2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban

“Masyaallah, ternyata melahirkan rasanya begini. Namun rasanya tetap lebih menyakitkan dari alasan kalian ada, Nak. Bismillah, apa pun alasan kalian ada, Mama akan melakukan yang terbaik!” batin Cinta.

Melahirkan tanpa suami bahkan sekadar dampingan keluarga dan orang dekat, Cinta merasakannya. Ia menjalani masa-masa sulit itu sendiri. Cinta berjuang, mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan janinnya yang diprediksi akan kembar fraternal. Bayi yang Cinta lahirkan terancam prematur, mengingat usia janinnya yang belum cukup.

Bayi pertama berjenis kelamin perempuan dan bisa Cinta lahirkan secara normal. Namun, bayi satunya dan harusnya laki-laki, tak kunjung mau lahir secara normal.

“Ibu, jika terus dibiarkan begini, bayi maupun Ibunya bisa dalam bahaya. Ini Ibu beneran enggak ada keluarga apa pihak suami yang bisa dihubungi?” sergah Bidan berusaha memberi Cinta pengertian sekaligus arahan.

Di antara hidup dan mati sekaligus kecemasan kepada nasib anak-anaknya, apa yang baru saja bidan katakan sungguh membuat mental Cinta terguncang.

“Saat aku masih bayi, alasan mama meninggal karena mama dibunuh papa. Masa iya, sekarang anak-anakku juga harus menjadi yatim piatu sangat dini, sepertiku? Ya Allah, tolong beri hamba kesempatan menjadi orang tua untuk anak-anak hamba. Hamba tahu rasanya hidup tanpa orang tua. Rasanya sangat menyakitkan. Sakit yang tidak pernah bisa terobati, meski bahagia dari hal sekaligus pihak lain sudah hamba dapatkan,” batin Cinta sampai detik ini masih menutupi wajahnya menggunakan cadar, meski cadarnya juga sudah basah oleh keringat yang bercampur dengan air mata.

“Lakukan yang terbaik, Bu Bidan. Saya memang tidak punya suami maupun keluarga. Suami saya sudah meninggal, sementara saya hidup sebatang kara!” lirih Cinta sudah tak berdaya

.

“Baik kalau begitu, Bu. Kami akan melakukan yang terbaik.” Setelah berkata begitu, sang bidan sudah langsung bergegas pergi.

Cinta terpaksa dirujuk ke rumah sakit besar dan sampai disesar. Fatalnya, bayi kedua yang Cinta lahirkan dan memang berjenis kelamin laki-laki, keracunan air ketuban.

“Prematur dan keracunan air ketuban? Ya Allah, ... cobaan apa lagi ini?” batin Cinta masih tak berdaya setelah melahirkan dua bayi dengan proses berbeda di waktu yang hanya berselang hitungan jam. “Aku enggak mungkin bilang ‘lakukan yang terbaik lagi’, sementara aku saja enggak punya banyak uang. Namun jika aku tidak melakukannya, nyawa anak-anakku, khususnya putraku, ... terancam.”

“Apa yang harus aku lakukan?” itulah yang terus Cinta tanyakan kepada dirinya sendiri, di tengah waktunya yang terbatas. Meski lagi-lagi, mulutnya sebagai seorang ibu berkata, “Lakukan yang terbaik, Sus! Tolong sembuhkan anak saya!”

Seorang ibu akan lebih dulu terluka, dan akan sangat terluka, ketika anaknya terluka. Karena seorang ibu ibarat kulit ari terluar dari anak-anaknya—iya, Cinta sungguh tengah merasakan anggapan itu.

“Baik, Bu. Namun tolong sekalian sambil diurus administrasinya, ya. Ibu masuk jalur umum tanpa jaminan biaya. Jadi, ini prosesnya nanti begini,” jelas sang suster yang melakukannya dengan sangat sabar. Terlebih sekadar bernapas saja, kini Cinta sampai harus memakai bantuan selang oksigen.

“Yang aku takutkan benar-benar terjadi. Biaya yang harus aku bayar sungguh tidak sedikit, khususnya biaya untuk putraku yang keracunan air ketuban. Dan saat seperti ini, aku benar-benar tidak memiliki pilihan lain,” isak Cinta yang jadi berlinang air mata.

Alasan Cinta merasa sangat sedih sekaligus terpukul hingga ia tidak bisa untuk tidak menangis, tak lain karena ia ingat Syam. Syam dan semua paksaan yang pria itu lakukan hingga Cinta berakhir layaknya sekarang. Namun, Syam juga menjadi satu-satunya yang bisa Cinta andalkan.

Di dompet miliknya, Cinta menarik sebuah kartu nama yang saat itu Cinta temukan terselip di gamisnya. Kartu nama yang Syam lempar ke wajah Cinta, setelah pria itu dengan sengaja mere-nggut kesucian Cinta.

“Hanya ini yang bisa aku harapkan. Semoga nomornya masih aktif. Dan semoga dia mau berbaik hati meminjamiku uang yang memang tidak sedikit, untuk biaya pengobatanku dan juga pengobatan kedua anakku.”

Cinta terpaksa menghubungi Syam dan itu membuat Cinta teringat masa lalu mereka yang jauh dari baik apalagi indah.

“ ... lebih baik kamu menikah denganku daripada kamu jadi pengganggu!”

“Jangan pura-pura bodoh! Wanita ular sepertimu memang paling pandai bersandiwara, tapi kamu tidak akan pernah bisa menipuku!”

“Kamu harus menikah denganku!”

Semua ucapan Syam tersebut terus menghiasi ingatan Cinta. Ucapan yang juga kembali membuat Cinta ketakutan. Meski untuk kali ini, ketakutan yang Cinta rasa juga turut disertai dendam.

Jantung Cinta menjadi berdetak lebih cepat ketika akhirnya telepon yang ia lakukan terhubung, dan suara dingin Syam sudah langsung menyapa.

“H—halo?” Dari seberang, Syam mengulang sapaannya.

Susah payah Cinta menguatkan dirinya agar berani menghadapi Syam, demi anak-anaknya, khususnya putranya yang keracunan ketuban. Namun, belum sempat ia membalas dan memang tetap tidak ada suara yang lidahnya hasilkan hanya karena ia telanjur trauma kepada Syam, dari seberang Syam sudah memutus sambungan telepon mereka.

“Ya Allah, aku harus bisa. Nyawa anak-anakku jadi taruhannya!” jerit Cinta dalam hatinya. Kali ini Cinta kembali nekat menelepon nomor Syam.

“Halo?” sapa Syam benar-benar dingin. “Lima detik masih diam, aku blokir!”

“I-ini ... aku ...!” ucap Cinta berat dan refleks memejamkan erat kedua matanya.

Berbeda dari sebelumnya, kali ini Syam tak langsung merespons. Hingga Cinta berinisiatif berkata, “Aku—mohon. Aku butuh bantuan kamu!”

Syam tetap tidak merespons meski sambungan telepon mereka masih berjalan. Beberapa kali Cinta memastikan layar ponselnya.

“Tolong bantu aku. Aku butuh biaya besar untuk pengobatanku dan pengobatan kedua ... kedua anakku.”

“Anak kembarku lahir prematur, sementara yang laki-laki keracunan air ketuban. Aku janji akan mengembalikan secepat mungkin. Tolong pinjami aku uang. Segera, khususnya untuk anakku yang keracunan!”

“Kamu sudah menikah?” tanya Syam dengan nada yang masih sama layaknya di pertemuan terakhir mereka, sekitar delapan bulan lalu.

“Aku tanya sekali lagi, kamu sudah menikah?!” ulang Syam kali ini sampai membentak.

Selain refleks menggeleng, Cinta yang menangis juga jadi gemetaran ketakutan.

“Kamu cari matiiiiii?!” bentak Syam kali ini sampai berteriak.

“M—mereka ... mereka anak-anakmu!” Tangis Cinta pecah. “Jadi aku mohon tolong aku! Aku janji, apa pun akan aku lakukan asal kamu membantuku!”

***

Catatan : Novel orang tuanya Cinta : Pembalasan Istri yang Terbunuh (Suamiku Simpanan Istri Bos!)

Terpopuler

Comments

Nartadi Yana

Nartadi Yana

kenapa Syam jadi jahat gitu ya perkosa cinta dan ditinggal pergi gitu saja

2024-12-20

1

azka myson28

azka myson28

q suka sama cerita authornya yaa begini sat set sat set g pakai lama dan muter2

2024-06-12

0

Riana

Riana

akhirnya bertemu Syam lagi

2023-12-25

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!