Ketika di dapur Jia Chen meletakkan nampannya di atas meja lalu pergi dari sana.
Saat kembali ke meja Jia Chen melihat bahwa kedua temannya menjadi lebih akur daripada sebelumnya, dia pun ikut duduk dan berbincang-bincang sebentar.
"Kalian terlihat sedikit akrab, apa yang terjadi?" Jia Chen merasa penasaran.
"Kami memiliki beberapa kesamaan," Xiu Mei tertawa kecil.
"Begitu kah? aku senang kalian bisa berteman." Jia Chen berdiri dan beranjak dari tempat duduk.
"Tunggu sebentar, bagaimana jika sebelum itu kita berjalan jalan berkeliling kampus. sekalian mengenalkan banyak hal kepada Xue Qiu?" Xiu Mei terlihat bersemangat.
"Itu jika Xue Qiu menginginkannya, aku tidak mau menekankan keinginanku padanya. aku akan menghargai setiap keputusan yang akan dia pilih," Jia Chen menata ke arah Xue Qiu menunggu jawaban darinya.
Xue Qiu yang dirinya di perhatikan merasa sedikit kurang nyaman, dan terlihat menjadi gelisah.
"Apa aku terlalu menatapmu? aku minta maaf jika itu membuatmu tidak nyaman, aku akan berhenti untuk melakukannya." Jia Chen menunduk dan berbalik.
Xiu Mei hanya tertawa melihat mereka berdua yang canggung,
"Aku bukannya tidak suka, tapi aku hanya belum terbiasa. aku minta maaf," ucap Xue Qiu dengan nada pelan.
"Kau tidak perlu meminta maaf soal hal itu, lagipula kita semua adalah teman. dan teman akan selalu membantu satu sama lain, jadi bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar?" Xiu Mei tersenyum dengan penuh harap.
"Baiklah, aku akan ikut. aku harap orang-orang tidak akan menatapku terus." Xue Qiu menunduk menutupi perasaan gugupnya.
"Mungkin itu akan sedikit sulit karena warna rambutmu itu seputih mutiara sama seperti dengan warna kulitmu, matamu juga berwarna emas. siapa yang tidak akan tertarik ketika melihatmu? tapi tenang saja ada aku Xiu Mei dan Jia Chen yang akan melindungimu," Xiu Mei berkedip pada Xue Qiu.
Mendengar hal itu Xue Qiu menjadi sedikit percaya diri, ia lalu berdiri dari bangkunya dan mulai berjalan.
"Aku akan ikut dengan kalian berkeliling kampus, aku harap tidak akan mengganggu." Xue Qiu gemetaran ketika mengatakan hal itu.
"Baiklah ayo pergi teman-teman," Xiu Mei berjalan di depan dan menuntun mereka.
Mereka keluar dari kantin dan berjalan menuju sebuah taman dekat sana, sambil melihat refleksi diri. Air kolam begitu menenangkan jiwa, membuat jiwa terbuat oleh kecantikannya. Banyak ikan berenang membuat situasi menjadi tenang, mereka bahkan kadang-kadang mengambil beberapa foto.
"Kalian terlihat cakep dalam foto ini." melihat ke arah ponselnya.
"Tidak buruk, tapi aku lebih suka jika menggunakan kamera polaroid." Jia Chen mengeluarkan kamera miliknya dari saku.
"Itu memang bagus tapi, jika kita menggunakan kamera foto masih bisa di hapus apabila ada foto yang jelek. tapi polaroid tidak bisa." Xiu Mei melihat beberapa foto yang jelek dan menghapusnya.
"Kau hampir menghapus semua fotonya, tidak akan ada yang tersisa jika menurutmu semua foto jelek." Jia Chen melihat hanya ada satu foto yang tersisa dari semua foto yang mereka ambil.
Karena penasaran dengan apa yang di bicarakan oleh Jia Chen dan Xiu Mei, Xue Qiu bergabung dalam percakapan mereka.
"Apa benda itu? terlihat menarik?" tanya Xue Qiu penasaran.
"Tentu saja ini menarik, ini adalah penemuan manusia yang termasuk hebat... karena pada dasarnya manusia itu makhluk yang cerdas." Xiu Mei tersenyum dengan perasaan bangga.
"Bagaimana jika kita pergi ke tempat yang lainnya, siapa tahu ada hal menarik lainnya." Jia Chen terlihat lebih antusias di bandingkan sebelumnya.
"Tentu saja, tapi ke mana? bagaimana menurutmu Xue Qiu, apa tempat yang bagus untuk di datangi setelah ini?" Xiu Mei menatap ke arah Xue Qiu sambil menunggu jawaban yang akan di berikan.
"Aku ingin pergi ke perpustakaan, jika boleh." kata Xue Qiu dengan pelan.
"Perpustakaan, ya? Sepertinya menarik.. ayo kita pergi ke sana, tidak ada salahnya ya kan?" Xiu Mei berjalan mundur sambil melihat teman-temannya.
Karena tidak melihat ke belakang Xiu Mei hampir jatuh ke selokan, untung saja Jia Chen dengan cepat menolongnya jadi Xiu Mei tidak terluka sama sekali.
"Terima kasih Jia Chen, jika bukan karena dirimu mungkin aku akan jatuh." wajah Xiu Mei terlihat sedikit merona ketika Jia Chen menolongnya.
"Bukankah kau yang mengatakan bahwa teman itu harus terus membantu satu sama lain?" Jia Chen tersenyum dan membawa Xiu Mei menjauh dari selokan.
Xiu Mei tertawa mendengar kata-kata dari Jia Chen, tapi dia merasa sedikit bahagia karena Jia Chen adalah orang yang tidak hanya tampan namun baik hati.
Mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka ke perpustakaan, di sana sangat sunyi seperti yang di harapkan.
Itulah sebabnya mereka harus berbicara dengan kode atau gerakan tangan, walaupun kadang-kadang mereka juga mengobrol seperti biasanya.
"Apa kalian punya rekomendasi buku yang bisa di baca tanpa merasa bosan?" Xiu Mei menatap ke arah rak buku yang tinggi.
"Bagaimana jika buku sejarah?" Jia Chen menggunakan sihirnya dan mengambil beberapa buku sejarah.
Karena Jia Chen berpikir bahwa buku itu menarik, ia memberikannya kepada Xiu Mei. Tapi Jia Chen mengambil beberapa buku tentang kultivasi, untuk dirinya. ia lalu menatap Xue Qiu bertanya buku yang ia sukai.
"Bagaimana denganmu Xue Qiu, apa buku yang menurutmu menarik? katakan saja padaku dan akan aku ambilkan padamu." Jia Chen menatap Xue Qiu.
"Aku tidak tahu, tapi bagaimana jika tentang makhluk mitos." Xue Qiu merasa malu dengan permintaannya.
"Kau tidak perlu merasa rendah hanya karena pilihanmu, kau bisa memilih apapun yang kau sukai. jangan biarkan orang lain mengintimidasi pilihanmu itu." Jia Chen menyentuh pundak Xue Qiu dengan satu tangan lainnya membawa buku.
Dengan kemampuan milik Jia Chen ia mengambil beberapa buku tentang hewan mitos, yang dipilihnya ialah "Legenda Rubah Ekor Sembilan", dan "Legenda Putri Duyung" lalu memberikannya kepada Xue Qiu.
"Terima kasih karena telah memilih buku ini untukku," Xue Qiu tersenyum sambil membawa buku-buku tersebut dan meletakkannya di atas meja bersama dengan Xiu Mei.
Mereka lalu duduk dengan nyaman sambil membaca buku yang sedang mereka lihat, sambil tersenyum sendiri. Tidak ada yang mengganggu mereka saat sedang membaca buku, dengan sangat serius. Ternyata persamaan yang di katakan oleh Xiu Mei adalah ketika mereka membaca hanya akan fokus pada hal yang ada di depannya.
Tak terasa mereka telah selesai membaca buku-buku yang mereka pegang, sambil meregangkan otot-otot mereka.
"Buku ini memang terbaik, aku bisa membacanya sepanjang hari. jika itu memungkinkan." Jia Chen tertawa sedikit pelan karena tidak boleh berisik jika berada di dalam perpustakaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Cleopatra Karinda
ada hal yg tdk dipahami
2023-12-26
0