14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan

Setelah alarm di ponselnya bunyi, dan menandakan waktunya shalat subuh, Cinta yang tidur di sofa, sengaja membangunkan Syam.

“Subuhan dulu. Kamu masih bisa bertahan setelah tiga buah peluru bersarang di tubuh kamu, itu ibarat anugerah. Tak semua orang bisa mendapatkannya,” lirih Cinta.

Syam yang masih diam tak berniat membalas Cinta. Karena lagi-lagi, yang ia lakukan memang menjaga jarak. Namun diam-diam, ia mengawasi punggung Cinta. Wanita itu tampak sibuk mengawasi Hasna meski langkahnya tertuju pada meja pompa asi berada.

Sadar Syam tak kunjung beranjak, Cinta berangsur balik badan. “Mau aku bantu, apa mau sama Hans?”

“Masih ada waktu buat seka pakai air hangat,” lanjut Cinta masih berusaha merangkul hati Syam. Namun, perhatian yang ia lakukan kepada Syam benar-benar tulus.

Syam berangsur duduk. Kemudian ia mencoba berdiri. Rasanya lebih berat dari beberapa jam lalu, tak lama setelah ia menjalani operasi. Karena tadi saja, ia masih bisa mengangkat tubuh Cinta.

“Efek bi-usnya sudah habis dan rasanya jadi luar biasa,” batin Syam sudah langsung terkejut lantaran Cinta mendadak di hadapannya.

“Aku akan melakukan semuanya sendiri.” Syam tidak bisa untuk tidak bengis. “Melihatnya, sebenarnya aku merasa sangat kasihan. Apalagi jika sampai melihat bahwa dia mama dari anak-anakku. Namun jika ingat kelakuannya di masa lalu, maupun dia yang tipikal wanita ula-r, aku tidak bisa untuk tidak membencinya,” batin Syam.

Cinta yang tak mau meru-sak hubungan mereka dan terbilang sudah ada kemajuan, berangsur mundur. “Hati-hati.” Ia sengaja memberi Syam jalan, selain ia yang juga tetap mengawasi Syam hingga pria itu masuk kamar mandi yang keberadaannya masih ada di dalam kamar Hasna.

“Baru aku sadari, kepadanya, aku telah belajar menjadi istri setia. Mendadak aku juga jadi kepikiran, alasan aku pada akhirnya tidak berjodoh dengan Helios bahkan Akala, memang karena Allah lebih ingin aku mengabdi kepada Syam,” pikir Cinta.

Cinta baru pergi dari depan pintu kamar mandi, setelah mendengar suara air shower. Bertanda bahwa Syam yang masih bisa melakukan segala sesuatunya dengan cekatan, juga masih bisa membersihkan diri sendiri.

“Terlalu lama enggak shalat, aku jadi agak lupa tata caranya ... sebentar,” batin Syam sudah langsung disuguhi perlengkapan shalat oleh Cinta.

Hanya ada sajadah, dan itu bagian dari perlengkapan shalat yang Syam jadikan sebagai emas kawinnya kepada Cinta.

Di kamar Hasna, Syam benar-benar sendiri. Karena lagi-lagi, Hasna dibawa pergi oleh Cinta. Syam berpikir, Cinta masih malu jika harus memberi asi secara langsung kepada Hasna, di hadapannya. Atau, Cinta yang merasa tidak nyaman jika harus memompa asi di ruangan yang sama dengannya.

Sekitar sepuluh menit kemudian, Cinta datang sembari mengemban Hasna. Sementara Syam, Cinta pergoki tengah melakukan sujud akhir.

“Masyaallah, adem banget lihatnya,” batin Cinta sengaja tak langsung memasukan Hasna ke tabung inkubator.

Cinta sengaja menghampiri Syam, menyalamkan tangan kanan Hasna kepada pria itu setelah shalat subuh yang dijalani, usai.

Untuk sejenak, hadirnya tangan mungil Hasna di hadapannya, membuat Syam terpana.

“Dibiasakan. Cukup kita saja yang pernah jadi orang kas-ar, tidak dengan anak-anak,” ucap Cinta.

Detik itu juga hati Syam terenyuh. Baru Syam sadari, banyak hal baru yang ia dapatkan dari kebersamaannya dan Cinta. Hal baru yang dipenuhi warna, terlebih adanya anak dalam hubungan mereka. Syam merasa, keluarga kecilnya telah membuat hidupnya yang awalnya hanya penuh warna gelap, menjadi penuh pelangi.

“Barakallah ...,” lembut Cinta ketika akhirnya, Syam menjabat tangan kanan Hasna.

Syam refleks tersenyum dan membiarkan Hasna menyalaminya dengan sangat takzim. Namun ketika itu berakhir dan otomatis ia harus memberikan tangan kanannya kepada Cinta juga, suasananya jadi bed. Syam merasa sangat canggung, selain ia yang sengaja memalingkan wajah.

Sekitar lima menit kemudian, satu mangkuk sup ayam dan sayur buatan Cinta, Fia jadikan sebagai menu makan untuk Syam.

Kini memang belum waktunya sarapan, tapi jika melihat kondisi Syam, Cinta sengaja meminta Fia untuk menyiapkan makanan. Terlebih, nyatanya Syam juga tak segan langsung makan.

“Sup ayamnya mirip soto khas masakan orang sini. Dari aromanya saja sudah enak banget. Makanan dari tanah kelahiran memang paling enak! Mmmm, asli ini enak banget! Mirip masakannya uminya mas Heri!” batin Syam sangat bersemangat.

Di meja depan Syam, Cinta yang akan menyeka Hasna, jadi harap-harap cemas. “Semoga dia suka. Soalnya andai enggak, takutnya pekerja di sini yang kena semprotnya!” batinnya.

Cinta yang terlalu takut Syam tidak menyukai sup ayam dan memang ia racik layaknya soto kuning lengkap dengan sayur, jadi kerap menahan napas. “Bismillah ... bismilah yah, Kak Hasna. Bismillah papamu suka masakan mama!” bisik Cinta kepada Hasna yang meski kedua matanya dalam keadaan terpejam, masih saja meresponsnya dengan senyuman.

“Gemes banget ih ... masyaallah!” batin Cinta yang akan langsung tegang jika menatap Syam. Terlebih posisinya, ia tengah menghadap Syam.

Tanpa sedikit pun curiga, Syam yang duduk selonjor di kasur, memakan supnya dengan lahap. Diam-diam, Cinta yang tahu itu menjadi sangat bahagia.

“Alhamdullilah, lahap juga!” batin Cinta benar-benar merasa sangat bersyukur. “Kalau gitu, nanti aku masakin lagi yah, Mas!” batin Cinta yang memilih fokus mengurus Hasna.

Kini, Cinta yang jadi sibuk senyum sendiri, berangsur mengelap tubuh Hasna dengan sangat hati-hati. “Bismillah, pelan-pelan, kami bisa jadi keluarga bahagia juga!” lirih Cinta berbisik-bisik kepada Hasna.

Sekali lagi Cinta sengaja memastikan keadaan Syam. Pria itu tampak sudah menghabiskan sup maupun nasinya.

“Enak banget. Pengin nambah, tapi nanti tunggu Cinta enggak ada,” batin Syam.

“Doooooorrrr!”

Suara tembakan dan melesatnya sebuah peluru menembus kaca jendela di depan Cinta, sukses mengejutkan kebersamaan di sana. Bukan hanya Syam, maupun Cinta yang langsung nyaris jantungan. Karena Hasna juga langsung menangis sejadi-jadinya.

“Baji-ngan!” lirih Syam emosi lantaran sang putri langsung menangis dan sulit ditenangkan.

Cinta sengaja mengemban Hasna. Beberapa pekerja mereka langsung menerobos masuk. Keadaan mendadak berubah menjadi mencekam. Syam buru-buru melepas infus kemudian keluar dari jendela sebelahnya dengan loncat. Syam melakukan itu dengan sangat mudah, hingga Cinta yang menyaksikannya yakin, Syam sudah terbiasa melakukannya. Fia langsung mengamankan Cinta.

Cinta dipaksa pergi dari sana oleh Fia sambil terus menyertakan Hasna. “Kenapa bisa begini? Apakah hal seperti ini sudah biasa?” Cinta berusaha memastikannya kepada Fia.

“Apakah kejadian ini, masih berkaitan dengan luka tembak Syam?” pikir Cinta lagi sembari menunggu balasan Fia. Namun dari tanggapan Fia yang hanya kebingungan, Cinta jadi yakin bahwa tem-bak-menem-bak sudah menjadi hal biasa untuk suaminya.

Terpopuler

Comments

Cinta Abadi

Cinta Abadi

eh ternyata ada juga soto...salam sehat dn sukses athor...

2024-02-10

1

Animer's

Animer's

kesukaan ku soto

2024-01-13

1

Animer's

Animer's

masyaa Allah

2024-01-13

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!