18 : Syam yang Jadi Sering Si-al

Sampai detik ini, Syam masih bertanya-tanya, mengenai wanita yang sempat melakukan penemba-kan kepadanya. Wanita yang juga sudah langsung diselamatkan oleh beberapa orang berseragam serba hitam. Hanya saja, meski seragam mereka tampak mirip dengan seragam dari mafia Syam, Syam yakin itu bukan mafianya.

“Siapa sebenarnya wanita itu? Juga, sejak kapan ada mafia wanita? Masa iya, itu rombongan Jay dan Cobra?”

“Bukankah semuanya sudah binas-ah? Jay pun masih menetap di penjar-a bawah tanah markas.”

“Namun, wajah dan bentuk tubuhnya seperti tidak asing.”

Syam memang sudah melihat sosok yang menemb-aknya. Sosok yang ia yakini sebagai seorang wanita, terekam di CCTV tetangganya. Di kamera CCTV memang tidak begitu jelas, tapi Syam yakin, wanita itu tidak asing. Syam merasa mengenal sekaligus yakin, setidaknya, sebelumnya mereka memang pernah berjumpa bahkan mengenal.

“Kenapa?” tanya pak Helios lantaran Syam tampak melamun.

Untuk sejenak, Syam kebingungan. Namun, ia keceplosan cerita mengenai apa yang mengganggu keadaannya.

“Aku berpikir untuk pindah rumah saja. Mungkin ke Jakarta,” ucap Syam.

“Alasanmu membeli rumah itu karena kamu yakin, dulu di sana merupakan rumah orang tua kamu, sebelum dijual oleh paman dan bibimu, kan?” balas pak Helios.

“Tidak usah melarikan diri karena itu hanya akan membuat kita makin lelah. Hadapi dan habi-si, jika memang mereka tak mau tunduk kepada kita!”

“Siapa pun bisa menjadi musuh kita. Bahkan orang terdekat sekalipun. Karena garam dan gula saja, nyaris tidak ada bedanya sebelum kita merasakannya,” lanjut pak Helios. Di hadapannya, Syam tampak putus asa.

Syam menghela napas dalam kemudian mengangguk-angguk.

“Ada masalah lain?” tanya pak Helios lantaran baginya, gerak-gerik Syam layaknya orang yang menahan banyak beban. Padahal biasanya, sesibuk apa pun Syam dengan urusan pekerjaan, Syam tetap santai-santai saja.

“Aku rasa, akhir-akhir ini aku jadi makin si-al. Padahal sudah aku yakin pasti, tapi tetap saja malah parah banget, Mas!” cerita Syam. Ini mengenai dirinya yang sampai mendapatkan empat peluru di waktu yang sama. Malahan sampai sekarang, rasa sakitnya masih terasa.

Pak Helios menghela napas dalam. Ia tak langsung berkomentar. Namun, pria yang kiranya enam tahun lebih tua dari Syam itu menatap Syam dengan tatapan berat. “Sepertinya kamu kurang ibadah. Kamu kurang amal. Enggak usah jauh-jauh cari orang enggak lebih mampu dari kamu. Cukup pastikan saja anak dan istri kamu bahagia.”

Setelah terdiam sejenak karena tanggapan Syam yang jadi gelisah, seolah pria itu merasa berdosa, pak Helios berkata, “Doa orang apalagi pasangan yang terzali-mi ampuh banget loh, Syam. Aku sudah merasakannya sendiri. Dulu, awal-awal aku belum menikah dan aku masih cuek ke istri, kerasa banget apesnya.”

“Hubunganmu dan istrimu baik, kan? Sejauh ini, kamu enggak pernah cerita. Yang kamu ceritakan hanya tentang anak-anak kamu.” Pak Helios masih menatap Syam penuh kepastian. “Kalau aku pribadi sih, yakinnya, alasan kamu apes, ... karena kamu belum membahagiakan istri kamu!”

Bak disambar petir di siang bolong, itulah yang Syam rasakan hanya karena balasan sang sahabat yang sudah ia jadikan panutan.

“Tanggapan kamu begini membuatku makin yakin, kalau kamu memang salah. Malahan sepertinya memang fatal. Sudah sudahi, jangan dilanjut lagi sakit-sakitnya!”

“Sebahagia-bahagianya hal yang ada di dunia ini hanyalah kebahagiaan dengan pasangan halal. Anak mungkin bisa membuat kita senang. Anak selalu bisa membuat kita bahagia. Namun, akan ada masanya anak meninggalkan kita apalagi jika mereka sudah berumah tangga.”

“Pasangan akan menjadi satu-satunya yang menemani kita. Hanya ada dua kemungkinan yang membuat mereka meninggalkan kita dan itu masih berkaitan dengan sikap kita.”

“Andai pun ajal lebih dulu menghampiri pasangan kita, paling tidak jika semasa hidup kita sudah membuatnya bahagia, kita tidak akan merasa terlalu bersalah. Tinggal menunggu masa kita tiba, sambil terus berdoa agar di masa selanjutnya, kita bisa bersama.”

“Termasuk dampak ke anak-anak. Orang tua yang bahagia akan jauh lebih membuat anak-anaknya bahagia, ketimbang orang tua yang tidak bahagia.”

“Kalaupun anak-anak harus kehilangan orang tua mereka, setidaknya kenangan baik apalagi bahagia yang mereka rekam dalam ingatan, bisa membuat anak-anak bisa lebih bahagia. Mereka akan terbiasa meski mereka tidak bersama orang tuanya secara nyata.” Pak Helios meyakinkan Syam. Ia menepuk-nepuk kedua lengan Syam. Terlebih ia paham, Syam belum berdamai dengan masa lalu bahkan kenyataan. Syam masih sangat tempramental, grasa-grusu atau ceroboh. Syam masih sangat membutuhkan bimbingan dan itu darinya.

Pak Helios yakin, andai ada orang lain yang menasihati selain dirinya dan anak-anak Syam, Syam akan sulit menerima. Termasuk pasangan Syam yang justru itu Cinta. Pak Helios yakin, Syam tidak pernah mendengarkan Cinta apalagi jika Syam belum mencintainya.

***

Sepanjang perjalanan pulang dari kediaman pak Helios yang masih satu kabupaten, Syam terus merenungi ucapan dari pak Helios.

“Masa iya, alasanku si-al karena Cinta? Benar gitu, Cinta enggak bahagia? Dia kan santai di rumah sama anak-anak. Dia beneran enggak kerja karena makan saja, sudah ada yang masak. Beres-beres kucek pakaian, juga cuma punya anak-anak. Karena Cinta memang tipikal yang protektif juga ke anak-anak.”

Di perjalanan yang makin malam makin sunyi, awalnya Syam baik-baik saja. Syam menjalaninya dengan santai meski kini nyaris dini hari, dan ia juga mendadak ditahan rombongan beg-al.

Ada empat motor dan semuanya berboncengan. Keempatnya sudah langsung mengepung motor Syam. Setiap mereka yang dibonceng, beranjak turun sambil menatap bengis Syam yang memang tak sampai memakai helm. Syam hanya memakai topi hitam, dan juga masker hitam.

“Apa lagi ini? Kok iya apes dilanjut terus mirip sinetron!” batin Syam. Ia sengaja melajukan motornya, tapi dengan gesit, keempat pria yang turun dari boncengan mengeroyo-knya.

Dua dari mereka sudah langsung mengikat leher Syam mengunakan tali nilon dua sekaligus. Syam yang jadi gampang emosi sudah langsung mengamuk. Syam menggunakan belat-i yang ia ambil dari balik pinggangnya untuk memutus tali dari lehernya. Tali yang juga membuatnya kesulitan bernapas sekaligus berkeringat parah.

Kendati demikian, para begal yang jumlahnya ada delapan orang, kompak terus menyer-ang. Meski yang ada, Syam tetap bisa menghalau. Namun, Syam yang sempat nyaris menang, justru mendadak dibaco-k punggungnya. Salah satu bega-l yang sempat lari, tapi kembali datang lah pelakunya.

Bukannya tumbang, Syam malah jadi makin bringas. Segera ia mengambil celuri-t yang masih menancap di punggungnya. Tanpa pikir panjang, Syam menghantamkan celuri-tnya ke leher pelaku.

Darah sega-r langsung muncr-at karena ulah Syam. Namun, Syam tak peduli dan memilih pergi. Sya. Meninggalkan jalan yang kanan kiri merupakan hutan pinus, dengan kecepatan penuh.

Semua begal terkapar, tapi di sana memang benar-benar tidak ada orang lain selain Syam. Itu saja sudah pergi dan tak mungkin menolong mereka.

Syam pulang dalam keadaan terluka parah, tapi ia tak sengaja melihat penampilan baru Cinta. Cinta yang diam-diam sudah membeli pakaian baru, sukses membuat Syam pangling. Syam bahkan terpesona.

“Dia dandan ...? Buat apa? Dia lagi jatuh cinta, maksudnya, ... dekat sama orang?” pikir Syam tidak bisa untuk tidak curiga.

Terpopuler

Comments

Nia Sulistyowati

Nia Sulistyowati

kayaknya syam buruh di ruqiyah biar otaknya lurus😁

2024-03-07

2

❤️Rizka Aulia ❤️

❤️Rizka Aulia ❤️

syam km perlu di doain biar jd baik

2023-12-28

1

Nancy Nurwezia

Nancy Nurwezia

Syam suka buruk sangka dengan cinta..

2023-12-15

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2 2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3 3 : Harus Menikah!
4 4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5 5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6 6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7 7 : Pakde Ilham
8 8 : Misteri Latar Belakang Syam
9 9 : Pertengkaran Pertama
10 10 : Baby Blues
11 11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12 12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13 13 : Janji Syam
14 14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15 15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16 16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17 17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18 18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19 19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20 20 : Menjadi Istri Mandiri
21 21 : Ceraikan Aku!
22 22 : Memilih Pergi
23 23 : Putus Asa
24 24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25 25 : Lega Dan Tenang
26 26 : Suaminya Cinta
27 27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28 28 : Demi Anak-Anak
29 29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30 30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31 31 : Kedua Kaki Syam
32 32 : Kebersamaan Hangat
33 33 : SAH Lagi
34 34 : Deg-Degan Banget!
35 35 : Cara yang Berbeda
36 36 : Terpaksa Agresi-f
37 37 : Apes
38 38 : Bahagia Dan Bangga
39 39 : Kembar Genius
40 40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41 41 : Gengsi, Tapi Lega
42 42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43 43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44 44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45 45 : Pulang Ke Rumah
46 46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47 47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48 48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49 49 : Selega Ini......
50 50 : Kesehatan Hasan
51 51 : Hampir Ketahuan
52 52 : Drama Si Kembar
53 53 : Emansipasi
54 54 : Nyaman dan Bahagia
55 55 : Mulai Cemburu
56 56 : Misi Memikat Hati Istri
57 57 : Tersesat Lagi
58 58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59 59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60 60 : Syam yang Makin Perhatian
61 61 : Kedatangan Alex
62 62 : Wanita Bercadar
63 63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64 64 : Langsung Waspada
65 65 : Sangat Tiba-Tiba
66 66 : Tak Mau Mati
67 67 : Kalut
68 68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69 69 : Sangat Saling Mencintai
70 70 : Ada Pengkhianat
71 71 : Perkara Asmara
72 72 : Istrinya Jay
73 73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74 74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75 75 : Mulai Saling Jujur
76 76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77 77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78 78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79 79 : Pap—Pa!
80 80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81 81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82 82 : Si Kembar yang Makin Besar
83 83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84 84 : Yang Manis-Manis
85 85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86 86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87 Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88 Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90 Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1 : Paksaan yang Terus Berlanjut
2
2 : Kembar Prematur Dan Kelainan Karena Ketuban
3
3 : Harus Menikah!
4
4 : Kesepakatan Dan Pernikahan
5
5 : Alasan Syam Menikahi Cinta
6
6 : Hasna dan Hasan (Gugup)
7
7 : Pakde Ilham
8
8 : Misteri Latar Belakang Syam
9
9 : Pertengkaran Pertama
10
10 : Baby Blues
11
11 : Cinta yang Mencoba Mendekati Syam
12
12 : Mencurigakan dan Pelukan Pertama
13
13 : Janji Syam
14
14 : Sup Ayam Dan Suara Tembakan
15
15 : Hina-an yang Sangat Menyakitkan
16
16 : Menjadi Pengasuh Anak Sendiri
17
17 : Istri Kucel yang Mencoba Kembali Bekerja
18
18 : Syam yang Jadi Sering Si-al
19
19 : Perubahan Cinta Dan Cara Syam Mengikatnya
20
20 : Menjadi Istri Mandiri
21
21 : Ceraikan Aku!
22
22 : Memilih Pergi
23
23 : Putus Asa
24
24 : Gubuk Di Sebelah Sekolah
25
25 : Lega Dan Tenang
26
26 : Suaminya Cinta
27
27 : Ojan yang Harus Syam Contoh
28
28 : Demi Anak-Anak
29
29 : Mulai Belajar Saling Peduli
30
30 : Keluarga Dan Lingkungan Tumbuh
31
31 : Kedua Kaki Syam
32
32 : Kebersamaan Hangat
33
33 : SAH Lagi
34
34 : Deg-Degan Banget!
35
35 : Cara yang Berbeda
36
36 : Terpaksa Agresi-f
37
37 : Apes
38
38 : Bahagia Dan Bangga
39
39 : Kembar Genius
40
40 : Ada Polisi Dan Si Kembar yang Keren
41
41 : Gengsi, Tapi Lega
42
42 : Pekerjaan Syam yang Sangat Berisiko
43
43 : Kesetiaan Dan Luka yang Menjadi Alasan
44
44 : Teka Teki yang Mulai Terbongkar
45
45 : Pulang Ke Rumah
46
46 : Tragedi Garis Khatulistiwa
47
47 : Kesalahan yang Tidak Bisa Diubah
48
48 : Tanggapan Cinta, Kejujuran Syam, Dan Keceriaan Anak-Anak
49
49 : Selega Ini......
50
50 : Kesehatan Hasan
51
51 : Hampir Ketahuan
52
52 : Drama Si Kembar
53
53 : Emansipasi
54
54 : Nyaman dan Bahagia
55
55 : Mulai Cemburu
56
56 : Misi Memikat Hati Istri
57
57 : Tersesat Lagi
58
58 : Kedatangan Chalvin Dan Keluarga Kecilnya
59
59 : Mendadak Jadi Bapak Rumah Tangga
60
60 : Syam yang Makin Perhatian
61
61 : Kedatangan Alex
62
62 : Wanita Bercadar
63
63 : Modus Dan Honimun Telselubung
64
64 : Langsung Waspada
65
65 : Sangat Tiba-Tiba
66
66 : Tak Mau Mati
67
67 : Kalut
68
68 : Bertahanlah, Jangan Pergi!
69
69 : Sangat Saling Mencintai
70
70 : Ada Pengkhianat
71
71 : Perkara Asmara
72
72 : Istrinya Jay
73
73 : Berusaha Menjadi Wanita Hebat
74
74 : Hasan Tidak Ingin Punya Adik
75
75 : Mulai Saling Jujur
76
76 : Makin Waspada, Jaga-Jaga
77
77 : Mendadak Menghadapi Lawan
78
78 : Penyusup yang Mengancam Nyawa Si Kembar
79
79 : Pap—Pa!
80
80 : Terima Kasih Dan Bahagia
81
81: Peran Penting Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak
82
82 : Si Kembar yang Makin Besar
83
83 : Tingkah Si Kembar yang Makin Menggemaskan
84
84 : Yang Manis-Manis
85
85 : Kebahagiaan yang Mengejutkan
86
86 : Demi Kebahagiaan Anak-Anak
87
Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam (Tamat)
88
Promo Novel Dan Pembaca Setres!!!
89
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
90
Novel Hasan : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia
91
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!