15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan

Terseok-seok, Syam melangkah kemudian memaksakan diri untuk berlari melewati lantai balkon kamar Hasna. Karena lawan telanjur jauh tak ubahnya ninja yang bisa loncat dengan sangat leluasa, Syam nekat loncat ke balkon sebelah.

Ulah nekat Syam membuat Syam nyaris jatuh. Genteng pertama yang Syam gunakan untuk pegangan berakhir melorot bahkan jatuh. Syam menggunakan kedua kakinya untuk menopang tubuh dengan berpijak ke dinding satu sama lain. Kedua tangannya yang gemetaran kembali berpegangan pada genteng sekitar. Tampak punggung tangan kirinya yang dihiasi darah segar bekas infus yang dicab-ut paksa.

“Kakiku ... kakiku tidak bisa begini lama-lama!” panik Syam sudah langsung memutar cepat otaknya, agar ia segera menemukan jalan terbaik.

Syam nyaris menyerah, tapi tangis Hasna yang sampai detik ini masih berlangsung tak terkendali, menjadi alasannya mengamuk. Syam bangkit dan seolah memiliki nyawa tambahan karenanya. Kedua kakinya yang memang merupakan kaki palsu, tak lagi menjadi halangan berarti.

Syam sangat tidak terima, sang putri sampai mendengar suara ledakan peluru. Hasna sudah langsung menangis ketakutan. Terlebih tadi Syam melihat sendiri, lokasi temba-kan dengan Hasna sangat dekat.

Terjadi kejar-kejaran antara pelaku penemb-akan dan Syam. Sesekali, pelaku tersebut melayangkan temba-kan. Namun, Syam yang telanjur geram meski kesehatannya sedang sangat bur-uk, selalu berhasil menghindar.

Syam ada di tengah-tengah atap, sementara pelaku ada di pinggir atap. Syam yang tak membawa senjat-a sengaja mengambil dua genteng dan melemparnya satu persatu.

Satu genteng mengenai kening pelaku, kemudian satu lagi mengenai leher pelaku. Sosok yang Syam yakini seorang pria itu berakhir terempas dan otomatis terjatuh ke halaman rumah belakang sebelah rumah Syam. Namun, bersamaan dengan itu, peluru yang telanjur melesat ke arah Syam, juga berakhir mengenai sekaligus lolos dari leher kiri Syam. Syam meringis, menggeliat kesakitan karenanya. Darah segar muncrat dari luka gores di leher kirinya.

Hanya saja, sosok yang Syam yakini seorang pria, nyatanya justru seorang wanita bertubuh semampai. Rambut panjangnya tergerai karena topi hitam yang menutupi kepala lepas. Ia tertatih-tatih, mencoba pergi dari sana. Sepanjang ia melangkah, luka di leher maupun kening terus menghasilkan dara-h segar.

“Kenapa kalian justru menjagaku? Harusnya kalian jaga-jaga pak Syam.” Cinta histeris karena terlalu mengkhawatirkan Syam.

Namun, baik Fia maupun Hans, menahannya. Keduanya tak mengizinkannya pergi dari kamar yang ada di lantai bawah. Padahal selain Hasna yang tak kunjung bisa berhenti menangis, Syam juga tengah terluka parah. Sudah sedang terluka parah, tapi sekarang juga sampai mengejar pelaku di atap.

Merasa frustrasi karena terus dihalang-halangi, Cinta berakhir jongkok dan tersedu-sedu. “Baru juga tenang, ... baru juga yakin semuanya akan baik-baik saja.”

Cinta memembenamkan wajah Hasna di dadanya. Ia masih berusaha menenangkan sang putri, seberapa pun kacau keadaannya yang sangat mengkhawatirkan Syam. Sungguh tidak Cinta sangka, bahwa hubungannya dan Syam, akan membuatnya tak ubahnya menjadi penumpang tetap kereta luncur. Anehnya, peluru dan temba-kan seolah sudah jadi hal biasa untuk Syam.

Fia dan Hans menjadi serba salah. Keduanya bertatapan, sebelum kembali sama-sama menjadikan keadaan Cinta sebagai fokus perhatian.

“Ibu, ...,” lembut Fia berusaha menenangkan Cinta. Setelah jongkok, ia juga merengkuh punggung Cinta menggunakan kedua tangannya. “Pak Syam akan jauh lebih baik-baik saja, jika beliau dibiarkan melakukan segala sesuatunya dengan leluasa.”

“Malahan andai kami menyusul dan beliau pasti mengkhawatirkan keadaan ibu maupun kak Hasna, hal tersebut akan membuat pak Syam tidak bisa konsentrasi,” lanjut Fia masih aktif bertatapan dengan Hans. Kemudian, rekannya itu juga membenarkan anggapannya.

“Iya, Bu. Apa yang Fia katakan benar. Karena adanya kami di sini memang untuk menjaga Ibu dan anak-anak!” ucap Hans.

“Yang diser-ang itu pak Syam, kenapa justru saya yang kalian jaga!” kesal Cinta sampai menatap murka kedua orang dewasa di kanan kirinya.

Fia dan Hans kembali bertatapan. Mereka khususnya Fia, terlalu takut menjawab.

Cinta masih menunggu balasan Fia maupun Hans, tapi seseorang mendadak datang. Sosok tersebut menerobo-s dengan kasar. Detik itu juga keadaan menjadi mencengkam. Fia segera pasang badan untuk Cinta maupun Hasna. Sementara di depan Fia, Hans sudah mengsung mengeluarkan pisto-lnya. Syam mengarahkan pist-olnya ke arah pintu yang perlahan terbuka.

“Innalilahi ya Allah, ini apa lagi?” pikir Cinta benar-benar sudah langsung ketakutan. Ia makin membenamkan wajah putrinya ke dekapannya, agar tangis putrinya tak sampai sekeras sekarang.

Di tengah suasana kamar yang memang temaram, sosok yang membuat mereka terjaga justru Syam. Hans sudah langsung menyimpan kembali pisto-lnya ke sisi pinggang kanannya. Ia buru-buru menghampiri Syam yang tertatih parah. Darah segar memenuhi kedua telapak tangan Syam, tapi ada yang mengalir juga dari leher kiri Syam.

“S-syam ... kamu terluka lagi?” Cinta sudah langsung cerewet. “Ayo kita ke rumah sakit atau setidaknya dokter. Dar-ahnya banyak banget!”

Sebagian dara-h Syam memang terus mengalir, menetes ke lantai dan meninggalkan jejak.

“Cek ke rumah sebelah. Dia dari saja. Tadi jatuh di halaman belakang sebelah!” ucap Syam. Matanya memang fokus kepda Hans, tapi tangan kanannya berusaha mengelus punggung Hasna.

Sampai detik ini, Hasna masih menangis. Sementara Hans sudah langsung pergi dari sana. Begitu juga dengan Fia yang sudah bergegas pamit untuk mengambil keperluan obat Syam.

Kini hanya menyisakan keluarga kecil Syam.

“Tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi! Aku beneran harus tahu, agar aku tidak salah langkah. Agar aku juga tidak terus bertanya-tanya.”

“Cukup kasih tahu aku, aku pasti ngerti!” Cinta benar-benar memohon.

“Syam, aku khawatir. Lihat anak-anak. Setidaknya jika memang kamu enggak ingin aku ikut campur, setidaknya ayo jujur demi anak-anak!” mohon Cinta.

“Aku janji, aku akan selalu di sisi kamu, aku akan selalu bersamamu hingga akhir!” Cinta benar-benar berisik. Ia tak hentinya bertanya dengan nada cepat sekaligus tinggi.

“CUKUP! Cukup enggak usah ikut campur! Kamu enggak tahu apa-apa!” bentak Syam benar-benar emosional. Suaranya terdengar sangat mengerikan, bahkan di telinganya sendiri. Terbukti, Hasna makin sibuk menangis.

“S-syam ... tolong cukup kasih tahu!” mohon Cinta masih berlinang air mata.

Syam menghela napas dalam sambil menggeleng tak habis pikir. “Jangan karena dari tadi kita bersama, kamu jadi besar kepala.” Syam meledak-ledak.

Tangis Hasna juga jadi makin tidak terkendali.

“Aku tidak akan pernah mengubah keputusanku. Sampai kapan pun hubungan kita tak lebih dari status. Memangnya laki-laki mana yang mau mencintai wanita bur-uk rupa seperti kamu? Yang ada bukannya cinta, tapi justru ji*jik?!” ucap Syam makin meledak-ledak.

Detik itu juga Cinta sadar diri. Cinta memutuskan untuk diam seiring dadanya yang terasa langsung amblas. Langit kehidupannya seolah runtuh.

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

sabar deh yg sedang jlni karma

2024-07-18

0

Muhammad Fauzi

Muhammad Fauzi

sabar ya cinn...
ujian da cobaan menjadikan kita istri yg hebat

2024-03-16

1

Cinta Abadi

Cinta Abadi

kok kaki palsu c athor peran utamanya...

2024-02-10

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!