19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya

“Terluka lagi? Separah itu?” batin Cinta yang bertahan tak sampai menghampiri Syam.

Cinta sadar diri, tak mau menambah beban hidup Syam lagi. Apalagi jika pada kenyataannya, dirinya hanya membuat Syam jiji-k.

Cinta memilih mendorong troli berisi kedua anaknya masuk ke dalam kamar. Dari kemarin malam hingga kini sudah dini hari dan otomatis sudah berganti hari, kedua anaknya tak hentinya menangis. Cinta sengaja membawanya keluar dari kamar menggunakan troli. Karena jika dibawa satu persatu, Cinta tidak tega pada yang harus ditinggal.

“Sepertinya, alasan mereka rewel karena mereka merasakan firasat untuk papanya. Mereka tahu papanya terluka.” Yang membuat Cinta ragu untuk tetap di dalam kamar, kedua bayinya jadi makin tidak bisa tenang. Seolah, Hasna dan Hasan selalu ingin dekat-dekat dengan papanya.

“Kamu enggak khawatir ke aku?” marah Syam ketika akhirnya Cinta membuka pintu kamar anak-anak.

Syam marah karena baginya, Cinta berubah. Cinta tak lagi peduli apalagi khawatir kepadanya. Padahal baginya, harusnya itu yang Cinta lakukan karena Cinta istrinya. Syam dapati, Cinta yang tak hanya terkejut akibat balasannya. Karena dari kedua mata Cinta dan baru Syam sadari sangat indah, istrinya itu juga jadi gelisah. Ditambah lagi, kedua anak mereka yang masih heboh menangis, Syam tidak bisa untuk tidak kesal.

Syam menatap khawatir kedua bayinya yang masih ada di dalam troli. Ia yang masih memakai kaus panjang warna hitam, segera menjatuhkan jaket kulitnya.

“Tunggu!” tahan Cinta segera mengambil satu lipat kain jarit dari rak di belakang trolinya.

“Maaf,” ucap Cinta berangsur melapiskan kain jaritnya ke dada Syam.

Ulah Cinta membuat Syam menahan napas. Selain dunia Syam yang juga seolah mendadak berhenti berputar akibat keadaan sekarang. Kemudian, ingatan Syam justru dihiasi nasihat dari pak Helios. Hingga dengan sendirinya, bibirnya bertanya, “Kamu sakit?”

Cinta yang masih ada di hadapan Syam refleks terdiam. Ia sadari, dirinya yang menjadi merinding dan itu ulah Syam. “Nih orang kenapa?” balas Cinta yang membalas Syam dengan menggeleng.

Cinta segera meraih Hasna kemudian menempelkannya ke dada Syam. Karena ketimbang Hasan, Hasna memang jauh lebih dekat dengan Syam. Terbukti, tangis Hasna sudah langsung reda. Begitu juga dengan Hasan yang Cinta taruh dadanya.

Menimang dan menepuk pelan punggung Hasan, Cinta melakukannya hingga Syam lagi-lagi memperkarakannya.

“Kamu enggak khawatir ke aku?” heran Syam.

Fia dan Hans yang sudah ada di sana membawa sebuah troli berisi keperluan medis, tak kalah bingung dari Cinta. Namun, keduanya yakin jika kini, Syam tengah haus perhatian Cinta.

“Mau langsung diobati, kan? Ke kamar apa duduk di sofa dulu. Kak Hasna turun dulu, ya. Sini sama Mama,” ucap Cinta.

Namun, Syam yang jengkel karena baginya Cinta kurang peka, sengaja tetap mengemban Hasna. Yang membuatnya heran, Cinta tak langsung menyusul. Barulah ketika Hasan menangis, Cinta segera menyusul.

“Bisa diem enggak? Duduk, diem, jangan mondar-mandir terus!” kesal Syam kepada Cinta yang tak kunjung duduk.

Cinta yang takut salah, sengaja duduk di ujung sofa panjang Syam duduk. Ia sengaja menjaga jarak. Lagi, kedua anak mereka menangis.

“Bagus, ... kalian wajib nangis terus kalau papa sama mama enggak bareng-bareng. Apalagi kalau mama kalian cuek, kalian wajib nangis sekenceng-kencengnya, biar mama mau deketin Papa duluan,” batin Syam sengaja duduk mendekati Cinta. Kini, jarak mereka tak lebih dari setengah jengkal karena paha mereka saja nyaris menempel.

Apa yang Syam lakukan sudah langsung membuat Cinta deg-degan. Apalagi ketika tangan kiri Syam yang tidak mendekap Hasna, turut mengelus-elus punggung hidung Hasan.

Diam-diam, Fia dan Hans yang masih menjadi pengamat baik, langsung sibuk tersenyum. Keduanya saling berkode mata, sebelum akhirnya memohon izin untuk mengobati punggung Syam.

Perubahan Cinta tak hanya di penampilan, tapi juga Cinta yang bagi Syam jadi cuek. Kini, Cinta yang tak lagi berpakaian kedodoran, tapi tidak sampai mengekspos apalagi mengumbar aurat, juga jadi irit bicara. Jangankan menatap, melirik saja, Cinta tidak melakukannya. Termasuk itu ketika tangan Syam yang tak lagi mengelus punggung hidung Hasan, berhenti di paha Cinta.

Padahal, ulah Syam sukses membuat Cinta lupa bernapas. Cinta yang memang tetap diam juga jadi tidak bisa bergerak. Terlebih, Cinta tak mungkin meminta Syam menyingkirkan tangannya dari paha Cinta. Meski ketika Syam refleks merem-as paha Cinta akibat pengobatan yang dijalani, Cinta refleks meraih tangan tersebut kemudian membalasnya.

Syam yang memang haus kasih sayang, sudah langsung balas menggenggam tangan Cinta. Ia dapati, Cinta yang menatap khawatir jalannya pengobatan di punggung Syam.

“Pas awal-awal di sini, aku heran, kenapa setiap luka papanya anak-anak, enggak diobati ke rumah sakit atau setidaknya dokter saja. Namun setelah aku pahami, kalau itu yang terjadi bisa membuat papanya anak-anak berurusan dengan polisi. Karena sepertinya memang ada pekerjaan atau misi khusus yang bikin papanya anak-anak sering terluka parah,” pikir Cinta yang sudah langsung heran kepada anak-anaknya. Keduanya kompak sudah tidur dengan sangat lelap di dekapannya maupun Syam.

“Mereka, ... kenapa mereka seperti sengaja membuat papa mamanya selalu kompak?” batin Cinta yang diam-diam memuji kedua anaknya itu sebagai anak genius.

“Lukanya lebih dalam dari temba-kan di sebelah?” tanya Syam masih bertahan menggenggam sebelah tangan Cinta.

“Sampai mengenai tulang, dan sepertinya, tulang di sini juga mengalami trauma. Coba, Bos tengkurap dulu. Kita lihat sampai besok ...,” ucap Hans serius.

Sepanjang Hans menjelaskan, Syam sengaja melirik wajah Cinta. Ia mencoba memastikan perubahan ekspresi Cinta. Namun, tak banyak yang berubah. Ekspresi Cinta nyaris sama dan memang cenderung menunduk.

“Cinta sama sekali tidak khawatir?” bagi Syam, itulah yang Cinta rasakan kepadanya. Baginya dan itu dari cara Cinta, Cinta sama sekali tidak khawatir kepadanya.

Termasuk itu hingga keesokan harinya, Syam yang sengaja memulihkan dirinya dengan tengkurap, merasa sangat muak. Sebab Cinta tak kunjung mendekatinya. Syam nekat membawa infusnya kemudian turun ke lantai bawah Cinta dan kedua anaknya berada.

Syam membuka pintu kamar Cinta dengan kasa-r. Beruntung, kamar tersebut tak sampai dikunci. Syam dapati kehebohan di dalam sana. Kedua anaknya lagi-lagi sibuk menangis. Cinta yang ada di sana, tampak sibuk menenangkan. Hanya saja, Cinta juga refleks menatapnya. Tatapan terkejut yang juga buru-buru Cinta akhiri.

“Itu Papa datang. Jangan nangis lagi, ya,” lembut Cinta masih dengan sangat sabar mengurus bayi-bayinya.

“Aku mau tidur di sini. Biarkan mereka tetap di dekatku agar mereka juga diam. Kamu juga jangan keluyuran, tetap di sini soalnya anak-anak sudah mulai aktif,” ucap Syam yang langsung beranjak naik ke ranjang tidur anak-anaknya berada.

Tentunya, alasan Syam meminta Cinta untuk tetal di sana, agar ia tetap bersama Cinta. Itu merupakan cara Syam memenja-rakan Cinta, dalam jera-t cintanya.

Jadi, kapan Syam akan mengakui perasaan atau setidaknya keinginannya membangun rumah tangga nyata dengan Cinta?

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

slh sendiri bilang jijik syam

2024-07-18

0

azka myson28

azka myson28

gimana anak2nya g rewel dan nangis terus orangtuanya tiap saat perang batin

2024-06-12

0

Nancy Nurwezia

Nancy Nurwezia

papa Syam gengsi mau ngaku perasaannya..

2023-12-15

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!