Melihat orang yang berdiri di depannya, Jia Chen hanya diam tanpa mengatakan apa-apa. ia tidak merasa tertekan atau apapun, namun ada sesuatu hal yang ganjal tentang hal itu.
"Kau itu siapa?" tanya Jia Chen dengan nada datar.
"Nak, kau mundur saja. aku akan memberikan waktu untukmu agar pergi dari sini, setidaknya sampai teman-teman ky datang." bisik orang itu sambil mendorong Jia Chen mundur.
Beberapa saat kemudian Jia Chen berpikir mungkin itu adalah waktu yang tepat untuk mengambil jasad Yan Fei, Jia Chen mundur ke belakang dan semakin menjauh. di sana ia melihat kondisi tempat sampah yang tidak mengalami perubahan signifikan.
Sambil menatap sekeliling Jia Chen lalu mencari kain untuk menutupi hidungnya, setelah mendapatkannya Jia Chen mengikat kain itu ke wajah. Ia lalu berlari dan mencari di mana Yan Fei.
Tak lama kemudian akhirnya Jia Chen berhasil menemukannya, dan dengan segenap tenaga ia berhasil mengeluarkan Yan Fei.
Tidak seperti dugaan ternyata Yan Fei masih hidup, namun dalam kondisi mengenaskan. dan tentu saja sangat kotor,
Dimana Jia Chen mendapat pilihan antara menolong namun mengotori tangannya, atau mengabaikan serta menyelamatkan dirinya. tapi ia merasa aneh karena bagaimana bisa jika seseorang masih hidup tapi menemuinya dalam wujud roh.
"Bagaimana ini? haruskah aku melakukan hal ini? tapi..." Jia Chen mengalami dilema dimana ia tidak bisa berpikir dengan jernih
Setelah lama berpikir, akhirnya Jia Chen memutuskan untuk menolong. dengan tangan gemetaran ia mengendong Yan Fei, walau kadang wajahnya menunjukkan ekspresi aneh.
Karena situasi yang sedang di alami Jia Chen melihat ke arah luar dimana dua orang itu masih saling bacot tentang hal-hal yang tidak penting. sambil menatap sekeliling Jia Chen melihat jika ada jalan pintas keluar dari sana, dan entah kenapa matanya bercahaya lalu dengan mudah mendapat jalan keluar lainnya.
Mata hijau zamrut Jia Chen bercahaya seperti berlian yang sangat indah, namun bukan hanya keindahan di balik mata tersebut. itu bisa melihat hal dibalik sebuah rahasia, setelah mencari sekeliling ia mendapat sebuah jalan pintas.
Tanpa menunggu lama Jia Chen berjalan ke arah tersebut, dan sesuai dugaan karena tidak ada hambatan di sana. dengan cepat ia berlari keluar dan melewati orang-orang di depan pintu tanpa ada halangan.
Sejenak Jia Chen berpikir di mana ia bisa membawa Yan Fei ke tempat yang aman, ia lalu terpikir mungkin untuk membawa Yan Fei ke rumah sakit. namun berjalan kaku akan merepotkan, tapi jika menggunakan angkot merupakan hal yang tidak mungkin.
Akhirnya Jia Chen memutuskan untuk berjalan kaki saja, meski itu merepotkan. namun semua itu tidak masalah karena kemampuan mata yang ia miliki bisa dengan mudah menemukan jalur di mana tidak ada seorangpun yang lewat.
Perjalanan panjang yang di lewati Jia Chen akhirnya tidak berakhir sia-sia, ia sampai ke rumah sakit dengan selamat. ketika ia mencari siapa yang bisa membantu, matanya terhenti kepada seseorang. dengan langkah pasti ia berjalan mendekati.
"Permisi." ucap Jia Chen yang sedang mengendong Yan Fei.
"Apa kau butuh sesuatu? aku bisa melakukannya untukmu." orang itu menjadi panik setelah melihat keadaan Jia Chen dan juga Yan Fei.
"Namanya Yan Fei, aku ingin kau membantunya sembuh." Jia Chen menunjukkan keadaan Yan Fei yang lebih buruk dari sebelumnya.
"Ikut aku," orang itu berjalan cepat, namun ia mencoba mengimbangi kecepatan dari Jia Chen. setelah beberapa saat ia berhenti di sebuah kamar vip. "ini mungkin bukan seberapa, tapi tolong letakkan dia di atas kasur. dan aku akan menanganinya, aku pastikan beberapa hari kemudian ia akan sembuh."
Setelah mendengar perkataan orang itu, Jia Chen meletakkan Yan Fei ke atas kasur. lalu berbalik dan menatap orang itu, yang menarik dia ke depan sebuah kamar mandi rumah sakit.
"Ini ada baju cadangan, dan shampoo juga sabun. aku akan kembali untuk membersihkan temanmu." orang itu memberikan sebuah kantung plastik. " pastikan untuk mengunci pintu ketika kau berada di dalam."
Awalnya Jia Chen merasa aneh karena ada orang yang mau membantu dirinya, tapi ia tidak mau ambil pusing. dan segera masuk ke kamar mandi lalu membersihkan tubuhnya, serta memastikan tidak ada bagian kotor.
Air membasahi tubuh Jia Chen, membuat ia menjadi segar. serta terbebas dari bau busuk yang selama ini bersama dengan dirinya.
Karena telah selesai, Jia Chen meletakkan pakaian kotor ke plastik. lalu memisahkan dengan shampoo juga sabun. ia dengan semangat kembali dan mengecek keadaan orang itu yang bersama dengan Yan Fei.
Tidak seperti dugaan Jia Chen melihat bahwa orang itu dengan perlahan membersihkan tubuh Yan Fei,
"Entah kenapa tapi orang ini sepertinya baik, bahkan dengan kekuatan mataku yang aktif. aku tidak bisa merasakan adanya hal buruk yang akan ia buat." Jia Chen memutuskan untuk masuk dan melihat keadaan mereka.
"Temanmu ini sangat menderita, di bahkan..." orang itu menghentikan kata-katanya sambil menggigit bibir bawah.
"Namanya Yan Fei, dia meminta bantuan dariku." ucap Jia Chen dengan senyuman lebar di wajahnya.
"Namaku Zhang Ming, aku bekerja sebagian pegawai magang di sini. dan kau siapa namamu?" orang itu bertanya dengan sambil mengenakan baju kepada Yan Fei.
"Namaku Jia Chen, senang bertemu denganmu juga." Jia Chen tersenyum dengan wajah manis.
"Kau tidak perlu khawatir tentang Yan Fei, aku akan menjaganya dengan baik." Zhang Ming memindahkan Yan Fei ke tempat lain lalu membersihkan kasur tempat ia di letakkan. "setelah ini, aku akan mengecek kondisi kesehatannya."
"Ini mungkin tidak seberapa, tapi... aku harap bisa membantu. jika ada hal yang kau butuhkan untuk memulihkan Yan Fei, katakan saja itu kepadaku." Jia Chen memberikan beberapa lembar gold kepada Zhang Ming.
"Tenang saja, aku tidak akan terlalu bergantung kepadamu. aku juga ingin membantu orang dengan kekuatanku sendiri." Zhang Ming tersenyum dan terlihat sedikit kecewa.
Menurut Zhang Ming jika membantu orang harus segenap hati, itulah sebabnya ia tidak senang ketika Jia Chen berpikir bantuannya hanya untuk mendapatkan sebuah balasan.
Beberapa saat kemudian Zhang Ming menjadi sibuk dalam mengawasi Yan Fei, Jia Chen lalu memutuskan untuk berjalan dan beranjak pergi dari sana, tiba-tiba ia teringat bahwa harus segera kembali ke rumahnya.
Ternyata mengaktifkan kekuatan mata membuat Jia menguras sebagian dari energinya, karena tingkat spiritualnya berada di tingkat terendah. namun ia tidak mengetahuinya oleh, lagi pula ia juga memang tidak mengerti dengan hal semacam itu.
Saat sampai di rumah Jia melihat ke arah sekeliling, ia hampir tergelincir karena sebuah buku di tengah jalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments