“Ibu Cinta muntah-muntah, selain beliau yang tidak bisa berhenti menangis. Sepertinya ibu Cinta terkena baby blues, Pak!” ucap Fia sangat sopan ketika malamnya, Syam pulang.
Di ruang keluarga lantai bawah, pertemuan itu terjadi. Syam langsung mengernyit karena memang tidak paham dengan apa yang Fia maksud.
“Baby blues? Apa itu baby blues?” tanya Syam kepada Fia.
Sekitar lima menit kemudian, di tengah suasana rumah yang sudah serba remang, Syam masuk ke kamar Hasna. Di sana, di dekat tabung inkubator, Cinta masih berdiri layaknya orang hilang.
Tatapan Cinta memang kosong, tapi sampai detik ini, Cinta masih tersedu-sedu.
“Wanita, selalu saja merepotkan! Bisa aku pastikan, dia akan makin merepotkan jika aku beri perhatian!” batin Syam yang memilih pergi. Namun, kenyataan kakinya yang tak sengaja menend-ang tong samp-ah di sebelah pintu, sukses mengusik Cinta.
“S-Syam ...?” lirih Cinta buru-buru menyeka air matanya menggunakan kedua jemari tangannya. “Semalam ini kamu baru pulang? Hasan baik-baik saja, kan?”
Sangat sabar, Cinta langsung berusaha melakukan pendekatan kepada Syam. “Ayo kita ngobrol. Bahas semuanya,” ucapnya yang bahkan bertanya, “Kamu sudah makan?”
Namun, Syam menolak Cinta tanpa sepatah kata pun, bahkan itu sekadar lirikan.
“Kalaupun kamu enggak sudi berkomunikasi dengan aku, setidaknya kamu kasih tahu ke aku, bagaimana kabar Hasan!” mohon Cinta sampai mengikuti Syam.
“Aku hanya ingin tahu kabar anakku!” Kali ini Cinta meledak-ledak.
Syam yang geram bahkan tubuhnya sampai gemetaran, berangsur balik badan. Tepat di lantai bawah setelah tangga yang menghubungkan ke lantai atas, Syam menatap marah Cinta.
“Tugasmu hanya menghasilkan asi. Fokus urus anak-anak, sudah, beneran enggak ada lagi!” tegas Syam. “Masih saja kurang?!” tegas Syam lagi masih marah-marah. Di hadapannya, Cinta tak kalah marah. Cinta sungguh menatapnya dengan tatapan marah. Wanita itu bahkan menghampirinya.
Namun, Syam sungguh tak menyangka, bukannya menghaj-arnya, Cinta justru memeluknya erat. Cinta tersedu-sedu sambil terus memeluk Syam.
“Kamu sakit, ... kamu enggak boleh begini karena kamu sudah menjadi seorang papa. Kamu merupakan seorang kepala rumah tangga. Sudah enggak kurang-kurang kasus yang terjadi dan memenuhi pemberitaan,” ucap Cinta tersedu-sedu.
Sampai detik ini Syam masih diam. Ia terlalu bingung kenapa harus ada adegan seperti sekarang? Karena yang ia harapkan, Cinta membencinya dan Cinta tetap menjadi Cinta yang mandiri layaknya Cinta yang selama ini ia kenal.
“Pelan-pelan, ... pelan-pelan tolong biasakan,” isak Cinta lagi benar-benar memohon.
“Memangnya kamu enggak mau jadi papa bahagia seperti Helios, Akala, dan papa lainnya?” Cinta berangsur menengadah hanya untuk menatap kedua mata Syam.
“Bukan anak-anak yang harus berubah mengikuti cara hidup kamu. Namun kamu lah yang harus membiasakan diri mengimbangi mereka.” Cinta masih sangat sabar dalam menghadapi Syam.
“Aku enggak tahu apa yang sebenarnya terjadi ke kamu. Namun tanpa mengubah diri, kamu yang sudah terbiasa kas-ar juga bisa melakukannya kepada anak-anak, bahkan meski kamu enggak bermaksud.” Cinta menatap dalam kedua mata Syam. Ia sungguh penasaran mengenai apa yang telah terjadi hingga membuat Syam lebih kasa-r sekaligus lebih bengis dari Helios.
Malam ini, setelah apa yang Cinta lakukan, Syam merasa waktu menjadi berputar lebih lambat. Syam tidak bisa tidur dan berakhir memutuskan diam-diam masuk ke kamar Hasna. Ajaibnya, Cinta masih menangis memandangi Hasna. Pemandangan yang sama persis saat malam kepulangannya.
“Baby blues ... sebahaya itu kah dampaknya?” batin Syam. “Dia jadi mirip orang setre-s,” batin Syam.
Keesokan harinya, Cinta yang ketiduran terbangun dengan kenyataan, Syam sudah pergi tampa pamit kepadanya.
“Pak Syam enggak bilang dia mau ke mana? Apa mau ke Hasan? Apa mau kerja?” tanya Cinta kepada Fia.
Karena Fia juga tidak tahu dan tidak bisa memberi Cinta kepastian, Cinta memutuskan untuk bangkit.
“Mandi, makan, urus Hasna, pompa asi.” Cinta menyemangati dirinya sendiri. Ia melangkah hati-hati menaiki anak tangga yang menghubungkan ke lantai atas kamar sang putri berada.
“Andai masa lalu kami baik-baik saja, aku pasti tidak perlu alasan hanya untuk bertanya ke Helios. Aku ingin tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi kepada Syam,” pikir Cinta jadi kembali sedih di setiap ia melihat wajah Hasna. Wajah yang sangat mirip dengan wajah Syam.
Seharian ini, Cinta menunggu kabar dari Syam. Termasuk pesan WA dari Syam yang memang tak kunjung ia dapatkan.
Semuanya berjalan dengan semestinya meski Cinta masih tidak nap-su makan. Selain itu, asi yang Cinta hasilkan juga masih sangat pas-pasan.
“Sudah malam, papa kalian masih belum kasih kabar apalagi pulang. Ini susu kedua di hari ini untuk dek Hasan. Alhamdulillah untuk pertama kalinya dapat dua dot khusus untuk dek Hasan,” ucap Cinta menyerahkan kantong berisi asinya, kepada Fia.
Kini, Fia menjelma menjadi asisten pribadi untuk Cinta. Fia selalu terjaga di sisi Cinta. Meski ketika Cinta did alam kamar, Fia hanya akan berdiri di depan pintu.
Tepat pukul sepuluh malam, Cinta yang penasaran sengaja keluar dari kamar. Cinta sengaja memastikan kepulangan Syam, tapi nyatanya papa dari anak-anaknya itu belum pulang. Barulah ketika Cinta tidur sambil mendekap Hasna di tempat tidur, ada aroma anyir yang mengusik. Cinta membuka matanya, merasakan ada kehidupan lain yang ada di sana selain dirinya dan Hasna.
“Syam, ... kamu kenapa?” Cinta langsung panik.
Dengan sangat hati-hati, Cinta yang mendekap Hasna berangsur berdiri. Ia meletakan Hasna kembali ke inkubator, tanpa bisa benar-benar menyudahi tatapannya kepada Syam. Pria itu terluka parah dan sampai berdara-h-dara-h.
Banyak dar-ah segar dari kedua tangan maupun bahu Syam.
Cinta merawat Syam, dan Syam hanya pasrah.
“Ini kok bisa begini?” Berbekal P3K yang ia terima dari Fia, Cinta mengobati Syam di kamar Hasna.
“Coba jaketnya dibuka,” minta Cinta yang juga berangsur membuka jaket Syam dengan sangat hati-hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
azka myson28
syam kena karma karena sudah menyakiti istrinya
2024-06-12
1
Ida Ulfiana
kok masih aja punya musuh si syam ni
2024-05-28
1
Sugiharti Rusli
mungkin aslinya si Syam orang baik, tapi karena tempaan masa lalu yang bikin dia jadi kasar gitu yah,,,
2023-12-14
2