Knowing you

Pukul 07.00 pagi.

Nada sudah berada di kampus sejak sepuluh menit yang lalu. Sebenarnya kelas masih akan dimulai pukul 08.00 nanti. Tapi berhubung, dia harus bertemu dengan Pak Mada, dosen sejuta umat fans di kampus ini, wal hasil dia sudah berada di kampus sekarang.

Cewek ini menghembuskan nafasnya malas berada di depan ruangan yang di depan pintunya terpampang jelas nama 'MADA Al FATIH"

Ya, nama lengkap dosen muda itu adalah Mada Al Fatih, pria tampan berumur 25 tahun. Lulusan S2 Harvad university saat dia berumur 23 tahun. Dan begitu menjadi dosen di universitas ini, dia langsung kebanjiran pengemar dan jadi most wanted di kampus.

Bahkan katanya, tak jarang mahasiswi yang menyusup ke kelas yang ia isi meskipun bukan jadwal mereka hanya demi untuk menikmati anugrah yang diciptakan oleh Sang khaliq dengan sangat sempurna ini

Tapi Nada tidak termasuk dalam golongan sejuta umat Fans BUCIN Mas Dosen ganteng ini. Baginya, mau seganteng apapun, dia tetap dosennya yang wajib hukumnya ia menaruh rasa hormat dan sopan. Bukannya tepe-tepe nggak jelas seperti kebanyakan para kaum bucin kampus ini. Baginya itu seperti menyia-nyiakan perjuang Raden Ajeng Kartini saja. Jadi kaum Bucin.

Tohhhhh.... Dosen ini baru mengajar kelas mereka genap tiga bulanan ini. Dan itu cuman 4 kali pertemuan saja setiap bulannya. Bagaimana bisa otak teman-temannya itu sudah terkontaminasi oleh virus BUCIN Mas Dosen ganteng itu.

Dasar lemahhhhhhh pertahanan hati.....!!

"Assalamuaikum, permisi Pak!!!" ucap Nada sesopan mungkin sambil mengetok pintu.

"Ya, waalaikumsalam. Masuk!"

Terdengar suara berat Mada yang menyaut dari dalam. Nada langsung mendorong pintu dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Mas dosen ini.

"Ya???"

"Ammm, saya mahasiswa bapak dari kelas pararel A. Tugas terakhir dari bapak milik saya kemarin, tidak dikembalikan. Dan bapak bilang, harus menemui bapak pagi ini," jelas Nada. Entah kepanjangan atau tidak, cewek itu tak mau ambil pusing.

"Oohhh,"

Dosen muda ini langsung melirik satu makalah yang terletak diatas meja tepat di samping laptopnya.

"Nada Arina Putri..." bacanya lalu ia kembali mengalihkan pandangan ke Nada yang saat ini duduk di depan mejanya.

"Kenapa hasil tugas saya ditahan ya, Pak??" tanya Nada dengan nada yang terkesan protes ketimbang bertanya.

"Di makalah ini, hanya tercantum nama kamu. Bukannya tugas saya kemarin jelas ya, it's team work."

Nada terdiam mendengar penjelasan Mada, "Saya tau, Pak. Tapi...," bingung harus menjelaskan bagaimana, Nada menahan kata-katanya.

"But????"

"Ok, gini aja. Kamu perbarui esay kamu ini, kerjakan bersama teamnya Shofie. Makalah mereka berantakan soalnya," jelas dosen itu menyodorkan makalah Nada.

"Maaf Pak, saya tidak masalah dan bisa terima kalau bapak beri saya nilai C. Tapi mohon maaf, saya tidak bisa melakukan apa yang bapak tugaskan barusan," tegas Nada tapi tetap berusaha mengatakannya sesopan mungkin.

Saat itu hanya satu expresi yang tercetak di wajah Mas dosen ganteng ini, bingung. Dahi Mada mengerut tipis. Tapi, di detik yang sama Nada sudah beranjak dari kursinya.

"Maaf Pak, saya permisi. Assalamualaikum," ucap perempuan itu meningalkan Mada yang saat ini masih terdiam tak paham.

Ya, imagi Mas dosen ganteng ini nampaknya masih me-loading apa yang baru saja terjadi.

....

Suasana kampus terlihat sangat ramai begitu break time berlangsung. Kantin, taman kampus, ataupun kursi-kursi yang terpajang di sepanjang koridor akan penuh sesak dengan para mahasiswa yang sudah terkurung beberapa jam bersama para dosen, mulai dari yang kiler sampai santuy.

Ada juga yang melengang keluar kampus untuk nongki di cafe depan kampus yang harganya cukup merakyat di kantong kaum rantau atau kaum indie kos dan sangat instagramable untuk di pos sana-sana. Entah ini aneh atau tidak, saat spot-spot tersebut menjadi tempat pelampiasan melepas penat, tak satupun dari spot tersebut yang masuk dalam list tempat untuk melepas penat dan mendinginkan otak bagi Nada.

Cewek ini akan lebih memilih menghabiskan waktu break time-nya di perpus kampus. Karena hanya segelintir orang yang menghabiskan waktu di tempat sunyi tersebut. Sebenarnya di tempat ini banyak orang yang hilir mudik juga, tapi setidaknya mereka cuma sekedar fokus mencari buku untuk sumber referensi dan selebihnya mereka akan cepat-cepat hengkang dari tempat penyimpanan buku raksasa ini.

Rasa-rasanya tak banyak orang yang mau merelakan waktunya untuk berlama-lama di tempat ini, kan? Dan itu lah yang membuat Nada betah di tempat ini, selain alasan hobynya yang memang suka berkelana dalam dunia frasa dan kata-kata, A.K.A baca buku.

Ya, cewek ini tau mau dipusingkan dengan semua hiruk pikuk dan semua kebisingan semua tempat tersebut.

Toh, apanya yang salah jika tugas dan hoby bisa dilakukan secara sejalan, justru itu mempermudah diri kan, namanya???

....

Nada baru saja kembali dari perpus setelah me time di sana dengan meilah dan milih buku untuk tugas sekaligus meminjam novel baru koleksi perpus. Dan saat ini cewek itu sedang duduk sejenak di bangku yang berada di pinggir koridor perpus, memasukan buku-buku yang dipijamnya.

"Ehhhh itu dia miss friky..." celetuk Shofie yang berada tak jauh dari kursi yang Nada duduki.

Nada tak mau peduli dengan kedatangan oramg yang katanya teman sekelas dan seangkatannya itu. Karena dia tau, hafal lebih pasnya, pasti mereka ada maunya dan sedang kepepet total, kalau mencari atau mendekatinya seperti ini.

"Heeehhh, lo yaa... kita cariin kemana-mana tau."

Nada masih tak acuh dengan ocehan Shofie. Tapi begitu semua bukunya masuk sempurna kedalam tasnya, cewek itu mendongak malas ke arah Shofie memasang wajah datarnya.

"Kenapa??"

"Tugas lo dari Pak Mada kemarin nggak dibalikin, kan???"

"Terus??? saut Nada makin malas.

"Nihhhh... Kerjain semua tugas bareng kita," ucap Shofie menyodorkan makalah kelompoknya yang kemarin dikembalikan oleh Mas Dosen Ganteng.

Ehh tunggu, cewek itu bukan menyodorkan tapi setengah melempar makalah itu ke dada Nada lebih tepatnya. Dan itu semua itu membuat, Nada reflek beranjak.

"Kerjain, sendiri!!!" tandas Nada balik sedikit mendorong makalah itu ke Shofie.

"Jangan sok ya jadi orang. Kalau bukan Pak Mada yang nyuruh kita buat satu kelompok sama lo, kita juga ogah...,"

"Ya, masih untung kita mau. Lo tau kan tugas kali ini bakal masuk SIA nilainya."

"So, nasib matkul Pak Mada di SIA lo ada sama kita. Kalau lo mau di SIA lo muncul nilai C sih, terserah. Kalau kita mah masih bisa ngumpulin sendiri revisi nih tugas. Tapi, lo???" ucap Shofie tersenyum penuh kemenangan.

Saat itu Nada hanya bisa terdiam menatap Shofie jengah. Ingin rasanya ia tak mau ambil pusing dengan omongan Shofie. Tapi bukannya akan jadi bencana jika ada nilai C muncul di SIA?? Lebih-lebih itu matkul 3 SKS.

"Jadi.... Saran gue, lo kerjain ni tugas dan lusa udah harus selesai!!!" ucap Shofie tersenyum evil kembali mendorongkan makalah itu sampai Nada sedikit terhuyung.

"Gue tunggu ya... Ok miss friky...??" pungkas Shofie sekali lagi, lalu beranjak meninggalkan Nada begitu saja.

"Sialannnn...!!!! Gue bukan kacung lo padaaaaaa!!!!!!" teriak Nada geram. Tapi iblis yang menjelma teman itu tetap melangkah tanpa rasa berdosa.

"Dasar, iblis nyaru temen!!!" umpat Nada kesal.

"Dateng cuman kalau ada butuhnya doang!!!"

Masih panas, Nada menatap muak makalah yang ada ditangannya. Apalagi melihat nama-nama yang tercantum di sana. Biasanya cewek ini tak akan peduli dengan apapun, dan tak akan mau menuruti hal bulshit yang sudah dianggap sesuatu yang wajar seperti ini oleh banyak orang. Tapi kali ini lain cerita, dia tak bisa berkompromi seperti dosen lain matkul lain yang sudah paham dirinya.

Dan hanya dirinya sendirilah yang bisa menyalamatkan nilainya.

Cewek itu mengembuskan nafas, coba mengeluarkan semua emosi yang menyelimuti dirinya saat itu. Lalu, tanpa basa-basi cewek itu menyobek makalah Shofie dan teman-temannya. Lalu ia membuang makalah itu di dekat tong tempat sampah begitu saja, dan selanjutnya ia beranjak pergi seperti tak terjadi apa-apa.

Anehya, sedetik setelah cewek itu menghilang ada seseorang yang menuruni tangga, lalu mendekat ke tempat Nada berdiri dan membuang makalah beberapa detik yang lalu. Orang tersebut memunguti makalah sudah disobek-sobek oleh Nada tadi, orang tersebut terdiam cukup lama sambil menatapnya. Tak lama orang itu mengeleng heran, seolah kondisi makalah itu dapat menceritakan apa yang terjadi.

Mungkin saja, Nada dan yang lainnya tadi tak sadar kalau ada seseorang yang melihat semua apa yang telah mereka lakukan dari balik tangga.

Tanpa ada adegan yang di-skip sedikitpun.

....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!