut, dan menampakkan wujud aslinya.

dari dalam kotak muncul seorang gadis anggun seperti malaikat, dia keluar dari kardus tersebut sambil tersenyum.

"kalian pasti penasaran dengan siapa diriku. benar kan? kalau begitu, perkenalkan aku adalah Yue Lin. aku adalah seseorang dari ras malaikat, dan berada disini untuk membantu orang bernama Jia Chen." Yue Lin menatap sekeliling mencari nama tersebut.

"Sepertinya semakin banyak pesaing yang harus aku hadapi sekarang." Liu Qing berbalik menatap Yue Lin.

"Aku tidak bermaksud untuk menganggu kebahagiaanmu, tapi bisakah kau meredupkan cahayamu itu? itu menyakiti mata." Xiu Mei menutupi matanya yang terasa seperti terbakar.

sejenak Yue Lin hanya tertawa lalu melakukan seperti yang diminta oleh Xiu Mei, dan meminta maaf.

"Aku tidak menyangka bertemu ras iblis, maaf soal tadi." Yue Lin dengan anggun berdiri di samping Jia Chen yang terlihat kebingungan.

"malaikat sialan, jangan pikir kau bisa merebut Jia Chen begitu saja. apa kau tahu apa yang sudah aku lakukan selama ini demi hati Jia Chen." Xiu Mei berdiri di depan Yue Lin dan terlihat ingin menantang berkelahi.

tapi Jia Chen yang melihat mereka hanya menggelengkan kepalanya dan menatap Xue Qiu yang sama-sama tidak mengerti.

"benar-benar." Liu Qing tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Xiu Mei.

namun ia hanya diabaikan oleh Xiu Mei dan juga Yue Lin yang terlihat tidak bisa akur satu sama lainnya.

"kalian lupa, yang bersama dengan Jia Chen sejak awal adalah Xue Qiu." Liu Qing menghela nafasnya sambil mengatur suaranya. "jadi jika orang yang pantas dengan Jia Chen pastilah Xue Qiu." Liu Qing berusaha untuk menenangkan Xiu Mei dan juga Yue Lin.

karena melihat teman-temannya yang selalu bertengkar membuat Jia Chen sakit hati dan berusaha membantu.

"Aku tidak tahu apa yang kalian pikirkan, namun jika bisa tolong jangan berkelahi. ingat tujuan utama kita adalah untuk keluar dari situasi sekarang." Jia Chen menepuk bahu Xiu Mei juga Yue Lin.

"Teman-teman, aku tidak tahu tapi sepertinya empat kotak disana akan segera menghilang jika kita tidak mengambilnya segera." Xue Qiu menunjuk ke arah kotak itu yang tiba-tiba sedikit memudar.

satu jentikkan jari dari Yue Lin dan tiba-tiba kotak itu berada di depan mereka berlima.

"kita harus membuka kotak ini secara bersamaan, untuk bisa mengetahui isinya." Xue Qiu berdiri di depan satu kotak.

dan begitu juga dengan yang lainnya, sementara Jia Chen hanya diam karena tidak mendapat sebuah kotak.

"maaf Jia Chen, aku tidak yakin kau bisa membukanya. tapi tenang saja karena kami akan membukakan kotak ini untukmu." Liu Qing menghela nafas menunggu aba-aba dari teman-teman lainnya.

dalam hitungan ketiga mereka membuka kotak itu, dan menemukan sebuah foto seseorang yang tidak mereka kenali.

tapi melihat foto itu Jia Chen langsung mengenalinya, itu adalah foto Xuan Huang ketika mereka berfoto bersama di taman kanak-kanak.

"kenapa foto ini berada di sini?" Jia Chen merasa ada yang jangan dengan foto tersebut.

ketika Jia Chen membalikkan foto itu ia menemukan beberapa kode yang merupakan nomor pintu gerbang yang ada di kampus.

"Jia Chen buang foto itu." teriak Xue Qiu yang melihat foto Xuan Huang bergerak.

"tch.. jika itu hanya sebuah foto, tidak seharusnya bergerak.." Liu Qing merasakan ada hawa yang aneh dalam foto itu.

karena tidak ada yang berani merebut foto itu dari Jia Chen, terpaksa Xiu Mei merebut dengan paksa dan membakarnya.

tentu hal itu membuat Jia Chen kaget dan terkejut, Ia tidak percaya Xiu Mei menghancurkan foto kenang-kenangannya ketika masih kecil.

"Teman-teman jangan terlalu berdiri dengan jarak, jika bisa kita harus berpegangan tangan." Xue Qiu memegang tangan Yue Lin dan Jia Chen.

"entah kenapa aku merasa seperti ada banyak yang mengawasi kita, aku akan siap menggunakan cahaya milikku." Yue Lin bersiap dengan apa yang akan terjadi dan memeluk Xue Qiu.

melihat teman-temannya yang terlihat panik, Xiu Mei dan Liu Qing ikut bergabung. agar tidak menyebabkan mereka terpisah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!