12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama

Diizinkan menyentuh Syam, meski Syam sama sekali tidak mau meliriknya, membuat dunia Cinta seolah berhenti berputar. Seolah-olah, dalam kehidupan ini hanya berisi mereka. Malahan dengan sendirinya, Cinta jadi memperhatikan wajah Syam. Wajah yang perlahan ia hafal, melekat di ingatan bahkan sanubarinya.

“Dia suamiku ...,” batin Cinta.

Dalam diamnya, Syam yang memang cenderung menunduk, sebenarnya menyadari bahwa dirinya tengah diamati. Tentu pelakunya merupakan istrinya sendiri. Karenanya, ia sengaja bangun dan tak lagi duduk di kursi dekat keberadaan sang putri.

Syam berusaha bangkit dan bagi Cinta, suaminya itu sengaja menghindarinya.

“Tunggu!” Cinta sengaja memaksa, membuat Syam kembali duduk. Namun karena baik dirinya maupun Syam sama-sama memaksa, yang ada Cinta justru terjatuh di pangkuan Syam.

Lagi, dunia Cinta bahkan seorang Syam, seolah mendadak berhenti berputar. Kedua mata mereka yang bertatapan lekat menjadi saksi, bahwa dunia ini telah mereka kuasai.

“Dia istriku ... ibu dari anak-anakku. Seberapa pun aku membencinya, aku akan tetap melindunginya,” batin Syam sampai detik ini masih terpaku menatap kedua mata Cinta.

Fia dan Hans yang datang mendorong troli berisi perlengkapan medis, berangsur berhenti. Keduanya kebingungan dengan apa yang harus mereka lakukan. Mereka tak berani mengusik kebersamaan bos mereka.

“H-hazim ....” Bersin dari dalam tabung inkubator dan terdengar sangat menggemaskan, menjadi alasan kebersamaan di sana terusik.

Kebersamaan Cinta dan Syam memang menjadi dihiasi kecanggungan. Namun, ulah Hasna sukses membuat Cinta bahkan Syam, tersenyum. Kedua sejoli itu refleks mengawasi Hasna dengan senyum yang seolah tak akan pernah usai. Senyum yang juga sampai menular kepada Fia maupun Hans.

“Alhamdullilah, si Kakak bisa bersin juga. Tidurnya juga anteng banget. Berasa masih di dalam perut kayaknya. Jadi kangen dek Hasan,” lirih Cinta.

Mendengar nama Hasan disebut, Syam langsung bersedih. Ia refleks berdeham, kemudian memaksa Cinta untuk sepenuhnya menyingkir dari pangkuannya.

“Jahitanku ...,” lirih Cinta yang memang kesakitan. Ia melirik jengkel Syam yang sudah langsung menepisnya. Namun khusus untuk kali ini, Cinta yakin, ada ekspresi berbeda dari seorang Syam. Ekspresi khas orang peduli.

Kemudian, Hana dan Fia segera bertatapan. Melalui tatapan, keduanya berkode, kemudian kompak mengangguk. Setelah maju mendekati kebersamaan bos mereka, Hans segera menyapa Syam.

“Bos, biar saya yang urus operasinya,” ucap Hans.

“Hah ...? Perlengkapan kesehatan lengkap. Mereka punya? Berasa klinik bahkan rumah sakit. Rumah bidan saja belum tentu selengkap ini,” batin Cinta memang takjub, tapi juga curiga lantaran pekerja di sana dan tentu atas izin Syam, memiliki perlengkapan medis lengkap.

“Sebentar,” lirih Cinta yang segera membuka tuntas jaketnya.

Cinta langsung terkejut lantaran kedua lengan Syam, dan juga bahu kiri Syam, dihiasi peluru. “Siapa yang melakukan ini? Kamu berurusan dengan polisi?”

Cinta benar-benar mengkhawatirkan Syam, tapi pria itu kembali menyikapinya dengan dingin.

“Jangan berisik! Ini peringatan terakhir!” kecam Syam.

Kali ini, Cinta terpaksa diam. Ia hanya mengawasi kebersamaan di sana dengan saksama. Namun, perlengkapan medis yang Syam miliki, bahkan Syam bisa memasang infus, membuat Cinta bertanya-tanya mengenai siapa Syam sebenarnya. Sebab yang Cinta tahu, Syam bekerja sebagai pengawal.

“Semuanya kompak memanggil Syam, Bos. Bos perusahaan bodyguard? Namun, masa iya, sampai cekatan bisa urus hal medis? Syam bahkan bisa pasang infus, terus Fia dan Hans juga gitu. Ini mereka lagi operasi mengeluarkan peluru dari lengan dan juga bahu kiri Syam. Terus, kenapa juga Syam bisa kete-mbak? Tiga temba-kan. Maksudnya, Syam ternyata buronan, apa bagaimana? Buronan apa sekt-e sesa-t?” Dalam hatinya, Cinta makin sibuk bertanya. Mengenai Syam, juga pekerjaannya.

Setelah Fia dan Hans pergi, Cinta sengaja mendekati Syam lagi. Syam belum tidur apalagi sekarat, tapi tampaknya pria itu masih dalam pengaruh obat bi-us.

“Kamu mau makan?”

“Apa kamu mau minum?”

“Teh hangat manis sepertinya akan membuat kamu lebih nyaman.”

Cinta masih menunggu tanggapan Syam, tapi suaminya itu tak sedikit pun peduli. “Masa iya, aku harus tanya Helios? Nanti salah lagi,” ucapnya seiring air matanya yang berlinang. Ia berangsur jongkok, dan berakhir tersedu-sedu.

Cinta merasa frustrasi, tak kuat untuk sekadar membayangkan, bahwa papa dari anak-anaknya merupakan seorang buronan. Setiap saat yang mereka miliki akan dihabiskan dengan ketakutan. Dengan kata lain, setiap waktu yang mereka miliki juga akan dihantui oleh perpisahan.

“Yang seperti ini yang memang paling aku hindari. Andai aku peduli, dia pasti makin bergantung kepadaku. Terus begitu, padahal sebisa mungkin aku maunya jangan sampai melibatkan perasaan. Karena jika sampai iya, pasti rasanya lebih berat,” batin Syam.

“Lihat apa yang terjadi ke mas Helios ke mbak Chole, juga mas Excel ke mbak Azzura. Akan jadi apa jika aku meninggalkan dunia mafia ini. Anak dan istriku bisa berakhir dibant-ai musuh!” Sampai detik ini, Syam yang masih berbicara dalam hati, sengaja mengabaikan Cinta.

Namun, tangis Cinta sampai membuat Hasna menangis. Syam langsung beranjak dari tidurnya. Ia yang masih diinfus dengan luka bekas operasi yang sebenarnya membuatnya kesakitan, berangsur menghampiri Hasna. Syam menenangkan Hasna, tapi bayi itu baru mau tenang ketika didekap Cinta. Detik itu juga, Syam yang menjadi melakukan pendekatan kepada Cinta.

Hanya mengusap punggung Hasna, ternyata belum cukup. Syam jadi bingung harus bagaimana. Terlebih, tisu kering yang ia berikan kepada Cinta, tetap tidak membuat Cinta berhenti menangis. Cinta yang menimang Hasna sambil sesekali melangkah, justru jadi sesenggukan. Tangis yang tak kalah pecah dari tangan Hasna.

“Aku mau peluk!” ucap Cinta ya g perlahan menengadah hanya untuk menatap Syam.

Detik itu juga dunia Syam seolah berhenti berputar. Tubuh Syam mendadak kaku ketika Cinta dengan sengaja menyandarkan kepala bahkan tubuh ke dadanya. Syam sampai refleks menahan napas, tapi kenyataan tersebut justru membuatnya makin deg-degan.

Hingga di detik berikutnya, Syam memutuskan untuk balas mendekap Cinta maupun Hasna yang masih

didekap Cinta. Ajaibnya, detik itu juga tangis Hasna beranjak reda.

Lega, itulah yang Cinta dan Syam rasakan. Keduanya refleks bertatapan.

“Semoga dek Hasan cepat sembuh, biar kita bisa sama-sama. Semoga, papanya anak-anak juga selalu sehat karena anak-anak, enggak bisa tanpa papanya!” ucap Cinta.

Detik itu juga kedua mata Syam berembun. Syam merasa, ada perasaan aneh yang tiba-tiba hadir di hatinya. Rasa aneh yang membuatnya peduli kepada Cinta apalagi Hasna.

“Pelukan pertama. Semoga akan ada bahkan banyak pelukan lainnya!” batin Cinta sambil menatap haru wajah putrinya. Wajah yang sangat mirip dengan wajah Syam.

Terpopuler

Comments

Mas Bos

Mas Bos

batu aja klo di tetesin air
lambat laun akan berlubang
apalagi hatinya pak syam
yg di linangi air mata bu cinta
pasti akan klepek klepek
/Joyful//Joyful//Joyful/

2024-02-07

2

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

sekeras apapun kamu ke Cinta tapi lama" hati rurani ga akan bisa bohong yakan Syam,,,

2023-12-14

1

Marlina Armaghan

Marlina Armaghan

lanjut thor

2023-12-11

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!