Jerat Rasa

Saat ini break time sedang berlangsung dan seperti bisanya Nada menghabiskan waktunya dengan me time di perpustakaan kampus. Setelah mendapat beberapa buku yang akan dipinjamnya, Nada langsung dudu di tempat baca.

Tapi begitu duduk, Nada tidak membuka bukunya tapi cewek ini justru membuka smartphonenya. Ya, dia baru ingat kalau hari ini adalah hari rabu, trailer series turkey yang sedang ia ikuti pasti sudah release. Pasalnya setiap hari rabu dan sabtu series turkey yang diikutinya ini akan mengeluarkan trailer bersambung untuk episode barunya. Tak tunggu lama ia langsung berselancar ke youtube chanel serier tersebut.

Selanjutnya yang terjadi Nada langsung dibuat sesengukan begitu menonton trailer yang durasinya satu menit ini. Bagaimana tidak, dalam trailer itu sultan yang menjadi tokoh utama series ini sedang berada di tempat pengasingan da  diperlakukan sangat-sangat tidak baik. Sebenar bukan kali ini saja Nada dibuat menangis sesenggukan gara-gara melihat series ini. Untung saja saat itu tidak terlalu banyak orang lain, hanya ada penjaga perpus yang berada cukup jauh dari tempat duduk Nada dan hanya ada beberapa orang yang sedang membaca buku dengan earphone yang terpasang di kedua telinga mereka. Jadi tak ada yang tau dan mau peduli Nada sesenguk kan seperti apapun.

"Nada, you ok??"

Sentuhan pelan pada bahunya yang diiringi suara berat sayup-sayup ini mengembalikan sadar nyawa dari series itu, dan menoleh spontan dengan pipi yang masih basah oleh air mata. Ia tak benar-benar di sendiri di ruang baca yang ia duduki itu.

"Pak Maa.. daa???" tanyanya tergagap. Ya, Nada menemukan dosennya itu begitu menoleh.

"Lihat apa kamu, sampai nangis gitu??" tanya Mada bingung.

"Emm.."

Tak ada kalimat yang keluar dari bibir Nada, Tangan mungilnya itu spontan mengusap luberan air mata di pipinya pasalnya ia sendiri bingung harus menjawab apa. Bukanya akan terlihat frik dan aneh di mata dosennya itu kalau dijawab ia menangis cuma gara-gara lihat trailer sebuah series, bisa-bisa ia akan ditertawakan.

"Lagi lihat series turkey??  tanya Mada tersenyum setelah iseng melirik layar smartphone Nada yang tergeletak di meja menampilkan sebuah tulisan berbahasa turkey.

Bukannya merespon lagi-lagi Nada malah terheran sendiri. Bagaimana bisa Mas dosen ganteng ini tau kalau dari tadi yang dilihatnya adalah series turkey??

"Bapak tau dari mana kalau yang saya lihat series turkey?" tanya Nada polos.

"Payitaht it's mean capital city, right in Turkey??"

"Bapak bisa bahasa turkey??"

"Hamdosun, efet," ucap Mada iseng mengucap beberapa kata dengan bahasa turkey, sambil setengah menahan tawanya membuat Nada makin heran dan speechless.

"Sebenernya nggak jago-jago banget, cuman bisa sedikit-sedikit," imbuh Mada seolah meralat ucapannya sendiri. Saat itu Nada hanya bisa kembali mengusap air matanya yang masih membasahi pipinya.

"Emang nyeritain apa adegannya, sampai luber semua gitu air mata kamu?" tanya Mada masih kepo. Kalau dipikir-pikir lagi dosennya satu ini memang paling beda dengan yang lainnya. Sempat-sempatnya kepo.

"Sultan tokoh utamanya lagi diasingkan, terus diperlakukan buruk dan jahat banget," jawab Nada setengah curcol.

"Padahal, sultannya baik banget,"

Mada cuma mengembangkan senyumnya saat itu, lalu ia duduk dan iseng mengambil smartphone berserta headset. Ia ikut melihat trailer tersebut, sambil sesekali mengeleng tak percaya. Tak jauh di sampingnya, Nada hanya makin tak paham dengan dosennya satu ini.

"Pantes, sampe kamu nangis kaya gitu," ucap Mada singkat.

"Emang nggak aneh ya Pak, saya nangis gitu?" polos, Nada melempar pertanyaan itu.

"Aneh kenapa???"

"Sah-sah aja kan, kalau seseorang meluapkan emosi. Meluapkan apa yang kita rasakan, entah itu bahagia, sedih, marah, bahkan baper saat lihat sesuatu kaya gini?"

Detik itu Nada menatap Mada tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Semua ini di luar ekeptasi Nada, ia pikir dia akan ditertawakan seperti yang sering diperbuat teman-temannya.

"Yang aneh itu, kalau kamu sedih tapi kamu malah ketawa cekikikan. Waktu kamu seneng malah nangis sesenggukkan. Atau waktu kamu marah malah senyum-senyum bahagia," tutur Mada cukup panjang.

"Itu mah, perlu ketemu sama Mbak Citra Prima kamu,"

Ujung bibir Nada tertarik ke atas mendengar itu semua. Baru kali ini  ada orang yang tidak merehkan ataupun mencibir ekpresi luapan emosional yang sedang ia rasakan. Pasalnya selama ini yang ia alami, orang-orang di sekitarnya selalu merehkan ekpresi yang ia luapkan. Mereka selalu berkomentar negatif dan sangat tidak mengenakkan untuk di dengar.

Misal saja saat ia ketahuan menangis, mereka pasti akan bilang "Cengeng banget," "gitu aja nangis," atau misal lagi kalau dia sedang senang maupun sedih karena sesuatu mereka akan bilang "Lebay banget sih!!"

Kalau dia tidak suka akan sesuatu atau menolak sesuatu "Ego banget sih" "Sombong!" dan masih banyak tangapan mereka yang meremehkan apa yang ia luapkan.

Tapi curangnya, kalau giliran mereka yang melakukan itu semua, ya tidak apa-apa. Mau mereka tertawa, menangis, marah kapan pun dan saat apapun itu ya sah sah saja. Itulah kenapa selama ini ia sering kali menyembunyikan luapan emosinya, menyembunyikan apa yang dirasakan dibalik kedataran ekpresi wajahnya yang terlihat selama ini. Karena banyak orang yang nyatanya tak bisa menghargai luapan emosionalnya.

"Kita nggak seharusnya malu, ataupun ragu untuk meluapkan apa yang kita rasakan selama itu dengan cara yang baik. Dan nggak seharunya kita memendam itu semua hanya karena pandangan orang semata, kasian banget tuh yang ada di balik diri kita"

"Dan itu penting banget lho, buat our mental health, karena lama-lama bisa jadi penyakit tuh"

Nada mengangguk setuju beberapa kali. Dan ujung bibirnya yang terangkat tadi berubah jadi senyum tipis yang indah detik itu.

.....

Gimana guys???? Bener apa bener, banyak banget orang yang suka men-judge sikap atau luapan emosional yang kita lakukan, tapi kalau mereka yang sedang melakukan yang di judge-kan tadi ya ok ok saja, sah-sah aja. Heran dah dedek.

Ohhhh yaa, aku kemarin bilang kalau role nya Nada itu kaya Jia, tokoh utama di film my mister kan... hehe ternyata gue salah sebut guys. Yang bener tuh Jian, alias le ji jian. Itu lho yang di peranin IU pasti taulah.

 Ya kira-kira Nada itu lempengnya, cuek nya dan diemnya gitu. Kaya udah mati rasa aja gara-gara kelakuan sekitarnya wkwkwkwk.. Tapi kayaknya Mada, bakalan sukses bikin dia kayak gunung es yang leleh deh wkwke

Sayangnya gue masih belum nemu tuh buat role isengnya Mada. Pokonya di imagi gue Mada tuh masih muda, sabar, sedikit usil, dan baik orangnya. Ya, type type hot dady gitu, tapi dia belum ke golong bapak-bapak atau om om ya wkwkw. 

Kira-kira siapa ya guys?? Ramein di komen kuy, dan juga ramein cerita ini di sosmed kalian dong!

....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!