3 : Harus Menikah!

“M—mereka ... mereka anak-anakmu!”

“Jadi aku mohon tolong aku! Aku janji, apa pun akan aku lakukan asal kamu membantuku!”

Apa yang Cinta katakan barusan membuat dunia Syam mendadak berhenti berputar. “Aku punya anak? Aku punya anak bahkan kembar?” batinnya sulit percaya.

“Aku mohon, Syam. Aku mohon tolong aku karena aku tidak tahu harus meminta tolong ke siapa lagi.”

“Anak pertama dan berjenis kelamin perempuan, aku lahirkan secara normal di puskesmas, sekitar satu jam lalu. Namun anak kedua dan itu berjenis kelamin laki-laki, terpaksa dirujuk ke rumah sakit besar karena tak kunjung mau lahir. Dia lahir lewat persalinan sesar karena ditakutkan meminum air ketuban lebih banyak. Semuanya dalam keadaan prematur, tapi si adik telanjur keracunan air ketuban. Mereka benar-benar terlantar karena aku sendiri belum punya tenaga untuk mengurus.”

Dari seberang, suara Cinta kembali merintih tak ubahnya penge-mis yang sangat mengharapkan belas kasih.

“Ibu Cinta mohon maaf, bayi laki-laki Ibu kritis!”

Suara asing dari seorang wanita yang juga sudah langsung membuat Cinta menangis meraung-raung, tak ubahnya tamparan panas untuk seorang Syam. Hingga beberapa menit kemudian, Syam yang awalnya masih berdiri merenung di balkon kamarnya dengan keadaan serba gelap, kini mengemudikan motornya dengan kecepatan penuh.

Menggunakan motor gedenya, Syam yang lagi-lagi memakai pakaian serba hitam, termasuk topi dan juga masker yang menutupi sebagian wajahnya, membelah keheningan jalan dini hari ini yang terbilang sangat sepi. Malahan di beberapa titik jalan, Syam menjadi satu-satunya pengemudi yang lewat.

Tanpa direncanakan, kejadian masa lalu dan itu ketika Syam masih kecil, mendadak terputar di ingatan Syam. Kejadian yang tentu saja jauh dari kata bahagia. Sebab menjadi yatim piatu sejak dini, membuat Syam kecil hidup terlunta-lunta. Bahkan meski Syam sempat ikut keluarga paman dan bibinya, yang ada Syam justru dipaksa bekerja sejak dini. Sejak dirinya belum genap berusia enam tahun.

“Mau jadi bajin-gan kamu, masih kecil sudah berani mencuri! Kamu pikir makanan ini buat kamu? Kerja dulu, baru boleh makan!” ucap bibi Syam, ketika memergoki Syam mengambil nasi di sangku nasi.

Padahal, Syam yang kala itu berusia enam tahun, baru beres bantu-bantu. Syam sudah menyuci gerabah dua ember, selain tiga ember tak kalah besar berisi pakaian milik keluarga bibinya.

Kejadian tersebut memang bukan yang kali pertama Syam lakukan. Karena hal seperti itu, bahkan kejadian yang sampai membuat Syam diamuk, sudah berulang kali Syam kecil alami.

“Jangan sampai anak-anakku mengalami seperti itu!” batin Syam tak terima jika anaknya sampai terlantar hanya karena tidak adanya biaya seperti yang Cinta kabarkan.

Di lain sisi, Syam marah karena Cinta baru mengabarinya di saat anak-anaknya justru terancam keselamatannya. Namun di sisi lainnya lagi, hati baik Syam justru tak percaya, seorang Cinta mau mengandung bahkan bertaruh nyawa melahirkan benihnya.

“Padahal dia bisa menggug-urkannya,” pikir Syam yang lagi-lagi menambah kecepatan laju motornya.

Sekitar setengah jam kemudian, kehadiran Syam langsung mengejutkan Cinta. Cinta benar-benar terkejut, sulit baginya untuk percaya lantaran Syam langsung datang dini hari ini juga.

“Kamu masih hidup setelah mengaku menjalani dua proses persalinan sekaligus?” sinis Syam yang memang memandang ren-dah Cinta.

Sebenarnya, Cinta memang disarankan untuk istirahat total setelah menjalani sesar maupun persalinan normal sebelumnya. Namun, kekhawatiran Cinta kepada anak kembarnya membuat Cinta tak melakukannya. Cinta nekat memanfaatkan kursi roda untuk memantau keadaan kedua bayinya. Meski yang ada, pertemuannya dengan Syam langsung membuat perasaannya tak karuan. Cinta seolah mendadak merasakan gejolak kontraksi lagi, saking takutnya ia kepada Syam.

Kembali bertemu Syam setelah apa yang terjadi membuat kewarasan Cinta seolah diuji. Rasa takut tak hentinya menghantui Cinta. Iya, Cinta takut Syam justru melukai anak kembarnya.

“Tapi dia datang, ... berarti dia peduli,” pikir Cinta jadi memiliki penilaian berbeda kepada pria di sebelahnya. “Atau jangan-jangan, ... ada rencana lain?” pikirnya makin takut.

Di depan ruang NICU, atau ruang perawatan intensif di rumah sakit yang diperuntukkan khusus bagi bayi lahir prematur maupun bayi yang memiliki masalah kesehatan tertentu, pertemuan Cinta dan Syam terjadi. Dunia Cinta menjadi terasa berputar lebih lambat karenanya.

“Yang mana anak-anakku? Anak-anakku yang mana?” tanya Syam tak sabar.

“Y-yang tengah paling kanan. Dua itu, terus yang adik yang masih dipantau suster,” jelas Cinta takut-takut.

Detik itu juga kedua mata Syam langsung mengawasi kedua bayi yang dimaksud. “Berarti itu yang perempuan. Cantik banget ... terus, itu yang laki-laki. Ya ampun jagoan Papa, kenapa kamu sampai sakit?” sedih Syam dalam hatinya. Syam tak tega, dan memang tak rela anak-anaknya dalam keadaan seperti sekarang.

“Menikahlah denganku, dan aku akan menyelamatkan anak-anakmu. Terlebih baru melihat mereka saja, aku sudah langsung menyayangi mereka!” ucap Syam benar-benar dingin.

“Dia masih ingin mengikatku dalam pernikahan?” batin Cinta benar-benar tak percaya. Selain itu, Cinta juga jadi penasaran, apa sebenarnya maksud Syam begitu ingin menikahinya jika pria itu saja sampai membuatnya hamil bahkan melahirkan di luar pernikahan?

“Jika kamu memang peduli kepada mereka, harusnya kamu mau menikah denganku!” kecam Syam menatap marah wanita di kursi roda yang kali ini masih memakai pakaian termasuk itu cadar serba hitam.

Selain tak memiliki pilihan lain, Cinta juga tak memiliki banyak waktu. “Baik! Namun apa pun yang terjadi, semarah dan sebenci apa pun kamu kepadaku, tolong ... tolong jangan melukai anak-anakku. Kamu bebas mengh-ajarku, asal itu tidak kamu lakukan di depan mereka.”

“Aku tahu bagaimana rasanya itu, terlebih alasan mamaku meninggal karena dibu-nuh papaku. Aku tahu bagaimana sepi dan sakitnya hidup tanpa orang tua kandung. Jadi tolong, jangan buat anak-anakku merasakan pedihnya hidup tanpa orang tua.” Cinta menunduk dalam dan berharap Syam mau menerima syaratnya.

“Aku akan langsung mengurus administrasi kalian!” sergah Syam langsung pergi dari sana. Namun, Syam mendadak kembali meminta berkas kesehatan sekaligus data pribadi milik Cinta, untuk mengurus administrasinya.

Meski tak sampai memberikan penjelasan sekaligus kesepakatan secara gamblang, Cinta yakin Syam menerima syaratnya.

Yang membuat Cinta makin tak percaya, Syam dan ia ketahu sangat kejam kepadanya, ternyata sangat antusias menemui anak kembar mereka. Dari kursi rodanya, Cinta mendapati Syam adzan untuk kedua bayi mereka. Anehnya, kedua bayi mereka langsung merespons melalui gerakan tangan di setiap suara yang Syam lakukan.

“Kalian kangen banget ke papa, apa bagaimana?” lirih Cinta tersedu-sedu menyaksikan pemandangan manis di dalam ruang NICU. Interaksi manis antara anak kembarnya dengan sang papa.

“Kalian selucu ini? Masyaallah ....” Syam benar-benar girang. Ia tidak bisa untuk tidak tersenyum apalagi menghentikan senyumnya. “Yang perempuan wajahnya mirip aku banget, tapi yang laki-laki mirip mamanya banget ....” Kemudian, fokus Syam tertuju kepada anak laki-lakinya.

Persis di sebelah Syam masih ada suster yang jaga-jaga. “Bagaimana Sus? Bayi laki-laki saya, bisa sembuh, kan?”

Sang suster mengangguk-angguk. “Alhamdullilah, ini langsung ada perubahan baik yang sangat pesat, Pak. Bismillah, bertahap, pelan-pelan pasti sembuh!”

“Alhamdullilah ...,” refleks Syam untuk pertama kalinya setelah sekian lama, akhirnya kembali bersyukur. Syam sampai kaget, tak percaya dirinya bisa kembali manusiawi bahkan ingat untuk bersyukur. Kedua bayinya lah penyebabnya.

Terpopuler

Comments

Priskha

Priskha

ceritanya bagus tapi bahasanya kadang2 sulit dimengerti 🙏🙏

2025-02-18

0

Riana

Riana

alhamdulilah papa Syam datang❤😘😘😘

2023-12-26

1

Nancy Nurwezia

Nancy Nurwezia

jangan terlalu kejam Syam..

2023-12-14

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!