16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri

“Pada kenyataannya, dia memang tidak bisa menerimaku. Bukan hanya karena masa laluku, tapi juga karena fisikku.” Ngilu, rasa itu Cinta rasakan sangat kuat di dadanya. Rasa yang terus membuat air matanya berjatuhan membasahi cadar.

“Hubungan kami tak lebih dari status orang tua yang harus selalu ada untuk anak-anaknya. Sekarang aku paham apa yang harus aku lakukan. Syam tipikal pria yang memandang seseorang khususnya seorang wanita dari latar belakang sekaligus fisik. Bismillah, kamu selalu sehat, Syam. Aku juga akan selalu berdoa, aku maupun anak-anakku selalu sehat. Karena pada kenyataannya, ada di posisi kami sangat todak mudah.

“Bismillah, apa pun yang terjadi, kamu tetap papa dari si kembar. Semoga kamu senantiasa sehat dan menjadi orang yang lebih baik.” Cinta sudah bisa menempatkan diri. Wanita itu tak lagi memakai hati. Cinta akan selalu menutup hatinya, bahkan andai sampai terjadi adegan manis antara dirinya dan Syam dalam mengurus anak mereka sekalipun.

Bahkan meski kini Cinta harus lewat, atau ada di tempat sama dengan Syam, Cinta memilih diam. Jangankan mengajak komunikasi, melirik saja, Cinta tak melakukannya kepada Syam.

“Syam memandangku hin-a karena aku tidak punya apa-apa. Selain, aku yang memang tunduk kepadanya karena nasib anak-anak sudah ada di tangannya.”

“Namun, mungkin jika aku cantik, Syam bisa menerimaku. Hanya saja itu mustahil. Karena cantik juga butuh modal. Modal materi maupun perhatian. Otomatis mustahil juga aku bisa mendapatkannya karena sekarang saja, hidupku berasa di penjara.” Lagipula, Cinta juga berpikir, jika alasan Syam menerimanya karena kecantikan sekaligus kesempurnaan fisik, semua itu juga akan langsung hilang ketika Cinta tak cantik lagi.

“Semoga, cepat atau lambat aku bisa kembali bekerja.” Meski untuk hal ini, Cinta juga masih merasa mustahil. Karena jangankan bekerja, meninggalkan Hasna yang sedang tidur saja, atau Cinta yang ketiduran tidak siaga selama 24 jam untuk Hasna saja, sekarang Syam akan marah-marah.

***

Satu bulan dari pernikahan, dan otomatis itu juga menjadi hari di mana Hasan boleh pulang. Kendati demikian, Hasan masih harus menjalani kontrol kesehatan secara rutin.

“Alhamdullilah yah, Dek. Akhirnya kamu sudah boleh pulang. Jadi bisa bareng-bareng lagi sama kak Hasna yang cantik!” batin Cinta.

Cinta maupun Hasna tak sampai ikut menjemput Hasan secara langsung. Keduanya menunggu di rumah. Hanya Syam dan orang-orangnya yang menjemput Hasan. Satu lagi yang berbeda dari awal mereka di sana. Karena kini, hampir setiap sudut rumah sudah dipasang CCTV. Selain itu, keadaan di sana juga tak lagi disertai temba-kan atau setidaknya kerusuhan. Juga, Cinta yang memang memilih diam.

Terhitung sejak hari itu, hari di mana Syam menganggap jij-ik Cinta hanya karena wajah Cinta buru-k rupa, baik Cinta maupun Syam belum pernah bertegur sapa. Andai pun keduanya terlibat mengurus Hasna, keduanya kompak diam. Termasuk juga kepada pekerja di rumah, Cinta nyaris tak pernah berbicara jika bukan untuk urusan mendesak. Selama itu juga, Cinta benar-benar hanya berbicara dengan Hasna.

“Diam begini saja, dan lebih mirip pengasuh bayi, Syam sama sekali tidak menegur apa setidaknya kasihan. Padahal, hampir setiap saat bahkan tidur pun, aku melakukannya sambil duduk atau malah berdiri.”

Kepulangan Hasan membuat suasana rumah makin ramai. Tak hanya karena suara Hasna dan Hasan yang jadi kerap bersautan. Namun juga Syam yang jadi heboh. Syam tampak sangat bahagia bersama bayi kembarnya. Namun itu tidak berlaku bagi Cinta yang justru merasa layaknya orang asing. Cinta tak lebih dari pengasuh bayi, yang wajib menyumbangkan asi juga dan cukup dibayar dengan makan.

Siang yang agak terik ketika Syam yang baru beres makan siang di dekat si kembar pergi, ponsel Cinta berdering. Dering tanda telepon masuk yang hanya akan Cinta dapatkan tiga bulan sekali dan itu dari sang kakak yang masih ada di penjara.

Sembari menutup gorden tebal di setiap jendela agar kedua anaknya tidak kepanasan dan itu bisa membuatnya dimak-i Syam, Cinta menjawab teleponnya.

Cikho kakak Cinta memang tidak memiliki ponsel pribadi, tapi Cikho biasa menghubungi Cinta menggunakan ponsel penjaga di lapas.

“Assalamualaikum, Kak?” ucap Cinta.

“Waalaikumsalam, Ta. Loh, kok ada suara bayi? Memangnya kamu lagi di mana? Kamu enggak kerja?” balas Cikho dari seberang.

Layaknya Cinta, kini Cikho yang masih harus menjalani masa huku-mannya di penjara juga sudah berhijrah. Terlebih setelah tahu mantan istri dan anak semata wayangnya sudah bahagia dengan rumah tangga sekaligus keluarga barunya.

Terlepas dari semuanya, sejauh ini, Cinta memang merahasiakan keadaannya. Cinta tidak pernah menceritakan mengenai dirinya yang pernah diperk*osa hingga hamil, kemudian berakhir menjadi pengasuh untuk anaknya sendiri. Bahkan kepada Cikho, Cinta tidak pernah menceritakannya. Malahan, Cinta justru lebih memilih menceritakan masa lalunya yang pernah dipenjara. Itu saja jika Cinta diminta melakukannya.

“Aku enggak mau anak-anakku sampai menanggung penghakiman dari orang-orang, hanya karena apa yang aku alami. Apalagi keadaan seperti kami sudah dianggap sebagai ai-b, meski pada kenyataannya, kami merupakan korban!” batin Cinta yang merasa sesak luar biasa jika mengingat semuanya.

“Sebenarnya ....” Cinta memutuskan untuk menceritakan keadaannya, tanpa menyebut dirinya yang sebelumnya sampai sengaja diper-kosa. Selain itu, Cinta juga tak sampai mengabarkan bahwa dirinya menikah dengan Syam.

“Oalah ... ya-ya syukur alhamdullilah kalau pada akhirnya kamu sudah menikah. Sudah punya anak, kembar juga, Ta. Duh, Kakak jadi terharu, nelangsa begini. Alhamdullilah akhirnya kamu bahagia juga!” ucap Cikho dari seberang.

Padahal, yang disyukuri dan didoakan yang baik-baik, malah berlinang air mata. Cinta bahkan sesenggukan, dan sengaja membeka-p mulutnya menggunakan tangan kiri yang bebas. Cinta berusaha meredam suara tangisnya.

“Berarti sekarang kamu sudah enggak kerja di kantin sama ngajar ngaji lagi, ya?” balas Cikho.

“Enggak, Kak. Makanya aku lagi pengin cari kerjaan sampingan. Buat tambah-tambah,” balas Cinta yang kemudian mengaku flu. Itu bisa membuatnya menepis kecurigaan Cikho yang pasti sadar bahwa kini, ia tengah menangis.

“Lah, ngapain cari kerjaan lain kalau kantin kamu saja selalu rame? Mending jualan di kantin lagi, kan? Kalaupun kamu jadi sibuk karena ada si kembar, sewa orang buat bantu asuh juga boleh.”

“Nah itu ... karena asa si kembar, suami enggak izinin aku kerja. Suami minta aku fokus urus anak-anak.”

“Nah ya udah kalau kayak gitu keadaannya. Biar suami kamu yang kerja, kamu fokus urus anak. Bukannya enak begitu? Suamimu yang kerja, terus kamu yang urus anak. Alhamdullilah kamu dapat suami yang tanggung jawab. Anak-anak keurus, kebutuhan kalian juga terpenuhi.”

“Andai seindah itu, tapi suamiku hanya menginginkan anakku. Aku tak lebih dari pengasuh anak-anaknya, Kak,” ucap Cinta berusaha tegar.

“Maksud kamu gimana?” Kali ini, suara Cikho terdengar syok.

“Yang sabar, ya. Di dunia ini memang enggak ada yang sempurna. Bismillah, semoga suamimu secepatnya berubah. Sayang, sudah ada si kembar. Namun andai dia berani KDRT, coba lapor ke polisi saja. Atau, ... tinggalkan saja buat pelajaran.”

Meninggalkan Syam? Cinta sungguh ingin melakukannya, tapi dirasa Cinta, itu mustahil. Sebab selama 24 jam waktu yang Cinta miliki, semuanya sungguh serba diawasi.

Terpopuler

Comments

Wurry

Wurry

Sebenarnya duluan yg mana nikahnya Syams-Cinta dgn Ojan-Rere? jd bingung gini..
Ojan kan nikahnya stlh Sepri-Suci yg sblmnya sempet kondangan di Akala-Nina..
Kupikir duluan Syams-Cinta, krn Rere nikah sm Ojan, si Adam udh gede bbrp thn bukan bayi, ternyt di cerita Cinta Syams, Rere mantan Chiko sdh nikah duluan

2024-01-30

1

Alya Yuni

Alya Yuni

Terllu goblok cinta
mkanya jdi prmpuan jngn mau di bodohin dah di prkosa di bohin dsar goblok

2024-01-09

1

❤️Rizka Aulia ❤️

❤️Rizka Aulia ❤️

kasian cinta hidupnya seperti itu

2023-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!