Lamunan Jia Chen terhenti ketika Liu Qing melambai di depan wajahnya,
"maaf, apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Jja dengan sopan.
"Temanmu di sana yang bernama Xiu Mei, benar kan? dia berkata bahwa kau ingin membicarakan sesuatu yang penting denganku?" Liu Qing menatap Jia Chen dengan perasaan ingin tahu.
mendengar hal itu Jia Chen menjadi kaget dan juga terkejut, ia tidak tahu harus memulainya dari mana.
sambil memikirkan apa yang harus di katakan, Liu Qing tersenyum hangat menatap Jia Chen.
"kau tidak perlu gugup berbicara denganku, lagi pula kita berada di tingkat yang sama," Liu Qing berdiri dan menepuk pundak Jia Chen.
"jika ada yang ingin kau katakan, aku akan siap mendengarnya. ditambah lagi aku suka dengan petualangan mengasyikan."
tapi Jia Chen tidak mengatakan apa-apa, dia hanya terdiam tanpa ekspresi.
melihat Jia Chen yang gugup, Xue Qiu dan juga Xiu Mei datang menghampirinya.
"Jia Chen, kau tidak perlu khawatir. jika ada yang kau pikirkan katakan saja itu." Xiu Mei berkata dengan tujuan memberikan semangat kepada Jia Chen
"memikirkan banyak hal hanya akan membuat otakmu terbebani, dan bisa membuat kinerjamu berantakan." ujar Xue Qiu dengan senyuman lebar di wajahnya.
tapi Jia Chen hanya menghela nafasnya, dan duduk di salah satu bangku dekat jendela. sambil menatap bulan yang bersinar dengan terang.
teman-teman yang melihat Jia Chen hanya tersenyum dan memberikan ia sedikit ruang untuk memahami apa yang terjadi di sekitarnya.
Tiba-tiba Jia Chen berdiri sepertinya ia baru saja melihat sesuatu atau seseorang yang berada di depan gedung kampus mereka.
tanpa pikir panjang Jia Chen mendekati jendela, dan berniat melompat ke bawah.
"tidak semudah itu, ferguso. apa kau mau cari mati? jangan bertindak gegabah, itu akan melukai dirimu sendiri." Xiu Mei menarik kerah baju belakang Jia Chen.
"Aku pernah melakukannya ingat? sewaktu aku bersama seekor rubah kecil, aku tidak apa-apa kok." Jia Chen melepaskan tangan Xiu Mei dari kerahnya.
tapi Xiu Mei hanya menggeleng, ia tidak mengerti dengan apa yang Jia Chen katakan kepadanya.
"dengar ada perbedaan saat itu dan sekarang, saat ini sudah gelap sementara kejadian beberapa hari lalu itu suasana masih terang. apa kau mengerti?" Xiu Mei menarik lengan Jia Chen untuk berkumpul dengan yang lainnya.
namun mereka hanya saling menatap satu sama lain, tanpa mengatakan apa-apa.
di tengah keheningan tiba-tiba ponsel Xiu Mei berbunyi, namun saat ingin di angkat. ponselnya di matikan.
setelah berpikir jernih Jia Chen mengambil secarik kertas dari dalam sakunya yang berisi teka teki yang sudah di terjemahkan oleh Xue Qiu dan memberikannya kepada Liu Qing.
"sangat menarik, aku suka memecahkan misteri." Liu Qing menatap kertas itu dan sepertinya menemukan sesuatu yang tersembunyi di baliknya.
dilanda penasaran Jia Chen mulai bertanya kepada Lou tentang kepribadiannya.
"kudengar kau adalah orang yang dingin, tapi mengapa kau bisa berbicara dengan santai dengan kita?" Jia Chen merasa gugup dengan apa yang akan di katakan oleh Liu Qing nantinya.
"dingin? maaf aku tidak seperti itu, mungkin karena aku keren. tapi jika itu menyangkut hal yang aku sukai, maka..." Liu Qing hanya tersenyum tanpa melanjutkan kata-katanya.
sambil melihat kertas itu Liu Qing sepertinya merasakan ada hal lain selain inti dari teka teki tersebut.
menjadi bosan Jia Chen mengambil ponselnya dan menemukan sebuah video yang baru saja diuplod oleh salah satu temannya di sosial media.
karena penasaran Jia Chen memutuskan untuk membuka postingan tersebut, dan melihat apa isi video yang dikirim oleh temannya. sontak itu membuatnya menjadi ingin muntah, ia lalu meletakkan ponsel itu di atas meja dan pergi menuju toilet.
tapi Jia Chen menjadi terkejut karena tiba-tiba jendela yang tadinya terbuka kini tertutup dengan sendirinya,
dan pintunya seperti telah terkunci dari luar, karena panik Jia Chen kembali menemui teman-temannya.
"kau terlihat pucat apa yang terjadi padamu?" Xue Qiu bertanya sambil melihat bahwa Jia Chen memegang mulutnya.
"Jia Chen apa yang terjadi? apa ada hal yang kau butuhkan? aku punya beberapa hal yang sering aku bawa." Xiu Mei menunggu respon dari Jia Chen yang terlihat kesulitan berbicara.
dengan hanya mengandalkan satu tangan Jia Chen memberikan gestur bahwa ia membutuhkan sebuah kantung plastik.
tapi Xue Qiu dan Xiu Mei hanya menatap satu sama lain dengan kebingungan, mereka tidak mengerti apa yang di katakan oleh Jia Chen.
"Jia Chen berkata bahwa ia sedang membutuhkan sebuah kantung plastik untuk muntah," Liu Qing berbicara namun tetap menatap ke arah kertas yang di berikan oleh Jia Chen.
dengan cepat Xiu Mei memberikan kantung plastik yang ia gunakan untuk membawa bekalnya untuk Jia Chen.
karena tidak ingin teman-temannya melihat ia muntah, Jia Chen pergi ke pojokan dan mengeluarkan semua isi di dalam mulutnya.
setelah selesai Jia Chen kembali menemui teman-temannya, serta Xiu Mei yang memberikan tisu basah.
"Terima kasih teman-teman," Jia Chen berbicara sambil membersihkan mulut serta tangannya menggunakan tisu basah yang diberikan.
"Bukankah ada hal lain yang ingin kau katakan lagi? benar kan Jia Chen?" tanya Liu Qing tanpa mengubah posisi duduknya.
"Sebenarnya saat aku ingin muntah, aku berlari ke arah pintu. secara tiba-tiba jendela tertutup dengan sendirinya, juga pintunya seperti ditutup dari luar." Jia Chen menunjuk ke arah jendela yang tidak lagi terbuka.
"tidak hanya itu saja," Liu Qing menghela nafas sebentar. "apa kalian tidak sadar? entah kenapa di pinggang kita terdapat sebuah sabuk..."
seketika semua orang menatap pinggang mereka lalu menjadi kaget dan terkejut.
mereka tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, darimana atau bagaimana itu muncul masih bagian dari misteri.
"Tenang teman-teman, aku yakin pasti ada alasan khusus kenapa kita diberikan hal ini. aku punya firasat buruk tentang apa yang ada di luar pintu." Liu Qing berjalan dan melihat keadaan teman-temannya.
"Bagaimana jika kita membagi kelompok menjadi dua bagian? setiap kelompok menyusuri satu bagian kelas, bagaimana?" Xiu Mei menatap teman-temannya sambil menunggu jawaban dari mereka.
setelah berpikir panjang Jia Chen mendapat sebuah ide tentang pembagian tersebut.
"Aku akan pergi dengan Xue Qiu, sementara Liu Qing akan bersama dengan Xiu Mei. bagaimana menurut kalian?" ucap Jia Chen dengan sedikit gugup karena mungkin teman-temannya tidak akan suka dengan ide yang ia berikan.
"Aku setuju, hanya saja ada yang ingin aku lakukan sebelum memulai pencarian dalam ruangan kelas." Liu Qing berkata sambil menunjukkan kertas yang di berikan oleh Jia Chen.
"tapi bukankah Xiu Mei telah mengartikan isi dari teka teki tersebut?" Xue Qiu menatap kertas itu yang sepertinya ada dua kertas yang saling menumpuk.
"Aku tidak tahu apa kalian melihat itu, tapi sepertinya ada sesuatu di balik teka teki ini dan bukan hanya serpihan dari puisi." ucap Liu Qing dengan wajah berseri-seri karena mendapat sesuatu yang menarik hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments