8 : Misteri Latar Belakang Syam

“Kamu dan Hasna sudah boleh pulang. Jadi, sore ini juga kita pulang,” sergah Syam yang baru datang. “Sekalian biar si pakde tidak bisa menemukan kalian!” batin Syam masih saja jengkel jika ingat pakde Ilham. “Bisa-bisanya Cinta mengaku menutup diri, tapi ternyata ada duda kesepian yang sangat perhatian!” batin Syam lagi sambil kerap melirik Cinta. Ia meluapkan rasa jengkelnya kepada pakde Ilham melalui lirikannya kepada Cinta.

Mendengar Syam mengajaknya pulang, Cinta sudah langsung menatap Syam. “Pulang ke mana? Omong-omong kamu orang mana sih?” Karena jujur saja, Cinta sangat penasaran pada latar belakang Syam.

“Kita pulang ke rumah yang masih di dekat sini agar andai apa-apa dengan Hasan, aku bisa langsung datang.” Syam menjelaskan dengan nada dingin sekaligus cepat.

“Kamu asli mana? Kok bisa kenal Helios?” tagih Cinta karena dari gelagatnya, Syam seolah tidak akan menjawab pertanyaannya yang sebelumnya. Pertanyaan yang masih berkaitan dengan latar belakang Syam.

“A-ku orang ....” Ditanya mengenai asal-usulnya, Syam jadi bingung. “Yang Cinta tahu, aku dan mas Helios bekerja di bidang keamanan. Dia tidak tahu jika aku malah sudah menjadi bos mafia menggantikan mas Helios,” batin Syam refleks sibuk melirik Cinta.

Cinta yang telanjur penasaran, jadi tidak bisa untuk tidak menatap Syam. “Aku tidak mempermasalahkan latar belakang kamu. Intinya cuma mau tahu saja. Selain itu, meski rumah mantan keluarga angkat aku yang di kampung, mereka kasih ke aku. Aku enggak mau mengusik.”

“Karena meski tanah itu memang milik almarhum mamaku, masalahnya yang mereka kasih ke aku maupun kakakku, lebih berkali-lipat dari tanah itu,” ucap Cinta.

Cinta masih berucap lembut. Kebersamaannya dan Syam dalam merawat Hasna lah penyebabnya. Karena kepedulian Syam kepada Hasna, Syam mau membantunya mengurus Hasna, membuat rasa nyaman hadir dalam kebersamaan mereka. Cinta merasa, hubungan mereka nyata. Hingga Cinta menganggap Syam suami yang bisa ia andalkan meski pria itu berdalih tidak akan pernah mencintainya.

“Jadi, kalau memang belum ada tempat tinggal, kita bisa tinggal di tempat tinggalku. Tempatnya memang tidak luas, tapi—” Selanjutnya, Cinta tak lagi bisa bicara lagi karena Syam mendadak kembali bengis.

“Kamu enggak usah atur-atur aku! Kamu lupa dengan perjanjian kita? Aku bos kamu dan kamu wajib tunduk kepadaku!” bentak Syam menatap marah Cinta.

Detik itu juga, Cinta yang sudah langsung deg-degan dan memang efek takut, refleks meminta maaf. Selain itu, Cinta juga jadi sibuk menenangkan Hasna karena bayi perempuannya itu mendadak menangis.

“Jangan berpikir aku akan baik kepadamu! Aku hanya menyayangi anak-anak, tidak lebih!” lanjut Syam masih marah-marah.

Untuk kali ini, Cinta sudah tidak berani membalas. Ia memilih fokus menenangkan Hasna.

Lima menit berlalu, Hasna masih saja menangis. Tangis yang benar-benar pecah. Syam yang geregetan kepada Cinta lantaran tak kunjung bisa membuat Hasna tenang, sengaja mengambil alih. Namun tak beda dengan saat sedang bersama Cinta, Hasna tetap tidak bisa tenang. Barulah ketika Cinta beranjak mendekat, kemudian turut mengelus-elus punggung Hasna yang masih Syam dekap sambil melangkah pelan. Detik itu juga Hasna beranjak tenang.

Dalam diamnya, sebenarnya baik Cinta bahkan Syam sadar, Hasna tidak mau orang tuanya bertengkar. Hasna ingin mereka selalu kompak, saling menyayangi. Hanya saja, selain Cinta yang tidak berani memulai karena Cinta sadar diri, Syam tetap bertekad untuk selalu memperlakukan Cinta layaknya tawanan.

Sekitar setengah jam kemudian, Syam memboyong Cinta maupun Hasna. Syam yang membawa Hasna, mendekapnya hangat di dada menggunakan kedua tangan. Di belakangnya, ada Cinta yang tertatih menenteng sebuah ransel. Namum setelah keduanya sampai di lobi, seorang pria yang penampilannya mirip Syam, datang membantu.

Awalnya, Cinta mundur, menjaga jarak dan memang takut kepada si pria. Namun karena Syam berdalih bahwa pria tersebut merupakan sopir Syam, Cinta berangsur menyerahkan ranselnya.

“Kenapa mereka selalu pakai serba hitam? Dulu, sebelum menikah dengan Chole, mas Helios juga gitu. Mereka bukan pengan-ut sekt-e sesa-t, kan?” pikir Cinta yang lagi-lagi memilih diam. Cinta tidak berani mengusik Syam yang tengah mengemban Hasna. Cinta takut Hasna menjadi sasaran marah Syam, andai Cinta berulah. Ulah yang apa pun wujudnya akan selalu salah di mata Syam.

“Aduh!” refleks Cinta nyaris terjatuh karena menginjak ujung gamisnya sendiri.

Ketika Syam langsung menoleh memastikan maksud Cinta mengeluh, sopir Syam yang ada di sebelah Cinta dengan sigap menangkap tangan Cinta. Cinta tak jadi jatuh, tapi kenyataan tersebut langsung membuat kedua mata Syam melotot. Syam menatap marah tahanan tangan sopirnya ke pergelangan tangan kiri Cinta.

Syam melepas masker hitamnya. “Siapa yang menyuruh kamu pegang-pegang istri saya?!”

“Nah, kan, ... kesur-upan lagi!” batin Cinta sambil diam-diam melirik tak habis pikir Syam. Sementara di sebelahnya, sopir Syam langsung sibuk minta maaf sambil membungkuk-bungkuk. Dan kini, Cinta hanya bisa pasrah ketika tangan kiri Syam menyeretnya. Benar-benar diseret, bukan digandeng.

“Jangan cepat-cepat ih, jahitanku sakit semua,” mohon Cinta sambil menatap tak habis pikir Syam yang perlahan melepaskan tangannya.

Cinta langsung agak menarik ke atas, ujung gamisnya. Pakaiannya memang jadi sangat kedodoran sejak ia melahirkan. Mungkin karena biasanya, perutnya sangat besar, dan kini sudah tidak begitu lagi.

Tak sampai dua puluh menit kemudian, perjalanan menggunakan mobil mahal membuat mereka sampai di sebuah rumah mewah. Mereka masih tinggal di Cilacap kota, tak jauh dari rumah sakit Hasan menjalani perawatan.

Dibawa pulang oleh Syam dan sudah langsung menempati rumah mewah, membuat Cinta makin penasaran pada latar belakang Syam. Namun, Cinta tak berani menanyakannya. Cinta memilih fokus mengurus Hasna.

Seperti janji Syam, di kamar Cinta akan tinggal, sampai dilengkapi inkubator. Hasna segera ditaruh di sana, dan Cinta benar-benar merasa lega. Karena meski kepadanya, Syam sangat kejam, tidak kepada anak-anak mereka.

Namun yang membuat Cinta sedih, Syam tak sampai menyediakan makanan atau sekadar minuman untuknya.

“Ini beneran enggak ada makanan, bahkan sekadar minuman?” pikir Cinta yang terpaksa hanya meminum jamu pemberian pakde Ilham.

Detik berlalu menghadirkan menit dan bahkan menciptakan jam. Namun, tak ada tanda-tanda Syam akan datang. Lebih parahnya lagi, setelah Cinta cek, rumah keberadaannya benar-benar kosong. Bukan hanya tidak ada makanan atau setidaknya air minum. Karena di rumah berlantai dua tersebut, juga hanya ada Cinta dan Hasna.

“Si Syam beneran enggak kira-kira, ... sudah pergi enggak pamit, ini sekarang malah gini. Mana enggak ada tanda-tanda asiku bakalan banjir. Aku saja kurang gizi!” jujur, Cinta mulai jengkel. Namun lagi-lagi, Cinta berusaha bersabar. “Jangan sampai, dugaanku bahwa Syam penganu-t sekt-e sesa-t memang benar. Soalnya, cara pikirnya terlalu ajaib. Masa iya, apa yang terjadi di rumah sakit, belum bisa dia jadikan pembelajaran. Aku ini wajib kasih asi. Otomatis wajib jaga asupan makan, pola istirahat, dan lainnya.” Cinta memutuskan untuk kembali ke lantai atas. Lantai di mana Hasna ada di sana.

Terpopuler

Comments

Nartadi Yana

Nartadi Yana

kejam banget ya kaya bukan manusia yang nggak ngasih asi saja butuh makan apalagi yang menyusui anak kembar lagi

2024-12-20

1

Nancy Nurwezia

Nancy Nurwezia

nggak ada perhatian sama sekali si syam nih

2023-12-14

1

Erina Munir

Erina Munir

ya ampuun syam...orang abis oprasi kamarnys d atas yg bner aja thoor...

2023-12-14

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!