17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja

Andai Syam juga sedikit memberi Cinta fasilitas, selain makan. Mengingat status Cinta merupakan istri Syam, tapi Syam batasi geraknya termasuk untuk bekerja. Atau, setidaknya Syam menghargai Cinta. Pasti Cinta tak merasa asing di lingkungannya sendiri.

Sudah dua hari berlalu dari obrolannya dan sang kakak, Cinta makin stres. Apalagi sampai detik ini juga, Cinta masih baby blues. Hanya diam dan menjadi orang asing di keluarga kecilnya sendiri, membuat Cinta yang sebelumnya sibuk bekerja kemudian mendapatkan penghasilan cukup, jadi jenuh. Terlebih, sekadar pakaian layak saja, Cinta tidak punya. Karena meski Syam memperlakukan anak-anak mereka layaknya anak raja yang lebih dari berkecukupan, kepada Cinta, Syam sama sekali tidak mengurus.

Cinta menjelma menjadi istri kucel tak terurus. 24 jam waktu yang Cinta miliki Syam wajibkan untuk mengurus sekaligus terjaga untuk kedua anak mereka. Makin hari bobot tubuh Cinta makin berkurang. Kini tubuhnya benar-benar kurus melebihi ketika dirinya masih gadis.

“Malahan ketika masih gadis, meski aku sudah sampai tidak makan dan tidak minum, aku tidak pernah sekurus ini.” Diam-diam, Cinta menatap sedih penampilannya di cermin rias yang ada di hadapannya.

Sambil terus mengurus kedua anaknya yang sudah lancar tengkurap, Cinta membandingkan fisiknya yang dulu dengan yang sekarang.

“Andai ini terjadi dulu, pasti ibarat kemenangan. Pasti aku kegirangan. Karena dulu, cara pikirku, makin kurus makin baik. Malahan aku sempat berpikir, lebih baik aku sakit biar berat badan turun, daripada sehat tapi enggak kurus-kurus.”

“Dan sekarang, lihat aku yang begini, ... kurus, kucel, pakaian kedodoran mirip kelelawar ... angkat bayi saja sempoyongan. Nikmat sekali teguran dari Engkau kepadaku yang dari dulu pilih-pilih pasangan.” Cinta begitu yakin, penderitaannya dari Syam, ibarat balasan atau itu karmanya. Ini mengenai Cinta yang pernah menyia-nyiakan ketulusan Helios maupun Akala.

Rasa jenuh, stres, dan memang baby blues yang Cinta alami, dirasa Cinta baru akan hilang jika ia memiliki kesibukan lain. Cinta ingin bekerja, dan pekerjaan itu harus pekerjaan online.

“Benar, ... aku memang harus bekerja. Pekerjaan online yang tidak perlu membuatku keluar rumah. Aku bisa melamar jadi asisten dan mengambil beberapa, agar gaji yang aku dapatkan juga lumayan,” batin Cinta yang memang jadi sangat semangat. Bahkan meski kedua anaknya kembali kompak menangis dan mengharuskannya menenangkan keduanya di waktu bersamaan, Cinta tak lagi melakukannya dengan menangis.

“Sayang, ... sayang ... jangan nangis. Doakan saja semoga Mama bisa kerja, syukur-syukur sukses. Hasilnya pun juga bakalan kita nikmati sama-sama.

Di tengah kesibukannya, Cinta sudah mulai mencari pekerjaan online. Ia melakukannya menggunakan ponselnya.

“Dari kemarin, Hasna dan Hasan jadi makin sering nangis?” ucap Syam yang baru datang. Lebih tepatnya, Syam baru pulang.

Seperti biasanya, Syam sudah dalam keadaan rapi sekaligus steril, jika memasuki kamar anak-anak. Selain pakaiannya yang sudah ganti meski masih serba panjang sekaligus berwarna gelap, kepala Syam pasti dalam keadaan setengah basah.

“Mungkin kangen sama kamu. Emban saja.” Cinta mengambil Hasna dan segera membawanya dari sana.

Cinta sengaja memberi Hasna asi secara langsung, di sofa yang ada di sudut kamar. Cinta sungguh mengabaikan Syam.

“Dia masih begitu,” batin Syam yang merasa Cinta jadi berubah. Namun, Syam sama sekali tidak merasa bersalah. Ia bahkan tidak ingat bahwa mulu-t jahatnya, sudah melukai hati sekaligus mental Cinta. “Dia terkesan menghindariku. Namun kenapa?” pikirnya lagi.

“Setiap bersama seperti ini, bahkan aku sengaja menghindarinya, hingga kami selalu berjarak, rasanya hatiku seperti disa-yat-saya-t. Apalagi selain tetap kejam, dia juga terlihat sama sekali tidak bersalah,” batin Cinta.

Cinta masih melihat-lihat ponselnya. Ia masih berusaha mencari pekerjaan di tengah kesibukannya menyusui Hasna.

“Dia makin sibuk dengan ponselnya,” batin Syam.

Kesibukan Cinta dengan ponsel, Syam temukan makin sering terjadi akhir-akhir ini. Syam memantau semua itu melalui CCTV. Karena selain di area luar, khusus di kamar anak-anak memang sampai ada beberapa CCTV. Termasuk juga di kamar mandi anak-anak. Yang terbebas dari CCTV hanya arena untuk mandi.

Setelah keluar dari kamar pribadinya, Syam sengaja menuju kamar anak-anak. Kamar yang keberadaannya ada di lantai bawah. Bukan lagi kamar Hasna yang sempat mengalami penemba-kan.

Malam sudah makin larut, dan suasana juga sudah sangat sunyi karena aktivitas pekerja nyaris tidak ada. Hanya tinggal Hans dan seorang rekannya yang tengah berjaga di depan kamar anak-anak. Kamar yang juga menjadi keberadaan Cinta. Hingga sampai kapan pun, Cinta yakin dirinya tidak bisa melarikan diri dari sana. Kecuali, ada izin khusus, atau malah Cinta yang dibuang dari sana.

Syam sengaja masuk kamar anak-anak karena saat di CCTV, Syam melihat Cinta sudah ketiduran di sofa sebelah ranjang anak-anak. Seperti yang Syam lihat di CCTV, keadaan di sana juga tidak jauh berbeda. Anak-anaknya sudah lelap di ranjang masing-masing. Sementara Cinta juga sudah lelap. Ponsel milik Cinta yang Syam curigai, masih Cinta genggam menggunakan tangan kanan.

“Tidur di kasur, biar aku yang jaga mereka,” ucap Syam diam-diam mengambil alih ponsel Cinta. Itu caranya mengelabuhi Cinta yang masih setengah sadar.

“Hah?” selain tidak begitu jelas, Cinta juga tidak yakin dengan apa yang ia dengar. Syam memintanya tidur di kasur? Tumben?

“Tidur di kasur, biar aku yang menjaga mereka. Di kulkas masih ada asip, kan?” ucap Syam sengaja agak mendorong Cinta, agar wanita itu segera meninggalkannya. Syam tak sabar ingin memastikan ponsel Cinta. Terutama, riwayat pesan maupun panggilannya.

“Masa iya, dia masih berhubungan atau malah pacaran sama pakde Ilham?” pikir Syam belum apa-apa sudah emosi.

Yang langsung Syam cek ialah riwayat panggilan telepon. Namun, di sana tidak ada telepon lain selain telepon dari Cikho.

“Penjaga Lapas? Ini nomor siapa? Ngapain juga Cinta masih berurusan dengan penjaga lapas?” pikir Syam.

Kemudian, yang Syam lakukan ialah mengecek apli-kasi pesan. Dari pesan biasa, hingga WA, semua pesan yang Cinta terima kebanyakan dari orang kampung. Dari yang menanyakan Cinta karena tak lagi jualan makanan, juga pihak murid ngaji yang menanyakan alasan Cinta tak lagi mengajar. Syam membaca semua itu. Termasuk pesan dari kontak pakde Ilham yang juga sangat perhatian kepada Cinta.

Meski semua pesan dari Syam, Cinta balas dengan sangat wajar, Syam tetap cemburu.

“Pesan terakhir, Cinta balas delapan hari lalu. Selebihnya hanya si pakde Ilham yang sibuk chat dan itu pun enggak ada yang Cinta baca. Terus kira-kira, apa yang membuat Cinta sibuk banget dengan ponselnya?” pikir Syam yang kemudian melirik Cinta. Di tempat tidur sana, Cinta sudah sampai mendengkur. Cinta terlihat sangat kelelahan

Terpopuler

Comments

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

bener2 menyedihkan nasib cinta

2024-05-29

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

benar" miris sama nasib Cinta selama di 'sekap' si Syam

2023-12-14

2

Rumini Parto Sentono

Rumini Parto Sentono

dari semua tokoh Syam yang paling kejam bahkan Helios aja yg jadi bos mafia masih bisa luluh dengan Chole. Syam gengsi nya aja di gedein, padahal cemburu sama Ilham.

2023-12-14

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!