some help

Mata Nada masih dilapisi oleh lapisan bening. Kalau saja tidak ditahannya mungkin benda bening itu kini sudah meluber membasahi wajahnya. Tapi semua itu tak boleh terjadi, karena itu sama artinya dia kalah total. Sama saja ia membenarkan semua perlakuan yang dilakukan padanya dan makin membuat pelakunya tidak sungkan lagi untuk melakukannya.

Saat ini Nada sedang duduk sendirian lagi di kursi yang terletak di pinggir kolam. Ya, Setelah membawa Nada pergi, Garnet terpaksa kembali meninggalkan Nada lagi karena Azam, Si ketua HIMA butuh bantuannya.

"Hello miss friky!!"

Suara yang tiba-tiba tedengar ini langsung membuat Nada berpaling kaget. Dia menemukan Shofie dan Dara detik itu.

"Kok lo nggak bilang-bilang di grup sih, kalau mau dateng ke party malem ini?"

Mereka berdua duduk di dekat Nada, sedikit berbasa-basi dengan nada yang kali ini terdengar ramah, kontras dengan apa yang terjadi 15 menit yang lalu.

"Ckkk, masih ngambek lo. Yaelahhhh," sarkas Shofie makin sok akrab, entah kerasukan apa mereka.

"Ya Mangap, gue tadi sedikit kalap. Lo sihhh, ujuk-ujuk ngotorin gaun gue,"

Saat itu Nada hanya bisa mengerutkan dahinya. "Ada butuh apa, lo berdua??"

"Ya nggak ada apa-apa sih,"

Dahi Nada makin mengkerut, tapi dia tak mau ambil pusing. Tidak ingin kejadian lima belas menit lalu terulang lagi Nada beranjak dari duduknya.

"Ya udah, kalau nggak ada apa-apa,"

Tak memberi balasan, temannya itu tersenyum aneh, sampai akhirnya saat mau melangkahkan kakinya tiba-tiba saja limbung seolah ada yang menahan bagian ujung bawah bajunya lalu melepasnya secara dadakan, dan.........

"Byurrrrrr!!!"

Dara dan Shofie tertawa bahagia, sukses membuat Nada terjatuh dalam kolam renang dan kembali menjadikannya tontonan gratis untuk kesekian kali. Semua orang kembali berkerumun melihat Nada yang wajanya timbul tengelam saat ini. Sebagian ada yang kaget, ada yang menertawakan kejadian ini ada juga yang iba dan panik.

"Nada!!!!"

Garnet yang melihat kejadian itu langsung berlari panik ke tepi kolam. Dia benar-benar tak paham kemana hati nurani orang-orang ini, kenapa mereka hanya melihat saja? Tak ada satu orang pun yang tergerak harinya untuk menolong.

Garnet langsung melepas jasnya berniat untuk melompat me dalam kolam renang, kepala Nada saat itu masih timbul tengelam untuk meraup udara sebisa yang ia hirup, tapi kini intensitasnya berkurang dari sebelumnya.

Belum saja Garnet sempat menjeburkan diri ke dalam kolam, terdengar bunyi ceburan dari kolam, ada seseorang yang mendahuluinya menjeburkan diri dalam kolam.

Masih was-was panik, Garnet menunggu orang tadi dan Nada muncul di permukaan air. Tiga menit dari suara jeburan tadi, kepala Nada yang sudah tak sadarkan terlihat beriringan dengan Mada yang juga menyembul di permukaan air wajahnya. Ya, Mas dosen ganteng ini berusaha membawa Nada ke pinggir kolam sedalam dua meter setengah ini.

Sontak adegan ini semua orang ternganga kaget, terutama fans bucinnya mas dosen ganteng ini begitu tau dirinya yang menolong Nada.

"Nada!!!" ucap Garnet cepat mendekat ke Nada dan Mada yang saat ini sudah berada di pinggir kolam. Beberapa anak HIMA juga ikut merapat.

"Nat, bangun Nat!!"

"Kita harus keluarin air yang masuk ke Nada!!" ucap Mada setelah menghela Nafasnya beberapa saat. Mas Dosen ini sigap melakukan pertolongan pertama dengan menekan bagian atas perut Nada.

Detik itu Mada terlihat sangat panik, berberapa kali dia menekan perut Nada, sampai akhirnya air yang tertelan tadi tadi keluar dari mulutnya sedikit demi sedikit tapi cewek itu belum kunjung membuka matanya.

"Pak, apa nggak lebih baik Nada kita bawa ke klinik?"

Mada mengangguk tanpa suara,  lalu dengan cekatan tangan Mas ganteng ini mengendong badan munggil Nada yang saa ini tak sadarkan diri.

Kontan saja semua adegan ini membuat pata fans bucin Mas Dosen patah hati berjamaah serta iri setengah mati pada Nada.

Mereka semua membeku dibuatnya.

......

"Aku kan udah bilang, kalau mau keluar kamu harus lewat bawah meja!!! Kenapa lewatin bangku aku!!!" teriak anak laki-laki itu murka mencengkram kedua lengan gadis mungil di sampingnya.

Wajah gadis cilik ini terlihat sangat ketakutan, mendapati orang yang katanya temanya itu murka besar, seolah baru saja kehilangan Madang berharga.

"A.. Aku min.. minta maaf!"

"Nggak bisa, kamu harus dapat hukuman," anak laki-laki itu masih setia berteriak, sementara gadis cilik yang di cengkramnya itu sudah berkaca-kaca ketakutan, tapi dia tak bisa apa-apa.

Anak laki-laki itu menarik gadis cilik kasar. Entah mau dibawa kemana dan diapakan, semua orang yang mengaku temannya itu itu juga tak ada yang peduli. Untung saja saat itu pak Slamet, guru olah raga mereka tiba-tiba saja muncul di ambang pintu memberi tau bocah-bocah cilik ini untuk segera menganti pakainnya dan bersiap untuk ke kolam renang.

Kelas pun sontak ramai kegirangan tau mereka akan di bawa keluar sekolah yang kali inu bukan ke stadion melainkan berbasah-basah ria dengan air.

"Aku sudah tau apa hukuman kamu. Tunggu di kolam renang nanti," ucap anak kecil itu.

"Jangan sembunyi, dan berani bilang ke Pak guru!!!"

.....

Tawa anak-anak ini menyeruak ke seluruh penjuru kolam renang. Ada yang bermain saling mencipratkan air, ada yang menikmati pop mie hangat di pinggiran kolam ada juga yang bermain dengan pelampung dari Ban hitam yang di sewa dari penjaga kolam.

Ya, saat ini anak-anak ini sudah selesai sesi pembelajaramya dan juga sudah diambil nilai prakteknya jadi mereka bebas bermain air sesuka hati sampai jam 10 nanti. Mereka harus kembali ke sekolah saat itu.

"Sini kamu!!!!" teriak Dino yang dikawal beberapa teman laki-laki lainya dan juga beberapa teman perempuannya. menarik gadis mungil itu ke sisi kolam yang sepi dan tak terjangkau oleh pengawasan Pak Slamet yang duduk santai di ayunan taman kecil kolam ini.

"Maa... Maaf Dino!!!" ucap gadis cilik itu kembali ketakutan.

"Aku kan wes omong... Kamu harus dihukum!" saut Dino setengah mengunakan bahasa jawa.

"Iya Nada, salah sendiri. Dino kan udah kasih batas garis di meja kamu. Kenapa kamu lewati, kalau mau keluar harusnya lewat bawah meja!"

"Ya kamu nggak boleh lewati tempat duduk Dino, kan bikin jijik Dino,"

Betul, gadis mungil yang ketakutan itu adalah Nada.

See, jika kita beranggapan bahwa bullying itu hanya terjadi pada anak-anak remaja sebagai ajang ujuk identitas atau apapun itu alasannya, tapi fakta di lapangan bullying tak mengenal usia, tempat maupun jenjang pendidikan. Fakta menunjukan bahwa di lingkungan sekolah dasarpun bullying sudah marak terjadi.

Sebut saja, jika kotak pensil kita berbeda pasti teman-teman akan mengolok-ngolok kita. Pun begitu dengan aksesoris yang dipakai bagi anak-anak putri, jika tak sama atau memakainya akan diejek jelek, dan tidak akan dijadikan teman. Ataupun kalau lauk bekal yang dibawa tidak enak menurut ukuran anak-anak kecil ini atau tiap hari lauknya sama cuma itu-itu saja, pasti akan diejek dan dijauhi.

Banyak sekali bentuk bulllying di tempat ini, bahkan ada yang lebih dari. Tentu saja anak-anak itu tak akan mengerti apa yang mereka lakukan adalah tindakkan bullying, mereka juga tak akan mengenal istilah itu. Mirisnya tak ada orang dewasa disekitar mereka yang memberi tau tentang hal itu, setidaknya memberi tau kalau yang mereka lakukan itu salah. Bahkan tak sedikit dari mereka yang justru mewajarkan, 'namanya juga anak-anak, biasa kalau nakal.' 'Maklum namanya masih kecil'

Padahal semua itu adalah hal salah kaprah, yang sayangnya seperti mata rantai tak terputus dan akan terjadi terus menerus.

"Maaf Dino!!"

"Nggak sekarang ini hukuman kamu!!!"

Dino menarik rambut Nada, lalu ia menenggelamkan kepala Nada ke dalam air.

"Dino, dino, dino,"

"Kamu harus begini sampai sepuluh kali" ucap Dino tangannya masih menahan kepala Nada di dalam air. Gadis mungil itu mulai berontak ke atas begitu sudah kehabisan nafas dengan cepat.

"Dua..."

"Tiga...."

Anak-anak yang masih polos tak terarahkan ini justru menjadi juru hitung hukuman ini dan tak ada satupun orang yang menegur mereka.

"Ampunn,.."

......

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!