Bab 04 : Menjalani Hidup

Jia Chen terlihat sangat menyukai pengetahuan yang baru saja ia dapati, namun ketenangannya hilang ketika lonceng pelajaran berikutnya berbunyi.

"Teman-teman, kita harus kembali ke kelas. bagaimana jika kita melanjutkannya nanti? atau kita bisa meminjamnya untuk di baca di rumah." Jia Chen berdiri dan melihat keadaan teman-temannya.

"Aku belum selesai membaca, bagaimana ini?" Xue Qiu terlihat khawatir.

"Xue Qiu ayo kita pergi bertemu penjaga perpustakaan untuk meminjam bukunya," Xiu Mei tersenyum sambil memegang tangan Xue Qiu dengan lembut.

"Benarkah? aku bisa membacanya lagi nanti?" Xue Qiu menatap Xiu Mei dengan berbinar-binar.

Melihat Xue Qiu yang begitu bersemangat membaca buku, Xiu Mei menuntunnya menuju ke penjaga perpustakaan.

Sekalian Xiu Mei ingin meminjam beberapa buku juga untuk dirinya, Xiu Mei penasaran apa yang Xue Qiu baca begitu lama.

"Buku apa yang kau baca?" tanya Xiu Mei penasaran.

"Aku membaca buku tentang makhluk mitos." Xue Qiu menyembunyikan wajahnya, karena takut akan di ejek oleh Xiu Mei.

"Jadi sudah sampai bagian mana kau membaca bukunya." Xiu Mei melihat ke arah buku yang di pegang oleh Xue Qiu.

"Aku mengalami ke kesulitan membaca... maaf." Xue Qiu memegang bukunya dengan erat.

"Kau tidak perlu malu, lagi pula kita adalah teman. dan apa gunanya teman? jika kita tidak saling membantu satu sama lain?" Xiu Mei tersenyum sambil memegang tangan Xue Qiu.

"Mungkin akan lebih baik jika kita selesaikan ini sekarang, karena pelajaran akan segera di mulai." Jia Chen datang dan meletakkan buku yang ingin ia pinjam.

Mereka menunggu penjaga perpustakaan yang tidak keluar dari sana, dan itu membuat mereka hampir frustasi karena akan terlambat mengikuti pelajaran.

Karena saking lamanya Jia Chen bersiul dan menghentakan kakinya ke lantai. Akhirnya seorang penjaga perpustakaan datang, itu juga ia masih menatap cermin tanpa menghiraukan keberadaan Jia Chen dan kawan kawan.

"Permisi, kita di sini ingin meminjam buku. tolong bisa di percepat, karena kita harus mengikuti pelajaran berikutnya." Jia Chen menghentakan kakinya dengan tidak sabaran.

"Kenapa kita tidak bersantai sedikit lebih lama, karena terburu-buru itu tidak baik. bagaimana jika kalian melihat wajah tampanku lebih lama lagi." Penjaga itu berkedip pada Xue Qiu dan juga Xiu Mei.

Hal itu membuat mereka bertiga menjadi marah, Xiu Mei menatap orang itu dengan senyum misterius dan seketika orang itu dengan senang hati membantu mereka.

"Tentu saja aku akan melakukan dengan cepat, dan ketika kau mengatakannya itu telah selesai." Penjaga itu memberi stamp kepada Jia Chen dan teman-temannya.

"Xiu Mei, kau benar-benar hebat. apa yang kau lakukan sehingga orang itu segera memberikan izin meminjam buku?" Jia Chen menatap ke arah Xiu Mei dengan tatapan takjub.

"Itu bukan apa-apa, aku tidak melakukan apa pun. aku hanya tersenyum saja kepadanya, dan mendadak ia dengan senang hati membantu." Xiu Mei tidak memberitahu bahwa senyumannya itu sangat menakutkan.

"Kau sangat hebat sekali, Xiu Mei. aku senang kita bisa berteman dengan baik." Jia Chen menepuk pundak Xiu Mei sambil tersenyum.

Setelah mendapat buku yang mereka inginkan, mereka beranjak pergi dari perpustakaan. dan pergi kembali ke ruang kelas.

"Sepertinya pelajaran hampir di mulai, untung lah kita tepat waktu ketika sampai." Jia Chen menghela nafas panjang sambil duduk di bangku.

Karena merasa bahagia Jia Chen meletakkan kepalanya di atas meja, dan tanpa di sadari ia tertidur.

Sambil tersenyum Jia Chen terlihat menikmati mimpinya itu, entah apa yang ia lihat di dalam mimi tapi yang jelas itu adalah mimpi indah.

Tapi mimpi Jia Chen harus terganggu oleh dosen memukul kepalanya dengan buku yang telah di gulung.

"Sakit.. kepalaku," Jia Chen mengangkat kepalanya dari atas meja dan menatap ke arah dosen.

Dosen itu terlihat marah karena ternyata Jia Chen hanya tertidur ketika mengikuti kelas darinya.

"Sepulang sekolah, kau harus menemui kepala sekolah." dosen berbalik dan kembali melanjutkan pelajarannya.

"Kepalaku,.. entah kenapa aku sangat mengantuk." Jia Chen malah tertidur sambil menopang dagunya.

Tanpa terasa pelajaran telah selesai, dan murid-murid diizinkan untuk pulang ke rumah. kecuali Jia Chen.

Karena masih mengantuk Jia Chen menguap ngantuk, tapi ia teringat bahwa ia harus menemui kepala sekolah. dan tentu saja Jia Chen tidak sendirian karena ada Xue Qiu dan Xiu Mei yang selalu menemani dirinya.

Dengan perlahan Jia Chen berjalan menuju ruang kepala sekolah, dan ketika membuka pintu di sana tidak ada siapapun.

Melihat kejanggalan yang ada Jia Chen melihat sekeliling dan mendapati hanya ada sebuah kertas yang di tulis dengan huruf kuno.

Karena tidak mengerti tulisan itu Jia Chen menunjukkannya kepada Xue Qiu dan juga Xiu Mei, yang ternyata Xue Qiu bisa membacanya.

"Jadi apa arti tulisan itu, Xue Qiu? apa artinya buruk?" tanya Jia Chen yang penasaran.

"Ini seperti surat ancaman? tapi aku tidak tahu secara teknis artinya." Xue Qiu menghela nafas menatap kertas itu.

"Katakan padaku, akan aku lihat mungkin aku bisa menafsirkan artinya." Jia Chen menunggu jawaban dari Xue Qiu.

"Tertulis bahwa **Ketika langit menjadi merah, maka akan ada seorang pahlawan yang merebut piala penghargaan dari tangan seorang yang berhati dingin**. sepertinya ini hanya satu bagian dari teka teki itu, aku butuh lebih banyak lagi petunjuk." Xue Qiu terlihat menjadi antusias ketika tahu itu bagian dari teka-teki.

"Mungkin yang di maksud langit menjadi merah itu, berarti sore hari." Jia Chen seperti memikirkan arti lanjutan dari puisi tersebut.

"Aku tidak tahu, tapi sepertinya ini sangat menarik. aku tidak sabar memecahkan kasus ini." Xiu Mei tersenyum ketika mendapat sebuah tantangan.

"Aku ingin membantu tapi aku tidak bisa, maaf." Xue Qiu tertunduk karena merasa dirinya sedikit tidak berguna.

"Apa yang kau bicarakan? jika bukan karena kau, apa kita bisa mendapat petunjuk dari kasus ini? mungkin kita masih akan berputar-putar hanya untuk membacanya." Jia Chen menepuk pundak Xue Qiu sambil memberi semangat kepadanya.

"Akan lebih baik jika kita bisa mendapat lebih banyak petunjuk, kalau hanya mengandalkan satu saja akan ribet." Xiu Mei mencari di tempat lain yang mungkin bisa menjadi petunjuk lainnya. Walaupun sudah mencari kemana-mana tapi tidak ada tanda-tanda petunjuk yang lain.

"Aku tidak mau membuat tempat ini berantakan, tapi demi menyelesaikan kasus. aku akan melakukan apa saja." Xiu Mei mulai mencari dari bagian lemari.

"Xiu Mei, kau tidak boleh membuat tempat ini berantakan. itu akan membuat kita kerepotan ketika mencari di bagian yang belum kita jelajahi." Jia Chen duduk di bangku sambil memejamkan mata.

Memikirkan banyak hal memang merepotkan apalagi jika hal itu hanya sebagian kecil dari petunjuk yang di butuhkan. Jia Chen masih mencari tahu apa arti dari kata-kata yang tertulis di atas kertas tersebut.

Terpopuler

Comments

Cleopatra Karinda

Cleopatra Karinda

woow, semakin bagus ceritanya

2023-12-26

0

IG : wnraineoko

IG : wnraineoko

Ceritanya bagus, semangat Author🙌

2023-12-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!