Bab 15 : Masa Lalu

saat itu ketika Jia Chen berusia 5 tahun, ia seperti anak-anak pada umumnya. dengan wajah imut dan kejeniusan yang dimilikinya, banyak orang ingin menjadi teman.

walaupun mungkin sebagian hanya ingin agar Jia Chen membantu mereka terlihat keren, dan ada juga orang-orang yang berakhir meninggalkannya ketika sudah tidak membutuhkan bantuan lagi.

Seperti biasa saat pulang sekolah yang sangat ramai, Jia Chen berjalan di sebuah taman bermain. di sana ia duduk sendiri sambil kadang-kadang bersenandung lagu yang sering di nyanyikan orang tuanya ketika akan membuatnya tidur.

Tiba-tiba entah apa yang menyambar, ada seorang anak seumur dengan Jia Chen berjalan tanpa arah tujuan. ia hanya terus melangkahkan kaki, sampai langkahnya menabrak.

namun itu tetap tidak menghentikan langkah anak itu, bahkan ketika ia berada di depan Jia Chen. ia masih terus berusaha berjalan, tentu saja itu membuat Jia Chen menjadi kesal dengan anak itu.

"kau, siapa? kenapa kau masih berjalan, bahkan ketika menabrakku? apa mungkin kau tidak tahu aku siapa? menyingkir.. bocah." Jia Chen terlihat tidak senang dengan keberadaan anak kecil itu yang terlihat lusuh dan kotor.

"tolong... aku... makamkan jenazahku di tempat yang layak." ucap anak itu sambil menghentikan langkahnya.

seketika Jia Chen terhenti, ia mencoba untuk memproses apa yang baru saja ia dengar. dan berpikir bahwa itu hanya halusinasi karena ia sedang kecapean, ia lalu tertawa dan mundur beberapa saat kemudian sambil mencari tahu bagaimana penampilan anak itu.

"ikut aku..." anak itu berjalan memutari Jia Chen dan menuju ke sebuah tempat, sambil menatap apakah dia diikuti atau tidak.

"jenazah? aku salah dengar kan? maksudku, dia terlihat sangat hidup." Jia Chen menelan air liurnya dengan perasaan tidak percaya dan takut di waktu yang bersamaan. "Apa ini mimpi? tapi itu tidak mungkin, karena.. tadi pagi, aku..."

"Aku janji tidak akan mengganggumu, setelah ini." anak itu berhenti dan menunggu dengan sabar agar Jia Chen mengikutinya.

awalnya Jia Chen tidak mau, tapi ia merasa seperti ada yang harus ia lakukan. jadi dengan tekad kuat ia pun mengikuti anak itu.

"adik kecil, apa kau bisa memberitahu orang tuaku. tentang kepergianku?" anak itu berjalan dan lambat, mengimbangi kecepatan jalan yang bisa di ikuti Jia Chen.

"Aku berusia 5 tahun, dan kau bahkan lebih kecil dariku." karena kata-katanya tidak di dengar Jia Chen memutuskan untuk mempercepat langkahnya mengikuti anak itu.

"Yan Fei, aku berusia 7 tahun." ucap anak itu singkat.

"Apa? tapi itu tidak mungkin, karena aku bahkan lebih tinggi darimu." Jia Chen memandang Yan Fei dari unjung kepala hingga kaki. "Aku tidak menyangka ada orang di luar sana yang hidupnya menderita." Jia Chen merasa sedih dengan keadaan Yan Fei.

Tiba-tiba Jia Chen mulai meneteskan air mata, ia merasa bersalah karena selalu menekankan permintaan kepada orang tua. dan akan merajuk jika tidak dikabulkan, tidak pernah menghabiskan makanan. dan hampir selalu menghamburkan uang untuk sesuatu hal tidak berguna, atau yang telah ia miliki. dengan alasan ia ingin baru, tanpa peduli betapa sulit perjuangan orang tuanya ketika mencari itu.

"kita sudah sampai," Yan Fei berhenti di sebuah tempat sampah. "Aku berada di sini selama beberapa hari, aku harap kau bisa membantuku."

setelah beberapa saat Yan Fei tersenyum dan perlahan menghilang, hal itu tidak membuat Jia Chen menjadi kaget. tapi malah menjadi sedih, karena merasa bersalah dengan semua hal yang terjadi.

tak di duga ada seseorang asing datang di belakang Jia Chen, mencoba untuk membantu.

"nak, akan berbahaya. jika kau berada di sini sendirian." orang itu menyentuh pundak Jia Chen dengan lembut.

namun tanpa di sadari oleh orang itu, bahwa Jia Chen memiliki perlindungan uang di berikan oleh orang tuanya. sebagai tindakan jaga-jaga, bila ada hal buruk yang akan terjadi.

karena merasa bahwa ia telah berjanji pada Yan Fei, Jia Chen berjalan ke tempat sampah tersebut. dan mencari apakah ada petunjuk yang bisa ia temukan.

dalam upaya untuk menemukan Yan Fei, ternyata hal itu membuat orang itu menjadi panik. ia lalu pergi ke sebuah tempat, sambil mencari bantuan. tidak ada yang tahu tentang apa yang ia lakukan, tapi pastinya itu bukan hal yang baik.

beberapa saat kemudian akhirnya Jia Chen mendapat satu potong dari teka teki petunjuk tentang keberadaan Yan Fei , dengan penuh semangat yang meluap luap dalam dirinya Jia Chen menemukan fakta tentang rahasia orang itu.

"Jangan bilang orang ini, telah membunuh Yan Fei. tapi itu tidak mungkin, dan jika memang benar. kenapa ia melakukan hal itu?" Jia Chen menutup hidung ny karena bau sampah yang menyengat.

seketika mata Jia Chen terhenti ke sebuah tempat sampah, ia melihat seperti sebuah tangan kecil. yang mungkin itu adalah bagian dari tubuh Yan Fei.

walau jantungnya berdegup kencang karena takut, Jia Chen berusaha memikirkan tentang hal terburuk yang mungkin akan ia hadapi. entah itu ternyata tubuh Yan Fei telah tercabik atau mungkin di mutilasi.

ketika Jia Chen ingin menggapai kantung plastik itu, tiba-tiba orang yang tadi datang dan mengagetkan. sambil tersenyum dengan wajah mencurigakan, karena marah Jia Chen menatap orang itu dan mulai bertanya beberapa hal.

"kau... orang yang membunuh Yan Fei, benar kan? dan membuang mayatnya di sini? jangan pikir aku akan membiarkanmu." Jia Chen menepis tangan orang itu dari pundaknya sambil menatap dengan wajah penuh amarah.

"kau tidak mengerti... sebenarnya aku..." orang itu tiba-tiba menangis, tanpa ada alasan pasti.

"apa kau pikir tangisanmu bisa membuat perbuatan yang telah kau lakukan bisa terhapus? jangan bermimpi... kau hanyalah seorang pendosa." Jia Chen membentuk orang itu sambil mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.

"nak, sebaiknya kau pulang saja. akan berbahaya jika kau terus berasa di sini." ucap orang itu dengan nada khawatir.

meskipun dilanda dilema, tapi Jia Chen tetap pada pendiriannya. ia tidak mau pergi dari sana untuk alasan apapun.

"Aku tidak akan pergi, sebelum mendapat informasi tentang keadaan Yan Fei. aku akan menunggu di sini, dan tidak ada yang bisa menghentikan aku." Jia Chen berlari ke arah tempat sampah.

seperti biasa orang itu menahan kerah baju Jia Chen, dan menariknya ke belakang. ditambah lagi kekuatan yang dimiliki Jia Chen itu tidak seberapa.

"nak, aku mohon. tolong pergi dari sini, jika tidak maka bos akan menemukanmu. dan mungkin itu akan berakhir buruk padamu." orang itu berusaha untuk menghentikan langkah Jia Chen yang keras kepala.

"tapi, aku sudah berjanji pada Yan Fei. bahwa aku akan menguburkannya di tempat yang lebih layak." Jia Chen berhenti melawan dan akhirnya di bawa oleh orang itu keluar dari sana.

tapi ketika orang itu membawa Jia Chen pergi, bos mereka berdiri dengan senyuman lebar di wajahnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!