party

Garnet baru saja menyelesaikan tugas-tugasnya. Cowok itu langsung melemparkan tubuhnya ke pulau kapuk sambil mengecek smartphone. Sudah hampir satu jam setengah dia membiarkan benda itu tergeletak di atas kasurnya tanpa mengeceknya sebentarpun.

Senyum di bibir cowok ini langsung merekah begitu melihat satu nama muncul pada notifikasi di layar smartphonenya tersebut. Tak tunggu lama, ia langsung membuka pesan tersebut.

***Nada ***

Garnet, party yang kamu bilang kemarin, jam berapa acarnya??"

Dengan kilat mode on, jari cowok ini menjelajahi tombol QWERTY di layar tipis tersebut memberikan balasan secepat mungkin.

Garnet

Kamu jadi dateng??

***Nanti aku susul ya? Kita ke bareng-bareng ke tempat party-nya*****"**

Send.... Pesan terkirim. Entah apa yang membuat Nada untuk berubah pikiran dan mengirimkan pesan tersebut. Tapi senyum manis Garnet terus saja menghiasi bibirnya mengetaui semua itu. Dia berhasil mengajak Nada ke acara tersebut.

Nada

Nanti aku malah repotin kamu. Jadi nggak usah Garnet.

Balas Nada beberapa menit kemudian.

Garnet

Nggak ngerepotin Nat. Ntar aku susul ya, nanti biar pulangnya aman??"

Ok??

Ya, di saat semua orang di kampus menjahui dan menganggap Nada speerti virus-virus sampah yang perlu dihindari kalau perlu dimusnahkan, Garnet justru bersikap sebaliknya. Dia benar-benar memperlakukan Nada sebagai teman. Tak jarang cowok ini membantu Nada, atau dia juga sering menjadi tembok bagi cewek itu saat ia sedang kena bully seisi kelas.

Dan entah disadari atau tidak hanya dengan Garnet cewek ini bisa bersuara lebih banyak dan intens. Ya, meski kadang Nada masih setia dengan sikap dinginnya, tapi hal tersebut tak membuat ketua kelasnya ini menjauh darinya.

Nada

Ok, thanks Garnet!

Dan ya, hanya dengan balasan singkat ini sudah cukup untuk menjadi magnet yang menarik ujung bibir ketua kelas ini.

.....

"Lihat, ntar gue bakalan pakai gaun ini nih, pas ke prom nigth. Eye cathing dan unyu banget kan??" celetuk Shofie yang saat ini dikerumuni oleh mahasiswi-mahasiswi penghuni kelas ini menunjukkan fotonya di boutiq ternama sedang menenteng gaun metalik selutut yang sangat cantik.

"Asli lo bakalan cantik banget Rah".

"Of course... Look guys berapa angka yang nyelip di brandolnya," saut salah satu cewek sambil zoom layar I phone milik Shofie, dan langsung menunjukkan angka 990 k.

Ya harap maklum saja, bagi kantong anak rantau itu adalah brandol Sultan untuk out fit pergi ke acara party di kampus.

"Anak Sultan mah bebas!!!" seloroh lainnya yang langsung disambut gelak tawa membahana.

Ajang gibah out fit untuk ke part besok malam pun dimulai. Mulai dari gaun, dress, sampai make up. Satupun tak ada yang. Bahkan sebagian ada yang berlomba unjuk brand dari benda-benda tersebut. Dan itu alasan kenapa Nada malas dan jarang sekali mau datang ke acara perkumpulan semacam ini.

Ya, sebut saja contoh nyata lainya seperti reuni atau acara pesta keluarga. Acara ini lebih jadi tempat unjuk segala hal ketimbang untuk melepas rindu masa-masa bersama disekolah, atau pun temu kangen sesama keluarga yang jarang berkumpul.

Pesta, reuni atau semacamnya pasti akan jadi unjuk keglamoran persis seperti yang sedang gibahkan Shofie dan yang lainya, atau kadang juga unjuk kesuksesan dengan gelar dan profesi yang sedang dijalani, bahkan kendaraan apa yang dipakaipun juga seringkali dijadikan ajang persaingan. Pun begitu dengan acara keluarga, sebelas dua belas dan itu belum terhitung sesi banding membandingkan satu sama lain ya.

Bagi Nada hal itu benar-benar un-faedah.

Tapi untuk prom nigth kali ini, Garnet lah satu-satunya alasan yang membuat dirinya mau bergelut dalam acara semacam ini. Dia tak ingin melukai orang sebaik Garnet, meski semua ini hal bulshit untuknya.

"Ehhh, wait. Yang gue denger selain acaranya dibuat model pool party. HIMA juga ngerancang party kali ini semi mask party lho. Jadi entar kita bakalan pada pakek topeng," jelas Dara di tengah kebohan geng ghibah ini.

"Nahhh lho.., Gue baru tau tuh. Kok ada acara pakek topeng-topeng segala sih. Maskara anti badai gue nggak guna dong,"

"Ya, tetep guna dodol. Emmz bakalan seru nih acara. Kelihatannya ada agenda terselebung dari anak-anak HIMA," saut Shofie tersenyum senang.

"Aaa, gue paham sekarang. Kelihatannya bakalan ada sesi blind date dah..."

"Ehem, kalaupun nggak ada, kita masih bisa adain sendiri sesi blind date-nya kalau kita mau," saut Shofie begitu antusias.

"Wahhhhhh, wajib tampil anti badai nih. Biar nambah gebetan baru," ucap Dara sambil cekikian, dan langsung menular ke Shofie dan lainnya.

Mendengar celotehan Shofie cs, Nada menghembuskan nafasnya sambil mengumam dalam hati.

"Ya, kan belum apa-apa sudah ribet,"

....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!