5 : Alasan Syam Menikahi Cinta

“Kalian harus kuat! Bukan berarti Papa akan meminta kalian untuk bekerja keras. Namun karena Papah sudah tidak sabar untuk membahagiakan kalian!” batin Syam.

Dari kaca pintu ruang NICU, Syam berlinang air mata mengawasi kedua anaknya. “Papah pastikan, kalian akan merasakan kebahagiaan yang belum pernah Papah rasakan. Kebahagiaan yang selama ini sangat Papah bahkan semua anak inginkan!” batin Syam lagi. Tekadnya membahagiakan anak-anaknya sudah sangat bulat. Karenanya ia berharap, anak-anaknya segera sehat. Ia berharap anak-anaknya, khususnya putranya yang pernapasannya masih bermasalah, segera bebas dari semua rasa sakit.

“Biar Papah saja yang sakit. Kalian jangan pernah sakit!” Terlebih dari kecil, Syam sudah terlalu sering sakit. Syam tahu bagaimana rasanya luka-luka itu. Luka-luka yang tak semua orang akan merasakannya, hingga ia tak rela jika anak-anaknya sampai merasakannya.

Di tempat berbeda, Cinta masih memompa asi. Asi yang ia hasilkan belum terlalu banyak. Hanya ada enam puluh mili, dan itu benar-benar sudah ia pompa maksimal.

“Permisi, selamat siang?” sapa seorang suster yang baru datang dan memang sangat santun.

Cinta yang awalnya tengah menatap sedih botol asinya, langsung terusik. Cinta refleks tersenyum canggung kemudian menatap sang suster.

Sebenarnya memang tidak ada yang perlu Cinta khawatirkan. Namun terhitung sejak dipenjara, Cinta yang jadi merasa hi-na, sengaja menutup diri. Cinta jadi tidak biasa berinteraksi dengan orang lain apalagi orang asing.

“Wah ... sudah ada asi untuk Hasna dan Hasan?” ucap si suster mendadak heboh.

“Hasna dan Hasan? Maksudnya si suster apa? Dia salah orang apa gimana?” pikir Cinta sengaja merapikan pompa asinya.

Cinta sengaja membagi enam puluh mili asi yang ia hasilkan menjadi dua dot kecil.

Ternyata, Hasna dan Hasan menjadi nama yang Syam berikan kepada anak kembar mereka. Syam mengambil semua keputusan tanpa izin maupun sepengetahuan Cinta. Cinta mengetahui kabar tersebut dari suster yang tengah memeriksa keadaan Cinta.

“Kasih nama pun, Syam enggak bilang-bilang. Atau memang belum?” pikir Cinta yang memang berniat untuk memastikannya. Namun sekali lagi, Cinta mengapresiasi antusias suaminya yang sangat peduli kepada anak kembar mereka.

“Enggak apa-apa, Bun. Biasanya awal-awal, kebanyakan ibu yang baru melahirkan memang baru bisa menghasilkan sedikit asi. Namun makin sering menyusui maupun memompa, insyaallah, asinya akan makin lancar bahkan makin melimpah!” ucap si suster lantaran Cinta yang sampai saat ini masih memakai cadar, tampak sangat sedih memandangi dua botol dot berisi asinya.

Cinta mengangguk-angguk. “Iya, Sus. Terima kasih banyak. Sebentar lagi, saya coba pompa lagi biar makin lancar. Syukur-syukur, saya juga bisa segera menyusui secara langsung.”

Mendengar itu, sang suster langsung tersenyum haru. “Insyaallah, segera yah, Bun. Alhamdullilah, dijagain papanya, kemajuan mereka beneran sangat pesat! Insyaallah juga, dukungan dari papah anak-anak, juga bikin asi Bunda melimpah!”

Disinggung dukungan Syam kepadanya, Cinta langsung kikuk. Dukungan? Jangankan dukungan, di setiap bertemu apalagi bersama saja, Syam seolah sangat ingin menerk-amnya.

Sekitar sepuluh menit kemudian, Cinta benar-benar langsung kembali mencoba memompa asinya. Namun, alih-alih lancar, ia yang justru kesakitan, justru mendapati asi hasil pompanya sampai disertai dara-h.

“Innalilahi, ini bagaimana? Aman, enggak? Ini asiku enggak sehat apa gimana?” tangis Cinta langsung panik. Cinta sungguh ketakutan.

Tak memiliki bekal pengalaman, atau setidaknya bimbingan dari orang yang berpengalaman, benar-benar membuat Cinta layaknya tersesat di tempat asing.

Yang membuat Cinta terkejut bukan main, kedatangan seseorang dan ternyata itu Syam, sampai membuat pintu ruang rawatnya terban-ting.

“Maksud kamu cuma kasih asi sedikit itu, ke Hasna dan Hasan apa?!” marah Syam makin membuat Cinta yang tengah menangis, gemetaran. Namun, ia sama sekali tidak peduli. Karena sampai kapan pun, baginya air mata Cinta hanya air mata ibli-s.

“Manusiawi sedikit, bisa, kan? Ini saja masih aku coba. Namun makin dicoba, justru sampai ada darahnya. Andai aku bisa kasih banyak, pasti aku kasih semuanya. Buat apa aku perhitungan ke anak, apalagi aku tahu, mereka beneran mengandalkan aku!” tangis Cinta. “Coba sekarang, pakai uangmu buat mendapatkan asi terbaik untuk anak-anak, bisa enggak?!” Cinta merasa sangat kacau dan berakhir sibuk Istighfar. Istighfar yang jadi makin cepat, ketika ia menyadari, bahwa ia belum sempat menutup dadanya. Cinta yang yakin Syam sampai melihat bagian di sana, buru-buru memunggunginya.

“Terus, ... bagaimana caranya agar kamu bisa menghasilkan banyak asi?” sergah Syam benar-benar serius. Namun, Cinta yang tetap memunggunginya, tidak memberinya jawaban pasti. Cinta hanya ia dengar tersedu-sedu.

“Aku mohon, tolong lebih manusiawi lagi. Sekarang yang mons-ter bukan lagi, aku. Namun justru kamu,” ucap Cinta dengan suara berat dan tetap memunggungi Syam.

Seperti sebelumnya, kali ini Syam juga hanya diam. Karena jarak keberadaan mereka yang hanya terpaut dua meter, ia masih bisa mendengar sesenggukan Cinta dengan sangat jelas.

“Kamu sudah kasih anak-anak nama? Aku benar-benar berterima kasih. Namun ke depannya, ayo biasakan bahas semuanya sama-sama sebelum mengambil keputusan,” ucap Cinta tanpa perubahan berarti.

“Biar bagaimanapun, kita sudah menikah. Jadi sampai kapan pun, orang tua Hasna dan Hasan, bukan hanya aku. Orang tua mereka bukan hanya kamu. Karena orang tua mereka, kita. Mereka tidak hanya butuh salah satu dari kita. Mereka beneran butuh kita sepenuhnya. Kita harus merawat mereka, bersama-sama.” Cinta tulus mengatakan itu. Ia rela mengubur egonya. Ia rela melawan trauma yang Syam torehkan kepadanya.

“Pernikahan kita berbeda!” ucap Syam terdengar berat. Syam menunduk dalam.

Detik itu juga Cinta mengernyit. “Berbeda?” batinnya jadi menerka. Namun, bukan hal baik yang seketika menghiasi benaknya. Melainkan sebaliknya.

“Alasanku menikahimu bukan karena aku mencintaimu apalagi sangat mencintaimu. Alasanku terus memaksamu menikah denganku juga bukan karena aku peduli.”

“Belum apa-apa sudah sesakit ini, ya Allah,” batin Cinta jadi kerap menahan napas. Air matanya masih berlinang membasahi cadar.

“Alasanku menikahimu, murni agar kamu tidak meru-sak rumah tangga bos Helios maupun rumah tangga Akala lagi. Mereka sudah sangat bahagia. Jadi tolong tahu diri!”

“Setelah tahu alasanku, harusnya kamu tidak lagi berharap kepadaku. Karena meski sudah ada Hasna dan Hasan, semuanya tidak ada yang berubah!” tegas Syam. Tak mau berurusan lama-lama dengan Cinta, ia sengaja buru-buru pergi dari sana. Seperti kedatangannya, ia juga sampai membuat pintunya terbant-ing.

Alasan Syam benar-benar membuat mental Cinta terluka. Cinta makin sulit menepi dari tangis apalagi kesedihannya. Namun Cinta yang sadar diri, bahwa masa lalunya telanjur membuatnya hina, berusaha menerima.

“Dulu, aku menyia-nyiakan Akala yang begitu lembut dan selalu tulus kepadaku, hanya karena Akala tak sekaya Helios. Lalu, aku juga menyia-nyiakan Helios yang selain kaya tapi juga bucin akut kepadaku, hanya karena dia caca-t. Namun sekarang, aku justru dapat Syam, dan aku sadar, ini karma nyata yang aku dapatkan dari segala kesalahan fatalku di masa lalu.”

“Jadi, bagaimana caranya agar mereka khususnya Syam yakin, aku benar-benar sudah berubah? Bagaimana caranya agar aku bisa membuat mereka yakin, tapi di mata mereka aku tetap selalu salah?”

Terpopuler

Comments

Bunda Aish

Bunda Aish

ujian untuk orang yang bertobat... sabaaar 😢

2024-01-29

2

Ketawang

Ketawang

berlinanglah air matakuuuu😭😭😭

2024-01-12

1

Nurhartiningsih

Nurhartiningsih

nyesek banget

2024-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!