Bab 09 : Hadiah Misterius

Seketika lampu ruangan mulai mati satu-persatu, namun mereka tetap tenang. entah kenapa walau sedang dalam keadaan gelap, Jia Chen Chen bisa melihat Xuan Huang berdiri di depan walau sepertinya dalam jarak yang jauh.

"hanya perasaanku atau, memang aku melihat Xuan Huang... tapi itu tidak mungkin, sekarang gelap bagaimana bisa." Jia Chen menjadi sedikit panik namun tetap berusaha tenang.

karena lampu tidak kunjung menyala, Yue Lin menjentikkan jarinya dan membuat ruangan itu penuh dengan cahaya.

walau itu berarti Xiu Mei menjadi kesakitan, karena terlalu banyak cahaya.

"Aku ingin tahu apa ada hal lain di dalam ruangan ini, selain dari kotak kotak tersebut." Jia Chen melihat sekeliling yang tiba-tiba membuat matanya menyala menunjukkan warna hijau zamrut yang indah.

Tiba-tiba pandangannya terhenti, ketika ia melihat ada sesuatu yang bercahaya. saat ia ingin mendekat teman-temannya menahan tangannya sambil menggelengkan kepala.

"tenang teman-teman, aku bisa melakukannya. lagi pula ini adalah saatnya aku bersinar." Jia Chen melepaskan tangan teman-temannya.

dan dengan secepat kilat ia mengambil sumber cahaya tersebut, itu adalah sebuah kotak yang terkunci.

setelah berpikir panjang akhirnya Jia Chen mendapat cara untuk membuka kotak itu, dengan perlahan-lahan ia membukanya.

betapa terkejutnya Jia Chen ketika menemukan bahwa itu adalah sepasang bola mata, ia menatap mata itu yang seakan-akan bergerak menatap dirinya.

"Mungkin karena aku memegang kotaknya, itu sebabnya matanya juga ikut bergerak." Jia Chen berdiri dan meletakkan di atas meja, agar tidak bergerak.

namun ternyata posisi mata itu malah menatap ke arah Jia Chen, yang dengan spontan menutup kotak itu.

Tiba-tiba lampu mulai menyala, dan Yue Lin menarik sihir cahaya miliknya. Xiu Mei juga merasa bahagia tidak perlu melihat cahaya menyilaukan lagi.

jendela pun ikut terbuka, angin berhembus ke dalam ruangan. membuat mereka kedinginan, dan menggigil.

melihat hal itu Xue Qiu menggunakan ekornya untuk menghangatkan teman-temannya, yang senang dengan hal itu.

tapi seiring berjalannya waktu, mereka merasakan bahwa seperti ada yang berbeda dengan ruangan kelas tersebut.

"Teman-teman, ruangannya semakin mengecil. kita harus segera pergi dari sini atau berakhir menjadi kertas." Liu Qing melirik ke arah teman-temannya menunggu respon.

mereka lalu berlari ke arah pintu yang sepertinya telah terbuka, dan satu persatu dari mereka bisa keluar.

saat menutup pintu tiba-tiba mata yang telah di kunci kembali oleh Jia Chen, terbang ke arah pintu sambil menatap mereka berlima.

sontak itu membuat mereka kaget dan terkejut, dan mundur menjauh dari pintu.

"Jia Chen, jika kita berhasil keluar dari sini. berjanji lah bahwa kau akan mengajakku kencan." Xiu Mei gemetaran melihat sepasang mata itu terbang.

"Jangan lupakan aku ya." Xue Qiu memegang tangan Jia Chen sambil memejamkan mata.

"Aku memang laki-laki, tapi itu hanya wujud manusiaku. karena aslinya aku tidak memiliki gender. jangan lupakan untuk hadiahku." Liu Qing berjalan sambil menatap sekeliling mencari apakah ada petunjuk lainnya.

"hooh... sungguh menarik, kalau kalian meminta kencan. aku ingin kau Jia Chen berpacaran denganku... teehee.." Yue Lin tersenyum melihat teman-temannya yang hanya menatapnya dengan ekspresi datar.

karena merasa lelucon yang dibuat Yue Lin sangat datar, mereka memutuskan untuk mengabaikannya saja.

mereka lalu memutuskan untuk berjalan jauh, namun lama tidak ada tanda-tanda mereka berada di ujung lorong.

ditambah lagi ketika mereka menatap ke arah ruangan kelas, ternyata mereka hanya berputar-putar di tempat yang sama

hal itu mereka merasa lelah dan juga letih yang tidak membuahkan hasil atau sia-sia, Yue Lin berpikir untuk menggunakan cahayanya lagi. namun Jia Chen menggeleng, karena itu mungkin bisa membuat mata itu menyadari keberadaan mereka.

Tiba-tiba Liu Qing terdiam seperti mendapat sebuah petunjuk, ia membuka matanya perlahan-lahan dan menatap sekeliling yang sepertinya ia mencium bau sesuatu.

"Teman-teman ikuti aku, sepertinya aku baru saja menemukan pintu lainnya." Liu Qing berjalan di depan untuk menuntun teman-temannya.

namun mereka berhenti saat di tengah jalan ketika Yue Lin bercahaya, yang ia sendiri tidak tahu apa alasannya.

"sebelum kalian bertanya, itu bukan keinginanku... ok." Yue Lin mencoba meyakinkan teman-temannya tentang hal itu.

"Tentu saja," Xiu Mei berjalan maju namun kepalanya terbentur seperti terhalang dengan dinding tidak terlihat, yang spontan membuatnya marah. "siapa yang meletakkan dinding ini, sengaja ya membuatku marah."

setelah berdiri Xiu Mei memegang kepalanya yang sakit, sambil kadang-kadang ditelusuri olehnya.

saat mereka sedang memikirkan cara keluar tiba-tiba ada sebuah bayangan lewat dengan cepat di belakang mereka.

ketika Jia Chen menatap ke belakang ia seperti melihat siluet Xuan Huang, namun ia menggelengkan kepalanya karena tidak mungkin Xuan Huang berada di sana. jadi itu pasti hanyalah ilusi belaka.

beberapa saat kemudian mereka menemukan sebuah kertas yang secara acak lewat di hadapan mereka.

saat melihat kertas tersebut, Liu Qing mengambil cermin yang ia selalu bawa untuk berjaga-jaga.

kertas itu tertulis "kotak yang tersebar di seluruh area, berisikan dengan setiap bagian dari kehidupan. membawa kebahagiaan kepada yang melihatnya."

ketika selesai membaca, tiba-tiba tulisan dalam kertas itu menghilang dan meninggalkan kekosongan disana.

"Apa itu berarti kita harus melihat sesuatu seperti bola mata tadi? bukannya aku takut, hanya saja itu membuatku ingin membakarnya." Xiu Mei mengeluarkan api sekecil mungkin dari ujung jarinya agar tidak menimbulkan kerusakan.

mereka menyusuri setiap sudut dan memastikan tidak ada yang terlewati, hingga Jia Chen menemukan sebuah kotak lainnya.

dengan berhati-hati Jia Chen membuka kotak itu yang ternyata dikunci oleh angka-angka kombinasi, karena sebelumnya ia telah menemukan kode yaitu 2731. ia mencoba kode itu untuk membuka kunci, namun tidak berhasil karena kode kunci itu ada 5 digit.

hal itu membuat Jia Chen hampir menyerah, hingga ia mengingat kedua orang tuanya yang mungkin saja sedang mencari dirinya.

mereka mencari kunci tersebut, namun tidak ada petunjuk yang mereka temukan di sana.

hingga Liu Qing menemukan bahwa ada sebuah loker yang terbuka dengan sendirinya sementara semua loker lainnya masih terkunci,

"Teman-teman sepertinya ada sesuatu di dalam loker tersebut." Liu Qing menunjukkan ke arah loker yang terbuka.

Jia Chen berdiri dan menghampiri loker tersebut, namun ia melihat bayangan Xuan Huang lagi dari jendela. hal itu membuat Jia Chen kembali ke tempat teman-temannya yang lain.

"Aku tidak tahu ini hanya ilusi atau semacamnya, tapi aku selalu merasa bahwa Xuan Huang mengawasi dari luar jendela." Jia Chen duduk sambil gemetaran memikirkannya.

"Apa ini mungkin karena video yang kau lihat sebelumnya, ingat kita terjebak ketika kau berlari menuju pintu." Xiu Mei berusaha untuk tidak membuat teman-temannya panik, namun ia malah yang panik sendiri.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!