Cookies

Paduan harumnya bawang geprek, kecap dan nasi yang terkena minyak panas, menyeruak ke seluruh ruangan tempat tinggal Nada pagi ini. Rasanya siapapun tak ada yang bisa menolak untuk tidak tergoda. Mungkin saja kalau penghuni rumah ini tidak pergi ke luar kota mereka semua pasti langsung hengkang dari dunia mimpinya.

Ya, pagi ini Nada berniat memenuhi permintaan Mada membuatkan dosennya itu "Nasi Goreng Spesial" persis seperti yang ia buat di rumah Mada kala itu. Mengingatnya ujung bibir Nada jadi tertarik spontan. Ia jadi senyum-senyum tak jelas selama meracik Nasi Goreng itu. Tak ada seorang pun yang mengusiknya pagi itu, karena Om sekeluarga sedang pergi ke luar kota menghadiri resepsi pernikahan putri sahabatnya. Jadi dia bebas mau melakukan apapun dua hari ini.

Sayangnya sesampainya di kampus Nada tak sempat memberikan nasi goreng itu pada Mada. Kelas mendadak diajukan setengah jam dari jadwal secara dadakan.

Tak ada yang spesial, semuanya berjalan seperti biasa sampai akhirnya jam istirahat datang, dan disaster pun terjadi. Nada yang baru saja kembali dari kamar mandi menemukan Dara sedang bersiap membuang paper bag yang berisi nasi goreng miliknya, di sampingnya ada Shofie dam beberapa lainnya.

"Dara... Paper Bag aku mau diapain?" teriak Nada kesal, membuat Dara dan yang lainnya menoleh spontan ke arahnya.

"Ini punya lo??" tanya memasang wajah sok polos.

"Upsss sorry udah terlanjur masuk tong sampah,"

Dara tersenyum usil saat itu dan dengan sengaja membuang paper Bag di tangannya, saat itu Nada hanya bisa menatap nanar paper Bag yang sudah berada di dalam tong sampah bercampur dengan sampah plastik lainnya. Seolah baru saja melihat adegan opera van java secara live di depan mata, Shofie dan Dara tertawa puas.

Walah ternyata itu tadi nasi goreng buatan lo? Emang pantes di tempat sampah sih. Tau gitu gue langsung taruh tong sampah aja tadi," sarkas Dara, seolah tak punya urat malu. Padahal dia, Shofie dan yang lainnya sudah mengandaskan nasi goreng tadi tanpa sisa.

Ya meski awalnya mereka gengsi khas anak sultan mereka semua langsung lupa dan kalap begitu merasakan suapan pertama yang meleleh di lidah mereka masing-masing. Sampai akhirnya nasi goreng itu kandas tak bersisa, geng gosip ini tak sanggup menghentikan tangan mereka supaya tak menyuap terus ke mulut

"Lain kali bilang dong kalau nggak punya duit jajan! Kitakan bisa galang dana buat lo, jadi nggak oerlu bawa bekel kaya anak sd gini," celetuk Dara dengan nada sarkastik, dan tertawa.

Tak ada respon apapun, Nada cuma bisa mengepalkan kedua tangannya untuk meredam luapan emosi.

Setelah Shofie, Dara dan yang lainnya sudah betul-betul pergi, Nada mendekat ke tong sampah perlahan. Ia mengambil paper yang sudah dibuang tadi, lalu segera mengeluarkan lunch yang sudah ludes tak berisi. Tanpa kontrol, air mata Nada leleh membasahi pipinya. Cewek itu terduduk lesu di kursi koridor sambil mengelap lunch box di tangannya. Usahanya pagi ini sia-sia, lenyap begitu saja.

Tidak ada yang menyadari, kalau semua adegan tadi tak hanya di saksikan beberapa mahasiswa yang kebetulan lewat di sana, diam-diam Mada juga melihat semua kejadian barusan. Ya, Mas Dosen berada tak jauh dari tempat itu ketika tindakan buruk itu berlangsung. Sekali lagi mas dosen ganteng ini melihat perlakuan buruk tersebut.

Setelah menunggu sejenak, Mada menghampiri Nada setelah ia rasa mahasiswinya itu sudah cukup tenang untuk mendapat interupsi dari dirinya.

"Nada!"

Mas dosen ini berakting seolah tak tau apa-apa dan tak melihat apa yang baru saja terjadi. Mendengar panggilan Mada Nada spontan menghapus air mata yang membasahi wajahnya.

"Iya, Pak?"

"Bisa ikut ke ruangan saya sebentar?"

Nada terdiam beberapa saat, lalu tak lama ia mengangguk beberapa kali menuruti perintah Mada. Toh, tak ada alasan untuk menolak perintah Mada, sekalipun moodnya sedang buruk tingkat dewa saat ini.

"Ada apa ya, Pak?" tanya Nada dengan to the point mode on-nya begitu mereka berada di ruang kerja Mada. Dia sama sekali tidak mood untuk berinteraksi lama-lama dengan orang lain untuk saat ini.

"Ammm,"

Mada mengumam bingung, ia terlihat jelas mencari-cari topik untuk dibicarakan dalam ruang kepalanya. Karena faktanya Mas dosen ini memang tak memiliki kepentingan yang berarti saat ini kecuali sekedar ingin mengalihkan perhatian Nada dari perlakuan buruk teman-temannya barusan. Ia sendiri juga bingung kenapa bisa melakukan hal ini.

"Ammmm... Itu... saya... Mau..."

"Aaa iya, berkas-berkas kamu dan team buat ikut kompetisi udah siap semua?" tanya Mada melempar pertanyaan random yang ada muncul dalam ruang imaginya.

"Sudah Pak, tapi bukannya bapak minta di kumpulin besok??" tanya Nada bingung, jadi belik ikut-ikutan melempar pertanyaan.

"Kamu benar. Saya cuma mengingatkan dan memastikan saja, biar aman semua nggak ada yang ke skip. You are president of this team, right?"

Nada hanya bisa mengangguk beberapa kali saja saat itu, jujur saja ia makin tak paham dengan Dosennya satu ini.

"Amm.. Ada masalah yang lain, Pak?" tanya Nada masih blak-blakan.

"Eee, tidak, cuma itu saja," jawab Mada kikuk karena tak menemukan jawaban selain itu.

Suasana pun hening mendadak.

Detik itu pandangan Mada tak lepas dari lunch box yang dipegang Nada, "Kamu tadi sedang makan, ya? Sorry saya menganggu waktu santap kamu jadinya,"

"Nggak, Bapak nggak menganggu,"

"Lunch box ini tadi harusnya buat bapak, nasi goreng say thanks kemarin. But cause there is something isinya harus ludes!!" Imbuh Nada dengan Nada jengkel.

Ujung bibir Mada langsung tertarik ke atas mendengar penjelasan Nada. Diam-diam hati kecilnya pun ikut tersenyum tau permintaan absurdnya dipenuhi oleh Nada.

"Take it easy. I have fasting today. Kamu lupain aja permintaan nyeleneh saya kemarin," tutur Mada diikuti senyum adiktifnya di akhir kalimat.

Pupil mata Nada langsung membesar dalam hitungan sekejap mendengarnya, ini betul-betul kebetulan yang sangat menyenangkan.

Merasa tak ada lagi yang perlu dibahas, Nada pun pamit untuk kembali ke kelas. Namun belum sampai keluar dari pintu, gadis itu menahan langkahnya. Ia berbalik dan menghampiri Mada.

"Ada yang kelupaan?" tanya Mada mengernyit bingung. Karena begitu kembali di depannya Nada jutru terdiam. Tangan gadis itu terlihat menahan sesuatu di dalam ranselnya.

"Ada sesuatu yang mau kamu beritaukan ke saya?? Mau tanya tugas,"

"Eee.. Nggak pak. Nggak jadi. Saya pamit sekarang," ucap Nada kembali mau beranjak.

"You hide something?"

Kaki Nada kembali terpaku mendengar tebakan Mada barusan. Nampaknya dosennya itu tau apa yang ada di dalam ranselnya. Rasa-rasanya benar, kalau Mada ada garis keturunan cenayang.

"Aaa ini," tak bisa berkilah, Nada cuma mampu menahan kalimat dari bibir mungilnya. Bodoh, harusnya ia segera pergi begitu pamit tadi.

Ragu, akhirnya Nada mengeluarkan kotak mini yang di tahannya di dalam ransel tadi, lalu menaruhnya di meja Mada.

"Lhoh, buat saya?"

"Ammm, tapi cuman cookies ekperiment saya, bukan nasi goreng yang diminta Bapak. Nggak papa emangnya??"

"Kalau nggak enak nanti bapak buang aja mendingan," imbuh Nada lagi.

Mada tersenyum tipis, seraya mengambil kotak itu, " Ya jangan dong masa dibuang, it's so rude. Wahh, saya jadi nyusahin kamu hari ini kalau begini,"

Nada mengeleng beberapa kali, bersamaan dengan tanda break time yang tiba-tiba mengema ke mana-mana.

"Maaf pak saya harus pamit sekarang, kelas sudah mau dimulai," pamit Nada seperti dapat kesempatan emas.

"Aaa, sure. Take care!"

Sekali lagi Nada mengangguk dan langsung beranjak selepas mengucapkan salam. Tapi lagi-lagi belum sempat melangkah keluar dari pintu langkahnya terpaksa harus tertahan lagi, karena Mada tiba-tiba kembali memanggilnya.

"Ya, Pak?" ucap Nada seraya berbalik.

"Thanks ya!" Mada mengangkat kotak yang masih ada ditangannya seraya mengembangkan seulas senyum.

Formalitas Nada menganggukkan kepala sekali lagi, lalu ia segera melanjutkan langkahya untuk keluar. Meninggalkan Mada yang detik itu makin lebar senyumnya menatap sekotak cookies yang dari tadi belum lepas dari tangannya

....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!