10 : Baby Blues

“Kalau kamu ingin aku fokus mengurus anak, kamu juga harus tahu apa yang membuat itu bisa terjadi! Paling tidak sediakan semuanya! Sediakan ART, biarkan mereka yang mengurus rumah, agar rumah ini layak ditempati. Biarkan mereka yang menyiapkan semuanya termasuk menyiapkan makanan bergizi!”

“Saking senangnya aku diratukan! Wanita mana yang tidak mau diratukan? Tidak ada!”

“Kamu beneran ingin aku hanya fokus mengurus anak? Aku beneran sanggup!”

“Jangankan hanya mengurus anak, memaafkan kejahata-nmu saja akan aku lakukan jika itu untuk anak-anak!” Sampai detik ini, Cinta masih meledak-ledak. Jahitannya sampai terasa pegal akibat emosi yang ia luapkan.

Balasan Cinta membuat Syam diam. Syam merasa bersalah, terlebih jika memikirkan anak-anaknya akan kelaparan tanpa asi dari Cinta.

“Jangan diam! Katakan sesuatu dan mari buat kesepakatan!” bentak Cinta. Ia sungguh tak takut diamu-k lagi. Ia sudah menjadikan itu sebagai warna dalam hidupnya.

“Kalaupun dalam hubungan kita kamu ibarat bosku. Kalaupun dalam hubungan ini, aku harus tund-duk kepadamu, memangnya kamu bisa memberi anakmu asi atau setidaknya kenyamanan?!”

“Sekadar emosi kamu saja, Hasna sudah langsung nangis dan itu sulit ditenangkan. Anak-anak bahkan paham, tapi kamu yang selalu merasa benar justru selalu membuat keadaan runyam!”

“Anak-anak butuh orang tua yang waras! Anak-anak enggak butuh orang tua yang haus pengakuan kesempurnaan!”

“Termasuk asi, makanan bergizi paling mahal sekalipun, enggak menjamin bisa melancarkan asi, jika ibu menyusuinya saja enggak waras!”

“Sementara aku, ... kamu pikir aku bisa waras jika setiap saat selalu kamu tinda-s?!”

“Aku ini wanita yang sudah mengandung kemudian melahirkan anak-anakmu! Andaipun kamu tidak bisa mencintaiku, paling tidak manusiawi lah ....”

“Ayo sama-sama bahagiakan Hasna dan Hasan. Toh, jangankan menuntut ini itu, menuntut tanggung jawab, atau setidaknya minta setetes air minum untuk aku konsumsi secara pribadi ke kamu saja, aku enggak!”

“Kalaupun kamu merasa adanya aku dan anak-anak terlalu berat, ... LEPASKAN KAMI!”

“Lepaskan kami, sementara mengenai uangmu yang sudah dipakai untuk kami, aku pastikan akan kembali. Aku akan mengembalikannya!” Cinta benar-benar geregetan.

“Karena andai mereka yang menjadi alasanmu memenjarakanku tahu kelakuanmu kepadaku, mereka pasti marah!”

“Mereka marah karena mereka orang-orang baik! Kamu saja yang salah jalan! Andai aku tidak memikirkan perasaan sekaligus ketentraman mereka, sudah aku laporkan ulahmu kepada mereka!”

Syam yang dituntut perpisahan, sudah langsung panik. Terlebih ketika Cinta sudah langsung pergi detik itu juga meninggalkannya.

“Ayo ngomong! Ayo minta maaf!” Hati kecil Syam berusaha menasehati, tapi Syam terlalu gengsi hingga yang ada, lidahnya tetap saja kelu.

Beruntung, kedua kaki Syam masih bisa untuk melangkah. Syam buru-buru menyusul Cinta. Hanya saja, sampai akhirnya Cinta naik ke lantai atas bahkan wanita itu masuk ke kamar Hasna, bibir Syam tetap tertutup rapat.

“Bisa-bisanya ada manusia seperti Syam. Itu manusia, atau memang robot kesuru-pan?!” sedih Cinta dalam hatinya. Ia sengaja mengunci kamar Hasna dari dalam.

Di dalam tabung inkubator, Hasna masih sangat anteng. Alasan yang juga membuat Cinta bisa meluapkan emosi sekaligus kesedihannya melalui tangis. Saking emosinya, Cinta tak lagi merasa lapar. Hanya tenggorokannya saja yang terasa sakit dan itu efek kurang minum. Meski pada akhirnya, Cinta juga jadi ketiduran, meringkuk di lantai depan pintu kamarnya.

Malamnya, Cinta terbangun karena merasa ada aktifitas mencolok di luar kamarnya. Malahan, ada yang sampai mengetuk-ngetuk pintu kamar keberadaannya.

“Bentar, itu siapa? Namun harusnya, ini bukan mimpi,” batin Cinta kemudian refleks mencubit pipinya sendiri.

Karena cubitan yang ia lakukan terasa sakit, selain Cinta yang makin penasaran, kenapa mendadak ada orang lain, wanita bercadar biru gelap itu sengaja memastikan. Tak disangka, memang ada orang lain. Seorang wanita dan kiranya hanya dua tahun lebih tua dari Cinta. Sosok tersebut yang mengetuk pintu dan membawa satu nampan hidangan lezat untuk Cinta.

“Selamat malam ibu Cinta. Perkenalkan, nama saya Fia. Pak Syam meminta saya dan beberapa rekan saya untuk membantu Ibu Cinta. Jadi, apa lagi yang ibu butuhkan? Kami akan selalu ada untuk Ibu selama 24 jam!” ucap wanita itu benar-benar santun.

Cinta menatap heran wanita berseragam panjang warna hitam di hadapannya, dan mengaku bernama Fia.

“Memangnya, pak Syam ke mana?” tanya Cinta.

“Pak Syam sedang mengawasi dek Hasan di rumah sakit,” ucap Fia.

Menyimak itu, Cinta sengaja keluar untuk memastikan. Sesuai saran Cinta, Syam membuat rumah mereka disertai pekerja untuk membantu Cinta. Dari urusan beres-beres, maupun memasak agar Cinta bisa fokus mengurus Hasna. Rumah mereka jadi terasa jauh lebih hidup. Beberapa lampu dinyalakan, ada beberapa buket bunga juga hingga menjadi aroma terapi khusus di sana.

Hanya saja, Cinta mendadak kehilangan nafsu makan. Cinta merasa sangat stres.

“Ibu Cinta mau disiapkan apa lagi?” santun Fia, sampai detik ini masih terjaga di sebelah Cinta.

Cinta menggeleng karena selain jadi tidak lapar bahkan sekadar haus, ia juga merasa sangat setres.

“Ibu Cinta baik-baik saja?” tanya Fia khawatir lantaran kali ini, wanita yang harus ia laya-ni itu justru menangis.

Pertanyaan dari Fia yang sebenarnya merupakan pertanyaan lumrah, langsung membuat hati Cinta terenyuh. Bagi Cinta yang mendadak haus perhatian, kenyataan tersebut ibarat bagian dari apa yang ia butuhkan. Tangis Cinta menjadi pecah seiring wanita itu yang menggeleng, menatap Fia dengan tatapan memelas.

“Ini aku kenapa, kenapa aku jadi sesedih ini? Kenapa rasanya sakit sekali?” batin Cinta merasa sangat berat. Kenyataan tersebut terjadi karena Cinta merasa harus berjuang sendiri.

Cinta bahkan jadi menangis selepas-lepasnya ketika dirinya mendapatkan pelukan dari Fia.

Tak lama kemudian, Cinta menyadari dirinya mengalami baby blues. Namun Cinta juga mendadak berpikir, membiarkan Syam menjadi suami zali-m, bukan hanya berdampak buruk pada anak-anak maupun hubungan mereka. Namun, itu juga akan berdampak buruk untuk mereka khususnya Syam saat di akhirat.

“Mau seperti ini sampai kapan?”

Sampai detik ini Cinta masih menangis. Ia terdiam memandangi sang putri di depan inkubator. Sementara makanan dan sajian yang memenuhi meja di sebelah, ia biarkan begitu saja. Cinta benar-benar tidak lapar. Dipaksa makan agar biaa menghasilkan asi pun, yang ada Cinta muntah.

Terpopuler

Comments

Nancy Nurwezia

Nancy Nurwezia

semangat cinta.. ingat Hasna dan Hasan aja..

2023-12-14

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

kasihan yah Cinta, ga ada teman berbagi tuk mengatasi baby blues nya, yang akan bisa berdampak buruk ke anak" nanti

2023-12-14

2

Firli Putrawan

Firli Putrawan

😭😭😭kasian cinta sabar y

2023-12-10

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!