9 : Pertengkaran Pertama

Nyaris tiga jam berlalu. Suasana juga mulai petang, sementara Cinta sudah sangat kelaparan. Terlebih, asi yang Cinta hasilkan benar-benar sedikit.

“Kalau kayak gini, Hasan terancam enggak dapat asi. Mending aku cari makanan di sekitar sini, siapa tahu ada yang jualan!” sergah Cinta bersemangat. Ia tak mau menunggu karena yang otomatis kelaparan bukan hanya dirinya, tapi juga kedua anaknya. “Ya Allah, semoga Syam cepat berubah. Kasihan anak-anak, biar mereka juga seperti anak-anak lain. Anak-anak yang memiliki orang tua kandung lengkap!”

Cinta yang kelaparan, dan memang harus segera memompa asinya untuk dikirimkan ke Hasan, sengaja belanja di dekat rumah. Kebetulan, rumahnya tak sampai digerbang apalagi digembok. Lebih kebetulan lagi, di pertigaan depan rumah ada penjual sayur.

“Sekalian beli stok, soalnya ketimbang saat hamil, masa-masa menyusui gini justru lebih gampang lapar!” ucap Cinta sengaja melakukan segala sesuatunya dengan cepat lantaran ia memang meninggalkan Hasna sendirian di rumah.

Hasna yang ada di dalam tabung inkubator memang hanya diam. Hasna nyaris menghabiskan sebagian besar waktunya hanya untuk tidur. Namun tetap saja, Cinta khawatir. Karena jangankan ditinggal sendiri dengan jarak terbilang jauh, meninggalkan Hasna ke dapur saja, Cinta sangat khawatir.

“Rasanya jadi seorang ibu beneran sudah beda. Apa-apa serba buat anak. Seluar biasa ini cinta ibu ke anak. Sebelumnya, aku beneran belum mencintai seperti ini,” batin Cinta.

Cinta sengaja membeli beberapa sayur sekaligus kebutuhan dapur. Ia menggunakan uang pribadinya yang tinggal tak seberapa. Karena saat pergi tadi, Syam memang tidak sampai memberinya uang.

Bahkan karena di rumahnya juga tidak ada pekerja, Cinta sengaja masak sendiri. Cinta melakukan segala sesuatunya dengan cepat, meski efek melahirkan membuat tenaga bahkan geraknya terbatas. Jahitan di jalan lahirnya benar-benar banyak dan rasanya sangat ngilu. Sementara bekas sesar, luka di sana juga tak kalah luar biasa.

“Kok bisa-bisanya Syam sangat tidak berperasaan, ya?” Cinta terus bertanya-tanya, kenapa Syam begitu kejam.

Sesekali, Cinta juga akan memastikan keadaan Hasna. Cinta sengaja menyetel yasin dengan suara lirih di meja nakas sebelah tabung inkubator Hasna, untuk jaga-jaga.

“Pintar yah, Kak. Solehah-nya mama,” batin Cinta menyemangati dirinya sendiri.

Tak lama setelah Cinta masuk ke area dapur, Syam pulang. Syam yang pulang dengan tangan kosong, langsung menaiki anak tangga menuju kamar Hasna.

“Kok bau masakan, ya? Siapa yang masak? Masa iya, rumah ini angker?” pikir Syam tak peduli. Sebab ia telanjur sangat rindu kepada sang putri.

Saking rindunya kepada Hasna, dada seorang Syam seolah dipenuhi bunga-bunga cantik yang bermekaran. Padahal, mereka baru berpisah hitungan jam. Tak sampai empat jam karena selain memantau keadaan Hasan, Syam juga memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

Rasa rindu yang menggebu kepada Hasna pula yang membuat Syam tersenyum lebar. Syam melepas masker, kacamata, topi, dan juga jaket kulit hitamnya. Ia menaruh semua itu di sofa tak jauh dari pintu kamar Hasna berada.

“Hasna sayang, ... Papa pulang!” lembut Syam bersama senyum lembut yang masih menguasai wajah bahkan kehidupannya.

Namun, sepinya suasana di sana tanpa ada kehadiran Cinta, membuat senyum di wajah bahkan hidup Syam, hilang. Lebih kebetulan lagi, ponsel Cinta yang awalnya memutar surat yasin, justru sudah kehabisan daya baterai.

“Loh! Enggak ada di kamar mandi, di balkon pun enggak ada. Terus, dia ke mana?” pikir Syam sudah langsung berpikir keras. Ia sungguh marah, bahkan andai alasan aroma masakan tadi memang Cinta.

“Jangan-jangan, alasan aroma masakan tadi memang dia?” pikir Syam. Keyakinan yang akhirnya terbukti dan benat-benar membuatnya emosi.

“Maksud kamu ninggalin Hasna begitu saja, apa?!” lantang Syam.

Cinta yang langsung terkejut, refleks menjatuhkan wajan bekasnya masak dan niatnya akan ia taruh di wastafel. Keputusan Cinta meninggalkan Hasna, membuat Syam murka. Bahkan meski Syam memergoki Cinta sibuk masak sambil memompa asi juga di dapur.

“Bisa-bisanya kamu malah sibuk sendiri! Begini yang kamu sebut sayanh ke anak?!” Syam menga-muk. Semua masakan yang Cinta buat berakhir di lantai. Begitu juga dengan bahan makanan yang ada di kulkas, maupun asi yang susah payah Cinta kumpulkan. Semuanya Syam banti-ng kemudian tendan-g.

Kali ini Cinta tak lagi diam. Cinta histeris, tersedu-sedu menyaksikan ulah Syam. Padahal, kini saja Cinta sedang sangat kelaparan. Tubuh Cinta sudah gemetaran menahan lapar. Selain, Cinta yang harus menghabiskan semua uangnya untuk membeli kebutuhan dapur, dan harganya memang terbilang mahal. Yang membuat Cinta sangat tidak habis pikir, asi miliknya sampai ikut menjadi sasaran amuk-an!

“Yang sibuk sendiri siapa? Yang tidak sayang anak siapa?!” kesal Cinta tersedu-sedu menatap Syam.

“Memangnya kalau aku hanya diam jagain Hasna, tiba-tiba bisa ada makanan jatuh dari langit? Kalau aku hanya diam, beneran tetap bisa ada bahan nutrisi agar anak-anakku dapat asi?” lantang Cinta yang memang emosi.

“Memangnya kamu mikir, aku di sini kelaparan, harus cari makanan sendiri, sementara aku juga harus terus menghasilkan asi?” lanjut Cinta yang kemudian berkata, “Kamu enggak sehebat itu karena sekadar mengontrol emosi kamu saja, kamu enggak bisa!”

“Padahal, cukup tanya baik-baik, aku juga bisa terima. Enggak harus ngamu-k gini dan yang ada hanya bikin keadaan makin runyam! Lagian, Hasna juga anteng.” Cinta mengakhiri ucapannya dengan menjerit. Benar-benar emosi, kenapa Syam begitu keji kepadanya tanpa mempertimbangkan setiap apa yang kini ia lakukan bahkan korbankan. “Kalau kamu memang sebegitunya benci ke aku, sudah bunu-h saja! Bunu-h aku di hadapan Helios, di hadapan Akala, di hadapan Nina dan semuanya. Bu-nuh aku, termasuk anak-anakku! Kumpulkan semuanya, ... bun-uh kami di hadapan mereka, aku ikhlas!”

Terpopuler

Comments

Nailaaryaomira Omira

Nailaaryaomira Omira

semoga saja syam bisa luluh hatinya

2024-11-16

0

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

nah lhoh

2024-07-18

0

azka myson28

azka myson28

sedih banget jadi cinta..sudah capek laper tertekan asinya g lancar masih dimarahi dan dibuang makanannya..syam perlu dihajar helios biar tahu kalo ibu menyusui perlu makanan bergizi dan hati yang tenang

2024-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!